From the sublime ruins of Angkor Wat to the bustle of burgeoning cities like Singapore, this anthology of travel writings evokes the many amazing architectural styles of South-East Asia.
kita tahu tentang diri sendiri [dengan lebih baik?] juga melalui pandangan orang tentang kita. demikianlah, tulisan dari antropolog roxana waterson ini [sebagaimana sudah dikenal luas berkat bukunya terdahulu "the living house"], memberikan kepada kita kumpulan tulisan lepas [ada 42 buah] dari para pelancong di sekitar peralihan abad XIX-XX, tentang arsitektur di asia tenggara. tulisan yang dibuat dengan berjarak ini -tentu saja, kare lagi jamannya- diwarnai oleh eksotisme mengenai dunia timur. saya pikir berguna untuk para pengamat sejarah arsitektur nusantara dan asia tenggara, tentang bagaimana obyek "yang jauh" [baik waktu mau pun tempat] itu dikonstruksikan dalam teks-teks narasi sejarah. ada beragam kepentingan yang menyelinap di balik teks-teks resmi politik dan akademik.