Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kisah Surat Dari Legian

Rate this book
Berisi lima cerpen Sitor Situmorang yang belum pernah masuk dalam kumpulan cerpen yang telah diterbitkan. Dimulai dengan cerpen yang paling pertama ditulis Sitor di tahun 1950, sampai dengan cerpen terakhir yang ditulisnya setelah lepas dari penjara dan kemudian mengembara di Bali. Pengantar Fuad Hassan yang mengulas sosok Sitor sebagai pengembara dan perekam drama manusia menambah nilai buku ini.

86 pages, Paperback

First published October 1, 2003

19 people want to read

About the author

Sitor Situmorang

38 books34 followers
Sitor Situmorang (lahir di Harianboho, Samosir, Sumatera Utara, 2 Oktober 1923), dengan nama Raja Usu, adalah wartawan, sastrawan, dan penyair Indonesia. Ayahnya adalah Ompu Babiat Situmorang yang pernah berjuang melawan tentara kolonial Belanda bersama Sisingamangaraja XII.

Sitor menempuh pendidikan di HIS di Balige dan Sibolga serta MULO di Tarutung kemudian AMS di Jakarta. Ia sempat berkelana ke Amsterdam dan Paris (1950-1952). Tahun 1956-57 ia memperdalam ilmu sinematografi di Universitas California. Setelah keluar dari tahanan politik, ia tinggal di Leiden (1982-1990) lalu Islamabad (1991).

Karirnya dimulai sebagai wartawan harian Suara Nasional (Tarutung, 1945), Waspada (Medan,1947), Berita Indonesia, dan Warta Dunia (Jakarta, 1957). Ia pernah menjadi dosen Akademi Teater Nasional Indonesia (Jakarta), anggota MPRS dari kalangan seniman, Ketua Lembaga Kebudayaan Nasional (1959-65), lalu ditahan pemerintahan Orde Baru.

Karyanya antara lain kumpulan cerpen Pertempuran dan Salju di Paris (1956) mendapat hadiah sastra nasional 1955, kumpulan sajak Peta Perjalanan memperoleh hadiah dari Dewan Kesenian Jakarta 1976, otobiografi : Sitor Situmorang Sastrawan 45, Penyair Danau Toba (1981); sejarah lokal: Toba na Sae (1993) dan Guru Somalaing dan Modigliani Utusan Raja Rom (1993).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (11%)
4 stars
4 (23%)
3 stars
9 (52%)
2 stars
1 (5%)
1 star
1 (5%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for eti.
230 reviews107 followers
July 16, 2012
sepertinya saya musti membaca ulang buku ini. ada satu cerpen yang barjudul 'Akbar' yang sama sekali nggak saya mengerti, dari kalimat pertama sampai akhirnya selesai, saya nggak 'nangkep' maksudnya. *lemot banget otak gw hehehe...*

sementara di 2 bintang dulu, nggak salah dia dijuluki penyair pemikir. karena saya benar-benar keras berpikir untuk menangkap makna yang tersirat dalam kalimat-kalimatnya :D
Profile Image for Adi.
158 reviews19 followers
February 9, 2012

Sulit betul nak menghadam eksistensialisme sekarang ni, Sebab dah terbiasa dengan kemodenan cerpen milenium yg sederas momentum peluru.

Cukuplah sekadar menggambarkan seorang lelaki duduk di atas kerusi tanpa perlu meleret2 tentang buatan dan asal usul kayu serta saiz kaki kerusinye berapa sentimeter... mengantukk
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.