Kemerdekaan Republik Indonesia memberikan harapan baru bagi kebanyakan orang, tetapi tidak bagi Katheljin Sophie, putri keluarga kaya berkebangsaan Belanda. Peristiwa itu justru membuatnya terjebak dalam kondisi sulit. Ancaman pengambilalihan asset milik keluarganya dan dipulangkan ke negeri Belanda mengintai di depan mata. Sedangkan ibunya, satu-satunya keluarga yang tersisa meninggal mendadak dalam sebuah kecelakaan.
Pilihan bertahan di Indonesia membuatnya harus bersiasat, yakni menikah dengan dokter Andjana Ranggawangsa, seorang pribumi yang 20 tahun lebih tua darinya, berhutang budi kepada keluarganya, dan sedang membutuhkan bantuan untuk membangun klinik.
Novel ini mengajak Anda menyelami makna kehidupan secara lebih mendalam, bahwa memang ada keinginan-keinginan yang tidak tergapai, serta menggiring ke dalam keadaan yang kita hindari. Meski demikian, keputusan perlu diambil dan dijalani dengan keteguhan hati.
Major in Japanese Language of Education, love to read manga and several kind of novel (but of course not the novel which written in kana or kanji). Active in text based roleplay forum, and now still manage her day to finished the final assessment. Besides write, she loves to draw a doodle manga-style, but she gets upset to be a mangaka.
Favorites Author: Haruki Murakami (novel), Dee (novel), CLAMP (mangaka-circle), Yumeka Sumono/Sahara Mizu (mangaka), all my writting-partner :'3
Author of: Haru no Tabi (de-TEENS), Scarlet Love Song (DIVAPress), Heartsease (de-TEENS), Matryoshka (de-TEENS), Howls(dot)com (de-TEENS), FUURIN (Ice Cube Publisher KPG), The Heritage (Grasindo)
Sekali lagi Ghyna Amanda membuktikan kalau dia mampu meramu sebuah kisah yang tak bisa. Seperti dalam novel Titik Temu, aku diajak menyelami kisah romansa antara Sophie dan Andjana, gadis Belanda dan seorang pribumi berlatar waktu zaman kemerdekaan.
Sophie dan Andjana, dua pribadi yang berbeda segala hal, berbeda bangsa, agama juga usia yang terpaut cukup jauh, tapi chemistry mereka terasa sekali. Terbangun secara perlahan-lahan.
Namun, novel ini tidak melulu membahas kisah romansa keduanya saja, karena ada konflik yang jauh lebih besar daripada itu.
Walaupun awalnya alurnya terasa lambat dan bahasanya "agak berat" tapi aku cukup menikmati lembar demi lembar membaca kisah ini. Sebuah kisah yang benar-benar membuat emosiku naik turun saat membacanya.
Menjelang ending, aku benar-benar disuguhkan dengan ending yang jujur bukanlah ending yang kusukai, tapi itulah ending yang terasa realitis untuk kasus seperti yang dialami Sophie dan Andjana.
Novel ini akan mengajarkanmu tentang menentukan pilihan. Pilihan terbaik yang mungkin harus kami ambil walaupun kamu tidak menginginkannya sekali pun.
"Pernahkah kau bertemu seseorang yang sangat menginginkanmu? Yang bahkan rela menghilangkan keberadaannya sendiri karena tahu mungkin kau tak bahagia bersamanya?" . . Sophie harus menjadi pribumi demi menyelamatkan aset keluarga. Dg terpaksa, dia menikahi dokter Andjana. Pernikahan kontrak yg tentunya menguntungkan kedua belah pihak itu, tidak berjalan mulus. Banyak pengkhianatan dari orang² terdekat yg dirasakan Sophie. Di tengah kondisi Indonesia yg kian memanas dan rumah tangganya yg tak kunjung membaik, akankah Sophie mampu bertahan? . ~~~ Pertama kali membaca karya kak Ghyna, saya disuguhi kisah apik ini. Saya salut dg penulis yg piawai bercerita, meskipun bercerita 'sejarah', tp novel ini tidak membosankan. Saya cukup menikmati. Bahasa yg cenderung kaku--barangkali disesuaikan dg setting novel ini kali ya, kak Ghyna menggiring saya utk menyelami keadaan Indonesia sebelum merdeka. Asik aja sih menelusuri jejak² perang sambil disuguhi aroma asmara Sophie-om Andjana.
Untuk alur kisah, saya cukup bilang woww. Konflik yg dibangun penulis cukup memukau, banyak kejutan-kejutan bertebaran. Saya menikmati proses menebak-nebak siapa dalang sebenarnya, dan ya, berujung zonk.
Bicara mengenai karakter, saya rasa cukup hidup. Terlebih Sophie dg sifat ketegarannya. Ah ya, chemistry yg disuguhkan Sophie-Andjana itu uwuwu syekali. Ya ampun, saya nyaris melupakan kalau mereka berbeda 20th. Haha
Saya jd paham perihal apa itu menerima. Bahwa tidak semua bisa berjalan dg apa yang kita mau. Jalan terakhir ya sudah, menerima--dg melihat kondisi tentu saja. Pun demikian dg pilihan. Apa yg kau pilih, harus dijalani dg keteguhan hati. Karena ya, itu pilihanmu. Satu lagi, perihal menitipkan kepercayaan pada org lain. Argh Sophie, saya pernah diposisimu yg tidak cukup sekali dikhianati. Yg tabah ya, Soph.~
Tulisan Ghyna yang rasanya paling beda. Risetnya bagus. Ditulis dengan bagus juga meski saya merasa nggak terlalu nyaman dengan gaya berceritanya yang ... kurang lugas? Mungkin karena mau membangun suasana historial juga ya.
Secara cerita cukup menarik. Twist oke. Karakter lumayan terbangun meski karakter Sophie kurang lebih diperdalam (apalagi di awal ketika dia kehilangan itu). Secara keseluruhan bagus dan kisahnya juga bagus. Cuma tetap saja, saya nggak bisa naksir kisah cintanya :(
Ternyata membaca novel tidak melulu soal percintaan yang anak muda rasakan pada umumnya, tetapi ada juga kisah cinta yang tersembunyi dibalik sejarah yang mungkin banyak orang belum mengetahui kisahnya. Seperti kisah “Titik Temu”, awalnya ragu untuk membaca karena settingnya yang berada pada masa penjajahan atau beberapa abad sebelumnya yang bisa dibilang tidak mudah untuk saya menghayalkan waktu di masa lampau sejauh itu. Namun novel ini telah menjanjikan sebuah kisah yang penuh emosi, yang mana membuat saya selalu penasaran untuk segera membuka lembaran demi lembaran dan membacanya secara cermat. Hingga ada disatu titik yang membuat imajinasi saya bermain untuk mengulik apa yang terjadi di masa penjajahan saat itu, tak hentinya membuat saya ingin tahu lebih dalam setiap konflik yang disajikan dalam novel ini. Hingga pada akhir ending saya merasakan novel ini bukan hanya menceritakan sebuah kisah kasih sang tokoh yang disajikan dalam novel tersebut, tetapi saya menilainya sebagai rasa yang ditinggalkan oleh si tokoh kepada si penulis untuk bisa dirasakan kembali oleh mereka yang membacanya. Saya bangga menjadi salah satu yang bisa merasakan isi hati dari tokoh-tokoh didalam novel tersebut. 4 bintang cukup untuk mengawali review saya untuk novel “Titik Temu” ini.
Novel ini adalah novel kedua kak Ghyna yang aku baca. Sebelumnya aku udah pernah baca novel teenlit kak Ghyna yang berjudul God.Speed. Aku suka, novel itu juga berkesan banget. Kayaknya kalo kak Ghyna nulis novel tema apa aja, langsung jadi favorit aku deh!
Setelah menamatkan buku ini, aku speechless! Novel ini bisa dikatakan agak 'berat' tapi keren. Saking serunya baca, sampai bingung mau share apa wkwk.. iya, seru banget sampai nggak bisa berhenti sampai tamat. Kisahnya terasa sungguhan, begitu hidup. Baca kisah berlatar sejarah tapi tidak membosankan. Temanya nggak biasa. Mengambil setting di daerah Bandung dengan kehidupan setelah kemerdekaan dimana pergolakan dan keinginan untuk merdeka sepenuhnya masih membara.
Awal-awal emang alurnya agak lambat trus disuguhkan konflik bertubi-tubi, emosinya ikutan naik turun pas baca. Kak Ghyna berhasil menuliskan kisah romance lain daripada yang lain. Salut! Menghadirkan kisah romance berlatar sejarah Indonesia. Romansa Sophie dan Andjana bagai pemanis saat getirnya kehidupan saat itu. Meski mereka pasangan beda usia, chemistry nya dapet. Aku suka dengan perubahan mereka meski pernikahan mereka yang tanpa cinta terasa canggung. Andjana dan Sophie lebih seperti ayah-anak. Kadang aku lupa kalau Andjana itu om duren wkwk.. Suka dengan cara Andjana melindungi Sophie. Suka juga dengan kejutan-kejutan yang diberikan Sophie pada Andjana. Ada part deg-degan, haru, sedih dan bahagia sampai bikin senyum-senyum sendiri. Bahasanya emang cukup baku, tapi aku nggak masalah dengan itu.
membaca bagian blurb-nya dan part awal aku ngira cerita ini bakalan membosankan atau setidaknya kayak-kisah pada umumnya gitu, penjajah yang jatuh cinta kepada pribumi dan kisah cintanya, tapi setelah mengikuti part demi part sumpah cerita ini keren banget. alurnya gak ketebak apalagi endingnya antara bikin mewek, atau bikin jengkel atau bahagia. tinggal pilih mau yang mana,
awalnya gemas dengan karakter sophie dan andjana tapi pas akhir-akhir malah terpesona. masalah mendewasan seseorang, ya seperti itu lah.
kisah cinta beda usia mungkin sudah biasa, tapi ini beda, komplit. beda usia, beda negara, beda kepercayaan dan beda cara pandang juga. semua ada dan membuat cerita semakin menarik.
dari kisah ini tidak sederhana. bukan hanya tentang aku cinta kamu, atau aku akan tetap di sini bersama mu, bukan hanya tentang itu. ini tentang sebuah pilihan. setiap pilihan selalu diukuti dengan tanggung jawab dan konsekuensi yang harus diterima.
ceritanya keren setting tempat dan waktu juga keren, (jaman setelah merdeka settingannya ini) dn penggambaran keadaannya memang sangat natural, seperti penulis hidup pada zaman itu dan mengalami peristiwa itu sendiri. alur dan plot juga anti mainstream
pokoknya kalian kalau nemu buku ini , jangan ragu untuk bawa pulang ya (tapi bayar di kasir dulu kalau kalian lihatnya di toko buku, tapi kalau lihat punya teman kalian tahu lah apa yang bakalan kalian lakukan)
Well, kawin kontrak kayaknya bukan cerita yang aneh ya, tapi kalau latarnya di masa awal kemerdekataan Indonesia, bagaimana? Kalau ini terbit atau ditulis oleh orang yang mengalami masa itu sih ga aneh, tapi ini penulisnya jelas masih muda. Makin penasaran gak? Kebayang ga penilitian yang harus dilakukan penulis tentang masa awal kemerdekaan sebelum dia mulai nulis ceritanya?
Berkeliling desa naik kuda, mengajar di STOVIA, pergi ke Stasiun Banjaran, diantar ke Bandara Kemayoran, mengirim telegram, percampuran dua budaya yang ditunjukkan oleh kedua tokoh. Semua itu untuk saya cukup berhasil menyeret imajinasi balik lagi ke Bandung dan Jakarta di tahun 1945-an.
Konfliknya bukan hanya tentang mereka berdua tapi juga antar dua negara, pemerintah sana dan pemerintah sini. Ribet banget.
Karakter tokohnya juga kuat menurutku. Ketegangan sosial selepas merdeka digambarkan dengan sangat baik. Menjadikan buku ini layak banget dibaca.
Endingnya sih open, bikin greget. Jadi semoga buku keduanya segera terbit karena saya penasaran hehe.
Satu lagi, buku ini bukan untuk dedek gemez. 21+ eh ga ada ya kalau di Indonesia. 17+ kalau begitu.
Titik Temu karya Teh Ghyna Amanda menjadi buku pertama yang saya baca di tahun ini. Sebelumnya, saya tidak pernah membaca buku bertemakan historical novel, buku Teh Ghyna adalah yang pertama. Kisah yang diangkat tentu tidak biasa. Tentang Sophie, anak perempuan keluarga Kuhlan yang masih bertahan hidup setelah apa yang dialami keluarganya selama itu. Untuk terus bertahan hidup dan bertahan di bumi nusantara, Sophie harus menikah dengan dokter Andjana. Perbedaan umur yang begitu jauh membuat kisah mereka menjadi semakin menarik untuk diikuti.
Novel ini mengajarkan tentang banyak hal, salah satunya adalah tentang keinginan yang kadang perlu kita pendam, juga tentang bagaimana menjadi kuat dalam kehidupan. Sophie adalah seorang anak muda dengan karakter yang cukup tegar untuk ukuran seorang wanita. Thumbs up untuk kisah yang ditulis Teh Ghyna ini. :)
Kak Ghyna Amanda luar biasa dalam novel ini, saya nilai sangat sempurna, karena di novel ini Ka Ghyna bener bener keluar dari zona nyamannya yang biasanya lincah di kisah kisah remaja, lalu kini menceritakan kisah fiksi sejarah dengan latar belakang sejarah Indonesia dan Belanda.
tokoh tokoh di novel ini benar benar seperti bukan rekaan, mereka menjalankan cerita dengan sangat indah dan rapi. tidak saya temukan satupun kejanggalan dari peristiwa peristiwa yang dibangun oleh Penulis, dari awal hingga akhir saya menikmati sekali membaca ini.
saya ingin baca karya kak Ghyna yang lain yang juga sama ciamiknya.
Novel yang terdapat riset didalamnya. Cara mengisahkan Ghyna Amanda begitu tertata. Di awal membacanya terasa begitu pelan sambil memahami beberapa tokoh dan kejadian yang disebutkan. Memasuki pertengahan, semua terlihat lebih jelas dan mudah dipahami. Novel ini mengajarkan bagaiamanapun keadaan kita jika dihadapkan dengan sebuah masalah, maka harus ada keputusan yang kita ambil. Lebih dari itu, kita juga harus menerima keputusan-keputusan yang sebenarnya tidak kita inginkan.
Serasa membaca novel Harlequin dengan rasa lokal. Cerita cinta yang biasa saja dengan latar belakang sejarah yang hanya tempelan. Tak banyak pengetahuan yang bisa didapat. Sekali lagi, khas novel-novel Harlequin.
Buku ini mengisahkan kehidupan romansa seorang anak dari warga negara Belanda pemilik dam di sebuah desa bernama Sophie Kuhlan dengan seorang pribumi yang memiliki privilege bisa mengemban studi di Utrecht Andjana. Kemerdekaan yang dielu-elukan oleh sebuah bangsa terjajah ternyata tidak sepenuhnya memiliki “kemerdekaan”. Pada masa itu, Belanda tidak melepaskan Indonesia sepenuhnya, mereka masih melakukan operasi dan agresi di berbagai wilayah sehingga menimbulkan ketidakamanan bagimasyarakat pribumi. Berbagai genjatan senjata atau peperangan yang dilakukan sangat berdampak pada kehidupan romansa Sophie dan Andjana. Aku pribadi, sangat suka sama alurnya yang tenang. Meski awalnya ditulis dengan “berat” dan hampir jadi calon buku unfinished, tapi berbagai konflik yang dituang sangat mempengaruhi aku buat terus baca. Ketegangannya sangat terasa kental dari halaman per-halaman. Well, aku gak terlalu suka sama buku-buku yang terlalu bersifat romansa, tapi selama gak menye-menye aku bisa enjoy. Termasuk buku ini, meski kisah cinta para tokohnya sangat digembor-gemborkan, i’m ok with that☺️ Meski semuanya tau keadaan pasca-kemerdekaan emang se-chaos itu, buku ini bisa jadi pelengkap buat lebih tau se-chaos apa pada masa itu, so i’m proud with Ghyna Amanda!!
"Karena Andjana tidak ingin saya ada di sana." - Shopie. . . . Finish!. . . Gila-gila novel ini seru banget.... Hanya 273 halaman.... tapi semuanya pas. Ini merupakan novel yang mengangkat tema dan setting sejarah Kemerdekaan Indonesia pertama yang saya baca.
. . Well, ini pointnya. .
1. Untuk masalah penulisan tidak terlalu fatal sih, hanya kurang spaci saja. . .
2. Pembangunan Karakter para tokoh dapet baget.... Semuanya hidup dan chemistry nya kuat banget 😍😍😍. . .
3. Next, alur.... Alurnya tidak terkesan terburu-buru. Plot-Twist nya terasa banget..... Dr star - konflik - klimaks - penyelesaian - ending.... Ibarat lagi menembak itu Tepat Sasaran! Jujur banyak novel yg mencoba dengan model ending jenis ini dan buat saya kurang pas , TAPI NOVEL TITIK TEMU INI JADI BAGUS BANGET 😆. .
Titik Temu Ghyna Amanda @amndbrnz @bukumojok 276hlm ISBN 978-602-1318-51-5 5🌟🌟🌟🌟🌟 ▪ ▪ Kalau boleh memberikan bintang lagi, saya ingin sekali memberikan banyak bintang buat buku ini! Salut! Buku ini bagus banget, kosakata nya luwes, pemakaian era zaman peperangan yg berbeda dari yg lain, bikin aku ga nyesel buat review buku ini! Suka sekali kak, @amndbrnz ♡ • 1. Menggunakan era setelah kemerdekaan RI, membuat banyak konflik yg terjadi disini, memilih bertahan atau mati, melawan atau dilawan, membunuh dan dibunuh. Bisa kita bayangkan saat2 peperangan masih terjadi, hiruk pokoknya,dan latar belakang yg dipakai adalah pada jaman Bandung lautan api, di sebuah desa yg dmn tentara Belanda masih merajalela. 2. Penokohan. Karakter Sophie itu cerdik banget. Bagi seorang keturunan Belanda yg lahir di negara ini, dan sangat mencintai desanya, namun dibenci oleh pribumi sini itu memang ancaman sekali. Keluarga Kuhlan sebenarnya cukup berjasa dgn membuat dam, dan lahan perkebunan yg banyak memberi pencaharian bagi desa, namun, ternyata blm cukup mengobati trauma warga yg terkena dampak perang. Andjana pun, memilih menjadi dokter u/ membantu siapa saja, karena dia sndiri memiliki masa lalu yg sangat sulit. Dan aku cukup terkejut dgn karakter Ayi disini. 3. Konflik. BUKAN MAIN. Konflik disini beraaaat banget, kepingin bgt nikmatin pertemuan Andjana-sophie berdua namun, tetap saja, peperangan selalu terjadi. Memakan banyak korban, kepala tertembak,& badan tertusuk pisau. Berbagai macam insiden yg mengancam Sophie lah yg bnyk memicu. Disini Sophie bkn Ra*sa yg serba salah, namun keberadaan nya yg berbahaya. Memilih pergi atau tinggal. 4. Penyelesaian konflik pun berujung........aku sudah ga kuat lagi harus gimana 😢 memang benar seperti sinopsisnya, ❝Mengajak untuk menyelami kehidupan secara lebih mendalam, bahwa memang ada keinginan2 yg tidak tergapai.❞ Percayalah, novel ini bkn novel romantis. Tapi novel yg keren abis. Kita harus belajar u/ bisa mengambil keputusan dgn bijak dlm sesulit kondisi apapun. Menjalaninya dgn sepenuh hati. Serta lebih menerima harapan yg tak sesuai.
salah satu genre yg ku suka, telah memberikan bnyk pelajaran berharga melalui #TitikTemu ini @amndbrnz penasaran jg dgn karya2mu yg lain😍
Bertema Historical-Romance, Titik Temu menjadi sebuah gebrakan baru dari genre yang sering dianggap membosankan oleh banyak orang. Novel ini memberikan bukti bahwa romansa berlatar sejarah juga sanggup membuat pembaca baper berhari-hari.
Titik Temu menghadirkan tokoh-tokoh dengan karakter yang menarik. Andjana yang brengsek tapi terlihat sempurna dan Sophie yang kuat namun terlihat lemah. Interaksi keduanya sebagai sepasang suami istri yang usianya terpaut jauh dan (katanya) tidak saling mencintai sangat menjengkelkan sekaligus sangat manis membuat saya harus mengukuhkan diri sebagai fans garis kerasnya Andjana dan Sophie. Alur cerita berjalan dengan rapi dan tidak kehilangan ritmenya hingga akhir. Mulai dari pengenalan masalah, mencapai puncaknya, hingga ditutup dengan penyelesaian yang sungguh tidak tertebak dan membuat saya ingin membenci novel ini tapi pada kenyataannya saya tidak mampu.
Bagian yang paling penting adalah Titik Temu mempunyai pesan yang sangat dalam seperti yang telah tertera di blurb buku ini bahwa memang ada keinginan-keinginan yang tidak tergapai, serta menggiring ke dalam keadaan yang kita hindari. Meski demikian, keputusan perlu diambil dan dijalani dengan keteguhan hati.
Terakhir, saya berharap ada produser film yang melirik novel ini untuk difilmkan karena berkualitas sekali. Aamiin, dan egoiskah saya Kak Ghyna Amanda jika saya request sekuel novel ini? Setting Belanda tahun 50-an untuk mempertemukan kembali Sophie dan Andjana sepertinya epic sekali.