kelemahan: 1. alurnya bener-bener kayak sinetron. saya nggak tau ini kelebihan atau kekurangan. alur ceritanya benar-benar ketebak.
2. karakter tokoh yang nggak jelas. di sinopsis, Laura itu hyper aktif. tapi kok nyatanya didalam cerita malah ceweknya terkesan pendiam, kalem, lemah. wataknya juga sering berubah-ubah. Nathan pun demikian. karakternya nggak muncul.
3. ceritanya terlalu berlebihan. bukan apa-apa sih, tapi ada adegan dimana tokoh antagonis mau celakain Laura biar mampus karena dianggap merebut cintanya. ya, sih, adegan ini BANYAK banget di sinetron Indonesia. tapi tetap aja, terkesan berlebihan buat anak SMA.
4. banyak kesalahan penulisan, ejaan. novel ini seperti di copy-paste tanpa perbaikan. apa editornya nggak teliti ya? jujur saya kecewa sama best media yang biasanya selalu menyuguhkan novel yang menurut saya selalu best seller, kenapa tidak memfilter dulu novelnya untuk diterbitkan.
5. disana ada Laura, pasti ada Nathan. disitu ada Nathan, pasti ada Laura. saya jengah sendiri membacanya karena dimana pun mereka, selalu ketemu.
6. saya nggak bisa menyimpulkan konflik ceritanya. mungkin saya memang rada oot kali, ya. tapi saya benar-benar bingung konfliknya apa.
7. ceritanya ala-ala remaja baru pubertas. mainstream.
oke, sekian. maaf kalau review saya menyinggung beberapa orang. tapi memang inilah adanya yang bisa saya tulis.
Buku ini rasanya sangat susah untuk diselesaikan,setiap kali membacanya pasti ada saja pikiran yang muncul,seperti: 1)Tokohnya membosankan,dangkal,dan tidak punya karakter 2)Karakter Laura yang digambarkan sebagai sosok yang tidak bisa diam seperti di sinopsis,benar-benar tidak dapat karakternya. 3)Penulisannya berantakan 4)sepertinya benar-benar di copas dari wattpad karna banyak sekali kesalahan penulisan. 5)Alur cerita yang tidak jelas. 6)Sosok Bila sebagai antagonis yang sangat dangkal. Bila disini diceritakan sempat berkali-kali menyakiti Laura hingga masuk rumah sakit, hanya dengan motif "balas dendam karena Laura yang telah mencuri pacarnya" 7)Setting waktunya adalah kelulusan SMA tapi semua pembicaraan mengungkit tentang Nathan yang mau menikahi Laura setelah lulus. Dan ini bukan hanya Laura Nathan saja adik mereka yang masih kelas 11 juga tampaknya telah berencana menikah. 8)Terlalu banyak penggunaan kata ya di setiap awal kalimat. 9)Sebenarnya banyak sekali hal yang ingin saya sampaikan kenapa buku ini cuma 1 bintang...sebenarnya saya ingin memberi hanya 0 bintang. ENDINGNYA..... bab ke-2 terakhir ceritanya Laura mati lalu bab selanjutnya ternyata Laura sadar.
Menurut saya buku ini tidak worth it. Tapi ketika saya membaca profil penulis saya sadar tentang mengapa sungguh banyak kesalahan dalam penulisan dan alur cerita, penulisnya adalah anak 11 tahun jadi saya agak memakluminya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
jujur disini diceritakan bahwa laura itu anak yang hyperactive tapi malah dia cenderung kayak anak yang lebih suka menyendiri, terus cepet banget buat nathan suka sama laura. dan banyak juga tokoh yang ga begitu penting penting amat. plus nya bookmark nya bagus