Stefani menatap lelaki berjas hitam di depannya. Lelaki itu.... pembunuh bayaran! Dia menodongkan pistol ke arahnya. Persis seperti peristiwa dua bulan silam, saat Stef melihat lelaki itu menodongkan pistol kepada orang lain. Tetapi sekarang, dialah yang menjadi sasaran si pembunuh. Hari yang sama, pagi yang sama, pistol yang sama!
"Sayang sekali, Gadis Kecil. Sebenarnya, aku tak tega membunuhmu. Kau cantik dan muda. Tetapi, aku harus membunuhmu demi kehidupanku sendiri!" seringainya.
Cukup sekali menarik pelatuk, pembunuh itu tak pernah luput menembak tepat di jantung. Stef yang berdiri dua meter di depannya memejamkan mata.
Gadis cantik itu terpejam dengan senyum menghias bibirnya. Mungkin aku memang harus pergi....