What do you think?


Haji Misbach Sang Propagandis: Aksi Propaganda di Surat Kabar Medan Moeslimin dan Islam Bergerak
Buku ini adalah himpunan karya-karya tulis HM Misbach, seorang tokoh pergerakan anti-kolonialisme yang aktif di dunia pers dan perjuangan Bumiputra. Ia merupakan sosok yang unik dalam sejarah Indonesia. Ia mampu meleburkan etos Islam, komunisme, dan nasionalisme dalam satu tarikan nafas. Tapi, karena itu pula ia seperti dalam posisi yang tak mudah didefinisikan secara bulat dalam peta pergerakan nasional: kelompok gerakan Islam "mengasingkannya" karena ia kon=munis, sedangkan kelompok nasionalis "kebingungan" atas cara berpikir dan gaya bertuturnya yang banyak memasukkan anasir-anasir keislaman dan Marxisme.
Tulisan-tulisan orisinal di dalam buku ini dapat membuat kita lebih mengenal dan memahami sosok, pemikiran, propaganda, serta gerakan Misbach. Karya-karya tulisnya yangterserak di surat kabar Medan Moeslimin dan Islam Bergerak merupakan arsip penting mengenai perjalanan sebuah gerakan rakyat demi kemerdekaan. Bahkan, lebih dari sekadar kumpulan dokumen tua milik Misbach, buku ini menjadi potret perjuangan bangsa Indonesia dalam menghancurkan belenggu kolonialisme.
Tulisan-tulisan orisinal di dalam buku ini dapat membuat kita lebih mengenal dan memahami sosok, pemikiran, propaganda, serta gerakan Misbach. Karya-karya tulisnya yangterserak di surat kabar Medan Moeslimin dan Islam Bergerak merupakan arsip penting mengenai perjalanan sebuah gerakan rakyat demi kemerdekaan. Bahkan, lebih dari sekadar kumpulan dokumen tua milik Misbach, buku ini menjadi potret perjuangan bangsa Indonesia dalam menghancurkan belenggu kolonialisme.
188 pages, Paperback
First published May 1, 2016
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
September 6, 2018
Juga antara buku terbaik pernah dibaca. Buku pertama yang menghimpunkan (HANYA) tulisan Misbach semata-mata. Kerana tokoh Islam revolusioner ini tidaklah menuliskan bukunya sendiri secara utuh sepertimana yang dibuat oleh saingannya, HOS Tjokroaminoto. Walaupun begitu, esei-esei yang ditulisnya tetap menggambarkan keaslian fikirannya pada waktu itu, apatah lagi ketika kuat menggasak pemerintah kolonialis Belanda.
Menarik di dalam buku ini, kita boleh menjumpai idea pluralisme proto yang cuba dikembangkan Misbach, juga tentang 'historical-materialisme' + idealisme idea kreatif dari Misbach yang cuba mensikretiskan antara materialisme Marxist dan idealisme Islam. Kita akan dapati idea kreatifnya lebih awal dan berani sebelum idea Ali Syari'ati tentang Habil-Qabil yang ditafsirnya secara metafora. Ternyata Misbach, Haji dari kauman, Surakarta ini sangat kaya dengan bahasa idealisme-simbolisme-agama.
Menarik di dalam buku ini, kita boleh menjumpai idea pluralisme proto yang cuba dikembangkan Misbach, juga tentang 'historical-materialisme' + idealisme idea kreatif dari Misbach yang cuba mensikretiskan antara materialisme Marxist dan idealisme Islam. Kita akan dapati idea kreatifnya lebih awal dan berani sebelum idea Ali Syari'ati tentang Habil-Qabil yang ditafsirnya secara metafora. Ternyata Misbach, Haji dari kauman, Surakarta ini sangat kaya dengan bahasa idealisme-simbolisme-agama.
November 2, 2021
Membaca tulisan-tulisan H. Misbach dari surat kabar memang sangat menantang, apalagi masih menggunakan ejaan lama dan tidak diubah sedikitpun oleh editornya (di pengantarnya sih gitu) sehingga sedikit banyak sulit untuk mengetahui arah dan maksud dari tulisan beliau.
Namun terlihat jelas sekali dari tulisan beliau jikalau beliau benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat dengan menyampaikan gagasan-gagasan penting mengenai islam dan komunisme. Walaupun menurut saya pribadi H. Misbach seolah-olah mencari "pembenaran" tentang komunisme di dalam islam melalui ayat-ayat Qur'an.
Terlepas dari hal itu saya rasa beliau adalah salah satu tokoh pergerakan yang berani dalam menentang penindasan rakyat jelata oleh sistem kapitalisme yang didominasi para priyayi yang mengaku islam(beriman), melalui tulisan yang menyindir atau bahkan mengata-ngatai dan ditujukan langsung pada Tjokro dan Muhammadiyah atas sikap lembek mereka yang sudah tidak peduli nasib rakyat serta begitu dekat dengan penguasa.
Namun terlihat jelas sekali dari tulisan beliau jikalau beliau benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat dengan menyampaikan gagasan-gagasan penting mengenai islam dan komunisme. Walaupun menurut saya pribadi H. Misbach seolah-olah mencari "pembenaran" tentang komunisme di dalam islam melalui ayat-ayat Qur'an.
Terlepas dari hal itu saya rasa beliau adalah salah satu tokoh pergerakan yang berani dalam menentang penindasan rakyat jelata oleh sistem kapitalisme yang didominasi para priyayi yang mengaku islam(beriman), melalui tulisan yang menyindir atau bahkan mengata-ngatai dan ditujukan langsung pada Tjokro dan Muhammadiyah atas sikap lembek mereka yang sudah tidak peduli nasib rakyat serta begitu dekat dengan penguasa.
October 27, 2018
Membaca beberapa literature gerakan Kiri, Saya mendapat bayangan bahwa seseorang yang mengambil jalur ekstrim adalah selalu untuk antitesa atau perlawanan terhadap golongan mapan yang corrupt. Saya melihat Hal yang sama pada haji Misbach, sebagai seorang petinggi Syarikat Islam, beliau melihat bahwa gerakan Islam mainstream pada Masa itu tidak benar2 berjuang untuk rakyat kecil, berselingkuh dengan pemilik modal Dan penguasa. Oleh karenanya, beliau membawa konsepsi alternatif dari gerakan Islam yang lebih pro rakyat, yaitu digabungkan dengan marxisme. Namun dalam himpunan tulisan2 ini saya tetap melihat adanya pemaksaan integrasi kedua konsepsi tersebut. Beliau lbh banyak menegakkan konsep marxis Dan mencari pembenarannya di dalam ajaran Islam. Bukankah seharusnya integrasi ini harus seimbang?ah sudahlah, mungkin Saya harus lbh banyak membaca.
September 14, 2021
Kumpulan tulisan Haji Misbach yang pernah dimuat di berbagai surat kabar. Keterpaduan materialisme historis marx dan islamisme yang ia yakini sebagai satu tarikan nafas untuk mensejahterakan kaum tertindas. Akan tetapi karena ini kumpulan dari tulisan-tulisan yang pendek, penjelasan dari ide Haji Misbach tentang materialisme historis marx dan islamisme tidak terjelaskan secara komprehensif sehingga pesan-pesan yang disampaikan lebih menitik beratkan pada hal abstrak seperti semangat melawan penindasan tanpa pondasi ide yang jelas.
January 8, 2017
[CRITICAL ANALYSIS]
Soon ...
Soon ...
Displaying 1 - 5 of 5 reviews





