“Kau diciptakan untuk mencintaiku, Asia. Berhentilah melawannya.”
Setelah dunia hancur akibat perang nuklir, mereka yang bertahan hidup berkumpul di satu-satunya benua yang tersisa. Mereka membentuk koloni baru, negeri yang dinamai After Earth dan terpusat di Marakesh City. Pemerintahan dikuasai oleh militer yang kejam dan bertangan besi.
Ketika membuka matanya, Asia langsung berhadapan dengan sosok lelaki tak dikenal yang luar biasa tampan dan mengaku sebagai suaminya. Suami yang tidak sedikit pun diingatnya. Lelaki bermata cokelat muda tajam dengan bibir yang selalu sinis itu memperkenalkan dirinya sebagai Akira, dan secara mengejutkan mengatakan bahwa mereka sudah menikah. Asia bahkan tengah mengandung anaknya.
Bagaimana mungkin ini semua terjadi?
Tidak ada ingatan apa pun tentang pernikahannya. Tidak ada ingatan sama sekali tentang suaminya, tetapi lelaki asing itu memberikan bukti-bukti tak terbantahkan. Seakan semua kejutan itu belum cukup, Asia kemudian mengetahui bahwa suaminya adalah salah satu sosok yang paling ditakuti di Marakesh City. Pembunuh keji dan makhluk berdarah dingin yang tidak segan-segan menghabisi lawan-lawannya tanpa ampun. Bagaimana bisa Asia menikah dan mengandung anak dari lelaki semacam ini?
Lantas siapa Cesar, laki-laki yang sering muncul dalam kilasan ingatannya? Asia tidak menyadari betapa berharga dirinya dan anak yang sedang dikandungnya bagi masa depan After Earth. Harga yang rela dibayar mahal oleh kaum militer Seragam Hitam maupun pemberontak Bendera Merah.
Sejujurnya, saya lumayan suka saat pertama kali membaca karya ini dan sempat merekomendasikannya karena tidak menonjolkan adegan erotis berlebihan. Saya suka drama dan romansanya, saya suka tokoh diktator dan istrinya yang ternyata saudara dekat kaum pemberontak. Saya pun mengikuti webnya dengan berharap akan ada perkembangan yang jauh lebih menarik. Saya menaruh ekspektasi tinggi untuk buku ini, berharap tidak ada flop dan ada alur dinamis yang bagus karena berani mengangkat tema scifi, kediktatoran yang jadi momok dunia, dan latar belakang dystopia yang brilian.
Untuk sebuah novel Indonesia beraliran romansa, ini terobosan yang bagus. Jarang ada buku scifi-roman yang berkembang dan jadi best seller di negeri ini. Ide yang brilian, tokoh yang tidak biasa, dan premis yang menjanjikan menjadi poin lebih dari kisah ini. Saya menikmat kehangatan keluarga di akhir buku. Tangan saya selalu terbuka bagi kisah keluarga terutama yang mengangkat kisah anak perempuan-ayah yang hangat dan penuh kekeluargaan. Bagi yang suka romansa, pasti tidak sabar membeli buku kedua dan ketiga yang akan segera terbit.
Tapi seperti yang sudah-sudah ketika saya lupa berharap pada Tuhan saja dan justru kepada hasil tangan manusia, saya kecewa.
Tidak hanya ada kelebihan, buku ini juga memiliki kekurangan menonjol yang akan membuat pembaca yang terkonsentrasi pada alur, tokoh, dan perkembangan cerita jadi mengerutkan kening.
Alur yang saya sangka akan berkembang ke arah bagus justru berkembang ke arah yang super halus yang harus saya bilang terlalu mendayu-dayu. Latar belakang genetis yang saya kira akan dimanfaatkan lebih ternyata tidak. Terlalu banyak penjelasan di tengah paragraf yang justru membiaskan fokus cerita. Kritik sosial yang disisipkan terlalu menggurui dan kasar, tidak natural dan menyatu dengan ceritanya.
Saat buku ini akan diterbitkan, saya kira akan ada banyak perubahan dari segi cerita, tapi ternyata saya harus kecewa lagi. Tidak banyak perubahan berarti yang terjadi. Hanya ada perbaikan EYD. Harapan terbesar saya saat buku ini diterbitkan adalah penghentian pemborosan kata-kata dan saya harus kecewa karena sepertinya pengarang tidak mau sedikit lebih mengefektifkan kalimat dalam buku yang seharusnya sudah direvisi total ini.
Info dumping yang diberikan sebagai monolog awal dan di banyak bab terasa tidak diperlukan. Pembaca tidak perlu disuap seperti itu setiap bab. Sebaiknya pengarang membiarkan penjelasan mengalir lewat alur dan membiarkan pembaca menerka-nerka karena sejatinya buku berbeda dari televisi yang hanya menjejalkan. Buku membiarkan kita berpikir, menelaah, mencerna, menghayati sebuah cerita, dan mendalami apa yang ingin disampaikan oleh penulis, bukan sekadar drama, romansa, dan air mata, serta negeri dongeng penuh hayal.
Saya pernah dikritik soal kisah ini hanya di negeri dongeng, tidak nyata, dan seharusnya saya tidak banyak mengambil pusing untuk moral, kediktatoran, sifat wanitanya yang sangat submisif dan prianya yang sangat dominan dalam berkuasa yang sudah pasti akan dikucilkan dunia jika ada di dunia nyata, tapi sejujurnya saya pribadi tidak ingin mendongengkan kediktatoran dan wanita yang luluh pada kediktatoran itu atas nama cinta, kepada orang lain.
Saya tidak mau berbagi rekomendasi jika tahu awal mula pernikahan dua tokoh utama seperti itu. Biar bagaimanapun, rekomendasi ini tidak cocok untuk semua orang. Hanya golongan tertentu yang seharusnya saya rekomendasikan buku ini dan untuk itu saya menyesal. Tidak seharusnya saya merekomendasikan buku ini kepada khalayak ramai.
Saya ingin berharap, tapi setelah melihat hasilnya, saya tidak berani lagi berharap. Saya hanya bisa berdoa semoga buku kedua dibuka dengan lebih baik, dengan alur yang lebih dinamis, latar yang berkembang, dan info dumping yang lebih sedikit, karena sudah berani membawa nama scifi ke dalam buku ini.
Kepada pengarang, saya harap pengarang lebih mau membuka diri untuk menerima berbagai masukan yang membangun tanpa lebih dahulu melihat kritik pedas dan memasukkannya mentah-mentah ke dalam hati. Jangan memelihara sifat kepala batu. Itu tidak akan membawa maju ke mana pun. Percayalah, jIka ada yang menjatuhkan, pasti akan ada yang membantu.
Sebenernya sih cukup bagus. Cuman entah knp menurut saya kepanjangan ya ini Novel.. Ada bbrp part yg saya anggap tidak perlu atau bisa dipangkas jd lebih pendek. Di antara halaman 300 ke atas agak boring, setelah halaman ke 500 ke atas baru mulai terasa seru..
Buat kalian yang mengharapkan sesuatu yang lebih, sebaiknya jangan. Novel dengan 700-an halaman ini hanya fokus ke hubungan Asia-Akira saja Negara dengan teknologi canggih dan sejenisnya hanya pemanis saja di cerita ini Jadi, buat kalian yang nggak terlalu suka dengan cerita romance yang terlalu dominan atau kental sebaiknya jangan baca ini
Banyak adegan yang sebenarnya nggak perlu juga dimasukin atau dipotong atau dipadatkan saja. Bahkan ada beberapa kalimat yang spasinya bikin gemes ngeliatnya. Perpindahan adegan juga nggak ditandai apapun, malah satu baris dengan adegan sebelumnya Kalo yang belum baca versi websitenya, mungkin bakalan bingung banget sama perpindahan adegan itu.
Ini novel bisa aja dipadatkan ceritanya dan hanya 300-an halaman
Terlalu bertele-tele, plot lambat, banyak hal ga penting dijejelin, ukuran font bikin pening, 700 halaman kayaknya ngabisin kertas banget lol. Padahal, kalimatnya bisa dipangkas/diringkas biar ga mubazir kata-kata. Okelah kalau itu adalah gaya si penulis. Tapi, tolong kapan-kapan cerita ini dipadatkan biar ga melebar ke mana-mana fokusnya.
Once upon a time, hiduplah seorang jenderal ganteng arogan dan kejam, Akira
meets a little girl, weak and "strong", Asia
slowly, they're fall in love each other.
Menurut saya, cerita ini berlatarkan dystopia dan namun sepertinya tidak mempunyai penduduk karena saya "hampir" tidak melihat peran mereka dicerita ini. Karakter yang paling menonjol adalah Akira, Asia, Dr. Frederick, Caisar or Cesar *i forgot* dan para pemberontak.
Cerita ini bergenre romance-dystopia, dimana kisah romansa yang *menurut saya* biasa saja antara Akira dan Asia dikupas secara tajam seperti silet dengan bantuan Dr. Frederick dan Caisar
Terlalu banyak kata yang diulang sampai saya stabilo satu persatu, alur terlalu lambat. saya tidak perduli dengan typo, manusia kadit tupul irad kesalahan, bukan?? Well then, saya suka semua karakter yang ada disini kecuali Dr. Frederick. Dia terlalu lemah untuk berada di cerita ini padahal dia seorang dokter yang berperan besar, tidak ada dokter ini=mati.
Saya harap, jika ada buku ke-2 bisa lebih baik lagi daripada ini, biar saya punya wujud buku ini lagi, karna buku pertama ini sudah sy jual kembali pada temen yg mencari signed edition murah.
Kesan pertama saya pas buka buku TGW ; "Busyeeet. Jumlah halamannya 700-an. Ukuran font-nya lumayan kecil. Ini mata bakalan tambah minus." Wkwkwkwk.
Ide ceritanya sih keren, ngangkat tema dystopia yang emang saya suka. Mungkin saya terlalu berlebihan karena ngarepin buku ini sebagus Divergent atau The Hunger Games. The General's Wife lebih menonjolkan kisah cintanya Jendral Akira dan Asia. Alur cerita TGW maju-mundur, super lambat, bertele-tele, dan banyak adegan nggak pentingnya (yang bikin mubajir halaman).
Selain itu ada beberapa hal dalam buku ini yang bikin kening saya mengkerut keriput, kayak semacam nggak masuk ke logika saya. Salah satu contohnya adalah saat Jendral Akira mengeksekusi Jendral Zayed dan seluruh keluarganya (yang tidak bersalah) karena perbuatan Letnan Athena. Ya Mboh si anak yang salah, kenapa seluruh keluarganya kudu di bunuh? Apa di After Earth nggak ada undang-undang yang mengatur dan melindungi orang-orang nggak berdosa?
Dan juga karakter Jendral Akira di TGW ini nggak keren, justru (menurut saya) malah kayak perpaduan Kim Jong *n dan D*nald Trump :v
sebenernya saya kecewa berat dengan kisah ini. terlalu banyak yang menurut saya logika lepasnya kurang.
padahal inti cerita mengenai After Earth dan segala pemerintahan dengan kroniknya, menurut saya itu merupakan ide yang briliant. hanya saja Sairaakira mengeksekusi ide tersebut malah condong ke kronik Akira Asia. kalau saja ceritanya tidak melulu kronik mereka dan dominan mengenai masalah pergolakan dengan Bendera Merah mungkin saya bisa kasih kisah ini 4 bintang.
lalu menurut saya banyak bab yang tidak penting dan 700 halaman itu menjadi sia-sia menurut saya.
dan dari awal alurnya udah ketebak
tapi kembali lagi, ini mengenai selera. karena saya kurang suka dengan kisah fantasy, hisfict atau terserah kisah ini termasuk genre apa yang dominan romance. mungkin penikmat romance akan menyukai kisah ini
Well, I was hooked by this book excerpt, but apparently that wasn't enough. Too simple and too much description.
Buku ini mengambil genre dystopian romance dengan target umur new adult, but plot terlalu simple dan cara penceritaannya lebih cocok untuk preteen/teen readers. I mean, gak semua kejadian harus dijelaskan "how and why", readers malah akan lebih penasaran kalau kejadian2 vital ditulis seperti itu adanya, dan menyimpulkan keseluruhan cerita sendiri. Because, everything's more fun when there're "Oohs and ahhs".
Untuk isi ceritanya sendiri masih bisa digali lebih dalam lagi. It needs more depth. Dari segi dystopian world building -nya kurang mendetail. Kebanyakan deskripsi untuk hal2 yang gak penting. Dan dari segi romance -nya pun terlalu biasa.
Untuk ukuran novel lokal ini nggak jelek tapi juga nggak bagus bagus banget. Yang saya suka adalah latar tempat, waktu serta temanya berbeda dari kebanyakan novel lokal lainnya yang mengambil tema kerajaan dan masa dulu banget. Kalo ini semacam future dan berbau distopia juga. Cuma sayangnya sepanjang 700an halaman ini saya malah ga nemuin unsur distopianya. Oke ada pemberontakan terhadap sistem persamaan yang tidak disukai. Tapi akar permasalahannya kenapa mereka harus memberontak nggak ada kejelasan, berapa banyak rakyat yang memberontak kita nggak tahu. Bahkan negara After Earth ini juga gaditunjukin, warganya hidup seperti apa, dll. Seolah mereka cuma figuran disetiap pembicaraan para tokoh yang terlibat. Dunia After Earth ini seolah emang cuma terfokus pada Asia, Akira dan Cesar - yang lain2 kurang penting. Oke abaikan itu. Soal ceritanya sih nggak terlalu membosankan, proses Asia dan Akira saling jatuh cinta(untungnya) nggak instan tapi berliku sampai 700 halaman. Yang jujur ada beberapa.part yang bisa diskip kalo mau. Kekurangan buku ini dari segi teknisnya banyak typo dan pengulangan kata. Misalnya kata Ayah ditulis dua kali seperti ayah Ayah. dan banyak lagi. Dan juga sejak buku Lady Midnight ada poin yang sedikit menganggu. Yaitu perubahan sudut pandang yang tanpa pembatas *** langsung bergantian begitu saja. Misalnya paragraf atas sedang membicarakan Asia dan Akira lalu tiba2 saja udah berganti jadi Cesar. Overall ini buku nggak jelek. Cuma kalo mengharapkan dunia distopia seperti THG/Divergent ya terlalu jauh ya. Semoga ada perbaikan di buku keduanya mengingat endinhnya yang "ngeselin"..
Belum dibaca dalam waktu dekat, tapi dari segi penampilan, aku sempat berpikir buku ini akan lengkap dari awal sampai akhir, namun rupa-rupanya ini baru buku satu saja. TT_TT Harus banyak bersabar sebelum ada buku duanya.
Berharap ada banyak editan (karena masalah utama buku jebolan wattpad adalah ketiadaan 'baca ulang oleh penulis' dan 'peran seorang editor'), disorting bagian yang tidak perlu, ditambah konflik yang sedikit berbeda, hingga mereka yang sudah baca dari wattpad tidak sakit hati banget kalau tumplek sama persis.
Untuk typo yang biasanya juga banyak, sayangnya saat tadi buka halaman secara asal, malah menemukan satu typo. =.=a Terlalu teliti. >.< Yah, semoga aku menemukan waktu untuk membaca semuanya dari awal, secara aku dulu pernah membaca mengikuti satu demi satu bab.
The General's Wife ya? Pertama tau dari info buku baru PO sih bukan karena wattpad. Karena banyak yg bilang baguslah, menariklah saya pun ikutan beli. Ternyata font nya keciiil keciiil. Kebiasaan penerbit ini sih, dulu buku Stolen Songbird juga kuecil kecil fontnya. Sebenarnya ide ini bagus banget tapi benar kata temen temen yg udah ngereview kalo masalah dalam novel ini melulu soal Asia Akira, Asia Akira, Asia Akira.. lebih banyak romance nya perasaan. Padahal perseteruan seragam hitam dan barisan merah lebih greget dan sayang dilewatkan loh. Genrenya romance aja deh jangan fantasy kalo gini. Semoga buku ke 2 lebih menonjolkan sisi dunia After Earth. Sebagai langkah awal, okelah Sairaakira ini..
Aku mengetahui cerita ini karena semua teman2 di gc pada ngomongin TGW. Dan berbekal dari rasa penasaran, akhirnya aku membaca cerita ini dan berharap semoga ceritanya beneran bagus. Soalnya aku sama sekali belum tahu apa itu TGW dan Jenderal Akira. Jd pas buku ini sampe di tangan, aku ga menunda waktu lagi buat baca. Dan hasilnyaaaaa sangat2 memuaskan. Baru di part awal saja aku sudah jatuh hati sama sosok Jenderal Akira.
Aku benar2 salut dengan penulis. Karena menurut aku, penulis mempunyai imajinasi yang luar biasa sehingga tercipta cerita yang benar2 berkualitas. Jadi ga sabar tunggu buku keduanya.
Sebelum nulis review, aku mau bilang kalau tau buku ini gara2 baca gratis, bukan dr wattpad. Baca berdiri lama, skip2 halaman & utk pertama kalinya aku beli novel lokal krn novel ini berhasil bikin aku penasaran. Aku ga pernah sama sekali baca novel lokal,krn pas baca2 gratis kebanyakan novel lokal bikin aku cringe bgt dgn diksinya, terutama teenlit. & kayanya ini novel lokal pertama yg bertema fantasi dystopian yg pernah aku tau. Sebenernya, cerita nya punya ide plot yg bagus. Tp eksekusinya kurang nampol. Emg bnr ini cerita lbh nonjolin ke romance nya akira-asia, tp mbok ya berimbang sm plot dystopian fantasinya gitu maksudku.
(Beware: SPOILER! dikit) Penggambaran situasi perangnya kurang, pemberontakannya jg krg dijelaskan scr detil. Daan yg paling penting peran rakyat sm sekali ga keliatan nih. Mau di pihak mana aja & di situasi apapun, pasti ada aja rakyat yg ikut pemberontak kan? Ga cuman ada gerakan oemberontakan tp g dijelasin nih pengikutnya dateng nya dr mana aja & gmn, pasokan senjata dr mana.
(Beware SPOILER!) Terus, libya nih agak ga msk akal. Gmn mgkin dia udh jd asisten si frederick kalo umurnya samaan ama cesar yg msh 18? Ok, kita ga tau umur pastinya. Tp pasti g jauh2 dr cesar kan? Menurutku terlalu gampang dia jd mata2,sdgkan lbh msk akal kalo dia udh tahunan menyusup jd informan. This whole spies thing between akira's party vs cesars' is way too easy.
Selain itu, pengarang sering mebggunakan kalimat berulang ulang & bertele tele. Baca udh separuh novel, ga banyak certa yg didpt. Aku dah ga ngitung brp kali dia pake kata 'mungil'. Bosan hamba 😂. Dan yg paling parah nih, editooor woiii lu ngapain aja pas novel itu disusun! Fatal nih, paragraf banyak yg kacau, typo sekali 2 kali ok lah. Gw jg sering nemu typo d novel penerbit kelas A sekalipun. Tp ini buanyak bos. Font bikin ngisup, krn mata minus banyak, kalo pake kacamata baca jd kedeketan. Kalo g dipake, g kliatan ni tulisan.
Overall, aku berharap cerita ini bs di bongkar lg, dikembangin lg biar makin ok. Sayang bgt sm ide ceritanya yg udh sip, walaupun akira pengen aku colok matanya pake garpu. Tp ttp, sukses selalu buat authornya 👍
Cerita ini seru dan bikin degdegan. Setiap part selalu ada kejutan dan dibuat gregetan dengan sifat Asia dan Jenderal Akira yang sama-sama gak mau mengalah dan keras kepala. Kasihan juga dengan Asia yang tersiksa karena harus jadi istri Jenderal Akira dan mengandung anaknya. Aku sendiri gak terlalu suka cerita bergenre fantasi. Tapi entah kenapa suka dengan cerita-cerita karya Sairaakira, termasuklah The General’s Wife ini.
Novel ini batas atas, bawah dan kirinya sedikit sekali. Aku baca sih karena menghemat halamannya agar tidak lebih dari 1000+ which is bakal bikin novel ini harganya lumayan menguras kantong hehe. Fontnya juga kecil dan rapat, tapi aku gamasalah dengan itu, karena emang ceritanya seru dari awal. Jujur aja sih ya, kalo pas baca dinovel rasanya kaya bertele-tele gitu dan super panjaaaanggg karena 700+ halaman ini, tapi dulu pas baca di website rasanya biasa-biasa aja, mungkin gaterasa panjangnya ya karena diupdatenya seminggu sekali gitu.
Aku juga sering ketemu kata-kata yang typo, tapi ga terlalu menganggu, ada juga kata-kata yang ditulis ulang gitu seperti Ayahayah dihalaman 600. Sempat bikin bingung juga tapi gapapa lah.
Untuk perbedaan The General's Wife di diwebsite dengan bentuk novel, menurut aku kayanya cuma ada di endingnya, di endingnya ada tambahan sedikit yang bikin penasaran dan kaget. Penasaran? Makanya beli ya bukunya! Sebenernya agak kecewa sih, serasa baca ulang aja dari cerita yang diwebsitenya.
Aku sangat merekomendasikan novel ini untuk kalian yang suka kisah dewasa ga menye-menye pastinya, dan bergenre fantasi tapi gabikin pusing 🤣 gasabar untuk seri selanjutnya, semoga lebih seru dan gasetebel yang ini deh ya heheh
Setelah saya membaca buku ini saya terlalu termakan ekspektasi saya. Saya kira buku ini akan sebagus buku The Hunger Game atau Hujan karya Tere Liye. Ternyata yang saya tangkap hanyalah kisah romansa Asia-Akira. Saya mengharapkan dunia sci-fi yang lebih hidup disini, tak masalah diselingi oleh romansa, toh novel yang telah saya sebutkan diatas juga terdapat romansanya. Lagipula, novel ini sepertinya tidak cocok bagi para pembaca dibawah umur, karena banyak adegan yang tidak pantas untuk ditiru.
Saya suka konsep After Earthnya walaupun penuh kediktatoran dengan teknologinya yang maju. Kisah cinta Asia-Akira juga menarik.
Tapi untuk buku yang fontnya ukurannya kecil yang membuat cepat lelah ketika membaca dan mempunyai 700 halaman ternyata mempunyai alur yang lebih lambat. Saya kira buku ini tidak akan ada kelanjutannya karena sudah setebal ini. Yang saya sayangkan adalah banyaknya bagian yang diulang-ulang di berbagai tempat serta banyak terdapat kata yang typo.
Walaupun begitu, saya harap cetakan selanjutnya bisa diperbaiki lagi. Ukuran font bisa diperbesar lagi dan kurangi bagian yang tidak penting. Saya harap untuk buku kedua novel ini bisa lebih baik dari buku ini.
Buku yang dibaca : E-book App : Ipusnas Biaya : Rp 0
Novel dengan premis yang keren sebenernya, konflik neat, tata bahasa penulis juga enak dibaca, cerita rapih, kurangnya ada 2 :
1. Peran utama wanita masih terlalu muda. Gua agak tutup mata akan hal ini dan pretend dia udah 20 thn ke atas. Tapi kalau udah baca lebih dari 3 bab, bisa dimaklumi karena di negara futuristik ini, manusia dengan genetik tsb punya beberapa kelebihan. But still, I find her being too young is quite an ick.
2. Buku >700 hl. itu terlalu sangat banyak untuk konflik yang disodorkan buku ini.
Tapi kalau bisa baca memindai dan piawai memilai tanpa melewatkan point pentingnya, voila! I finished this book in two days and I don't hate it.
Novel ini buat pembaca yang suka : - Utopia. - Age gap. - Enemy to lover. - Karakter male lead yang adonis, dingin, berhati batu, jenius, kasar, dominan, egois tapi luluh dengan cinta. - Karakter wanita yang pemberontak, nekat, revenge-driven yet has the softest heart. - Cinta yang dipaksakan. - Romace, romance, romance and romannceeee. - ROMANCE again! - Thriller. - War and leader's conflict.
Cerita ini sebenarnya bagus. Untuk romance Indonesia, jarang banget saya bisa menemukan buku yang seperti ini. Campuran romance dengan Sci-fi dan plot twist yang tidak terduga. Saya setuju dengan pendapat teman saya, seandainya ini novel dari penulis luar, pasti sekarang sedang tahap produksi filmnya. Tapi ada yang harus diperhatikan disini, kesalahan yang menurut saya termasuk fatal. Typo di sana-sini yang mengurangi kenyamanan saya ketika membacanya. saya harus membacanya dua kali untuk memastikan bahwa saya memang tidak salah baca. Ada baiknya sebelum diterbitkan, buku ini benar-benar melalui proof reading yang serius untuk meminimalisir typo atau kalimat yang terlalu bertele-tele. Selain itu, pada beberapa halaman, ada bayang-bayang bekas percetakan sehingga mata saya yang sudah bekerja keras membaca dengan font yang termasuk kecil harus berusaha lebih lagi. Tapi saya salut pada penulisnya karena memiliki ide cerita romance yang tidak biasa bagi dunia romance Indonesia. Dan saya jatuh cinta pada ketegasan dan kelembutan Jenderal Akira...
I don't know why, but i really like this book. Aku mengikuti cerita ini dari masih di wattpad lalu di website dan akhirnya dijadikan novel.
Sudah baca berulang juga. Mungkin karena tema yang baru untuk cerita indonesia. Sci-fi dan romance. Detail penjelasan yanh rinci dan mudah dimengerti.
Menurutku Jend Akira, sosok pemimpin yang memang dari awal sudah dibentuk. Didikan keras dari ayahnya dan "pengkhinatan" yg dilakukan orang terdekatnya. Dia juga sangat diktator, keras dan "gila".
Asia, dia sosok yang kuat. Ya apalagi kalo lagi berantem sama Jend Akira. Tapi mau saling tolak menolak gimana pun tetep aja mereka gak bisa pisah karena gen yang mengikat.
Aku sangat merasakan pengembangan karakter dari setiap tokoh. Jadi pas baca langsung wow berasa ya dia yang awalnya gitu sekarang jadi gini (?). Mungkin karena halamannya yang banyak sampe 700 halaman dengan tulisan yang kecil.
Dannnn novel ini trilogi. Cuma masih belum ada info tentang kelanjutan kisahnya. Walau menurutku dari segi Jend Akira dan Asia dicerita inj pun sudah memuaskan.
Romance dengan latar futuristic. Sesuatu yang jarang banget diangkat sama penulis penulis Indonesia. pas baca serasa baca novel karangan penulis luar. Walau terdiri dari lebih 700 halaman, walaupun font yang lebih kecil daripada biasanya, buku ini mampu membuat alur cerita yang cukup menarik, ga bikin bosen dan bikin stuck di tengah tengah buku. Untungnya saya baca di ebook, jadi bisa diperbesar ukuran fontnya, jadi sedikit membuat mata ga terlalu cape hehehe ...:) Ceritanya sih simple, tentang 2 orang manusia yang bertolak belakang, Jenderal Akira yang dominan dan tanpa perasaan kemanusiaan dengan Asia, yang dominan memakai perasaan terhadap segala sesuatu. tapi somehow, penulis mampu membuat alur cerita yang bikin pas ngebaca ga bosen, banyak intrik intrik yang diluar perkiraan sih pas di tengah cerita.. recomended sih kalau kata saya, buat selingan baca novel lokal yang ringan ringan terus...
bagi yang anti sama novel wattpad, the general's wife: revolution patut dicoba.
aku suka!
lebih suka lagi kalau part yang nggak penting; yang banyak banget deskripsinya itu dihilangin. di bagian tengah, banyak adegan yang aku lewatin, tapi toh aku masih paham dan relate dengan alurnya.
font-nya juga kecil banget ya ampun. mini. tapi kalau nggak dikecilin sekecil itu mau berapa halaman itu novel jadinya? makanya dipotong aja dong bagian bertele-telenya, ehehe.
premisnya oke-oke aja, tipe shatter me series. hubungan asia-jendral akira bikin senyum mulu deh.
gaya penulisannya aku suka--agak-agak terjemahan gitu. aku juga ketambahan banyak kosa kata baru setelah baca ini <3
Saya suka sih dengan tema yang menjadi latar belakang kisah Akira-Asia. Namun sayangnya, tidak terlalu dikembangkan. Sejak pertama kali baca di wattpad, saya selalu menunggu-nunggu chapter selanjutnya. Lalu karena satu dan lain hal, saya lupa dengan cerita ini. Hingga saya menemukan versi cetaknya di salah satu rak toko buku. Kesan pertama adalah komentar saya mengenai betapa tebalnya novel ini hahaha. Tebal tapi isinya kebanyakan gak penting. Maksudnya, terlalu lebay lah saat mendeskripsikan suatu kejadian, bikin malas dan bikin bacanya lompat-lompat langsung ke intinya. Dan saya baru menyadari saat membaca novelnya, padahal dulu di wattpad oke oke saja hahaha. Semoga penulis gak selebay ini dibuku buku selanjutnya.
reviewku mengenai ukuran font pada buku ini yg bisa bikin kepala pening karena kecil2. tau sendiri kalau baca cerita fiksi harus memaksimalkan imajinasi juga beda dengan novel romance atau komedi. udah ukuran fontnya kecil terus sambil berimajinasi juga peninglah kepala. saran aja sih mungkin ada cerita yg agak dipangkas aja ceritanya agar ukuran fontnya diperbesar sedikit dan pembaca nyaman bacanya. coba lihat novel harry potter yg ke 5 ada 1000 halaman tp ttp nyaman bacanya karena ukuran fontnya yg baik untuk penglihatan. but overall aku suka cerita TGW ini.. 😍😍 favorit sekali kisah Asia dan Akira ini 😍
Pertama baca di wattpad. "Asia bangun dari tidurnya, tiba-tiba dia udah hamil dan punya suami"
Jeng jeng. Langsung tertarik sama ceritanya. Entah kenapa tertarik aja. Abis itu mereka pindah ke web sendiri (sekarang udh apps) dan aku tetep setia baca sampe tamat season pertamanya. Bagiku kalo ceritanya tamat disitu udah cukup. Tpi klo mau dilanjut season 2 bagus juga. Tambah penasaran ceritanya bakal kek apa.
Klo aku lagi bosen nunggu cerita lain update aku pun sering baca ulang cerita ini. Feel nya daept banget yaampun. Aku ikut ngerasaain perasaan asia akira. Hebat banget tulisannya sih, tapi alurnya mungkin agak lambat sih. Tapi its okay 👍👍👍
This entire review has been hidden because of spoilers.
Salut sama diri sendiri bisa baca buku ini yang 700an halaman dalam waktu 3 hari. Thanks iPusnas !
Menurutku ya, cerita ini seputar hubungan Jendral Akira dan Asia, tapi bumbu-bumbu intriknya banyak dan terkesan kok kayak adaaaa ajaa masalahnya. Alurnya maju mundur dan sempet bikin bingung karena ga ada pembeda antara masa kini dan masa lampau, tapi nanti lama-lama bisa menyesuaikan. Terus juga ada bumbu politik gitu. Tapi tetep sih, seru sampe bisa bikin tabah baca buku setebel ini.
Overall buku ini oke sih, aku kasih bintang 4 yaaa karena ketebelan dan berasa ga abis-abis permasalahannya haha.. :)
*p.s sekarang aku lagi baca kisahnya Letnan Paris (tangan kanannya Jendral Akira) di buku Lieutenant's Darling. Tuh kan, walaupun ngeluh ketebelan dan lalalili tapi tetep aja kepo pingin tau kisah-kisah lainnya haha....
br nyampe hal.600 talk about wat im thinkin later but so far cant stop 2 read Finally done g sabar nunggu "libya&cesar" penggulangan kata"ayah ayah" dan "ibu ibu" bertebaran ampe hal.trakhir.typo jg dimana2..tp g mengurangi minat u trs baca. Mungkin krn ditulis sama beberapa penulis..kdng tiap bab"berasa bedanya".entah dr segi pnulisan/gaya bicara antar tokoh but overall still"perfect book eva"..ga nyesel beli..even tulisanx kecil2 tp worth it ma hargax.. ngerasain up&downx hubngan akira&asia konflik&alur mengalir... like i said 4 d"1st time read it"whats on ur mind projectsairaakira??"u created such an amazing story.. thanks 4 it...cant wait 4 d"2nd,3rd boooookkk
Sebenarnya ceritanya cukup menarik dan bikin deg-degan. Sayangnya terlalu menonjolkan kisah Akira-Asia disbanding After Earthnya sendiri, padahal ide untuk latarnya sudah bagus. Ditambah juga terlalu banyak penjelasan dan berulang-ulang. Mungkin lebih baik lebih diringkas lagi. Untuk romance dalam cerita ini cukup membuat pembaca menebak-nebak, gregetan dan ingin segera membaca halaman berikutnya.
Cerita nya bagus dan bikin kita berfantasi dgn ada nya negara After Earth yang damai tapi di dlm nya mencekam karena keharusan dalam segala persamaan bagi warga negara nya. Pemimpin mudanya yang tegas dan dingin beserta kisah2 romansa yang berkaitan dengan pribadi nya yang kaku. duh jadi gak sabar menunggu kelanjutan crita nya krn seperti nya akan ada kejutan2 di novel ke 2 nya. Suka ...suka... suka...
kenapa tidak lima? padahal saya suka temanya, fantasy romance yang tidak biasa untuk Indonesian Author. suka dengan alurnya dan karakternya. serta ceritanya. sayangnya, buku ini menurut saya terlalu panjang, tulisannya terlalu kecil. dan banyak bagian yang sebenarnya tidak perlu. jadi terkesan tidak penting. namun tetap buku ini sesuai ekspektasi saat membelinya.
masih melanjutkan membaca yang emperor's consort. menunggu buku selanjutnya untuk segera diterbitkan :)
Bela2in beli bukunya karena di wattpad bisa baca sampai chapter 19, dan ga nyesel beli bukunya. Cuma sygnya bukunya terlalu tebel dan agak betele2 ceritanya (menurutku dikurangin 1/3 halaman oke lah), lalu fontnya jg terlalu kecil jd agak kurang nyaman bacanya.
Romance nya aku suka bangett, cma kadang si Asia menurut aku rada kurang pinter dan terlalu keras kepala jd bikin agak bete bacanya!