Aurora Cinta Purnama …. Aku sudah berusaha mengikhlaskanmu. Namun, pada akhirnya, memang hanya kamu sosok yang kuyakini akan menjadi jodohku nanti. Ya, aku masih berharap kamulah yang menjadi pasanganku, meski sudah bertahun-tahun lamanya kita tak bertemu. Keyakinanku kepadamu tak pernah pudar, fatwa hatiku masih tetap sama. Aku ingin memperjuangkanmu, Ara, supaya kita dapat bersatu. Oleh karena itulah, wajar jika aku berharap kepada Allah agar kita bisa dipertemukan di saat yang tepat. Tapi, apakah kamu menyimpan keyakinan dan keinginan yang sama denganku? Ara ... apa pun yang terjadi nanti, aku akan ikhlas dan tetap mencintaimu.
"Seperti apakah wujud cinta itu? Siapa yg pantas untuk kita cintai?." (Hal. 96)
Atharisena sudah menjadi yatim sejak umur 5thn, perjalanan hidupnya tidaklah mudah, hampir salah jalan, hingga akhirnya dia menemukan sosok Aurora yg mampu mengubah jalan hidupnya. Mulanya, ikut rohis karena ingin dekat dgn Aurora tp berjalannya waktu Dia sadar dan memperbaharui niatnya agar tdk salah. Ketika lulus SMA, melanjutkan jalan hidupnya untuk kuliah sambil bekerja, meski begitu, nama Aurora tetap tersimpan di hatinya, padahal Athar tdk pernah tahu lagi di mana keberadaan Aurora.
Cerita di dalam novel ini cukup ringan, dan cocok sekali untuk dibaca anak usia remaja hingga dewasa agar tidak salah menafsirkan kata cinta. Banyak motivasi serta nasihat-nasihat yg dpt lebih mendekatkan diri kita kepada Allah, yang diselipkan penulis di dlm novel ini. .
"...Cinta sejati itu karunia dari Allah untuk manusia. Cinta sejati itu menenangkan, membahagiakan, mendamaikan. Dan, hanya bisa kamu dapatkan dengan cara yang Allah ridai." (Hal.100)
"Memahami rencana-Nya adalah yang terindah. Karena pilihan-Nya adalah yg terbaik." (Hal.152)
"Dunia ini fana dan semuanya akan kita tinggalkan, atau meninggalkan kita." (Hal.152)
"Manusia yg hebat adalah yg mampu menghebatkan oranglain. Manusia yg kuat adalah yg mampu menguatkan oranglain, dan manusia yg mulia adalah yg mampu memuliakan oranglain." (Hal.304)
Membaca novel ini benar-benar menginspirasi aku banget. Novel cinta dibalut dengan suasana religi, tidak ditulis dengan bahasa yang menggurui namun benar-benar mengena banget di hati. Kisah Athar yang berjuang dalam kehidupannya agar menjadi yang lebih baik lagi, memantaskan diri menjadi pribadi yang baik . . Athar banyak belajar dari kehidupannya. Perjalanannya dalam mengarungi kehidupan, membuat Athar berjuang untuk meraih mimpi dan cita-cita. Novel ini banyak menjadikan refleksi dalam kehidupanku juga. Bahwa jika kita berniat dan mau untuk berubah ke arah yang lebih baik lagi, kita pasti bisa. Aku dag dig dug banget waktu baca kisah Athar dan Ara. Bagaimana jungkir baliknya Athar dalam menggapai hati Ara. Bikin penasaran dari baca blurb sampai baca akhir kisah ini . . Novel ini mengajarkan kita untuk ikhlas menerima segala hal yang sudah diberikan oleh Allah SWT. Kita bisa merencanakan segalanya, namun jika Allah SWT tak berkehendak, maka tak akan terjadi juga. Seperti halnya dengan jodoh, kita menginginkan dengan dia, tapi jika dia bukanlah jodoh kita, ya masa mau dipaksain . . Novel ini cocok buat dibaca siapa saja, usiaia berapa aja. Terlebih lagi buat kamu yang lagi menggalau soal jodoh. Nggak kayak kakak Princess yang galaunya karena makanan. Yakinkan dalam diri kamu, jika suatu hari nanti Allah akan mengirikan jodoh yang baik di waktu yang baik pula
Seperti halnya mayoritas novel romance-religi, sejujurnya setiap membaca novel genre ini itu ya perjalanan pertemuan takdir kedua tokohnya sudah terlihat sejak awal, karena sekali lagi ini romance-religi yang di mana pasti diselipkan doa-doa, ikhtiar, dan sebagainya.
Hanya saja saya kurang suka dengan pembahasan nikah muda dalam novel ini. Saya kira hero dan heroine-nya akan dipertemukan ketika di usia yang sudah dewasa.
Saya kasih 3 bintang untuk novel ini karena perjalanan hidup Athar yang saya juga tahu karena lumayan relate dengan kehidupan seseorang yang saya kenal dan dia juga anak yang ditinggalkan oleh seorang Bapak sejak masih kecil.
Mencintai adalah belajar mengikhlaskan, bukan belajar memiliki, karena semua yang kita cintai, sejatinya adalah milik Allah. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, dan ... Athar sukses membuatku baper. Apalagi Ara, ya?
Cinta dalam Ikhlas. Sebuah novel sangat bagus yang harus dibaca para remaja. Karena pada masa ini biasanya adalah waktu yang tepat untuk meng-galau-i kehidupan, terutama persoalan cinta dan masa depan. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan jika semua usia layak membaca novel ini.
Karena banyak sekali nasihat hidup di dalamnya. Tapi, nasihat itu tidak terasa menggurui. Semua nasihat yang diperuntukkan kepada Athar itu sukses menusuk hati pembaca. Nge-jleb gitu, ya, katanya?
Allah itu baik, malahan terlalu baik. Kitanya saja yang suka cengeng, sering lupa, tak tahu diri, dan kurang bersyukur. (hlm. 139)
Nge-jleb, kan? T_T Dan masih banyak yang semacam itu.
Menggunakan alur maju, sebenarnya agak membosankan di awal. Bahkan aku sempat berhenti membaca, sebelum akhirnya tidak bisa berhenti untuk menyelesaikan novel ini. CATAT! AKU TIDAK BISA BERHENTI MEMBACA! Karena tiap babnya tidak ada yang sia-sia, selalu ada pelajaran yang menohok sampai ke ulu hati.
Dari seorang Athar. Dari seorang Ara, yang menjadi alasan awal Athar untuk lebih mengenal Allah. Kemudian saling mengikhlaskan. Lalu bagaimana perjuangan remaja bernama Athar. Dan bagaimana Athar perlahan bisa ikhlas dengan cintanya. Ya, bagi yang sedang berada dalam jerat kegalauan 'siapa jodohku?', bisa meniru cara Athar di novel ini.
Tapi tenang, rasa novel ini tidak selalu mendayu-dayu, hanya membuat air mata keluar. Penulis tepat meletakkan selingan berupa candaan dari beberapa tokohnya. Bukan sembarang candaan, semua itu selalu ada makna di dalamnya. Luar biasa, kan? Sesaat kamu akan tersenyum, lalu air mata keluar tanpa bisa ditahan, tersenyum lagi, lalu tertawa. Begitu terus sampai kata yang tidak aku inginkan muncul (read: tamat).
Akhir kata, ini adalah novel yang sangat menginspirasi. Bagaimana hubungan kita dengan Allah, dengan ibu, dengan saudara, dengan gebetan, dengan teman, dengan orang sekitar, bahkan dengan diri sendiri. Lengkap. Tidak sia-sia jika novel ini menjadi koleksi pribadi. Dan tentu saja ada tutorial bagaimana cara mencinta dalam ikhlas dari Bintang Atharisena Firdaus.
Athar, lelaki yang sangat penuh tekad meraih cita dan cintanya. Segala hal yang dilakukannya selalu diiringi dengan pikiran positif. Kata-kata ibunya senantiasa diingatnya, menjadi penyemangat dalam meraih sesuatu.
Kehidupan Athar menjadi lebih tenang, lebih terarah karena datangnya sang cinta. Ara namanya. Gadis sholehah berparas cantik ini begitu dicintai Athar dari awal masuk SMA sampai kapanpun. Niat hati ingin menyatakan perasaannya, tapi malah digantung?! Ara tak memikirkan hal yang dirinya saja belum siap apalagi Athar (menikah). Hingga Athar belajar ikhlas melepas cintanya. Namun ... Setelah bertahun-tahun, Ara kembali muncul di pikirannya. Apakah ini sudah saatnya? Apakah Allah telah menunjukan jalan untuknya?
Secara gamblang, saya suka dengan cerita ini. Banyak kalimat motivasi yang bikin saya ikut terpompa semangatnya. Namun, kalau diteliti-teliti lagi, dalam hal alur saya kurang suka. Karena lambat dan banyak hal yang sebenarnya tidak perlu. Atau percakapan yang sebenarnya tidak perlu dijelaskan panjang-panjang. Seperti saat seminar, sang pembicara menceritakan kisah Bunda Siti Hajar saat di bukit Shafa Marwah, kita para muslim tentu tahu cerita itu. Tapi di sini dijelaskan secara rinci, yang menurut saya memperpanjang cerita saja. Dan juga banyak tokoh bermunculan tanpa dijelaskan secara rinci. Misal suami Tari, Rahman. Disebutkan, dia kakak senior Tari, tapi di halaman sebelumnya, tidak ada sama sekali cerita mengenai Rahman. Pembaca jadi kurang mengenal sosok Rahman. Mungkin kalau sedikit dijelaskan di awal, akan membuat plot twist.
Suka sekali dengan kalimat motivasi yang banyak sekali bertebaran di sini. Salah satunya adalah "hapus kata kegagalan. Tujuan kalau sudah ditetapkan makan tidak ada kata kegagalan. Yang ada karena kamu berhenti meyakinkan" yah ... Kira-kira seperti itu kalimatnya. Saya lupa. Endingnya bikin seneng kok :)
Waktu baca beberapa review kakak-kakak bookstagram, aku langsung jatuh hati dengan topik yang diangkat kakak penulis di novel ini. Cinta monyet merubah diri seseorang menjadi lebih baik. Sosok Athar yang sedang mencari jati diri, seperti diberi petunjuk olehNya lewat Ara dan Mamat pastinya 😏. . . Bahasanya ringan, enak dibaca tapi ada beberapa kata daerah yang aku gak tahu artinya kak 😂. . . . Dan untuk nasehat memotivasi, aku mendapatkannya disepanjang menikmati novel Cinta dalam Ikhlas ini. Belajar arti cinta yang diridhoi Allah SWT, kisah wanita istimewa berkaitan rukun haji dan air zamzam, dan yang lebih spesial adalah tentang jodoh yang di gariskan Sang Pencipta untuk kita. Semua dikemas begitu rapi. Setitik yang kurang sreg itu pas bagian ending, menurutku sedikit dipaksa, kecepetan gitu atau karena aku gak mau pisah sama Athar 😂
Jujur sebelum baca ini ekspektasinya ngga tinggi. Malahan cenderung undersestimate karena kirain ya bahas hijrah, taaruf, ujung2nya promosi menikah. Takut aja dapet pressure bacanya. Hahaha.
Setengah bagian buku ini agak membosankan menurutku. Ceritanya ttg Athar, anak yatim yg berubah (hijrah) krn suka sama Ara. Dmn si Ara ini tipe anak rohis yg alim gitu lah. Romansa anak sekolah aja kirain kaaan.
Baru setengah bagian selanjutnya mulai seru. Dmn Athar mengejar cita dan cintanya. Termasuk proses taaruf yang ternyata disini penggambarannya sederhana aja.
Bagian paling suka sih banyak kutipan yg ngena di hati. Ttg kebermaknaan, keberkahan hidup. Nice book.
Sebagai yang sudah jengah dengan novel remaja kebanyakan, isinya cinta-cintaan dan hal yang tidak semestinya diluaskan, novel remaja religi ini sangat membuka pikiran. Bahwa kehidupan remaja bukanlah wadah yang pantas untuk diisi kesia-siaan. Namun, sejak remaja itulah kepribadiannya harus dibentuk dan diarahkan. Athar bukanlah orang dengan latar belakang masa kecil yang hidupnya lurus-lurus saja. Athar kecil sampai mula remaja juga sama dengan teman-temannya, pernah nakal. Tapi, ketika memasuki bangku SMA dan menemukan lingkungan yang bagus, Athar menjelma jadi orang dengan sejuta cita-cita meski masih muda. Dalam Islam, memang seperti itulah harusnya pemuda seusianya.
Perjuangan Athar dalam karir bisnis dan asmaranya sangat menginspirasi. Memilih untuk ikhlas merelakan sang sang pujaan hati, lalu menempatkannya sebagai awal dari mimpi besar athar menurutku menyentuh banget kisahnya. Dari berjualan stiker di pinggiran jalanan hingga bisa bermitra dengan toko pakaian islami patut dicontoh semangatnya. Novel ini sangat menginspirasi dan membuatku ingin memperluas wawasan keislamanku.
Hidup ini adalah sekumpulan impian dan ujian yang saling berkompromi membentuk sebuah harmoni, mencari titik keseimbangannya sendiri. Ada banyak hal dalam hidup yang terbentuk melalui sebuah benturan-benturan kecil ataupun besar yang akhirnya menjadi satu wujud yang kita sebut sebagai kenyataan. Penerimaan kita akan kenyataan adalah sebuah seni dalam menjalani kehidupan. Baik ataupun buruk, semuanya akan datang dan berlalu meninggalkan jejak hikmahnya tersendiri.
Novel "Cinta Dalam Ikhlas" bergenre romance-religi. Tentang perjuangan Athar yang harus menghadapi kenyataan bahwa ia menjadi anak yatim di usianya yang masih 5 tahun. Dihadapkan dengan kisah cinta monyet masa SMA yang akhirnya memotivasi dia kearah yang lebih baik. Dalam novel ini diselipkan cerita tentang ikhtiar dan belajar ikhlas ketika ia mengejar cita-cita, perjalanan karir dan cinta. Dalam cerita ini juga terdapat gambaran sederhana mengenai proses untuk taaruf.
Nah, sebelumnya tidak pernah tau bagaimana proses taaruf, dari novel ini bertanya-tanya. Apa memang seperti itu proses sederhananya dari taaruf, hehe.
Ceritanya mengalir, bahasanya ringan. Banyak kata-kata mutiara dan terdapat cerita islami di dalam ceritanya.
buku yang menarik untuk dibaca, bahasanya santai. belajar untuk mengikhlaskan saja yang sudah terjadi, perbaiki diri untuk yang terbaik, memantaskan diri untuk yang pantas
Awal2 sempet mikir bukunya cuma tentang 'percintaan makhluk' tapi ternyata enggak. Lebih banyak cerita perjuangan seorang lelaki agar menjadi orang yang pantas.
Suka sama bait puisinya yang ada di dalam buku ini. Dalam ceritanya ngajarin gimana buat kita bersabar dan tahan supaya nggak pacaran sama orang yang kita suka. Kalau jodoh pasti pada akhirnya akan ketemu juga. Tapi tetep harus ada usaha juga dari dalam diri kitanya juga.
The best novel that I've ever read. Meskipun gue ngga biasa baca novel (dan emang kurang suka novel) hehe. Tapi, menurut gue ini bukan novel biasa. Kalau value-nya sebagus ini sih, gue jadi ketagihan bacanya hehe. Kisah remajanya dapet, value-nya syari'atnya jauh lebih dapet.
Ini pertama kalinya saya membaca novel dengan kategori islami seperti ini. Novel ini memiliki banyak nilai agama dan juga nilai hidup. Saya cukup merasa malu dan tersindir dengan sosok athar dan tokoh lainnya, karena saya ini termasuk orang yang sangat sulit untuk bersyukur. Setidaknya dari novel ini saya belajar bahwa hidup itu indah bila kita menjalankannya dengan hati yang ikhlas dan selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan.
Saya suka dengan cara kang abay mendeskripsikan sesuatu didalam novel ini. Setidaknya saya cukup menikmatinya. Tapi bab awal alurnya terlalu cepat menurut saya, ditambah novel ini menggunakan sudut pandang athar saya. Saya tidak bisa menebak perasaan tokoh lainnya yang cukup berperan penting dalam cerita ini. Novel ini juga tidak memiliki catatan kaki, banyak kosa-kata yang tidak saya ketahui artinya apa, salah satunya kata kisanak.
di dalam novel ini banyak tokoh yang menginspirasi, dan dari sekian banyak tokoh, saya memilih mamat sebagai tokoh terfavorit. Karena mamat ini bisa memberikan dampak positif untuk athar. Athar ini berubah, salah satunya karena motivasi dan petuah yang mamat berikan. Mamat suka menolong, kang zein salah satu orang yang dia tolong ketika dipesantren. Bahkan athar diberi ongkos oleh mamat sebesar Seratus ribu ketika hendak merantau ke bandung.
Oh iya, disini juga terdapat informasi tentang istana kepresidenan lho. Informasinya cukup lengkap dan menarik minat saya untuk pergi kesana.
Overall, novel ini cocok untuk pedoman hidup karena memiliki banyak nilai positif, dan saya sangat merekomendasikan novel ini untuk dibaca.
“mencintai adalah belajar mengikhlaskan, bukan belajar memiliki, karena semua yang kita cintai, sejatinya adalah milik Allah. Dan, akan disatukan, lalu dipisahkan atas izin dan rida-Nya.” (Halaman 151)