Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kesatria Hutan Larangan #1

Pangeran Anggadipati: Darah dan Cinta di Kota Medang

Rate this book
Jante terlempar oleh serangannya sendiri. Tubuhnya melayang sembari mengeluarkan pekikan dahsyat. Kemudian terdengar bunyi tubuh yang menghantam dasar jurang bercadas-cadas. Pangeran Anggadipati tertegun melihat tubuh remuk sahabat sekaligus calon iparnya. Siluman benar-benar sudah menguasai Jante sehingga tak ada pilihan bagi Anggadipati selain membunuh atau dibunuh.

Akan tetapi bagaimanakah perasaan Yuta Inten, kekasih Anggadipati, ketika mengetahui kakak kandungnya dibunuh oleh calon iparnya sendiri? Apakah Yuta Inten akan turut serta membalaskan dendam keluarganya? Bagaimanapun kehormatan keluarga mereka harus dibela meski bertaruh nyawa.

Melalui romah sejarah yang pernah diterbitkan dalam serial Puragabaya ini, kita tidak hanya akan disuguhi kisah para pendekar Padjajaran, melainkan juga kearifan hidup para tokohnya. Petualangan, adu kesaktian, intrik politik dan keluarga, serta drama cinta yang romantis menjadi suguhan menarik sepanjang cerita.

390 pages, Paperback

First published August 1, 2008

8 people are currently reading
93 people want to read

About the author

Saini K.M.

14 books4 followers
Saini K.M. dilahirkan di Sumedang pada tanggal 16 Juni 1938. Ia menyelesaikan pendidikan di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris IKIP Bandung. Perhatiannya terhadap sastra dan teater telah tumbuh sebelum ia memasuki perguruan tinggi. Latar belakang inilah yang kemudian rnendorongnya mengambil prakarsa untuk mendirikan jurusan Teater di Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung. Di samping menjadi pengajar tetap di STSI Bandung, Saini K.M. juga melakukan kegiatan di bidang kesenian, khususnya di bidang sastra dan teater. Di bidang sastra, ia aktif menulis esai dan puisi. Tiga buah buku puisinya yang telah diterbitkan, yaitu Nyanyian Tanah Air (Mimbar Demokrasi Press, 1969), Rumah Cermin (Sargani & Co. 1979), dan Sepuluh Orang Utusan (PT. Granesia, 1989). Kumpulan esai sastranya yang diterbitkan yaitu Protes Sosial dalam Sastra (Angkasa. 1983).

Di bidang teater, Saini menulis sastra lakon. Ia pernah memenangkan Sayembara Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 1973 untuk karyanya Pangeran Sunten Jaya, tahun 1977 untuk karyanya Ben Go Tun, pada tahun 1978 untuk karyanya Egon, dan tahun 1981 untuk karyanya Serikat Kacamata Hitam dan Sang Prabu. Dua naskah lakon yang ditulisnya untuk anak-anak memenangkan sayembara yang diadakan oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan (Depdikbud), yaitu Kerajaan Burung (1980) dan Pohon Kalpataru (1981). Sastra lakon karya Saini yang berjudul Sebuah Rumah di Argentina (1980) memenangkan hadiah dalam sayembara penulisan yang diadakan oleh Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa (BAKOM PKB) Jakarta Raya. Esai tentang teater yang ditulis Saini K.M. terhimpun dalam buku Beberapa Gagasan Teater (Nurcahaya, 1981), Dramawan dan Karyanya (Angkasa, 1985), Teater Modern dan Beberapa Masalahnya (Binacipta, 1987), dan Peristiwa Teater (Penerbit ITB, 1996). Pada tahun 1999, terbit himpunan karya Iakonnya "Ben Go Tun’, “Dunia Orang Mati", “Madegel’, dan “Orang Baru” di bawah judul Lima Orang Saksi. Himpunan karya lakonnya itu diterbitkan pertama kali dalam bentuk buku pada tahun 2000.

Lakon Ken Arok (Balai Pustaka, 1985) mendapat penghargaan sastra dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud, pada tahun 1990. Lakon lain yang ditulis Saini dan dipentaskan di berbagai daerah di Indonesia, yaitu Pangeran Geusan Ulun (1963), Siapa Bilang Saya Godot (1977). Restoran Anjing (1978), Panji Koming (1984), Madege (1984), Amat Jaga (1985), Syekh Siti Jenar (1986), Dunia Orang-Orang Mati (1986), Ciung Wanara (1992). dan Damarwulan (1995). Madegel pernah dipentaskan di Jepang pada tahun 1987. Ken Arok dan Sepuluh Orang Utusan diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman oleh Renate Sterngal.

Bersama Jakob Soemardjo. Saini menulis buku Apresiasi Kesusastraan (Gramedia, 1986) dan Antologi Apresiasi Kesusastraan (Gramedia, 1986) untuk siswa Sekolah Menengah Lanjutan Atas. Selain itu. ia juga menulis buku untuk anak-anak, yaitu Cerita Rakyat Jawa Barat (Grasindo, 1993). Pada tahun 1960--1994, Saini menjadi pengasuh kolom puisi Harian Umum Pikiran Rakyat. Berbagai tulisan kritisnya tentang puisi karya penyair muda yang dimuat Harian Pikiran Rakyat itu diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul Puisi dan Beberapa Masalahnya (Penerbit ITB, 1993). Berkat kegiatannya yang tidak pernah lelah dalam mengasuh para penyair remaja, Saini mendapat Anugerah Sastra dari Yayasan Forum Sastra Bandung pada tahun 1995.

Pada tahun 1988-1995, Saini dipercaya menjadi Direktur ASTI Bandung (sekarang STSI Bandung). Selepas itu, pada tahun 1995--1999, Saini K.M. menjabat Direktur Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Depdikbud. Saini K.M. juga tercatat sebagai anggota Konsorsium Seni sejak tahun 1994 dan sebagai anggota Komisi Disiplin Seni sejak tahun 1999. Ia juga aktif dalam penyelenggaraan Art Summit Indonesia.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (25%)
4 stars
14 (22%)
3 stars
23 (37%)
2 stars
7 (11%)
1 star
2 (3%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for Nenangs.
498 reviews
January 16, 2012
Huadoooohhh....kalo aja ngga ada bolong2 plot dan nggak ada efek 3D itu, mungkin bisa dapet 4 bintang, lebih malah.

meskipun gaya bahasanya rada super jadul, tapi sebentar aja udah terbiasa dan bahkan berasa menikmati dongeng2 silat jadul yg marak jaman saya masih kecil. kisahnya lumayan seru, konfliknya (masih) sederhana, cocok buat orang kayak saya yang cuma cari hiburan dari bacaan.

meskipun si tokoh utama rada "too good to be true", tapi kurasa masih masuk akal lah, karena toh dianya ngga sempurna juga.

downside lainnya adalah backcover blurb yg rada2 spoiler, mbocorin ujung ceritanya, yg ternyata rada nggantung dan disimpan buat kisah lanjutan. sial. mending jangan dibaca.

satu lagi, ngga tahu deh jadi point plus atau minus buat orang lain (buat saya sih netral), muka orang di cover-artnya mirip jet li! jadi mbayangin si pangeran itu mirip2 jet li. :lol
Profile Image for salman faridi.
26 reviews7 followers
September 19, 2008
Jika Anda penggemar buku-buku sejenis Api di Bukit Menoreh, buku ini terlalu sayang untuk dilewaatkan

salman
2 reviews
January 11, 2022
Lumayan seru, aku baca ini buat tugas sebenernyaaa😄
3 reviews
August 6, 2022
mayan seru, baca karena untuk tugas sastra, psikosastra atau sosiologi sastra (lupa)
Profile Image for Nugraha.
15 reviews5 followers
January 8, 2010
Buku ini buku yang kubaca ketika usiaku masih 12 tahun. Buku ini aku baca berulang-ulang. Dulu buku ini terbit dengan judul Puragabaya dengan sub title Roman Sejarah Kerajaan Padjadjaran. Buku ini sangat-sangat menarik bagi saya dari dulu hingga sekarang. Terlepas apakah sejarahnya itu benar-benar sesuai atau tidak. Tapi menurut saya buku ini bisa melambungkan imajinasi sy yang tidak hidup di jaman kerajaan padjajaran, jadi mengetahui bagaimana situasi dan kondisi pada saat itu.

Buku ini diterbitkan lagi oleh Bentang Pustaka dengan seri Ksatria Hutan Larangan, dan buku pertamanya diberi title : Pangeran Anggadipati, Darah dan Cinta di Kota Medang. Sebenarnya dulu saya membacanya 2 buah buku yang dibundel. Beruntunglah saya karena punya orang tua yang senang membaca buku, termasuk novel tersebut.

Sebenarnya sy berharap buku tersebut memiliki title atau sub title yang berkenaan dengan Kerjaan Padjajaran/atau Prabu Siliwangi. Dengan begitu maka sejarah tidak hanya milik Gadjah Mada/Hayam Wuruk saja. Sehingga orang banyak dapat memperoleh gambaran tentang kisah-kisah keradjaan jaman dahulu kala.

O,iya satu lagi. dulu sy mendapatkan buku tersebut dengan ilustrasi yang sangat menarik karya seniman lukis Barli. Barli memang orang Sunda jadi dapat merasakan semangat sunda pada jaman kerdjaan Padjdjaran, sehingga buku itu lebih menarik dan ilustrasi di dalamnya lebih menguatkan lagi fil-film yang tergambar dalam imajinasi pembaca. Menurut saya buku ini tak kalah hebatnya dengan Gadjah Mada karya Langit Kresna Hadi.

Bagi yang belum baca, selamat membaca. Rasakan bagaimana anda hidup di jaman kerajaan Padjdjaran.


Salam
Agga

Profile Image for muhammad.
53 reviews4 followers
April 23, 2012
Kisah dari Saini KM yang sudah lama terkenal sebagai penulis novel sejarah. Dalam buku ini digambarkan seorang Pangeran bernama Anggadipati yang digodok dalam sebuah padepokan silat paling hebat di wilayah kerajaan Pakuan.

Sejak umur 14 tahun ia dididik untuk menjadi Puragabaya, seorang pemuka agama yang diberi kemampuan bertarung luar biasa. Menjadi Puragabaya adalah sebuah kehormatan bagi keluarga.

Anggadipati adalah salah satu murid terhebat dari puluhan murid lainnya. Kawan sekamarnya, Jante, juga termasuk yang terhebat. Suatu saat ketika mereka sudah dianggap layak menjadi Puragabaya, mereka dikirim tugas ke beberapa daerah. Sebelumnya, Anggadipati diajak oleh Jante ke daerah tempat Jante tinggal.

Di situ, Anggadipati jatuh cinta dengan Yuta Inten, adik Jante. Mereka sudah mengikat janji, setelah penugasan ke daerah tersebut, Anggadipati akan menikahinya.

Namun, semasa tugas, Jante membunuh seorang bangsawan yang terkenal biadap. Tapi, membunuh adalah sesuatu yang dianggap buruk bagi seorang Puragabaya. Jante harus tetap diadili. Ia kabur ke hutan kemudian dikejar oleh teman-teman Puragabaya nya, termasuk Anggadipati.

Dengan baik-baik, Anggadipati mengajak Jante kembali, tapi ia tidak mau. Tidak sengaja, Jante terdorong ke lereng oleh Anggadipati, lalu Jante tewas. Yuta Inten mengutuk kejadian tersebut, Anggadipati dianggap musuh.

Di sisi lain, Anggadipati dianggap pahlawan bagi seluruh rakyat. Ia dianggap mampu membunuh pembunuh dan menjadi Puragabaya yang paling tersohor.
Profile Image for Sinta Zaiyan.
1,047 reviews67 followers
June 8, 2010
KUrang lebih ceritanya berisi tentang Pangeran Muda Anggadipati dari Kutabarang yang melalui berbagai gemblengan untuk menjadi puragabaya. Mulai dari pelajaran di Padepokan Tajimalela, sampai dengan 'praktek lapangan' di kerajaan Galuh. Konfliknya menurutku kebanyakan hanya sekadar lewat, baru terasa tajam saat menjelang akhir ketika Pangeran Muda terpaksa membunuh sahabat, yang dari awal sudah menunjukkan gejala aneh, Jante. Cerita kematian Jante ini masih akan berlanjut pada buku kesatria hutan larangan 2.
Profile Image for Truly.
2,806 reviews13 followers
April 18, 2010
Dapat hibahan dari Bapak Peri Buku

Masalahnya mungkin bukan pada cerita namun pada bentuk fisik buku.
Halaamnnya tidak berurutan. Misalnya dari halaman 22 tiba-tiba jadi 25 lalu 26 dan seterusnya. nanti dibelakang baru halaman 23 muncul.

Kejadiannya membuat cerita jadi aneh dan tidak nyambung!
Malas jadinya baca buku ke dua dan seterusnya.

Padahal buku ini mengingatkan saat jayanya drama radio seperti saur sepuh dans ejenisnya
Profile Image for Femmy.
Author 34 books541 followers
February 4, 2012
2,5 bintang - Hampir seluruh buku ini membosankan bagiku. Tokoh utamanya tidak menarik. Kisah cintanya hambar dan datar. Hampir tidak ada konflik yang berarti. Tetapi, dua bab terakhir ternyata cukup menarik. Jadi ingin tahu kelanjutannya.
Profile Image for Ian.
241 reviews16 followers
June 2, 2010
Mayan dapet buku diskon di cianjur hohohoho critanya menariik juga walo gw susah bayangin seting tmpt, jaman , kostum sgala hahahahhaha


Lanjut buku 2 , buku 3 ntar nyari dolo d mana yah nemu diskonan lage
Profile Image for Yahudha.
28 reviews2 followers
January 18, 2011
untuk sebuah novel sejarah, fakta sejarah dalam novel ini bisa dibilang kurang...
Displaying 1 - 12 of 12 reviews