Ratri tak sudi menemui ibunya yang sedang meregang nyawa. Terlintas di mata Ratri, ibunya yang malam itu pulang entah dari mana. Ibunya selalu pergi siang hari dan pulang larut dengan seorang lelaki yang bukan bapaknya. Ia juga tak bisa melupakan malam di mana ia harus merasakan pedihnya luka yang digoreskan lelaki ibunya itu, lelaki yang merenggut masa depannya dengan paksa tatkala ibunya tengah terlelap tidur. Ratri membenci ibunya. Hidupnya semakin terpuruk, saat bapaknya pulang dari Malaysia tanpa memberi kabar dan mendapatu ibunya sedang bercumbu dengan lelaki lain. Terjadi pertengkaran hebat antara bapaknya dengan lelaki ibunya. Hingga membuat ibunya kalap dan menikam bapaknya sampai meregang nyawa di hadapannya. Satu hal yang tidak mungkin Ratri lupakan dan maafkan seumur hidup, bahwa ibunya sendirilah yang membuatnya menjadi yatim.