Jump to ratings and reviews
Rate this book

Islam dan Pembebasan

Rate this book
Maraknya gagasan Teologi Rasional lalu Teologi Transformatif ternyata belum mampu mewadahi aspirasi transformasi sosial umat Islam dalam konteks kehidupan berbangsa dan bermasyarakat kontemporer. Ini ditandai, misalnya, dengan masih berlangsungnya tindakan kesewenang-sewenangan, penindasan dan laku ketidak-adilan pada bangsa-bangsa di Dunia Ketiga -- di mana umat Islam berada di dalamnya. Keprihatinan mendalam atas realitas itu, Asghar Ali Engineer -- seorang pemikir dan aktivis sosial menganjurkan apa yang disebut Teologi Tadikal Transformatif atau Teologi Pembebasan dalam Islam. Dengan merekonstruksikan perjalanan sejarah kenabian Muhammad SAW dan mencermati ulang Al-Quran, Asghar Ali berkesimpulan bahwa Islam mem-punyai perhatian sentral pada keadilan sosial untuk membebaskan kaum lemah dan tertindas serta menciptakan masyarakat egalitarian. Salah satu tesisi pentingnya adalah pembongkaran pengertian mukmin dan kafir. Seorang mukin bukanlah sekedar orang yang percaya kepada Tuhan, akan tetapi juga berjuang menegakkan keadilan melawan kezaliman serta penindasan. Jika tidak, ia masih tergolong kafir, meski ia percaya pada Tuhan. Buku ini memaksa kita memikirkan kembali asumsi-asumsi kepercayaan, pemikiran dan sikap keberagamaan kita secara mendasar.

156 pages, Paperback

First published August 1, 1990

33 people are currently reading
377 people want to read

About the author

Asghar Ali Engineer

74 books24 followers
Asghar Ali Engineer was an Indian reformist-writer and activist. Internationally known for his work on liberation theology in Islam, he lead the Progressive Dawoodi Bohra movement. The focus of his work was on (and action against) communalism and communal and ethnic violence in India and South Asia. He was an advocate of a culture of peace, non-violence and communal harmony, and lectured all over world.
Engineer also served as head of the Institute of Islamic Studies and the Centre for Study of Society and Secularism, both of which he founded in 1980 and 1993 respectively. He also made contributions to The God Contention, a website comparing and contrasting various worldviews. Dr. Asghar Ali Engineer’s autobiography A Living Faith: My Quest for Peace, Harmony and Social Change was released in New Delhi on 20 July 2011 by Vice President of India Shri Hamid Ansari.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
55 (48%)
4 stars
31 (27%)
3 stars
15 (13%)
2 stars
7 (6%)
1 star
6 (5%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for Naim al-Kalantani.
283 reviews17 followers
Read
May 20, 2016
Rasanya si pengarang ni salah seorang tokoh Syi'ah yg memperjuangkan sosial justice. Sekali lagi aku bagi tahu, aku tak reti nak tulis review. Tapi aku cuba.

Buku ni cerita mengenai sosial justice. Apa tugas Islam yang sebenar. Untuk apa pembebasan itu. Perkara-perkara yang menarik dalam buku ini ialah:

- Teologi pembebasan dalam Islam, macam mana yang dimaksudkan dengan teologi pembebasan, dan apa tugas Islam yang sebenar.

- Konsep keadilan dalam Islam. Macam mana hidup dalam masyarakat yang sama taraf, yang tidak ada darjat.

- Buku ni banyak cerita mengenai ekonomi islam. Ada juga disebut mengenai ekonomi di zaman Karl Marx.

- Ada cerita mengenai tafsir al-Quran. Penafsiran sebegini aku baru jumpa. Moga aku lebih memahami. Dan tafsiran ini cenderung kepada tafsiran pada Sunni dan Syi'ah.

- Ada juga menceritakan Islam ini boleh juga berkeras apabila perlu.

- Sosial justice, ada cerita di dalam ni mengenai hak-hak wanita. Wanita & lelaki dalam islam adalah sama saja. Tiada bezanya.

- Buku ini juga ada kritik mengenai konsep hudud. Tapi tak details. Tapi ini dapat menyakinkan aku bahawa hudud tidak dapat dilaksanakan lagi di Malaysia. Nak yang lebih detail, ada dalam Tiada Paksaan Dalam Agama

- Buku ini ada cerita juga macam mana pluralis agama. Dan macam mana sufism menerima agama lain kerana mereka klaim bahawa semua agama itu sama sahaja, cuma yang berbeza cara ritualnya.

- Menceritkan tragedi Karbala yang berlaku pada 10 Muharram. Tragedi yang melibatkan pembunuhan Imam Hussain.

Sebuah negara dapat bertahan hidup walau di dalamnya ada kekufuran, namun tidak bisa bertahan jika di dalamnya terdapat zulm (penindasan)

Buku yang sangat menarik ku kira. Tak rugi membelinya.
Profile Image for Benz.
Author 21 books105 followers
August 27, 2019
Ok. Buku ini pulak. Aku rasa buku ini, ramai dah orang Malaysia dah ada, beli dan baca. Cuma, berdasarkan yang aku tengok di GoodReads, tak ada yang komen, melainkan Naim Kalantani. Walaupun komen dia biasa-biasa sahaja, tapi dia bagus banyak membaca, dan rajin membuat komentar tentang buku.

Bagi aku, Asghar Ali Engineer sebenarnya lebih terperinci berbanding Ali Syari'ati. Walaupun kedua-dua ini adalah sosok Islam Kiri -secara mudahnya adalah Muslim yang menggunakan idea-idea Kiri- dan kedua-duanya sama-sama beraliran Syi'ah (walaupun tidak sama jenis Syi'ahnya), tetapi Asghar lebih detail. Asghar nampaknya lebih menekuni idea-idea Sunni berbanding Ali Syari'ati. Dan Asghar tidak ada masalah dalam memetik dan mengutip pandangan Ibn Taymiyah, Ibn Qayyim Jauzi, menyebutkan peranan Umar Al-Khattab, dan menggali idea-idea pembebasan Islam baik dari teologi Syi'ah mahupun Sunnah (Sunni). Inilah keistimewaan Asghar. Dan dia seorang ideolog tegar Islam Kiri yang tak segan silu menyebutkan peranan yang dimainkan oleh Ali Syari'ati dan juga Hassan Hanafi. Banyak lagi nak tulis pasal ni. Takpa. Ini dulu.

(Tambahan ulangan baca: Asghar adalah sosok pemikir brilian Muslim, seorang pemikir yang unorthodox, lari dari kebiasaan, seorang eklektik yang kritis lagi kreatif, karya ini memaparkan keseriusan Asghar dalam memikir rencam permasalahan ummah, dari isu keadilan sosial sampai penafsiran Al-Qur'an yang bagaimana seharusnya!)

Buku yang harus diulang baca oleh para Muslim Kiri!
Profile Image for Sudi.
76 reviews7 followers
October 7, 2007
Setelah sebelumnya bersentuhan dengan ide-ide Ali Syariati, karya-karya Ashgar Ali Engineer makin menggeser cara pandangku ke kiri. Jika Syariati masih kukuh dengan Islam revolusionernya, Asghar Ali terang-terangan menggunakan analisis materialisme dialektika dalam membedah masyarakat Islam dan kebangkitan Islam di bawah kepemimpinan Muhammad.
Profile Image for Yanti.
21 reviews1 follower
April 2, 2008
Buku pertama yang menyulutkan keberanianku untuk keluar dari sikap "Katak dalam Tempurung". He.he... kalau mahasiswa lain membawa sekeranjang parcel atau hadiah lain untuk dosen pembimbing skripsinya setelah lulus ujian, aku bawa buku ini pada dosen pembimbingku yang konservatif tanpa bungkus tanpa pita.
Profile Image for Ahmad Maghfur.
7 reviews1 follower
May 23, 2021
Islam dan Pembebasan ini merupakan buku terjemahan dari Islam and Its Relevance to Our Age karya Ashgar Ali Engineer. Buku kecil itu terdiri dari 6 bab yang disusun dengan terstruktur. Dimulai dengan hubungan antara Islam dengan sejarah, Negara, filsafat, ekonomi dan politik, dan diakhiri dengan sebuah pernyataan sikap atau sebuah kesimpulan yang tertuang dalam bab Islam dan Pembebasan.
Setelah membaca buku ini, Ashgar membuka mata Anda. Setidaknya bagiku pribadi. Pertama, peran sejarah. Dengan pendekatan teologis, Alquran banyak memuat kisah-kisah sejarah, namun kausalitas tidaklah diabaikan begitu saja. Intinya: ‘Keadilan’ Allah pada suatu kaum atau seorang lalim, diberlakukan ketika mereka mengabaikan proses kausalitas sosial dan berbuat menyimpang, baik secara fisik (hukum alam) maupun mental (moral).
Kedua, berangkat dari titik ini, Ashgar Ali kemudian mencermati kenabian Nabi Muhammad, bahwa Nabi Muhammad tidak pernah berkeinginan untuk memutar balikkan roda sejarah. Ia mengecam praktik riba yang ekploitatif, namun sama sekali tidak mengharamkan laba yang diperlukan dalam perdagangan. Hanya saja, ia memberi batasan-batasan tertentu untuk menghilangkan praktik-praktik pemerasan dan penghisapan yang dilakukan oleh para kapitalis serakah dan bosok.
Kenapa? Karena ketika menghilangkan sama sekali laba, maka akan membuat surut masyarakat komersial yang sedang berkembang.
Karena itu, Ketiga, Ashgar mencatat bahwa kaum hartawan Makah – yang dikenal sebagai kota perdagangan – bukan tidak mau menerima ajaran Nabi dalam hal tauhid karena hal itu tak begitu merisaukan mereka. Namun, yang merisaukan mereka adalah implikasi-implikasi sosial-ekonomi risalah Nabi. Ditegaskan pula dalam Alquran, salat tidak pernah disebut tanpa diiringi dengan zakat. Zakat itu kemudian dikumpulkan untuk distribusi kekayaan kepada fakir-miskin, atau yang paling terlihat pada zaman itu adalah membebaskan perbudakan.
Keempat, ternyata, selain mendakwahkan cita-cita keislaman, Nabi juga tidak pernah mengabaikan konsteks situasinya, dan sebenarnya itulah, yang menurut Ashgar, menjadi rahasia keberhasilan Nabi. Misalnya, Nabi tidak berangkat dari pendekatan kelas karena pendekatan itu hampir-hampir tidak akan berfungsi dalam situasi sejarah berikutnya.
Perbudakan sangat dibenci Nabi. Tapi tidak begitu saja langsung diperangi dan dihapus. Jalan yang ditempuh Nabi dalam memperjuangkannya lebih banyak dengan cara-cara gradual: yang paling kentara adalah dengan memberikan hak-hak budak yang terabaikan.
Profile Image for Ari.
Author 5 books18 followers
February 1, 2014
Seringkali Islam ditafsirkan dalam kacamata patriarkis. Masuk akal tentu saja, karena Budaya Arab emang tidak menghargai perempuan (maraknya kasus penguburan hidup-hidup bayi perempuan di masa jahiliyah) hingga akhirnya turunnya Al Quran mengangkat derajat perempuan.

Buku ini memiiki "ruh" sebagaimana judulnya. Pembebasan! Beberapa alternatif penafsiran memberikan ruang segar keindahan Islam dalam berbagai aspek: ekonomi, politik hingga rumah tangga.

It is a must read!
Profile Image for Viandika Eko Pradipta.
28 reviews1 follower
May 19, 2020
Buku yang sangat luar biasa dari Asghar Ali Engineer, dimana dia menyatukan agama yang universal. kebanyakan pemuka agama dan bagi mereka yang menganut agama khususnya Islam, banyak dari mereka yang mengabaikan lingkungan sosial mereka seperti kemiskinan, penindasan, dll. padahal dalam Islam semua itu lebih diutamakan terlebih dahulu daripada ibadah yang bersifat formal seperti biasa. karena tujuan adanya agama Islam adalah untuk menghapuskan perbudakan dan penindasan
1 review
Want to Read
December 6, 2014
i want to know abaout asghar ali teologi
Displaying 1 - 12 of 12 reviews