Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tuhan dalam Secangkir Kopi

Rate this book
Cerdas dalam menyampaikan pendapat sama pentingnya dari pesan yang disampaikan. Cara yang keliru bisa saja mengandaskan maksud yang baik. Maka, pendapat yang baik seharusnya dikemas dengan cara yang cerdas dan pilihan kata yang baik agar bisa diterima dan bermanfaat bagi orang lain.

Denny Siregar lewat tulisan-tulisannya mengajarkan bagaimana menyampaikan ide tanpa mendoktrin, menyetujui suatu hal tanpa menjatuhkan hal lain, menolak gagasan tanpa menghina, dan yang terpenting, mengajari tanpa menggurui. Dengan menggunakan bahasa yang usil, kreatif, dan kocak, dia mengajak pembaca untuk merenung.

Dalam buku ini, Bang Denny―begitu dia biasa dipanggil―dengan ditemani secangkir kopi yang menjadi ciri khas setiap tulisannya, mengajak kita merenung tentang Tuhan dan agama. Dia memaparkannya dengan gaya yang nakal dan berbeda namun tetap ringan dan mudah dipahami, membuat pembacanya manggut-manggut bahkan tersenyum sendiri.

216 pages, Paperback

First published May 1, 2016

49 people are currently reading
561 people want to read

About the author

Denny Siregar

2 books13 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
91 (38%)
4 stars
75 (31%)
3 stars
43 (18%)
2 stars
19 (8%)
1 star
8 (3%)
Displaying 1 - 30 of 33 reviews
Profile Image for Meriana.
105 reviews3 followers
March 1, 2017
Tulisannya bang Denny Siregar ini memang menyegarkan. Terlepas dari cangkir agama saya yg berbeda dengan cangkir agama Bang Denny, tulisannya mengenai spiritualitas dan ibadah sangat inspiratif. Mengapa bisa??

Karena bang Denny mengutarakan setiap pendapatnya akan suatu nilai/wejangan spiritual dalam aplikasi-aplikasi kehidupan nyata yg pasti dialamai hampir semua orang. Selain itu pendapatnya juga disampaikan secara objektif. Tulisannya tentang poligami juga nggak sekedar membahas kepatuhan perempuan, tapi juga menyinggung syarat bagi seorang pria agar bisa berpoligami dan tanggung jawabnya setelah itu--bukan seenak udel tambah istri bagai barang--yg sudah pasti tidak mudah (atau malah justru reflektif menyarankan untuk tidak melakukannya dari pada dosa).

Pengin kasik bintang 4. Tapi saya masih merasa kalo tulisannya masih kurang mendalam dan baru sekedar menyentil telinga para pembacanya. Semoga makin hari, tulisan bang Denny bisa makin clear. Nggak cuman nyentil, bila perlu tohoklah sekalian mata para pembacamu ini ^ω^)
Profile Image for Reni Hidayati.
10 reviews
October 5, 2016
Buku ini seperti "gado-gado" menurutku,lengkap!! Di dalamnya terdapat banyak ilmu seperti Tasawuf,Filsafat Islam,Tauhid,Aqidah Akhlak.Di sajikan dengan bahasa yang ringan,renyah,menggelitik akal dan nurani sehingga orang awam pun pasti bisa langsung mencerna sajian lezat karya Bang Denny ini.Buku ini sangat recomended bagi mereka yang membutuhkan asupan energi lebih untuk keimanan dan ketaqwa'an mereka
Profile Image for Citra Rizcha Maya.
Author 5 books23 followers
October 25, 2016
Ini hari ke sepuluh saya berhenti ngopi dan tiba-tiba kembali ingin ngopi tapi ngopinya bareng bang Denny. Saya suka sudut pandangnya, saya suka pembahasannya yang ringan tapi maknanya sangat dalam. Buku ini mencerahkan.
Profile Image for Monica Utama.
18 reviews
July 26, 2016
This book is pretty great other than some of his points being repetitive. Selesai baca buku ini aku yang kayak okay mesti reflect aku mw apa sih dari sebuah kehidupan, mw ngejalani hidup aku lebih baik lebih bermakna. Hahah! My favorite part would be "mendadak jadi Tuhan" ini bener banget, manusia termasuk aku sendiri , kita semua selalu sok jadi Tuhan yang kebiasaan nge-judge orang lain, berasumsi sendiri tanpa bukti yang concrete! Bukunya gampang di digest deh!
Profile Image for Desi A.
359 reviews18 followers
May 15, 2017
5 stars gak cukup untuk ngungkapin gimana bersyukurnya saya ketemu sama buku ini Bang Denny :)
belakangan ini saya merasa seperti katak dalam toples yang otaknya sempit dan karena buku ini tiba-tiba toplesnya pecah, pyarrr!!! saya tercerahkan. Thank you very much Bang.
Profile Image for Nadira Aliya.
80 reviews5 followers
April 10, 2017
Lewat tulisan-tulisannya, Bang Denny mengajak kita untuk kembali memasuki dunia spiritual dengan sudut pandang baru yang sederhana. Ditemani dengan secangkir kopi, pembaca diajak untuk merenung ulang sisi-sisi kehidupan spiritual yang seringkali terabaikan.

Gimana kalau ternyata yang orang lakukan selama ini salah : berusaha sekeras mungkin kemudian baru berdoa setelahnya.

Gimana kalau kita berdoa lebih dulu, baru kemudian berusaha? Apa bakal ada bedanya? Habis berdoa untuk kelapangan rezeki kok malah tambah susah, Tuhan dimana?

Gimana kalau saat ada teman yang mendapat ujian datang ke kita untuk minta bantuan, ternyata adalah ujian pula untuk kita?

Gimana kalau ternyata selama ini kita salah menganggap ujian adalah sesuatu yang memberatkan manusia, padahal ujian adalah sebuah hal yang fantastis?

Gimana bisa ada manusia yang pengen jadi Tuhan?

Pengen mengutip kalimat-kalimat bagus yang sekaligus menohok hati dari buku ini, tapi kok rasanya banyak banget, jadi kayaknya lebih baik baca sebuku biar lengkap. Tapi boleh deh mengutip satu bagian:

"Tuhan, kenapa aku tidak bahagia?"
"Karena kamu mengukur bahagia menurut ukuranmu dan ukuran orang lain. Kamu tidak pernah mengukur bahagia menurut ukuran-Ku. Karena itulah, sedikit pun kamu tidak pernah berterima kasih kepada-Ku. Kamu menciptakan neraka dalam akalmu sendiri, sedang Aku memberikan surga. Teruslah mengeluh dan peliharalah neraka dalam akalmu sepuasmu."
Profile Image for aimi.
103 reviews5 followers
February 6, 2019
Kisah tentang kehidupan yang membawa mesej dekat Tuhan, itulah yang diceritakan di dalam buku ini.
Cerita dalam buku ini bersifat universal.
Dari persoalan-persoalan dasar tentang keimanan, pendapat poligami dari sudut pandang penulis sehinggalah memasuki hal ehwal semasa. Kisah Ahok, bekas gabenor Indonesia misalnya diolah dari sudut pandang penulis.

Dalam banyak-banyak kisah, saya paling tertarik dengan kisah Refleksi 2014.

*Refleksi 2014.*
Apabila seorang penggemar kopi bertemu anak kecil penjual koran, dia bertanya tentang sekolah & ibadah.
Anak cerdas, jawpannya juga cerdas.
" Tiap hari saya ngaji, Bang. Saya enggak mau nyuri meski saya butuh uang. Saya enggak mau berbohong, meski perut saya melilit"
Persoalan demi persoalan diberi jawapan bijak sehingga pemimun kopi membuat kesimpulan, "Tuhan, engkau memang Maha, ketika mengajar manusia dengan cara sangat misterius"
---
Secara keseluruhannya, saya suka buku sebegini. Santai namun inti patinya padat.
Cuma mungkin tajuknya tentang kopi, saya mengandaikan bahawa penulis akan berbicara tentang jenis-jenis kopi & ibrahnya dalam kehidupan. Walaubagaimanapun, perumpamaan pembuatan kopi secara berperingkat dengan kehidupan adalah satu usaha yang baik juga:)

*Buku dibaca melalui apps iPusnas
Profile Image for Inra.
35 reviews
July 10, 2016
Buku ini berisi pemikiran-pemikiran Denny Siregar mengenai hidup dan kehidupan serta hubungannya dengan Tuhan. Denny sendiri seorang Syiah (and I have no problem with that). Dibawakan dengan gaya yang ringan dan segar. Buku ini merupakan buku teringkas dan tercepat yang pernah kubaca (karena bacanya ngga perlu sambil mikir). Topik yang paling eye-catching tentu saja tentang 'poligami', namun topik yang paling kusuka adalah tentang 'LGBT' (sayangnya topik ini hanya dituturkan dalam satu halaman saja). Ini quote Denny tentang 'LGBT':

"Disinilah kita harus mampu memisahkan KEBENARAN dan PEMBENARAN, karena KEBENARAN milik Tuhan dan PEMBENARAN adalah baju ALASAN manusia untuk memuaskan hawa nafsunya."

Way to go, Denny!
Profile Image for Esti Ipaenim.
46 reviews2 followers
December 26, 2018
Luar Biasa, ketika orang-orang berjubah sedang sibuk membicarakan Tuhan lewat ayat-ayat-Nya yang mereka jual dan lewat kalimat-kalimat dzikir agung yang mereka kerdilkan nilainya. Bang Denny justru memilih membicarakan tentang Tuhan hanya dengan secangkir kopi, dan maknanya justru tertancap dalam.
Tulisan-tulisan ini bila tidak menjadi pencerahan, maka sedikitnya akan menjadi sindiran tajam terhadap geliat permasalahan di tanah air.
Sulit untuk tidak memberi rating bagus, kecuali kalau anda termasuk golongan yang tersindir :D

My full review on http://estisisme.wordpress.com
18 reviews11 followers
May 14, 2025
Cerdas!

Denny Siregar berhasil mengolah pemahamannya akan Ketuhanan bukan menggunakan teori, melainkan berdasar pengalaman yang ia hadapi sambil minum kopi. Menurutnya, meresapi Tuhan itu sama seperti minum kopi: hanya yang menikmati yang tahu rasanya dengan penuh, tidak sekadar minum lalu tuntas.

Membaca buku ini membuat saya merasa diingatkan berkali-kali, juga mempelajari nikmat Tuhan dengan cara yang sederhana. Menyenangkan :)
Profile Image for Tenink EndangMart.
67 reviews7 followers
March 11, 2017
Ah reading this book as if as i have to face myself look inside and ask my own self "have you really life in the right path, understanding and implementing the real Islam in your life?"

My friends, if read this book please set your mind in a very humble and open state.
1 review
January 4, 2018
Bebebrapa bahasannya berat namun disampaikann dengan cara yang ringan sekali. Dikemas dalam obrolan sehari-hari yang cukupp mudah dipahami.
Penyampaian yang sederhana dan dapat diterima meskipun hal-hal yang dibahas ada yang bersifat sensitif.
Good friend for a cup of coffee.
Profile Image for Karna Bimantara.
22 reviews3 followers
May 17, 2017
Buku ini adalah kumpulan tulisan Denny Siregar yang aktif dia tuliskan di blognya.

Menarik, bernas dengan sudut pandang radikal yang tidak biasa.

Layak dibaca..
Profile Image for Puspa.
168 reviews2 followers
August 10, 2020

Buah pikiran Denny Siregar kerap dianggap kontroversial bagi sebagian pihak. Ia berani mengritisi kondisi umat Islam saat ini. Opini-opininya terangkum dalam buku bertajuk "Tuhan dalam Secangkir Kopi". Apa saja pandangan kritis Denny dalam buku ini?

Sudah lama aku ingin membaca buku ini. Denny dikenal berani dalam menuangkan pikirannya dalam media sosial. Ia sepertinya tak peduli ada banyak pihak yang tak setuju dengannya.

Aku kemudian larut membaca buku ini Bukunya tak seperti yang kubanyakan. Ternyata buku ini berupa kumpulan kolom yang singkat dan ringan. Perkolom hanya berkisar 1-3 halaman. Alhasil buku ini bisa dijadikan kawan saat sedang menunggu ataupun saat sedang menjadi penumpang di kendaraan.

Ada beberapa hal yang dikritisi. Umumnya hal tersebut yaitu masalah keimanan, toleransi, sedekah, poligami, korban, Islam Nusantara, Ahok dan isu LGBT. Masalah keimanan yang paling banyak dibahas.

Aku akan menyarikan sedikit pemikirannya.

Dalam awal buku ada paragraf yang menohok "Orang-orang yang mengerti agamanya dengan baik akan sulit membenci orang lain. Karena ia paham kebencian itu adalah api dan bisa membakar jiwanya. Jika jiwanya terbakar, bagaimana ia bisa mendekati Tuhannya?"

Menurut Denny, beragama itu mudah. Yang sulit malah menjadi manusia.

Dalam kolomnya yang lain ia membahas tentang sedekah dan kurban. Ia kurang setuju akan pendapat untuk bersedekah agar menghasilkan sesuatu yang lebih besar. Baginya itu seperti pedagang, membeli barang murah untuk kemudian dijual lagi. Padahal urusan mengharap pahala adalah urusan Tuhan. Lebih baik lagi apabila bersedekah itu hanya menyertakan niat ikhlas tanpa niat yang lain. Sama halnya dengan bersedekah, sebelum berkurban, alangkah lebih baik jika menolong orang di sekitar yang memerlukan. Jika ada tetangga atau saudara yang kesusahan, lebih baik menolong mereka terlebih dahulu, baru kemudian berniat untuk berkurban.

Topik lain yang menarik tentang Islam nusantara. Ada dua kolom khusus untuk topik ini. Bagi Denny, Islam nusantara bak antitesis dari Islam di Timur Tengah. Islam disampaikan dengan tutur bahasa yang lembut dan mencerdaskan. Banyak ulama Indonesia yang cerdas dan bijaksana. Mereka menyebarkan Islam dengan gaya masing-masing, yang ala filsuf, gaya masyarakat tradisional, ataupun dengan gaya bercerita dan sebagainya. Islam menjadi begitu menyejukkan. Inilah yang membuat Islam di Timur Tengah iri karena ketika negara mereka dilanda perang tanpa berkesudahan bak neraka, mereka melihat nusantara bak surga.

Tak semua gagasannya aku setuju. Aku kurang menyukai pendapatnya akan poligami yang masih seperti pria lainnya, terlalu patrilianisme dan tidak memandang dari sisi perempuan.

Belum banyak pihak yang berani mengemukakan gagasannya akan isu yang ada di masyarakat tentang agama. Denny Siregar termasuk mereka yang tak ingin hanya ikut arus dan memberikan pendapatnya dengan pengetahuan agama yang dimilikinya.

Ulasan juga tayang di: http://www.keblingerbuku.com/2019/02/...
Profile Image for Ica Agustin.
96 reviews
January 11, 2022
"Doa dulu baru usaha."
Maksudnya, ketika manusia berusaha dulu baru berdoa, nantinya yang berdoa adalah akal, bukan tubuh. Sementara akal adalah bagian dari tubuh.
Doa dulu baru usaha akan melatih akal untuk bertakwa kepada YME. Ketika akal udah bertakwa, YME akan memberi nikmat berupa hidayah.

Terlepas dari kontroversinya, buku Denny Siregar ini aku akui luamayan brilian. Pemikiran Denny Siregar bisa masuk logikaku.

Ada beberapa kutipan lagi yang menurutku 'nampar' banget;

"Salah satu bukti bahwa kita sering menzalimi diri sendiri. Kita sadar, ketika kita shalat tepat waktu, pikiran kita akan terbebas dari beban kewajiban sampai datangnya waktu shalat berikutnya. Tapi, kita sering memenjarakan pikiran kita sendiri dengan menunda-nundanya."

"Terkadang solusi dari semua kerumitan masalah yang kita hadapi bentuknya sederhana dan sering kita ucapkan sehari-hari. Hanya untuk meyakinkannya saja yang sulit."
Profile Image for Oni 媛馨.
190 reviews24 followers
January 22, 2022
Pas baca ini,ekspetasinya besar,soalnya aku suka baca juga status bang denny di fb,tapi di buku ini kok ngerasa aja beliau kurang pas ngomongin agama ya,kayaknya yang dibahas itu pengetahuan umum aja,kalau ada masalah berdoa sama Tuhan,ya semacam itulah
Profile Image for Wulan.
36 reviews
February 22, 2022
A light yet meaningful. I don't usually like religion books because the 'language' seems so heavy but its not. It is a light reading to read when you wait for your bus or your KRL or MRT or subway or anything or maybe after you wake up in the morning.
Profile Image for krsnyg.
3 reviews
February 5, 2024
buku pertama yg gw baca sampe abis kayanya, (baca sekali duduk di perpus pas smk) isinya ringan dan pembahasan tentang tuhan, agama, dan keimanan yg lebih fleksibel di sini berhasil memberi pandangan baru buat perjalanan spiritualitas gw yg dulu masih hilang arah hihi
2 reviews
September 20, 2020
isinya terlalu muter-muter dan logikanya ngawur (not recommended)
Profile Image for Self..
52 reviews5 followers
January 3, 2021
Buku ini adalah kali pertama karya denny siregar yang aku baca. Lewat buku ini kita diajak untuk memasuki dunia spiritual dengan sudut pandang yang sederhana ditemani secangkir kopi, kita diajak untuk merenungi kembali sisi-sisi kehidupan spiritual yang sering kali terabaikan.
.
Buku ini disajikan dengan bahasa yang ringan sehingga orang awam pun pasti bisa langsung mencernanya. Terdiri dari banyak part dengan masing-masing kurang lebih 3 halaman tiap part. Part favorit aku itu, "mendadak jadi Tuhan" ini bener banget, manusia termasuk aku sendiri , kita semua selalu sok jadi Tuhan yang kebiasaan nge-judge orang lain, berasumsi sendiri tanpa bukti yang concrete!
.
"Tuhan, kenapa aku tidak bahagia?"
"Karena kamu mengukur bahagia menurut ukuranmu dan ukuran orang lain. Kamu tidak pernah mengukur bahagia menurut ukuran-Ku. Karena itulah, sedikit pun kamu tidak pernah berterima kasih kepada-Ku. Kamu menciptakan neraka dalam akalmu sendiri, sedang Aku memberikan surga. Teruslah mengeluh dan peliharalah neraka dalam akalmu sepuasmu."
.
Di buku ini kalian akan menemukan kutipan kalimat-kalimat bagus yang sekaligus menohok hati, bikin jleb sekaligus mencerahkan. Salah satunya kutipan yang di atas
.
Recommended buat mereka yang membutuhkan asupan energi keimanan dan ketaqwaan
16 reviews1 follower
December 17, 2022
buku yang ringan dan sarat makna. buku ini cocok dibaca para pemuda pemudi. ada salah satu highlight saya di buku ini, saya lupa tepatnya di halaman berapa, tapi bunyinya kira-kira begini, "kita mengeluh karena doa tidak dikabulkan, padahal Allah mengabulkannya pada sisi yang kita sama sekali tidak berpikir bahwa itu adalah doa yang terkabul. Kita mengeluh karena tidak kaya-kaya, padahal kalau kita kaya bisa jadi berubah menjadi orang brengsek."
Profile Image for aRee.
91 reviews4 followers
September 22, 2016
Buku ini memang bukan cerita, tapi buah pikiran seorang Denny yang biasanya menulis singkat pada status-statusnya.
Seperti wajarnya ide, pendapat; tentu tidak semua saya setuju.
Tapi all in all, saya suka Denny mengajarkan bahwa berbeda pendapat itu wajar dan harus. Cantiknya perbedaan adalah sewaktu orang-orang yang bersangkutan mampu menghadapi dengan bijak.
1 review3 followers
February 7, 2017
Bacaan ringan bagi yang ingin mempelajari filsafat hidup. Banyak bagian yang membuat saya menyadari hal-hal sederhana namun terlupakan. Beberapa tulisan memiliki judul yang sama dan konten yang berulang. Untuk judul seharusnya diberikan judul-judul yang berbeda, sedangkan untuk konten menurut saya pribadi itu tidak masalah karena itu membuktikan kalau topik yang dibahas sangat penting.
Displaying 1 - 30 of 33 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.