Dalam perjalanan karyawisata, Erlan, si anak baru di sekolah Bibit Bangsa, bertemu dengan Mansa, si jago komputer. Pertemuan itu sekaligus memulai jalinan persahabatan antara Erlan, Mansa, Cinta, dan Clara. Bersama-sama, mereka bekerja sama memecahkan misteri di sekitar mereka, sekaligus juga saling menyembuhkan satu sama lain.
Buku volume pertama dari sebuah webseries yang bercerita tentang misteri dan persahabatan, dengan tambahan cerita bonus yang belum pernah dipublikasikan.
Aku senang makin kesini, cerita teenlit makin bervariasi. Salah satunya serial Sayap Besi ini. Bahasanya masih bisa dicerna. Kemudian menggunakan metode telling tapi karakterisasinya masih menonjol dengan apik. Aku pasti akan baca kelanjutan cerita ERLAN CS hihihi
Baca buku ini secara digital setelah penerbit Media Kita menggratiskan di Play Store.
Dalam waktu setengah hari, gak kerasa buku ini telah habis saya baca. Bahasanya enak. Ceritanya tentang 4 orang anak SMA yang memiliki ciri khas masing-masing; Erlan dengan otaknya yang super cerdas, Cinta si imut tapi kuat, Mansa sebagai hacker cerdas, dan Clara yang sampai saat ini nggak tau spesialisasinya apa. Mereka memecahkan masalah-masalah ala detektif, tetapi mudah banget dicerna otak dengan penyelesaian yang cerdas.
Ternyata, salah satu authornya memang seorang dokter dan penggemar Sherlock Holmes. Mungkin penulis ingin memodifikasi teori deduksi yang khas dengan detektif favoritnya.
Are you sure with whatever you're gonna do? (h.35)
Rasa takut itu harus dihadapi, bukan dihindari, agar bisa hilang sepenuhnya (h.106)
📧 SAYAP BESI VOL.1 📧 ✍🏻 Penulis: Anggaditya Putra @anakpetir.art & Ikhromi Oktafiandi @romiyooo11 📕 Penerbit: Mediakita @mediakita 📆 Tahun Terbit: 2017 📑 Halaman: 154 🔖 Genre: YA, Mystery
Erlan, si anak baru itu selalu dianggap sebagai pembuat onar. Biar begitu, dia nyaris mendapat nilai sempurna di semua mata pelajaran! Itulah yang membuatnya langsung dikenal oleh seisi sekolah.
Tak hanya itu, ternyata Erlan juga memiliki bakat luar biasa! Membaca ekspresi, menganalisa situasi dan menghubungkan berbagai kejadian.
Erlan pun dipertemukan dengan Mansa yang jago IT, Cinta yang jago bela diri, dan Clara-si ketua OSIS. Selanjutnya mereka harus memecahkan beragam kasus tak terduga!
🎯🎯🎯 Dalam Vol.1 ini Erlan, dkk harus menyelamatkan diri dari kecelakaan di tebing, mengusut kasus pet trafficking dan menyelidiki teror hantu di sekolahnya. Apakah mereka berhasil mengusut semuanya dan menangkap dalangnya? Bagaimana keseruannya? Yuk langsung baca dan ikut berpetualang bersama novel ini!! (≧▽≦)
🎯🎯🎯 Sebagai novel fiksi remaja, menurutku novel ini sangat seru, logis dan cerdas! Di setiap chapternya disajikan kasus yang membuat penasaran sekaligus deg-degan ◖⚆ᴥ⚆◗ Penokohannya juga kuat banget! Dan, sepertinya aku suka sama karakter Erlan! >.< Penasaran sih pengen baca Vol. selanjutnya, tapi baru punya Vol.1 aja 🤭
"Kenyataan itu disajikan seperti pil pahit yang harus diminum oleh setiap orang di sana. Kegelisahan mulai meresap ke dalam pikiran mereka." (Hal 38)
Erlan si anak baru dan Mansa di jago komputer, pertama kali bertemu dalam perjalanan karya wisata sekolah. Tidak disangka, bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Dengan bantuan Cinta si jago karate, mereka bertiga berupaya untuk meminta pertolongan di saat bus tenggelam dalam lumpur akibat longsor.
Akankah mereka bisa menyelamatkan diri?
Buku ini merupakan novel petualangan siswa-siswi remaja. Tetapi kecerdasan mereka bisa dikatakan menyerupai detektif kelas atas. Sebut saja Erlan yang mampu membaca ekspresi selalu bisa menangkap basah pelaku pada bab kedua dan ketiga.
Selain itu persahabatan yang terjalin di antara mereka menambah kekompakan. Hingga membuat kepala sekolah setuju ketika mereka mengajukan untuk mendirikan kelas ekskul sendiri.
Buku yang pernah dipublikasikan dalam webseries ini merupakan volume pertama dari tiga volume lainnya. Cocok dibaca oleh kalian yang menyukai serial detektif dan petualangan.
Jadi penasaran deh, gimana kelanjutan kisah petualangan Erlan, Mansa, Cinta, dan Clara 🤔
"Obor harapan yang telah padam, kini telah berkobar kuat menyala dalam warna-warni yang indah." (Hal 44)
Sebenarnya dari 2018 yang lalu aku pingin beli buku ini saat lihat di toko buku dekat tempat tinggalku, karena sampulnya yang menarik apa lagi warnanya yang hitam kayak tajam banget dari pada buku lain. tapi lagi-lagi aku ragu dan memutuskan buat pass aja. 3 hari yang lalu waktu sedang liat-liat buku di shopee ternyata nemu buku ini lagi, dan itupun dengan harga yang jauh lebih murah karena sedang promo ya. hal pertama lagi yang aku lakuin yaitu ngeliat sinopsis cerita ini lagi. ya aku udah lupa karena 3 tahun berlalu. entah kenapa cerita buku ini jadi mulai menarik sekarang buat aku. mungkin karena dulu aku masih anak-anak ya jadi kayak lebih suka dengan novel bergenre romance picisan gitu.
Anyway back to story, buku ini benar-benar sesuatu hal yang aku suka, jujur aku dah lama banget ga tenggelam dalam novel yang aku baca, aku dah lama ga ngerasain kayak ga peduli dengan sekitarku karena sedang membaca novel ini, mulai dari perasaan kagum, merinding sampai kaget bisa aku rasain di novel ini. meskipun bukunya tipis but ini nagih banget buat di baca, bahkan aku ngebaca novelnya hanya sampai 4 jam habis saking serunya jalan cerita
Awalnya milih buku ini buat dibaca siaran karena tipis aja. Etapi ternyata mayan menarik. Di luar ekspektasi lumayan cepat menyelesaikan buku ini. Seminggu saja dari waktu peminjaman.
Buku ini terdiri dari tiga bagian yg bisa dibaca stand alone. Tapi mungkin baiknya baca cerita pertama dulu, karena di situlah pertemuan ketiga tokoh utama terjadi. Ada Erlan, si anak dengan tingkat deduksi mirip-mirip Sinichi Kudo di Detective Conan. Dia secara kebetulan ketemu Mansa yang jago meretas. Dalam perjalanan studi tour kedua dibantu Cinta yg ahli beladiri. Baru di cerita kedua, trio ini ketemu 'anggota' keempat.
Beberapa bagian oke sih soal pengamatan yg teliti, kek kasus Bu Anjali. Tapi gw kaget pas bagian nolongin temannya di cerita pertama yang kena Pneumothorax cuma berdasarkan ingatan nonton Grey's Anatomy dan House. Daya ingatnya si Erlan patut diacungi jempol, tapi gimana kalo di film ada kesalahan prosedur, trus dia salah tindakan. Ngeriii...
Satu lagi yg ngeganjal soal istilah HER sejarahnya si Erlan, jadi bikin bingung setting waktunya. Soalnya zaman adek gw SMA blm punya henpon aja nyebutnya udah remed dari remedial.
Buku fiksi populer genre teenlit yang mudah dicerna dan ceritanya gak belibet. Cerita anak sekolahan tentang misteri dan persahabatan. Sesuai cover dengan huruf kapital E, buku ini paling banyak berkisah dan memperkenalkan tokoh Erlan.
Di awal buku, penulis seperti kehilangan arah dalam memperkenalkan tokoh. Di tengah baru terasa alur ceritanya dan di akhir ada bonus tambahan cerita. Kalau di baca anak remaja dan orang awam, buku ini sangat cocok sekali. Kalau untuk saya, baca buku ini sepertinya mudah dibaca dan mudah juga terlupa.
Baca buku ini karena pandemi ternyata seru bgt, untuk ukuran anak SMA erlan dan pemikiran sangatlah jenius, cerita erlan bersama teman2 saling memecahkan misteri dengan kelebihan mereka masing2
Buku yang tidak sengaja saya temukan saat menjelajahi acara Buka Gudang di Gramedia Matraman.
Membaca blurbnya membuat saya tercengang, jarang sekali ada novel indonesia yang mengangkat tema detektif, dan teens pula.
Ingatan saya langsung terbang ke manga-manga jepang yang zaman sekolah dulu selalu saya baca, Detektif Conan dan Kindaichi, saya juga langsung teringat kepada novel detektif remaja yang juga selalu saya baca, yaitu serial STOP karangan Stefan Wolf. Saya jadi penasaran, novel ini lebih dekat ke mana, Conan atau STOP?
Novelnya cukup tipis, hanya 147 halaman. jika benar-benar berniat, bisa selesai dalam sekali atau dua kali duduk.
Novel ini menceritakan tentang Erlan, Mansa, Cinta, dan Clara, empat siswa SMA di satu sekolah, yang bertemu karena insiden kecelakaan bus saat karyawisata. Cerita dibangun dalam format kasus-kasus pendek. dari tiap kasus kita bisa melihat dinamisasi dari hubungan keempat sahabat ini.
Trope karakter yang digunakan dalam novel ini lebih mirip manga. Ada Erlan yang jago deduksi dan matematika, Mansa yang jago komputer, Cinta yang jago bela diri, dan Clara ... yang belum diperlihatkan kemampuannya. (mungkin di buku selanjutnya).
Secara teknis, buku ini ditulis dengan rapi. style tulisannya ringan dan mengalir. Walaupun mungkin di beberapa bagian terkesan 'telling', tapi rasanya cerita detektif memang rawan akan metode tersebut.
Overall, it's a breath of fresh air, and nostalgia. Kasus-kasusnya ringan, dan atmosfir bukunya juga ceria. cocok sebagai bacaan santai di hari minggu pagi, pengganti tayangan televisi detektif conan.
Terima kasih, atas bukunya. Looking forward to read the sequels.
Terima kasih kepada penerbit Mediakita yang sudah memberi buku ini secara gratis di Play Books. Penulisannya bagus. Gaya bahasanya mudah dicerna. Tapi saya masih kurang mengerti kenapa judulnya Sayap Besi? 😁
Buku ini sangat menarik untuk detektif remaja. Kisah Erlan dan teman-temannya dalam memecahkan teka-teki atau sebuah kasus juga sangat unik. Hmm, tapi di vol. 1 masih biasa saja. Lebih suka yang di vol. 2