Buku ini berisi catatan pengalaman Diah Widuretno selama berkegiatan dengan anak-anak Desa Wiantos, Gunung Kidul, baik saat bersama Sekolah Sumbu Panguripan (SSP) maupun setelah menjadi Sekolah Pagesangan (SP)
Setelah bertahun-tahun berproses di inisiatif pendidikan kontekstual di Dusun Wintaos, Gunungkidul, refleksi Mbak Diah Widuretno sebagai organisator merupakan tulisan yang kurasa sangat perlu untuk dibaca.
Buku ini menyajikan cerita yang menyentuh tentang orang-orang penggerak Sekolah Pagesangan (mulai dari para anak, remaja, orang tua, sampai simbah) dan pembelajaran mereka selama berupaya untuk berdaya dari desa. Pada banyak bagian, kita dapat melihat bagaimana proses mereka untuk mengidentifikasi permasalahan (misalnya: urbanisasi dan terlepasnya generasi muda dari budaya tani lokal) dan mencari solusi yang tepat untuk konteks mereka (misalnya: belajar wirausaha dan melakukan percobaan ngalas alias berladang). Mbak Diah menceritakan dengan tulus berbagai macam jatuh bangun, kekecewaan, dan kebahagiaan yang ia rasakan selama perjalanannya bersama orang-orang di Wintaos.
Gesang di Lahan Gersang memperlihatkan bahwa kemandirian dan keberdayaan yang dibangun pelan-pelan secara konsisten adalah upaya yang luar biasa sulit, tapi dapat dilakukan bersama-sama dengan dukungan dan partisipasi dari orang-orang terdekat. Hormat dan semangat untuk teman-teman Sekolah Pagesangan!