Beragam kelakuan orang kaya. Dari mulai yang suka memperlihatkan kemewahan, sampai berpenampilan seperti orang biasa. Tapi yang jelas, orang yang berpura-pura kaya, pasti bukan orang kaya.
Ternyata, membaca kumpulan cerita tak semudah membaca novel.Berpuluh puluh cerita harus dipahami, pada saat yang sama.Jadi jangan heran, kalau banyak di antaranya tak selesai dibaca, karena tak sepenuhnya dipahami.Walau harus diakui, ada banyak cerita juga yang menarik.Baik karena twist yang tak terduga, kisahnya kocak atau menohok ke hati yang paling dalam.
Lain waktu, saya akan membacanya lagi.Dan siapa tahu, ada lebih banyak cerita yang saya pahami.
Isinya kumpulan cerita pendek, yg literally pendek cuma 2-3 halaman. Ada 3 bagian, yg pertama cerita2 tentang kelakuan orang kaya, kaya judulnya. Yg kedua cerita2 yg berhubungan dg agama/tuhan. Yg ketiga cerita2 tentang kehidupan (?) kind of. Aku pun udah agak lupa wkwkwk
Bagus2 sih ceritanya, entah ada berapa puluh cerita disitu, meaningful juga, sarat akan makna. Kalo aku paling suka yg bagian kedua, penuh dg cerita dan pertanyaan soal tuhan, yg sering ku pertanyakan juga hahaha
Tp sayangnya not really my style. Karena jatuhnya baru baca semenit udah abis ceritanya dan udah harus ganti cerita. Dg tipikal aku yg suka baca kalo bisa sekali duduk, buku ini bikin capek. Mungkin kalo kalian tipe yg suka baca cerita sebelum tidur, bisa baca buku ini. Baca 1-2 cerita trus bobok wkwkwk
Kumpulan kisah ini benar-benar menggugah dan menohok pemikiran dan perasaan saya. Beberapa kisah di sini ada yang sangat menyentuh saya secara personal karena berhubungan dengan apa yang saya alami. Di buku ini saya merasa tercubit, tersentil, namun di sisi lain hati saya juga menghangat bahkan saya sempat meneteskan air mata. Saya sangat menikmati buku ini, ketika di tiap kisah saya berkontemplasi untuk memahami maknanya. Ada pula saat di mana ketika saya membaca paragraf tertentu, saya terpaku. Efek buku ini besar sekali untuk saya. Buku ini dibawakan pula dengan latar yang membumi dan gaya bercerita yang menarik sekali.
Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada penulis dan semoga penulis selalu diberkahi keberkahan oleh Allah SWT...
Saya baca buku ini bersamaan dengan buku Dunia kali. Keduanya enak dibaca dalam sekali duduk sambil makan kue.
Saya lebih dulu menyelesaikan Dunia Kali. Buku ini juga bergenre yang sama. Kisah-kisah pendek tentang kelakuan orang-orang kaya yang kadang kala sulit diterima nalar. Utamanya bagi mereka yang belum berkesempatan menikmati fasilitas kehidupan orang kaya.
Dari banyak buku mas Puthut, entah kenapa saya lebih menyukai buku bergenre komedi beliau. Sebelumnya saya membaca "Para Bajingan yang Menyenangkan". Sebuah buku yang penuh Punchline ditengah setup kejadian yang menarik.
Lagi-lagi semuanya adalah buku yang enak dibaca dalam sekali duduk, sambil makan kue kesukaan.
Kumpulan cerita pendek yang berhasil membuat saya garuk-garuk kepala sambil senyum-senyum. Pada beberapa cerita si tokoh selalu berhasil membawa pesan melalui segala "kendagelan" dan "keabsurdan", sedang cerita lain yang awalnya nampak lurus-lurus saja, tetapi mengandung "plot twist" yang bermakna. Setiap judul cerita yang disajikan terasa ringan hingga tidak terasa saya sudah menghabiskan buku ini. Jujur ini merupakan karya Mas Puthut yang pertama kali saya baca, tetapi saya langsung penasaran dengan karya-karya yang lain.
berkaca dari kehidupan nyata,di buku ini terdapat penjelasan akan itu semua.saya melihat dengan jelas di dunia ini,beragam kelakuan orang kaya ibarat kaum Borjuis dan proletar.mulai dari suka memamerkan kekayaan,berbagi sedekah,atau berlagak seperti halnya masyarakat biasa,bahkan tetangga saya sendiri di kampung pun seperti itu.kurang lebih 55 penggalan cerita pendek dalam buku ini cukup menggambarkan kebiasaan orang kelas atas di sekitar kita,bahkan ada yang kurang ajar sama orang tua.
buku ini menjarkan beberapa perasaan bahkan kelakuan sifat orang yang ada real dan fiksi namu bersetting tempat di indonesia, membuat pembaca bisa menganlogika saat membaca serta kelakuan beberapa orang yang di anggap ada kejadian real di dunia nyata membuat kita tertawa terbahak-bahak bila serta kunci hidup di dalam suatu kelakuan manusia
ini adl buku ke-2 mas puthut ea yg sy baca dari hadiah giveaway bukumojok. memuat banyak kisah dg penafsiran yg bisa jadi berlapis.
kisah-kisah yg dimuat dlm buku ini cukup pendek; tentang sosial-budaya-masyarakat-politik-agama dlsb. beberapa memuat pesan-pesan yg ringan, beberapa lainnya mengesankan ada yg harus dikunyah & ditelan lagi danlagi.
Membaca buku ini melihat fenomena kanan kiri di sekitar kita. Ceritanya soal si kaya yang punya mobil tapi memilih naik sepeda, di sisi lain ada si miskin yang terpaksa mencuri hanya untuk memiliki sebuah motor. Begitulah Mas putut, menjadikan tulisannya sebagai pengingat kepada kita semua .... kesombongan itu datang dengan cara yang paling lembut, jangan terlena, selalu mawas diri.
Setiap kisahnya berhasil menggelitik pikiran dan perasaan saya. Kisah-kisahnya membuat saya merenung dan bepikir. Beberapa membuat saya merumuskan ulang pikiran saya. Ringkas tapi sarat kekuatan. Mungkin begitu.
Beberapa cerpen membekas, beberapa tapi saya skip, terutama yang cerpen-cerpen dengan unsur kerajaan di dalamnya. Bukannya apa-apa, saya ngga nyambung. Hahaha. Tapi overall ini keren. Dan saya sudah bersiap membaca buku Puthut yang lain.
Renyah dan menggelitik. Puthut mengangkat berbagai macam topik yang menjadi "kegelisahannya" dan membagikannya pada pembaca dengan cara yang menyenangkan. Buku ini beberapa kali membuat saya berhenti sejenak di akhir suatu cerita, dan membuat saya tersadar bahwa betapa banyak kelakuan manusia yang "lucu". (Membuat ketagihan, terselesaikan dalam beberapa jam saja).
Sarkasnya dapat, dalam cerita yang singkat padat dan jelas. Salah satu kumpulan cerpen terbaik Puthut EA bagi saya. Menyenangkan untuk mengisi waktu luang.