Jump to ratings and reviews
Rate this book

Igor: Sebuah Kisah Cinta yang Anjing

Rate this book
Johan tewas saat merayakan ulang tahun pernikahan dengan istrinya. Kematian yang mendadak itu membuat istrinya, Windhi, terjebak dalam dunia ganjil dan absurd. Kematian yang dialami Johan memang bukan seutuhnya sebuah kematian. Karena tidak lama setelah itu, Johan kembali hidup dalam bentuk roh yang bergentayangan di dalam tubuh seekor anjing. Sosok itu merasuk ke dalam tubuh seekor anjing karena melarikan diri dari para malaikat maut.

Windhi tidak memperdulikan wujud suaminya yang menjadi roh dan hidup di dalam tubuh seekor anjing. Bahkan cintanya telah tumbuh menjadi suatu hubungan tubuh yang sukar dimengerti akal sehat. Windhi secara sadar melakukan persetubuhan gelap dengan seekor anjing. Kisah dan gosip tentangnya menyebar luas, hingga sampai ke telinga suami barunya, juga sanggup menghantui benak pembacanya.

504 pages, Paperback

First published February 16, 2018

6 people are currently reading
21 people want to read

About the author

Risda Nur Widia

9 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (13%)
4 stars
6 (27%)
3 stars
8 (36%)
2 stars
0 (0%)
1 star
5 (22%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for echyrosalia.
158 reviews
April 15, 2019
Saya menghabiskan waktu sebulan membaca buku 510 halaman ini. Disambi dengan membaca beberapa buku lain yang satu nya adalah kisah Miss Marple di Karibia. Kisah cinta Igor yang disajikan ini bener-bener tidak saya duga sebelumnya. Pikiran sukses dibuat jungkir balik dengan gaya bercerita dari Risda yang mungkin baru saya temui. Kisah cintanya sih klise, dan aaah saya ga percaya ada seorang Windhi di dunia nyata.

Belum selesai rasa tidak percaya, Risda memberikan tulisan yang sangat detail tentang Yogyakarta. Memang bukan penghafal jalanan Yogya, tapi karena bisa sebulan sekali saya ke Yogya, Risda benar-benar menceritakan kisah cinta plus kisah perjalanan. Perjalanan dengan pengertian yang harfiah, dari Taman Sari sampai ke Wijilan.

Tak sedikit teman seperjuangan mengunyah buku ini menyatakan bahwa dirinya baper dan yah ikut terseret pada ke-halu-an untuk mendambakan kisah cinta Windhi dan Igor.

“Demikianlah, cinta yang disimpan oleh Windhi mungkin lebih luas dari laut dan samudra diatas muka bumi. Kasih yang disimpan Windhi di dalam hatinya, lebih keras dari baja atau batuan asteroid yang terjatuh di malam penuh mukjizat ketika para malaikat dan Tuhan menisbikan penciptaan langit dan bumi. Tidak ada yang bisa mengalahkan cinta Windhi pada Igor”


Buku ini adalah buku untuk usia 18++ karena detail kelakuan lakon yang diceritakan Risda.
Memang sih buku ini kurang cocok untuk anak usia SMA, tapi gpp lah kalo mau dibaca sama anak usia SMA. Yutub dan beberapa medsos udah membuat mereka memahami hal-hal yang berbau plus plus sepertinya. Haha.

Dan saya jamin bahwa ini beneran buku romantis. Yayayaya, saya butuh banyak pengalihan buku detektif setelah mengunyah habis buku ini. Nilai 3,6 untuk buku ini (pembulatan keatas).
3 untuk kisahnya, dikurangi 0,3 untuk tebal-nya buku dan font-nya yang imut, dan ditambah 0,9 untuk foto selfie-nya di acara bedah buku Komunlis kemaren. Hehehehe.

Saat ditanya kenapa memakai nama IGOR, Risda Nur Widia kontan menjawab,
"IGOR, Indomie Goreng. Haha"

Yaelah! Yo wis lah, bebass.. sak sir mu lah! hihihihi
Profile Image for Panca Erlangga.
116 reviews1 follower
December 22, 2020
Apa yang sangat disayangkan adalah seratus halaman awal di novel ini terasa begitu menjemukkan dan penceritaannya terasa berjalan di situ-situ saja. Lelah, sebenarnya.
Profile Image for Lamersky.
15 reviews
July 19, 2025
Hidup tidak selamanya. Karena itu waktu kita terbatas. Dan saya menolak menyelesaikan buku ini setelah 10 halaman pertama. Dari kalimat-kalimatnya, termasuk dengan begitu banyak pengulangan yang tidak perlu, saya yakin buku ini ditulis dengan serampangan. Pilihan saya cuma satu: menyia-nyiakan waktu menyelesaikan buku jelek atau meninggalkannya secepat yang saya bisa.
1 review
April 30, 2018
Sebenarnya saya gak sengaja beli buku ini. Sebulan lalu karena lihat judulnya yabg lucu dan covernya yang asik, saya jadi pesen dari lapak online. Bab awal cerita di novel IGOR terasa sendu banget. Pengulangan yang terasa malah buat jadi tambah sendu. Saya nggak bisa bayangin, kalau saya jadi wanita yang ditinggal mati oleh suami saya yang baru nikah dua bulan. Tapi yang buat saya kaget itu, pas Windhi bisa nerima suaminya yang sudah mati. Gila kan. Sudah mati lalu masuk ke tubuh anjing. Windhi bisa menerima suaminya yang sudah jadi roh itu seperti dulu pas masih hidup. Sampai rela buat sekandal sama suaminya itu. Windhi rela pura-pura jatuh cinta, pura-pura nikah lagi. Kalau saya sendiri ogah. Tapi, buku ini memang Anjing sih. Jatuh cinta memang hal paling bodoh yang pernah dilakukan manusia, kayak kata penulisnya itu. Jatuh cinta memang anjing. Hehehe jadi curhat saya. Singkatnya saya suka buku ini dan ngerasa nggak nyesel belinya kemarin walau tebel.
1 review
May 4, 2018
Asik novelnya. Lucu dan getir juga. Mungkin di awal kita diajak untuk membaca sesuatu yang pelan dan lambat. Apalagi soal penegasan bahwa kematian Johan, yang terus diutarakan oleh tokohnya. Ternyata setelah saya cerna lagi, pelan-pelan saya jadi sebel sama tokoh Windhi. Pengulangan itu membuat saya juga merasa kalau Johan itu sebenarnya tidak mati. Dan lucu sih, ketika membayangkan Windhi yang menggap suaminya masih hidup. Apalagi mengharapkan suatu ketika suaminya hidup lagi dan memberi kejutan. Ternyata kejutan yang didapatkan Windhi adalah hal lain. Hahaha. Suaminya memang hidup lagi. Tapi bukan dalam wujud manusi. Tapi wujud anjing. Kampret kok! Belum lagi pas adegan onani yang dilakukan gesang. Malang banget Gesang nggak bisa nyetuh istri dan malah onani bayangin istrinya. Anjing kok! Saya nggak nyesel belinya online kemarin. Jadi ingin lihat kayak apa sih hidup penulisnya? Absurd kayak gini juga ya? Btw Risda itu cowok apa cewek sih?
5 reviews
October 29, 2025
Novel yang menyebalkan. Karakternya sama semua. Cara berpikir, bertutur dan bertindak, semuanya sama. Hanya beda nama. Setiap keputusan-keputusan yang dibuat si karakter sangat terkesan diatur atau ditunda oleh penulis agar kisahnya bisa sampai ke ujung cerita, yang seperti ditutup begitu mendadak tanpa persiapan. Banyak pengulangan yang bikin bosan. Banyak typo. Sedikit betul penggalian terhadap karakter sehingga momen besar di dalam cerita jadi terasa sempit dan biasa saja. Bahkan, bagian yang rapi di dalam novel ini hanyalah pada saat si narator menjelaskan tempat-tempat seperti candi yang begitu detail. Si narator cocoknya jadi tour guide saja. Atau, cara terbaik membaca novel ini adalah sambil membayangkan sinetron azab yang membuat si aktor nyemplung ke mesin pengaduk semen atau membayangkan adegan sinetron india yang menampilkan slomo si pemain terjatuh dari tangga yang baru selesai adegan jatuh itu dalam 3 episode.
Profile Image for Arif Rahman.
1 review1 follower
April 29, 2018
Buku yang menyenangkan sih menurutku. Bacanya cuma tuju hari aja. Di awal buku ini memang agak pelan alurnya. Tapi aku ngerasain, alun yang pelan inilah yang nyiptain kemotonan, kesepian, dan kesedihan Windhi setelah ditinggal suaminya. Ngakak juga sih, anjing di novel ini, adalah metafora soal cinta dan Igor. Metafora karena cinta memang anjing. Tokoh-tokoh di novel ini dibuat sedih dan bahagia bersamaan. Mereka bisa ngerasain seperti itu ya karena cinta. Belum lagi bagian yang paling anjing, tokoh Gesang di sini harus nerima onani karena nggak bisa bersetubuh sama istrinya. Parahnya lagi istrinya lebih suka sama anjing. Ketawa aku bacanya. Novel asik. Tapi harus sabar memang membacanya.
7 reviews1 follower
January 27, 2022
Awalnya mau baca karna lihat review di iPusnas dan katanya bagus. Berangkat dari rasa kepo dan kebetulan bukunya available jadilah saya baca. Sejujurnya dari awal cerita hingga pertengahan cerita nya cukup buat saya sendiri sedikit terbawa emosi pada apa yg dialami tokoh utama. Namun mulai pertengahan, menurut saya alur cerita terlalu cepat. Pun hingga akhir sedikit banyak saya merasa perlu ada detail-detail mengenai apa yang dialami tokoh pendukung supaya saya sebagai pembaca semakin menikmati bacaan.
Profile Image for Aprilia.
1 review82 followers
August 3, 2025
Sangat tebal tapi penuh basa-basi, padahal gak penting-penting amat. Harusnya ada banyak yang bisa diedit dan dihapus supaya gak bertele-tele. Penulisannya pun kaku banget, wong jowo, tukang gali kubur, bakul kembang, sahabat 'konco kenthel' masa ngomongnya se-baku itu?? Ditambah banyak hal gak masuk akal yang kayanya gak dipikirkan sebab-akibatnya, bahkan seorang manusia berubah menjadi anjing pun lebih masuk akal daripada hal tersebut.

Iya, saya menyia-nyiakan waktu untuk membaca ini sampai habis, karena inget dulu belinya pake uang yang disisihkan waktu ngekos.
Profile Image for Adham Fusama.
Author 9 books72 followers
July 21, 2018
Aku suka nih gaya bercerita Risda di sini yang lebih santai mengalir ketimbang beberapa cerpennya. Yang ini terasa tidak terlalu "ambisius", ringan, dan menyenangkan. Sayangnya, Risda terlalu sering bolak-balik dalam bertutur, jadinya gemuk. Andai kata diedit dengan ketat, niscaya bukunya pasti jadi lebih menarik.
Profile Image for fara.
284 reviews43 followers
April 27, 2021
Novel ini bercerita soal romantisme sepasang suami-istri, Johan dan Windhi. Singkatnya, Johan tewas ketika merayakan ulang tahun istrinya, tapi sang istri malah mencoba buat menyangkal kalau suaminya sudah benar-benar mati. Sampai sekian ratus halaman, saya masih berkutat dengan Windhi dan kegalauannya. Barangkali para pujangga memang benar, jatuh cinta bisa membuat orang jadi tolol. Jujur, karena alur yang super duper lambat ini saya merasa sangat jenuh. Apalagi ditambah Windhi yang bersikeras kalau suaminya itu cuma bercanda (akibat semasa hidupnya hobi ngeprank). Lelah sekali, sampai saya putuskan untuk mengendapkan bacaan ini beberapa hari.

Berlanjut ke segmen berikutnya, roh Johan ini justru kembali ke dunia karena merasa belum cukup untuk menghabiskan waktu bersama istrinya. Intinya, dia lari dari Tuhan dan malaikat maut. Bayangkan. Sampai sini saya masih berusaha menerima dan 'manut' pada penulisnya karena di cerita ini, justru penulis adalah Tuhannya. Roh Johan ini hidup di dalam tubuh seekor anjing, anjing yang dulu selalu berada di sekitar pemakamannya. Pokoknya setelah Windhi tahu kalau Johan ada di dalam tubuh si anjing, mereka saling melepas rindu. Bahkan bersetubuh, meski dengan tubuh anjingnya. Cerita soal Windhi dan anjing barunya ini pada akhirnya jadi bahan gunjingan, bahkan ketika kedua teman Windhi sudah berusaha menjodoh-jodohkannya dengan lelaki lain agar Windhi nggak merasa kesepian setelah perginya Johan.

Saya nggak menyalahkan isi ceritanya, beberapa memang ada yang janggal dan aneh. Bahkan adegan 'make out' di tempat suci cukup mengganggu saya, tapi akhirnya saya tepis. Mungkin memang penulis ingin mengangkat cerita yang surealis. Tapi... alur yang sangat lambat bikin saya jenuh. Pantas saja novel ini tebal sekali. Ada beberapa bagian yang baiknya dipangkas saja agar lebih padat, karena toh tanpa narasi tersebut, informasi di dalam ceritanya nggak berkurang. Saran saja, sih, supaya pembaca nggak bosan di tengah jalan.
Displaying 1 - 12 of 12 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.