Nama Soeharto mungkin menjadi salah satu sosok militer terbesar di Indonesia. Pertanyaannya, apakah tokoh-tokoh militer bakal selalu meniru penggal akhir kejayaan Soeharto? Bagaimana pula wajah politik militer hari-hari ini? Apakah karir militer AHY merupakan bekal yang cukup untuk mengikuti jejak SBY? Mengapa Luhut Panjahitan lebih sering dianggap sebagai presiden bayangan?
Menjadi pengamat militer yang secara rutin menulis sejak tahun 1988, Aris Santoso patut diperhitungkan analisisnya dalam bidang pasukan militer, khususnya TNI AD. Lewat buku ini, Anda akan melihat barisan tentara dari dekat, mulai dari bagaimana sebuah figur penting lahir dan dicari dari militer, hingga bagaimana purnawirawan menjalani masa pensiun: dengan tenang atau gelisah?
I am in awe by the author’s discipline in his writing—not to input his own value-judgment (no too much, anyway). For some this might seem as a lackluster—but this style of writing could be intentional. I’d say if he had to dance around certain issues to get the book published and be read more widely, he’d danced skillfully. And that, to me, demonstrates intellectual acuity, too.
Banyak informasi yang didapat dari buku ini. Tapi kayanya minim opini di buku ini, lebih banyak membeberkan fakta dan sejarah. Tapi tetap menarik untuk dibaca.
Awalnya saya mengira buku dengan tema peran militer dalam perpolitikan Indonesia ini merupakan 'satu tulisan utuh', namun ternyata berisi kumpulan tulisan penulis (Aris Santoso) terkait tema tersebut di berbagai media massa.
Tulisan dan analisis Aris Santoso dalam buku ini memberi begitu banyak wawasan terkait dunia militer negara ini bagi saya yang awam. Mulai dari figur-figur militer penting sejak masa kemerdekaan hingga reformasi, riwayat satuan-satuan di TNI, hingga kiprah militer dalam panggung perpolitikan nasional.