Ini adalah buku tentang perjalanan hidup manusia. Kisah Individual yang nyatanya terkait satu sama lain. Kisah yang rasanya personal, alih-alih dialami oleh lebih daru tujuh milyar manusia di bumi. Kisah yang mungkin menyentuh Anda dan orang-orang kesayangan Anda. Buku ini ditulis untuk Anda. Rasakanlah apa yang kami rasaka. Perkayalah perngalaman tanpa harus mengalaminya sendiri. Kami berbagi hati agar Anda bisa menuai inspirasi dan menghayati hidup. Silakan menikmati buku ini saat menghadapi perjuangan hari ini. Sebarkan cinta di dalam hidup Anda ke setiap penjuru bumi. Bila suka, ambillah intisarinya, dan diarkan sisanya menguap di udara. Apapun pilihan yang Anda buat, hati kami akan selalu bersama Anda karena Cinta adalah satu-satunya jalan yang kami pilih untuk merayakan kehidupan.
Tema Tantangan Baca Goodreads Indonesia bulan April ini adalah "buku berdasarkan kisah nyata". Ada beberapa buku yang tadinya saya masukkan dalam daftar bacaan, tapi kemudian saya menemukan buku ini di Gramedia Digital. Dengan tagline inspired by true stories, saya rasa buku ini pas dengan tema Tantangan Baca Goodreads Indonesia bulan ini.
Celebrate The Wait adalah kolaborasi dari beberapa penulis jebolan kursus "Writing From The Heart" yang digawangi oleh Ade Aprilia dan Irianti Erningpraja. Keduanya menjadi fasilitator yang melakukan pelatihan penulisan kreatif. Ade Aprilia sendiri adalah penulis lebih dari 80 judul buku, dan lebih suka disebut sebagai Healing Coach. Sementara Irianti Erningpraja awalnya dikenal sebagai musisi dan juga menulis buku tentang pengembangan diri. Dia lebih suka disebut sebagai Self Discovery Coach.
Ada 17 cerita pendek yang terangkum di dalam buku ini. Beberapa diantaranya ditulis oleh Ade Aprilia dan Irianti Erningpraja sendiri. Ada benang merah dari semua cerita pendek di dalam buku ini, yaitu tentang menemukan diri sendiri di antara berbagai macam kejadian dalam hidup. Prosesnya pun beragam, tapi pada umumnya harus menjalani satu fase terendah. Sebagai contoh dalam cerita pendek berjudul When You Let Go and Let God karya Aryani Siti mengisahkan tentang seorang wanita yang divonis tidak dapat melahirkan karena ada mioma dalam rahimnya. Namun ketika dia mencoba menyerahkan diri pada Yang Maha Kuasa, mujizat datang padanya. Atau cerita A Journey From Lust To Love karya Irianti Erningpraja yang mengangkat tentang kisah seorang gay yang ingin menebus kesalahannya di masa lalu untuk membahagiakan seorang wanita. Setelah semua usaha dijalani, dia sampai pada kenyataan wanita itu memilih orang lain.
Saat membaca cerita-cerita di dalam buku ini, saya merasa tidak yakin semua cerita terinspirasi dari kisah nyata. Ada beberapa cerita yang menurut saya terlalu absurd jika itu berasal dari sebuah kisah nyata. Misalnya, Renjana Hati karya Dela Bunga Venus yang di dalamnya ada adegan makhluk dari luar angkasa yang mengaku sebagai pelindung galaksi. Tapi ada juga cerita yang saya yakin benar terinspirasi dari kisah nyata yaitu cerita Foto Bugil karya Irianti Erningpraja.
Dengan warna dasar putih, buku ini dilengkapi dengan ilustrasi foto-foto yang bagus, dan juga quote-quote yang cocok sekali kalau dijadikan status. Sayangnya terkadang penempatannya di tengah-tengah cerita jadi mengganggu. Soalnya quote-nya bukan diambil dari cerita, tapi dari sumber lain. Ohya, ada satu cerita yang berbentuk puisi berjudul Mukidi Ngorok karya Irianti Erningpraja malah tidak ada jdulnya. Saya sempat berpikir itu bagian dari cerita sebelumnya, yang ternyata bukan.
Untuk sebuah kolaborasi, buku ini patut mendapat apresiasi. Seperti blurb-nya, kisah-kisah ini mungkin menyentuh anda sebagai pembaca. Perkayalah pengalaman tanpa harus mengalami, nikmatilah buku ini saat menghadapi perjuangan hari ini.
Celebrate the Wait merupakan buku berisi kumpulan cerita yang terinspirasi dari kisah nyata. Buku ini digagas oleh Ade Aprilia dan Irianti Erningpraja yang berkolaborasi dengan peserta kelas menulis "Writing from the Heart" yang digawangi oleh Ade Aprilia dan Irianti Erningpraja juga. Cerita yang ditulis kebanyakan berisi pencarian jati diri, kesabaran, keikhlasan, hingga mencintai diri sendiri. Ini menjadi kedua kalinya bagi saya membaca tulisan Ade Aprilia. Kolaborasi yang ditulisnya bersama Irianti Erningpraja bersama peserta kelas menulis Writing from the Heart ini menjadi buku yang dapat menginspirasi pembacanya. Tidak semua cerita yang ditulis terasa realistis. Ada beberapa cerita yang justru malah dikemas dengan unsur fantasi dan 𝘴𝘤𝘪-𝘧𝘪. Namun, kebanyakan ceritanya memang seputar kehidupan sehari-hari yang mungkin akan terasa 𝘳𝘦𝘭𝘢𝘵𝘦 bagi beberapa pembaca. Ditilik dari 𝘤𝘰𝘷𝘦𝘳 bukunya sendiri, buku ini sudah memberikan nuansa yang mendamaikan. Dominasi warna putih yang dipadukan dengan sosok seorang wanita bertopi yang sedang memegang balon, memperlihatkan kesederhanaan yang malah menarik manik mata untuk memandangnya.
Buku ini terdiri dari 17 kumpulan tulisan dengan gambar estetis yang semakin menginspirasi pembaca. Tidak semua tulisannya berbentuk cerita pendek, tapi ada pula puisi dan kata-kata motivasi. Ketujuh belas tulisan tersebut adalah To My Dearest Self (Ade Aprilia); When You Let Go and Let God (Aryani Siti); Foto Bugil (Irianti Erningpraja), Today, I Love You (Ade Aprilia); Anugerah Terindah (Uti Brata); Loves Me... Not (Ade Aprilia); Catatan Reinkarnasi (Thina); Let Go of the Idea of "Someday" (Ade Aprilia); Believe and Receive (Irianti Erningpraja); One Fine Day (Ade Aprilia); Renjana Hati (Dela Bunga Venus); Mukidi Ngorok (Irianti Erningpraja); The Greatest Giver in the Universe (Uti Brata); Aku Bertanya (Irianti Erningpraja); Kopi dalam Mimpi (Aryani Siti); A Journey from Lust to Love (Irianti Erningpraja); dan Enough's Enough (Ade Aprilia). Semua tulisan memiliki ciri khas tersendiri sehingga dalam satu buku pembaca akan merasakan berbagai macam rasa yang berbeda. Konsep bukunya unik dan menarik, karena dikemas dengan kertas putih beserta ilustrasi gambar berwarna, sehingga terasa spesial.
Bagi saya tidak semua tulisannya terasa menarik. Ada beberapa tulisan yang masih terasa mentah dan dipaksakan. Bahkan ada satu tulisan yang cukup panjang, tapi ternyata malah terasa hambar dan berakhir begitu saja. Salah satu tulisan yang menurut saya masih kurang dan mungkin tidak bisa saya tangkap maknanya adalah Renjana Hati karya Dela Bunga Venus. Bercerita tentang seorang gadis bernama Adelyn yang bisa dibilang jatuh hati pada kliennya bernama Boydinata. Perjalanan hubungan mereka dari awal 𝘮𝘦𝘦𝘵𝘪𝘯𝘨 hingga terungkapnya jati diri mereka terasa aneh dan instan. Saya tidak dapat menangkap rasa dan emosi dalam ceritanya. Apalagi Renjana Hati ini cukup banyak mengambil porsi halaman buku. Sayang sekali eksekusinya terasa terburu-buru dan masih kurang matang. Tapi balik lagi, ini hanya soal selera. Mungkin saja kamu sendiri malah menyukai cerita yang tersaji dalam Renjana Hati. Unsur fantasi yang dimasukkan dalam tulisannya terasa maksa dan tidak tepat sasaran. Jatuhnya malah bikin bingung nay dibawa ke mana sebenarnya jalan ceritanya.
Sementara itu ada dua tulisan yang menjadi favorit saya, yaitu To My Dearest Self karya Ade Aprilia dan Believe and Receive karya Irianti Erningpraja. To My Dearest Self berisi kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris yang memotivasi agar mencintai diri sendiri. Saya suka dengan cara Ade Aprilia dalam memilih kata yang tepat, sehingga membentuk kalimat yang menginspirasi. Dikemas dengan sederhana dan indah, tulisannya ini terasa sangat mendamaikan dan kena di hati saya. Setelah membacanya saya semakin percaya dan mencintai diri saya sendiri. Sedangkan tulisan berjudul Believe and Receive terasa sangat personal bagi saya. Bagaimana Irianti Erningpraja berhasil membawakan cerita yang sederhana, tapi sarat akan makna. Saya sendiri selalu percaya dan menerima apa pun itu yang terjadi dalam hidup adalah yang terbaik bagi kita. Bukan berarti pasrah, tapi lebih ke ikhlas saja jika memang itu yang harus terjadi. Kisah sepasang suami istri yang jalan-jalan ke Hong Kong ini terasa menggelitik di beberapa bagian, tapi akhir ceritanya sangat mencerahkan.
Secara keseluruhan, Celebrate the Wait dijamin dapat mencerahkan dan mendamaikan lewat kumpulan tulisan yang ada di dalamnya. Tidak semua ceritanya menarik, tapi beberapa ada yang dapat menginspirasi. Kelebihan buku ini mungkin terletak pada kemasannya yang dibuat spesial dengan kertas putih dan gambar estetis berwarna. Gambar-gambar indah yang turut serta menghiasi buku ini menimbulkan kedamaian saat membacanya. Tulisannya beragam, tapi memiliki konsep yang sama, yaitu tentang perjalanan hidup manusia. Sebagian terasa emosional, tapi sebagian mungkin terasa hambar. Masih ada beberapa tulisan yang terasa kurang secara rasa dan emosi, sehingga hanya jenuh yang tercipta. Namun, untungnya perpaduan visual dan tulisan yang digabungkan dalam buku ini berhasil menjadi daya tarik yang akan membuat pembaca betah untuk ikut larut dalam setiap tulisannya. Sebuah buku hasil kolaborasi yang tidak hanya sekadar menginspirasi, tapi juga dapat menentramkan hati. Jadi, tunggu apa lagi, silakan coba sendiri sensasinya.
Beli buku ini untuk bahan bacaan draft buku yang sedang kutulis, pengen tahu gaya bercerita dan tulisannya seperti apa. Covernya bagus, begitu juga ilustrasi di tiap cerita tuh bagus, meski ku merasa nggak sesuai dengan ceritanya. Kalau ingin baca buku yang ringan, rekomen baca ini, bisa diselesaikan membaca dalam satu hari dan nggak pakai mikir keras, berkerut saat membacanya. Buku ini merupakan antologi cerita dari 17 penulis yang tergabung dalam Writing From The Heart yang dibimbing oleh Mbak Ade Aprilia dan Irianti Erningpraja, yang ikut menulis di buku ini.
Baru pertama kali baca buku ala novel chicken soup seperti ini. Bukunya lucu layoutnya...bagus..banyak gambar jadi nggak bosen bacanya. Isi cerita dari masing-masing novel memang umum, dan mungkin orang lain pernah mengalami hal yang sama, tapi di novel ini mampu menggali cerita yang tadinya biasa dan umum menjadi seru dan menghibur. Ada part-part yang aku suka di cerita Today, I Love You."mengesankan" :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
To be blunt- Not All story has the same quality. Perhaps because beside the teacher, the other author were fresh graduate from the "Writing from the heart course". But don't worry most of the story are very inspiring and funny too. 😊
Some other remarks-the vibes and the design makes me want to read it again and again.