Lucu, seru, namanya juga cinta remaja jadi pasti bisa dibayangkan kan bagaimana cute-nya interaksi antara Audrey dan Akira. Buku lumayan tebal sekitar 370an halaman yang sebenarnya bisa dipersingkat aja karena beberapa hal kurasa juga tak adapun tak akan mengganggu jalannya cerita. Penulisannya lebih ke telling jadi beberapa bagian terkesan monoton, padahal ini buku lumayan page turner.
Yang kusuka dari buku ini adalah bagaimana dua tokoh utamanya bertumbuh. Akira dan Audrey memiliki masalah dan luka yang dalam sebagai remaja. Luka dan sakit itu membuat satunya menjadi lebih dewasa dan kuat sedangkan yang lain justru terperosok dalam sampai hampir menghancurkan diri sendiri. Untungnya nggak sampai berlanjut. Semakin menyadari betapa pentingnya peran orang tua dalam perkembangan mental anak. Aku juga suka Audrey yang tegas dan pintar, setuju sama keputusan yang dibuatnya. Jadi ingin bilang bahwa Audrey kamu keren dan kamu berhak melakukan apapun untuk melindungi dirimu sendiri, kamu nggak egois, well, kadang kita juga butuh jadi egois untuk bisa bertahan. Untuk Akira, awalnya gemas sama dia tapi nggak, red flag berkibar, meskipun oke aku kasihan sih, tapi hidup selalu banyak pilihan kan. Hahaha ngapain sih aku ini malah ghibahin karakter fiksi😅
Kemudian endingnya, wah jempol sih nggak nyangka. Maaf tapi kadang aku memang jahat, hiks