"Lo sendiri kapan, bisa menahan diri untuk nggak terlalu cepat jatuh cinta, jadi nggak perlu selalu ngerepoti gue tiap kali lo patah hati,"
Bagi Aldebaran, Siera adalah gadis yang walaupun baik hati dan jago masak, tapi berdada rata, dan tak pernah becus memilih lelaki untuk dikencani. Kebersamaan mereka telah teruji setelah melewati beragam suka duka dan kehilangan yang meremukkan. Aldebaran nyaris siap melakukan segala hal untuk Siera. Kecuali, saat Siera meminta hatinya.
Buku nya bagus alur cerita nya dan bisa bikin baper , baper karena kisah percintaan nya dan juga krn pertemanan tokoh2 nya. ada sedih dan bahagia yang bercampur jadi satu.
Awalnya mau nyicip bentar, eh malah keterusan sampe ending Kisah cinta berliku yg akhirnya bernuara like I wanted hehe Bingung sih sama judulnya, kebanyakan yg diceritain kisah cintanya Siera tp judulnya Aldebaran. Cocok buat yg suka bacaan ringan yg bisa dibaca sekali duduk.
Buku ini adalah buku yang menceritakan kisah cinta antara 2 orang yang sudah bersahabat sejak lama. Walau memang, di awal2 membaca bahkan nyaris di akhir cerita, buku ini lebih condong pada membahas kisah cinta Siera, bukan Al yang karena namanya digunakan sebagai judul, menurut saya adalah tokoh utama.
Kehadiran tokoh-tokoh tambahan seperti Ben dan Reffi sebenarnya hanya tambahan saja. Tapi, mereka memiliki peran yang amat penting dalam buku ini. Ben, hadir sebagai pria brengsek, telah berjasa membuka mata Siera akan betapa kita harus berhati-hati dalam menjatuhkan pilihan, meski cinta memang tidak datang secara terduga. Pun Reffi, ia amat penting bagi Siera. Tapi ia adalah kunci yang membuka mata dan hati Al tentang perasaannya yang sebenarnya. Cuma ya, harus saya akui saya lebih suka Reffi ketimbang Al. Selanjutnya, adik kandung Al yang telah meninggal. Ia hadir hanya dalam ingatan dan kenangan. Tapi, pesan-pesan hidup dan wejangan yang ia sampaikan mengandung kebenaran.
Buku ini adalah buku yang mengajak para pembaca untuk berhati-hati dalam banyak hal terkait urusan cinta. Jangan terburu-buru memutuskan cinta dan jangan pula terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa kita tidak cinta. Jangan lelah untuk bersabar dan terus berusaha, karena jika sesuatu telah digariskan menjadi milik kita, maka pasti akan begitu juga nantinya. Jika ia memang bukan untuk kita, maka hal yang seharusnya kita lakukan adalah rela dan mengikhlaskannya.
"Berada di persimpangan antara cinta dan persahabatan memang bukan hal yang mudah." [Hal 238] . "Bagaimana rasa sakit dan nyeri itu seperti luka basah, tak pernah bisa mengering, yang disiram kucuran cuka. Perih." [Hal 257] . "Jodoh dan takdir itu dua hal yang berbeda, Ra. Keduanya bisa datang di saat dan arah bersamaan, bisa juga datang di waktu yang berbeda dan arah yang berkebalikan." [Hal 268] . . Siera yang melanjutkan hidup akhirnya bahagia meskipun terluka (lagi). Dia bisa lebih kuat dari sebelum nya. Dan juga oleh-oleh sebuah bayi mungil yang ganteng bernama Raffi. Ternyata takdir emang selalu bermain-main bersama Siera. Nasib Aldebaran gimana nih jadi nya?? Langsung deh cuss ke toko buku buat bawa pulang si Al ini klo yang pada penasaran berakhir gimana mereka ❤ Karena klo aku ceritain, nanti jadi spoiler deh ahaha :) . Overall novel ketiga mbak mala yang aku baca ini, bisa bikin aku kesel dan sedih saat bersamaan. Sikap Al yang nyebelin emang bikin gemes ya, Siera juga sosok cewe yang gampang jatuh cinta ini serasa berkaca pada diri sendiri (*beuhpede). Dan aku selalu jatuh cinta sama Reffi ❤ (PO in ya satu yang beginii hahaha 👅👅)
"Kata orang, jika ditinggalkan karena terpisah nyawa maka sakitnya semakin lama memang semakin terasa. Bayangan dan kenangan bukannya menghilamg, tapi justru semakin sering datang." (Hal.270)
Yaahh, cerita ini beneran asli ngaduk-ngaduk perasaan aku. Cerita yang diangkat memang friendzone. Tapi, noooo ini cerita nggak simple dan nggak mudah di tebak alurnya.
Konfliknya itu klimaks abis. Suka deh dengan cara ka mala rangkum cerita ini. Apalagi, pas ceritain sosok Riyaz. Mewek dahhhh aku.
Karakter tokoh-tokohnya dapet drh chemistrynya. Sesuai dengan porsi penokohannya. Dan, aku jadi kaya masuk ke dalam cerita ini.
Mmmm... aku emang nggak baca versi wpnya. Tapi seneng bisa baca versi cetaknya. Berhasil bener buat aku nangis.
Daannn, tokoh favorite aku disini itu Reffi. Cool-sweet-ganteng gimanaaa gituh hehe
Agak nyesek perjalanan kisah mereka. Yah bisa related sama kehidupan nyata. Mencari memang gak mudah. Kadang kita salah menilai. Saat kita menyadari perasaan, dan ternyata sudah terlambat. Apa lagi yg bisa dilakukan selain belajar mengikhlaskan. Tapi syukurlah cukup bisa bikin tersenyum melihat akhir kisah mereka. (': Gak sulit buat nebak apa yang kira2 akan terjadi, tapi semuanya diceritakan dengan apik, so tetap aja seru ngikutin sampai tamat. Kasih luvluv nih (':
Sukaa banget sama covernya yang cantik. Kerlap-kerlip bintang seperti menandakan Faraz yang akan selalu ada untuk menemani kelam malamnya Sierra. Meskipun bahasanya rada blak-blakan, tetapi secara konsep cerita sangat mengalir dan mengaduk-aduk perasaan.
blurb-nya cukup pasaran tapi kalian gak akan nyangka pengemasan penulis lain dari yang lain di sini. Ini buku pertama yang bikin aku gregetan se gregetannya sama tokoh utama dan jatuh cinta sama tokoh pendampingnya 😂
Kisahnya bener-bener ada plot twist banget di 3/4 cerita. Meskipun tokoh utamanya Al dan Siera, tapi aku suka dengan karakter Reffi yang sempat mengisi hari-hari Siera. Dari kisah ini kita belajar bahwa mencintai secara tulus akan lebih bermakna dibanding mencintai dengan syarat.
"Nyolot banget sih lo sama gue! Dikawinin laki seperti gue baru tau rasa lo!" "Eh, gue jadi janda dulu kali baru se-desperate itu mau-maunya dapet laki model lo!" "Be careful what you're wish for, Siera Maghalia. Lagian nih ya, kasian banget yang nanti jadi laki lo. Umurnya pasti ga panjang-panjang amat." –(Aldebaran, 61)
"Berada di persimpangan antara cinta dan persahabatan memang bukan hal yang mudah." –(Aldebaran, 238)
Kisah cinta segitiga antara Faraz - Siera - Reffi, atau terserah mau disebut segitiga atau apa. Cinta Siera kepada Faraz yang awalnya tak berbalas lalu akhirnya menemukan cinta yang lain, cinta yang tulus dari sahabat Faraz yang sudah dikenal Siera, yakni Reffi. Kisah cinta yang benar-benar bikin perasaan para pembaca dibuat seperti roller coaster, campur aduk, ga karuan! pokoknya bagus dan ga nyesal bacanya! Dan gue tipikal orang yang susah banget kasih bintang 5, tapi buat novel ini gue ga ragu, gue bisa kasih bintang lebih dari 5 kalau ada, hehe! Masih pengin panjang lebar tapi takut spoiler nantinya, haha. Sebagai penutup, mau kasih 1 kata, DAEBAK!! Hahaha 😆😅
Di awal-awal membaca novel ini, agak dibingungkan dengan nama-nama tokoh yang kelewat asing di telinga saya, terlebih nama lengkapnya. Ditambah lagi perbedaan panggilan "Faraz Aldebaran" antara di narasi dan dialog. Nggak masalah, sih, tapi kening cukup dibikin berkerut, setidaknya di 20 halaman pertama.
Cerita ini tidak melulu soal cinta. Meski porsinya kecil, ada ikatan persaudaraan, juga persahabatan yang menguatkan jalinan cerita. Saya sangat suka ketika Faraz mengenang masa kecilnya bersama Riyaz, juga kebersamaan mereka dengan Siera. Penggalan-penggalan flashback itu terasa manis. Penulis juga pandai menyelipkannya di bagian yang benar-benar pas.
Judul : Aldebaran ( Loveing You Endlessly ) Penulis : malashantii Penerbit : gradienmediatama Tebal : 295 halaman
Menceritakan tentang Siera gadis yang mudah sekali jatuh cinta, bahkan sering kali bersikap implusif terhadap perasaannya sendiri, dan menyimpulkan bahwa yang dia rasakan adalah cinta. Sementara, Aldebaran, merupakan, lelaki yang mudah sekali berganti wanita tanpa sekalipun mencintai mereka. Namun perasaan aneh itu tiba2 saja muncul ketika Aldebaran mulai merasa kehilangan Shiera.
Menggunakan POV 3 buku ini cukup mampu membawa aku sebagai pembaca tertarik untuk terus masuk lebih dalam pada semua karakter di dalam buku.
Alur yang maju, namun beberapa kali tokoh flashback ke masa2 lampau. Dan konflik yang sebenarnya cukup banyak. Bahkan kadang aku merasa perpindahan konflik terlalu terburu2 sehingga penulis kurang terasa maksimal dalam eksekusi penyelesaiannya.
Aku merasa, ada bagian yang terlalu terburu-buru, sehingga membuat aku kurang feel dalam merasakan kejadian itu. Dan gaya bercerita penulis yang nggak konsisten menurutku, karena deskripsi yang kadang terasa mendayu-dayu dan mengandung diksi. Kadang dihancurkan oleh dialog antar tokoh 😂😂😂😂 itu sebenernya cukup bikin aku sedih.
Karakter sendiri, aku kurang masuk dengan Siera dan Aldebaran sendiri, walaupun sebenarnya mereka unik, karena Siera yang seneng banget jatuh cinta, dan Aldebaran yang gak pernah jatuh cinta, tapi sering "main" sama cewe. 😂😂😂 tapi, aku cukup suka dengan Reffi.
Aku sendiri pada bagian awal sudah memberikan ekspektasi besar untuk buku ini, karena aku suka sama covernya, tapi, kadang apa yang kita harapkan tak sesuai kenyataan.
Yang paling aku suka dari keseluruhan buku ini adalah eksekusi dari masalah Siera dan Aldebaran.
Rate : 2/5🌟
Terima kasih untuk kak malashanti yang sudah memberiku kesempatan membaca karyanya, teruslah berkarya, aku meminta maaf jika ada hal yang tidak berkenan dalam review ku 💕
Covernya cantik, nama tokohnya unik, temanya menarik dan babnya pendek-pendek. Tapi saya agak terganggu sama narasi yang di beberapa bagian terasa sangat panjang, hehe. Dan nggak tau kenapa saya malah jatuh cinta sama tokoh pendukungnya. 😂