"Dengan menggunakan pendekatan kohort, saya mencoba menelusur akar di balik geliat pasar muslim di Indonesia. Hasil telusuran itu mengerucut pada sebuah generasi yang saya beri nama Generation Muslim atau #GenM. Generasi ini lahir antara tahun 1989/1990 hingga sekitar tahun 2010. Peristiwa-peristiwa sosial-politik di akhir-akhir kekuasaan Orde Baru, globalisasi gaya hidup, inovasi teknologi digital, kemajuan ekonomi yang pesat yang kemudian diikuti krisis yang dalam, juga ancaman terorisme global, pekat mewarnai generasi tersebut."
"Saya mengambil penghujung dekade 1980-an sebagai awal kemunculan generasi muslim ini, saat itulah ekspresi kehidupan keislaman di Indonesia mendapatkan angin segar, siring semakin kondisifnya pemerintahan Orde Baru terhadap kaum muslim. Pada kurun-kururn waktu sebelumnya ekspresi keagamaan, kesukuan, dan ras cenderung ditekan dengan pendekatan keamanan untuk menghindari perpecahan dan menjamin keutuhan bangsa."
Yang saya ambil dari buku ini adalah metode studi kohortnya, hehe.
Bagus nih. Saya jadi punya kemungkinan untuk nulis buku seperti ini juga (Tahu doang caranya, tapi tetep aja susah ngebangun komitmen ngerjain bukunya wkwkw)
Studi kohort adalah metode penelitian budaya yang fokus mengidentifikasi satu kelompok dalam rentang waktu tertentu. Cara kerja metode ini; Kita observasi faktor-faktor pembentuk kelompok yang kita teliti, kemudian kita bisa menyimpulkan kemungkinan karakteristik kelompok itu di masa depan.
Buku Gen M (melalui metode kohort) menjelaskan tumbuhnya kelompok segmentasi baru di pasar, yaitu muslim kelas menengah yang memiliki jumlah yang besar dan ciri khas yang unik. Nah, dengan baca buku ini, orang marketing bisa membuat strategi yang sesuai dengan segmen muslim kelas menengah.
Segmen muslim kelas menengah atau Gen M ini punya karakteristik seperti - Mencari produk-produk yang halal - Menjauhi produk riba - Menyukai konten-konten islami - Gemar berkomunitas - Suka memberi dan berdonasi
Ya sebenarnya kalau kamu muslim dan hidup di lingkungan muslim, kamu tinggal pake common sense aja untuk nebak karakteristik orang muslim lainnya. Ga akan jauh beda dengan keadaan diri dan pengalaman kita
Bisa dibilang, buku ini adalah 'lanjutan' dari buku Yuswohady sebelumnya (Marketing to Middle Class Muslim). Di sini Yuswohady mengulas lebih jauh tentang perilaku kaum universalis, atau yang disebut sebagai Gen M olehnya.
Gen M adalah mereka yang berpengatuhan luas, berwawasan global, melek teknologi, dan secara teguh menjalankan nilai-nilai Islam pada kesehariannya. Setiap keputusan yang mereka ambil, dikaitkan dengan nilai-nilai islam, karena mereka memahami dan menerapkan Islam secara substantif, nggak cuma normatif.
Buku ini berisi insight seputar perilaku Gen M dan strategi yang harus dilakukan oleh brand jika ingin merebut hati mereka. Contoh yang disajikan pun beragam, mulai dari industri fashion, kosmetik, f&b, keuangan, hingga dakwah.
Setelah selesai membaca Generation M karya Shelina Janmohamed, tersisa rasa penasaran tentang bagaimana sudut pandang Generasi M dari Indonesia. Dan ini dia bukunya. Sang penulis, Yuswohady, sebelumnya telah menulis Marketing to the Middle Class Muslim, tapi tampaknya buku Gen M ini lebih update kontennya. Segala seluk beluk tren pasar Muslim yang kini sudah ada di depan mata, tampaknya akan terus berlanjut beberapa tahun ke depan.
Pendek kata, ide dari buku ini sangat bagus menurut saya, sayang terlalu banyak pengulangan sehingga jadi sedikit membosankan.