What do you think?


Manifesto Ekonomi Kerakyatan
Dalam kepungan agenda ekonomi neoliberal yang semakin mencengkeram Indonesia dan tekanan perdagangan bebas dalam pentas ekonomi - politik dunia, kehadiran (kembali) ekonomi kerakyatan sebagai wacana tandingan menemukan alasan yang sangat kuat.
Buku ini menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan bukan sekedar ekonomi pro - rakyat, tetapi harus juga berfungsi sebagai gerakan politik yang bertujuan untuk memerdekakan kelompok masyarakat yang terpinggirkan dalam sistem ekonomi neoliberal.
Rakyat harus bebas dari tindasan kaum kapitalis yang secara alamiah memang memiliki watak untuk meminggirkan mereka. Karena tuntutan seperti itulah, Manifesto Ekonomi Kerakyatan lahir!
Buku ini menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan bukan sekedar ekonomi pro - rakyat, tetapi harus juga berfungsi sebagai gerakan politik yang bertujuan untuk memerdekakan kelompok masyarakat yang terpinggirkan dalam sistem ekonomi neoliberal.
Rakyat harus bebas dari tindasan kaum kapitalis yang secara alamiah memang memiliki watak untuk meminggirkan mereka. Karena tuntutan seperti itulah, Manifesto Ekonomi Kerakyatan lahir!
162 pages, Paperback
First published December 1, 2009
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
June 27, 2017
This little book really stimulate me to think. Thanks Pak Revrisond!
March 15, 2018
Revrisond menegaskan asal muasal penggunaan kata "Ekonomi Kerakyatan" yang kerap diperdebatkan kepantasannya dibandingkan dengan "Ekonomi Rakyat" yang ia katakan sebagai apabila tujuannya sama maka nama tak perlu menjadi perdebatan kekanak-kanakan. Ia pun mengantarkan kepada pemahaman mantap mengenai jawaban terhadap ekonomi kerakyatan yang selama ini dinilai ke"kuminis-kuminis"an dan tidak sesuai dengan kultur Indonesia.
December 22, 2025
Sudah saatnya, ekonomi menjadi salah satu instrumen gerakan rakyat dalam melawan agenda neoliberalisme, yang seperti kita tahu, praktiknya selalu saja mencekik kaum-kaum tertindas.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews




