"Tidak akan pernah ada waktu yang tepat kalau dia tidak pernah berusaha untuk menciptakannya." (hal. 79)
Akasha dokter ganteng nan pintar tapi kaku nya macem kanebo. Jatuh cinta dengan Raini guru TK yang ceria, mandiri juga menyukai hujan. Pertemuan singkat membuat Akasha jatuh cinta. Raini sendiri tidak menyadari Akasha di pertemuan pertama mereka. Pertemuan yang biasa namun berkesan bagi Akasha
Waktu seakan mendukung keinginan Akasha untuk bisa bertemu Raini. Namun, tetep ajah Akasha mah nggak berani ngajak kenalan. Cuma berani lirik2 sedikit sambil sok sibuk baca jurnal hahaha 😄😅 Ahelahh, Dok payah bener deh 😂 Raini yang memanfaatkan kesempatan yang ada. Sampai akhirnya mereka perlahan jadi dekat.
Pernah lihat orang kaku ngegombal? Nah, Akasha jatuhnya malah receh abis guys haha etapi hargai yah, dia beneran niat usaha deketin Raini kok. Nggak macem cowok lain yang cuma PHP hahaha
Dengan mengenal Raini, Akasha perlahan berubah untuk belajar lebih baik. Dengan Raini hidup Akasha seakan teratur dan lebih hidup. Dengan Raini, Akasha berbagi tentang hidup. Akankah Akasha sang dokter gantenh berani meminta Raini si peri hujan untuk melengkapi hidupnya?
Pembukaannya cukup syahdu dan manis banget. Percayalah, kalian akan jatuh cinta di awal kisah mereka dibuka~
Ka Dy menceritakan kisah Akasha dan Raini. Dua cerita dengan di bedakan dalam warna kertas. Hitam dan putih. Hitam untuk masa kini dan putih masa lalu. Awalnya bikin bingung, tapi perlahan paham *MaklumOtakLagiLemot
Alurnya memang mundur. Dibuat flashback sesuai judulnya Kenangan Hujan. Tapi, aku tetap nyaman karena cukup detail dan jelas. Mungkin ini yang membuat halaman bukunya jadi cukup tebal
Karakter tokohnya dibangun dengan kuat banget. Saling mengisi dan membuat cerita hidup. Aku sebagai pembaca diajak galau bareng sama Akasha. Luber air mataku 😭
Judul nya sendiri simple dan mudah ditebak. Tapi, jujur aku sendiri nggak nebak kalau Akasha di tinggal dengan cara yang cukup tragis.
Layout juga cover yang cantik. Kalo kata ka Dy sendiri sengaja di buat ilustrasi tanpa muka biar kita bisa berimajinasi sosok mereka hehe
Ada sedikit typo ajasih. Tapi masih nyaman di baca. Banyak unsur nasihat dalam sebuah hubungan rumah tangga.
Banyak scene yg bikin aku jatuh cinta berkali2 sama Akasha. Susah nentuin scene fav 😂😍
"Kamu yang mengajarkanku untuk mengingat mereka yang sudah pergi adalah cara terbaik untuk merayakan kematian. Mereka yang ada dalam kenangan adalah bukti kalau mereka pernah ada." (hlm. 71)
Beberapa waktu lalu, aku sempat terpilih menjadi 20 orang pembaca 30 halaman awal novel #KenanganHujan ini. Dan pasti udah tahu dong gimana kesanku abis baca hanya 30 halaman saja. Nah, kali ini aku bakal membagikan sepenuhnya ulasanku tentang novel ini.
Novel ini bercerita tentang Akasha, dokter anastesi muda yang workaholic. Sepeti gambaran seorang dokter muda pada umumnya di dalam sebuah novel, Akasha ini tampan dengan tinggi 180 cm. Dan yang buat Akasha ini menjadi idaman menurutku adalah, dia kaku dan nggak romantis. Tapi setelah kembali bertemu Raini, sosok Peri Hujan-nya di suatu pagi, Akasha perlahan berubah menjadi sosok Akasha yang begitu hangat dan romantis. Romantis versi Akasha juga nggak muluk-muluk, sederhana tapi membekas.
Raini ini seorang guru TK yang ceria dan energik. Aura positif dalam diri Raini tenyata mengalir dalam hidup Akasha sehingga menjadikan hidup Akasha yang semula hanya Rumah Sakit dan Apartemen, berubah alur menjadi tempat-tempat penuh kenangan.
Berdua, Raini dan Akasah mengarungi bahtera mereka sendiri. Namun memang disetiap perjalanan tidak akan ada yang pernah mulus. Begitupun perjalanan Akasha dan Raini. Tapi apakah Akasha dan Raini mampu melewati setiap perjalanan dan mengukir kenangan yang kebanyakan dilalui bersama hujan?
"Besok kita ketemu, ya. Aku kangen ngobrol sama kamu, Rain. Aku janji bakal cerita semua. Juga tentang sesuatu yang selama ini aku simpan sendiri."
Apa yang suka dari novel ini?
☔ Dari segi cover aku suka banget, karena simple tapi sangat mendukung keseluruhan isi cerita. Payung kuning milik Raini juga dihadirkan dan sangat eyecatching. Layout dalam juga aku suka, terutama dibagian POV Akasha yang menurutku seperti tetesan air mata yang membekas di sebuah kertas.
☔Tema. Mengambil tema love at the first sight dan marriage life, Kak Dy berhasil banget bikin aku mesem-mesem diawal perkenalan Akasha dan Raini. Rasa canggung diantara mereka sangat membekas. Dan aku nggak pernah melupakan cara Akasha minta nomor telepon Raini. Bikin ikutan blushing, cooyy🙈
☔Konflik. Dan aku tidak meragukan cara Kak Dy mengolah sebuah konflik sederhana menjadi konflik pelik yang penuh pengorbanan tiap tokohnya. Bukan kali pertama aku baca karya Kak Dy, tapi novel ini yang paling memenuhi ekspektasiku akan sebuah novel, kecuali endingnya.
☔Penokohan. Kak Dy ini beneran jago banget menurutku bikin tokoh yang lovable. Tokoh prianya bukan yang punya sifat brengsek, begitupun tokoh perempuannya. Aku paling suka Akasha, bahkan jatuh cinta. Bukan karena tampan ataupun dia dokter, tapi karena sikap kompromi Akasha. Tokoh yang lain juga kehadirannya sesuai porsi dan mereka sangat layak buat dicintai karena sikap dewasa mereka. Chemistry dan interaksi mereka terbangun dengan baik, nggak dipaksakan.
☔Alur. Walau terkesan lambat tapi entah mengapa aku menikmati banget baca novel ini, walau sangat menguras energi. Aku suka cara Kak Dy menjalinkan benang-benang kehidupan tiap tokoh dengan perlahan, tidak buru-buru tapi mampu memberikan kejutan yang diluar dugaan.
"Menikah beda dengan pacaran. Kalau pacaran, ketika bertengkar bisa jauh-jauhan sementara sampai mood membaik. Kalau sudah menikah nggak bisa gitu. Kalian harus belajar buat mengendalikan emosi dan ego, temukan komunikasi terbaik kalian. Nggak ada yang salah dengan pertengkaran selama komunikasi kalian baik. .... Seriap kalian bertengar dan bisa menyelesaikannya, itu ibarat kalian naik tingkat. Dan itu nggak akan berakhir sampai kalian dipisahkan oleh maut." (hlm. 150)
"Saat itu kita hanya mengenal bahagia. Hingga kita lupa hidup selalu tentang keseimbangan. Saat hidup memberikan kita banyak kebahagiaan maka hanya tinggal menunggu waktu untuk menyemai kesedihan. Dan hidup tidak pernah lupa untuk menagihnya." (hlm. 249)
Aku udah bilang bahwa selama baca novel ini energiku terkuras banyak, terutama ketika dibagian tengah sampai ending. Itu bener-bener bikin aku patah hati sekali. Perjuangan dan pengorbanan Akasha dan Raini digambarkan Kak Dy sedetail mungkin, dan itu terasa nyata. Aku nangis? Iyaa. Sampe sembab juga🙈. Apalagi ketika pasangan ini berkali-kali gagal untuk mendapatkan anak. Mulai dari inseminasi buatan hingga program bayi tabung. Perjuangan mereka dan bagaimana mereka survive bikin nyesek. Bahkan ketika nulis ulasan ini aku masih nangis, aku nggak bohong.
Kak Dy juga menyelipkan beberapa setting tempat Akasha dan Raini liburan dengan penjelasan yang detail. Tempat-tempat seperti resor Jeeva Beloam di Tanjung Ringgit dan Fiji, yang belum pernah aku tahu tapi bikin aku jadi tahu berkat baca novel ini. Aku makin berkesan dengan novel ini karena selain menghadirkan sebuah konflik yang bikin nyesek, Kak Dy juga sedikit banyak menuliskan pesan tersirat. Terutama melalui nasihat Bapak. Aku suka sekali dengan kehadiran Bapak. Bapak yang bijaksana dan kuat.
This entire review has been hidden because of spoilers.
"Seperti yang dikatakan oleh pesohor terkadang keluarga bukan dengan siapa kita berbagi darah melainkan keluarga adalah mereka yang berbagi kenangan dan kehangatan." - Hal. 121 Kisah Akasha dan Raini ini beneran membuat aku rollercoaster. Di awal-awal cerita mereka ini bikin senyum-senyum, ya gemes banget sama Akasha. Dia tuh emang beneran kaku banget dong, masa kenalan itu harus cewek yang maju duluan. Padahal kan dia udah jatuh cinta sama pandangan pertama. Perkenalan mereka pun emang harus menunggu selama 5 tahun, tapi untungnya sih membuahkan hasil. Dan setelah mengenal Raini, Akasha nggak perlu waktu lama lagi buat mengajak Rain berkencan. Ya mereka akhirnya menjadi pasangan. Bersama Raini, Akasha merasakan dunianya sangat berwarna. Raini adalah menyempurna bagi Akasha. Kehidupan mereka bahagia, meski terkadang ada konflik-konflik kecil buat hubungan mereka. Mereka selalu inget pesan Bapak, pernikahan adalah kompromi. Dan itu yang selalu mereka pegang. Hingga ada satu hal yang mengubah segalanya, kehidupan mereka masuk ke dalam cobaan yang amat berat. Berhasilkah Akasha dan Raini melewati cobaan hidup ini? Aku selalu suka gaya bercerita kak Dy, dan gaya bercerita kak Dy selalu menarik dan bikin penasaran. Tema marriage life ini emang selalu bikin semangat.
Aku juga suka kak Dy menggambarkan pekerjaan Akasha sama Raini yang detail. Karakter tokohnya berkembang dengan baik dan konsisten, aku kadang kesel sama Raini yang childish tapi dia tetap asyik dan lucu. Raini pun orangnya penuh kejutan, ada satu fakta yang aku kaget sih setelah baca dipertengahan novel. Akasha yang kaku tapi care dan sweet ini beneran idaman banget. Aku juga suka persahabatan Akasha sama Alex, solid banget mereka itu. Dan yang terakhir Bapak dan Rhea yang loveable. Tokohnya ini emang beneran terasa hidup dan nyata. Kusuka sama mereka, pengen melukin mereka 😭.
Gaya bahasa yang digunakan mengalir dan ringan, aku suka bacanya. Malah nggak berasa halaman per halamannya. Di novel ini ada POV 1 dan POV 3, nah di POV 1 Akasha ini menceritakan tentang keadaan di masa sekarang. Dan di POV 3 ini, menceritakan keadaan mereka dari awal pernikahan seolah kayak flashback itu. Kusuka juga sama alur yang maju-mundur. Aku menguatkan hati sama kisah mereka ini, soalnya pas baca POV Akasha ini pikiranku udah jauh aja. Dan menebak-nebak apa yang terjadi sama mereka, setelah tahu rasanya itu sedih sekaligus sakit dan juga patah hati 😭💔. Di awal sih udah merasa akan gloomy, eh iya aja bener. Interaksi antartokohnya ini kusuka, hangat dan berasa banget kedekatan mereka. Chemistrynya berasa banget feelnya. Apalagi saat mereka 'jatuh' itu nyesek banget. Dan yang terakhir konflik mereka itu rumit banget, masalah hati dan batin ini beneran menyiksa ya. Apalagi ada satu hal yang membuat mereka malah menyakiti dirinya masing-masing. Konflik pernikahan rollercoaster banget, bahagia - sedih - bahagia - sedih yang langsung terjun bebas begitu. Tapi aku suka sih cara kak Dy menyelesaikan konflik mereka dengan apik. Tapi yang terakhir serasa boom banget. Endingnya suka meski buat aku misuh-misuh karena masih patah hati jilid 2. Overall, yang suka tema marriage life aku rekomenin novel ini, banyak kejutan yang pasti bikin kalian baper dan nyesek. Siapkan hati kalian ya gaes ❤.
"Saat hidup memberikan kita banyak kebahagiaan maka hanya tinggal menunggu waktu untuk menyemai kesedihan. Dan hidup tidak pernah lupa untuk menagihnya." - Hal. 249
Judul: kenangan hujan Penulis: @dylunaly Penerbit: @falconpublishing ISBN: 978-602-6714-58-9 Tahun terbit: 2019 . . Saya menyebut novel ini sebagai novel yang sangat lengkap. Mengapa seperti itu? Karena saya merasa kalau beginilah definisi novel lengkap bagi saya. Baik dari unsur cerita yang menceritakan dari awal pertemuan hingga sampai akhir cerita. Saya merasa bagian pertemuan terlalu panjang Namun tidak masalah karena bagian ini penting sekali untuk membangun cerita selanjutnya.
Kisah selanjutnya bergulir di kehidupan rumah tangga antara Akasha dan Raini, mereka menikah dan mendapati ujian masalah rumah tangga yang sangat berat. sungguh tidak tega rasanya.
Saya menikmati sekali novel ini bahkan dari alurnya yang maju mundur, seolah memberi clue atas apa yang akan terjadi sebenarnya, lalu tentang konflik konflik pendukung, sangat menarik.
Saya sedikit tidak suka dengan karakter Raini pada saat sedih, seolah dia sedih sendiri. Apakah tidak terpikirkan kalau Akasha sendiri juga terluka, dia lelaki, dia juga manusia, dia pasti bisa rasakan sedih dalam hidup ini.
Gengs, overall saya suka sekali dengan novel ini. Saya merekomendasikan buat kalian penikmat bacaan roman yang levelnya sudah tinggi.
Satu lagi, pesan moral novel ini juga bisa dibilang sangat menyenangkan. Pembaca tidak hanya dapat kisah romansa semata, namun pelajaran untuk tetap tegar, tenang, sabar, juga percaya pada pertolongan Tuhan. Semuanya itu adalah paduan kunci berhasilnya hidup ini.
"Saat kita hanya mengenal bahagia, hingga kita lupa hidup selalu tentang keseimbangan. Saat hidup memberikan kita banyak kebahagiaan maka hanya tinggal menunggu waktu menyemai kesedihan. Dan hidup tidak pernah lupa untuk menagihnya." Hal 249 #kenanganhujan
Adakah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan yang lebih dari perasaan bahagia? (hal.65)
Rate sebenarnya: 4.5 yang dibulatkan ke bawah karena kebanyakan typo.
Saat aku diperingatkan kalau buku ini mengandung bawang, awalnya aku ga begitu peduli, soalnya baru 1 novel yang sukses bikin air mata mengalir. Tapi ternyata memang buku ini bikin aku nangis 😭😭😭
Kalau dari sampulnya saja, kalian ga bakal menyangka kalau buku ini isinya kisah marriage life dengan lika-likunya yang tidak hanya manis tapi juga rumit dan menyayat hati. Serius. Akupun pada awalnya mengira kalau buku ini hanya sekedar metropop gitu saat membaca 30 halaman pertama. Habis, Akasha dan Raini begitu bikin gemas.
Secara cerita, endingnya sih bakal langsung ketebak dari bagian yang kertasnya lebih gelap (masa sekarang, soalnya buku ini lebih ke kilas balik gitu) cuma kalau dari bab awal aja tetep ga kebayang kenapa hal itu terjadi.
Ceritanya mengalir walau di beberapa bab ada yang terkesan lompat-lompat. Tokoh-tokohnya kebanyakan realistis. Masalah yang dihadapi pun tidak terkesan mengada-ada. Dan kabar baiknya, buku ini tebal tidak karena kebanyakan deskripsi. Memang kisah dan pembangun suasananya yang panjang.
Hal lain yang mengganjal selain salah ketiknya adalah beberapa istilah yang kurang familier masih saja tidak diberi catatan kaki. Soalnya aku sempat bingung, scrubs itu apa ya? Maklum, aku ga begitu paham dengan dunia kedokteran. 😅
Hmm, apakah aku suka? Tentu saja.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Ini bukan pertama kalinya aku membaca tulisan Mba Dy Lunaly. Tema yang diangkat dalam novel ini pun bukan merupakan tema yang baru, sudah sering diangkat dalam novel lainnya, tapi aku suka bagaimana Mba Dy mengemas kisah dalam novel ini menjadi sebuah jalinan kisah yang menarik untuk diikuti .
Tulisan Mba Dy pun semakin matang dengan konsep yang coba diusung. Baik karakter, latar, alur maupun konflik diramu sedemikian rupa menjadikan aku hanyut dengan kisahnya.
Aku membaca dan menyesap kisah Akasha dan sang peri hujan secara perlahan-lahan. Seperti alurnya yang cenderung lambat, aku tetap bisa menikmatinya. Aku suka dengan perkembangan hubungan Akasha yang secara perlahan hingga terus membalik halaman demi halaman dalam novel ini .
Walaupun aku cenderung menyukai penggunaan hanya 1 sudut pandang dan alur yang maju, novel ini pengecualian. Aku suka dengan pemilihan pov 1 dan 3 secara bergantian, begitupun dengan alur campuran yang digunakan, sehingga aku bisa memahami dan merasa lebih dekat dengan kisahnya.
Aku memang masih menemukan beberapa kesalahan ketik, kesalahan penyebutan nama tokoh, yang cukup mengganggu, tapi aku suka dengan kisah Akasha.
Secara keseluruhan, kamu mencari sebuah kisah romansa yang akan mengaduk emosimu, bacalah kisah Akasha dan temanilah dia meresapi kenangan, sambil ditemani secangkir kopi, cokelat, teh atau minuman favoritmu
jujur ini novel fiksi pertama yang pling lama bru ku selesain, kenapa? karena sebelum memasuki pertengahannya udh diberi tanda tanda kalau ini bakal sad ending dan aku gak terlalu suka sad ending. Alasan lainnya karena, kalo bole jujur aku g terlalu suka ama karakter cewekny karena klo mw apa apa dibebani kesuaminya. Berhubungan karena ada kutipan "uang suami milik istri dan uang istri milik istri" Tapi kalau kebutuhan seperti beli sepatu seminggu sekali dibebani ke suami itu agak ngeselin sih liatnya.Rumah,properti,dll itu si Akasha yang beli sampe tabungannya kosong,kenapa tidak sama sama beli? Kesel sih, tpi apa bole buat apalagi Akasha dokter spesialis yang memiliki gaji besar. Dan endingnya itu bener bener bisa buat kita ngeluarin air mata karena cobaan Akasha sama Raini itu banyak banget. Cerita ini lebih mengambil sudut pandangnya Akasha,jdi secara tidak langsung kita bisa mengetahui apa yang Akasha rasain dan itu cobaan yang berat bngt.
Membaca novel ini saat hujan rasanya semakin syahdu.
Kita akan berkenalan dengan Akasha, seorang dokter muda yang nggak pernah jatuh cinta. Tapi suatu malam saat dia break sejenak dari jadwal operasi dan jaganya yang padat, Akasha melihat seseorang dari jendela ruangannya. Seorang cewek yang menghempaskan payungnya dan menari di tengah guyuran hujan. Aneh memang, tapi sesuatu tentang si cewek hujan yang kemudian disebut peri hujan Akasha ini membuat Akasha merasakan sebuah gelenyar aneh. Akasha jatuh cinta. Detik itu juga dia memutuskan untuk berlari turun, menghampiri wanita itu. Sayang, saat dia sampai di pintu keluar peri hujannya sudah menghilang.
Momen itu tak bisa hilang dari diri Akasha, dia terus bertanya-tanya siapa wanita itu? Ke mana dia?
Butuh dua tahun penantian untuk akhirnya Akasha bertemu lagi dengan si peri hujan dan beberapa bulan untuk akhirnya mereka berkenalan secara resmi. Tapi apa mereka akhirnya bisa bersatu?
Kenangan Hujan ini tipe novel manis yang ditulis dengan sangat apik oleh Mbak Dy. Gambaran Akasha yang jadi mas-mas dokter manis yang selalu bisa diandalkan terasa begitu nyata, juga si peri hujan yang digambarkan cewek mandiri yang memberi warna baru di kehidupan Akasha yang cenderung monoton. Suka dengan romance dan tarik ulur mereka. Yang pasti kalau ada Akasha di kehidupan nyata boleh lah take satu. ;)