Udah berapa kali aku bilang kalo Hibiki sinting? Berkali-kali. 😌
Tapi entah kenapa baca ini tuh bikin nagih, pengen lanjut terus, nggak bisa setop.
Di volume ini akhirnya ketahuan ya, sikap keras kepala Hibiki mirip siapa, Bapaknya. Itu bapak juga gila sih, masa anaknya dapat penghasilan 10% dari harga penjualan buku malah ditawar jadi 0,001%? Penulis lain menangis kalo tahu hal ini.
Waktu perkenalan murid baru ada siswi yang kelakuannya mirip Hibiki, cuma versi lebih kalem, yah mari lihat saja.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Suka Hibiki yg selalu penuh hal yg bikin saya terkejut. Muncul beberapa karakter baru. Salah satunya yg saya antisipasi karakternya karena sempat mengintip sebentar vol. 9 itu ada Saki yg katanya fans berat Hibiki. Menarik juga lihat fenomena novel ringan yg Hibiki tulis justru menang juara satu di perlombaan menulis novel yg Kayoko ikuti dng menjiplak tulisan yg Hibiki buat tentang dunia vampir yg Kayoko sukai.. Ribet tapi apa pak produser akan sadar siapa Hibiki ini kayak Saki ya? Karakter kasar macam Hibiki yg nulis novel dng kasar juga tapi itu menggambarkan dunia yg sesungguhnya..
"Dazai juga bilang, seorang penulis harus mati setelah menulis satu mahakarya"
GILA bocah emang gila!!
Ini volume paling bagus dari semua yang sudah terbit di Indonesia. Setelah surprise, yah sebetulnya gak kaget-kaget juga sih tapi yah begitulah daripada spoiler, volume ini lebih banyak menceritakan konsekuensi dari volume sebelumnya dan arc baru ketika....iya! Hibiki bakal menulis sastra ringan! HAHAHAHAHA. Can't wait lah mau jadi apa bocah nihilis ini nantinya.