Dari nol semua proses dalam hidup dimulai, begitu awal mula penulis yang merupakan sepasang sahabat menamai buku ini dengan judul 'nol'. Catchy. Dan sebagai seorang yang juga sangat menghargai arti angka nol, bukunya menarik perhatian aku dari awal baca judul dan kata pengantarnya sih.
Okay secara garis besar, kayanya sih peulis berniat untuk me-reframing makna sukses dan pentingnya sebuah proses ya lewat buku ini. Aku simpulin re-framing karena gaya penyampaiannya cukup menggurui, dan sebetulnya aku pribadi ga masalah sih, toh betul juga beberapa poin berhasil bikin cara pandang aku berubah. Salah satunya saat penulis mendefinisikan sukses yang tersulit adalah sukses sebagai manusia: saat seseorang bisa bermanfaat bagi makhluk lain meski dalam kondisi tersulitnya. Diangkat juga kisah Nick Vujicic, seorang motivator masyhur yang terlahir tanpa tangan dan kaki, serta seorang penarik becak bernama Bai Fang Li yang berhasil membiayai sekolah 300 anak. Kisah dicertiakan sebaga contoh nyata kalo sukses sebagai manusia bisa diraih siapa saja tanpa batasan apapun.
Topiknya general yap, jadi bisa dibaca oleh siapapun tanpa perlu latar belakang spesialisasi tertentu. Tapi dari sisi bahasa yang digunakan, cukup disayangkan, beberapa part kurang kohesif, kadang kurang enak dibaca, dan sering ditemukan typo. Tapi part yang paling no adalah saat beberapa contoh yang diangkat sebagai pendukung opini penulis malah bikin tambah bingung.. karena ga nyambung? atau karena aku yang ga paham aja ya benang merahnya?? Alhasil, selama baca maunya cepet beres atau masukin ke list DNF. Tapi kalo memperhitungkan buku ini sebagai 'buku pertama' penulis, ya oke sih, masih worth to read karena penulis cukup berhasil menyampaikan perspektif yang beda tentang belajar, proses, sukses, dan topik sekitarnya, yang kalo dipahami lebih baik lagi bisa jadi insights baru buat pembacanya