Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Fabulous Udin

Rate this book
Aku melirik wajahnya saat dia menatap gadis itu memasuki kelas. Hatiku menangkap sesuatu. Orang yang istimewa tentu saja akan mendapatkan seseorang yang istimewa pula. Aku sangat sadar itu. Ya, UDIN istimewa. Dia memang genius. Tak pernah kutemui anak lain yang lebih brilian daripadanya. Selalu mampu mengendalikan masalah segenting apa pun dengan cara tak terduga. Aku serius! UDIN benar-benar beda. Dan, ehm kuakui dia juga nggak jelek. Lebih tepatnya, oke, dia ganteng! Mungkin aku harus memantaskan diri dulu sebelum bermimpi bisa memilikinya. Karena aku punya feeling SURI juga bukan gadis biasa.
INONG

Dia orang pertama yang berani mengataiku sedemikian kejamnya. Namun, ucapannya menamparku, puisinya meruntuhkan jantungku, membuatku merenung. Ternyata, begini rasanya diperlakukan sebagai gadis biasa. Bukan istimewa, bukan gadis penyakitan, dan bukan calon mayat. Tingkah lakunya begitu mengesankan dan selalu penuh kejutan. Mungkinkah aku harus bertahan demi melihat senyumnya lebih lama?
SURI

392 pages, Paperback

First published February 1, 2013

61 people are currently reading
564 people want to read

About the author

Rons Imawan

4 books23 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
154 (48%)
4 stars
94 (29%)
3 stars
45 (14%)
2 stars
16 (5%)
1 star
8 (2%)
Displaying 1 - 30 of 46 reviews
Profile Image for Firdharaflianti.
2 reviews1 follower
May 28, 2013
aduh, gimana ya gue harus mulai...

TFU ini tadinya papa gue yang beli. dia follow si Onyol di twitter dan beli kedua bukunya. dia orang pertama dirumah gue yang baca TFU dan rekomendasiin buku ini buat gue. yaudah akhirnya gue baca deh nih buku pas ada waktu luang. pertama gue baca, ga terlalu menarik, boring, dan yah, gatau ya, gue kurang sreg ajah. akhirnya gue tinggal nih buku..

pas kebetulan gue lagi pergi bareng temen2 gue, gue bawa nih novel buat ngilangin rasa bosen pas dipesawat, gue mulai baca, baca, dan bacaaa yang gue gak sadarin gue ketagihan sama nih buku! :)

gue baca sampe abis , and I...was so impressed. gue gak nyangka banget ada novel sebagus ini... sumpah! gue suka cara si Onyol menokohkan Udin yang...yah, nearly perfect... tapi GAK perfect. jaraaang sekali gue temuin novel yang menggambarkan tokoh utama sebagai seseorang yang imperfect.

Udin memang fabulous, tapi dia punya seriiibu kelemahan yang bikin kita, girls, geregetan karna betapaaa dia gak peka. yah, udin yang nekat dan nyebelin, yang polos, yang serta merta suka emosi dan demen banget overthinking.

gue suka ketawanya, dialog si Onyol dan Udin, roman2 picisannya, dan yang paliiing gue loooove it banget adalah... ENDINGNYA! it wasn't a totally happy ending, tapi memang itu adalah —yang seharusnya menjadi— happy ending. duh, bingung jelasinnya. pokoknya, endingnya memang sebenernya harus begini.

gaperlu ada keajaiban atas kesembuhan Suri, gaperlu ada sepuluh tahun kemudian ada cerita Suri-Udin&Inong-pangeran move on nya, gaperlu ada kejadian Inong tibatiba kecelakaan dan mendonorkan sesuatu buat Suri, dan yang terpenting gaperlu ada sesuatu yang dialihkan dari yang seharusnya...

si Onyol bener2 membuat fiksi yang REAL, yang benar2 nyata. yang benar adanya bahwa pemeran pembantu tidak seharusnya sakit hati melulu sampai end of story, bahwa pemeran utama yang penyakitan tidak harus selamanya tetap hidup sehingga the story will get a happy ending...

ah, gue cinta banget deh sama nih buku! ditunggu buku ketinganya yah, Nyol!! :D
Profile Image for Nada Celesta.
13 reviews
September 30, 2014
Sebagai follower @WOWKonyol di twitter, saya tentu penasaran seperti apa isi buku ini. Setelah membaca beberapa review dari followers @WOWKonyol yang lain, saya jadi tertarik karena sepertinya ceritanya menginspirasi dan mengharukan.

Begitu saya membaca sinopsis di belakang buku, saya langsung yakin untuk membelinya.

Ternyata saya tidak rugi sama sekali! Cerita yang disajikan begitu indah dan menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Biasanya kisah tentang perempuan penyakitan yang mendapatkan cinta pertama begitu klise, namun Rons Imawan benar-benar membuat jalan cerita yang begitu indah dan membuat saya penasaran, halaman demi halaman.

Dan tentu saja, saya juga sangat mengagumi karakter Udin di buku ini. Tidak salah kalau buku ini diberi judul "The Fabulous Udin : Semua Seakan Mudah Saat Ia Ada". Karena memang hal tersebut dibuktikan dengan sangat jelas di buku ini! Semua seakan mudah saat ia ada!

Buku ini juga cukup mengaduk-aduk emosi para pembacanya. Saya menangis, tertawa, dan tersenyum sendiri saat membacanya. Saya juga sangat suka dengan puisi-puisi yang disajikan Udin disini.

Ini adalah salah satu buku yang membawa saya ke pengalaman membaca yang menyenangkan!
Profile Image for diahw.
5 reviews
November 20, 2016
knp udin mesti anak smp sih? knp gs anak sma aja, lebih real kayak nya. selebihnya oke;)
Profile Image for Fitria Wardani.
118 reviews3 followers
February 7, 2017

The Fabulous Udin – Rons Imawan
Empat tahun lalu, super penasaran sama buku ini karena pengen tahu genrenya Rons Imawan supaya bisa ikutan nulis bareng di Truth Or Dare. Mungkin, karena penasarannya baru terjawab hari ini, cara pandang ke buku ini jadi berbeda.
Seriously, Onyol (sebutan Rons Imawan) terlalu lebay dalam menggagas ide cerita ini. Sosok Udin ini adalah sosok imaginer yang membuat saya berpikir sejuta kali, apakah mungkin ada sosok remaja yang seperti ini?

Banyak part yang membuat saya bertanya tanya dan rasanya nggak make sense. Seperti, bagaimana penjual poster yang mengetahui banyak cerita tentang penemu-penemu dunia. Juga, adakah wajah-wajah penemu dunia dijual dalam bentuk poster, apalagi di sebuah desa kecil pinggir pantai.

Diceritakan juga kalau Udin anak yang gemar membaca, tetapi rasanya Onyol nggak menyelipkan momen dimana Udin punya kesempatan melahap banyak buku untuk menambah pengetahuannya.
Seingat saya Udin lebih disibukkan dengan bermain bersama teman-temannya menikmati alam.
Sudut pandang penceritaan buku ini yang terkadang sosok Udin itu sendiri menyeruak dan menuai perdebatan dnegan sudut pandang Onyol sesungguhnya mengganggu saya sebagai pembaca.

Tapi, pemilihan kata Onyol dalam mendeskripsikan serta bercerita selalu membuat saya tersenyum dan jatuh cinta. Onyol selalu berhasil menciptakan kosakata baru yang keren dan diksi diksi ciamik, juga quotes-quotes yang berhasil menampar siapapun rasanya
‘Air bisa memadamkan api. Itulah kenapa saat hatimu terbakar, kamu harus menangis. Biar api di dadamu padam oleh air mata’


Profile Image for Bunga ✿.
186 reviews10 followers
December 15, 2021
Baca ulang The Fabulous Udin untuk yang kesekian kalinya dan hasilnya tetap sama: dibuat terkesima oleh kegilaan dan kenyelenehan cara udin ketika sedang menyelesaikan suatu masalah, kagum dengan keluasan hati inong dan kekuatan suri, terpingkal-pingkal oleh ulah dan celotehannya ucup, dan terheran-heran dengan gombalan jeki yang levelnya sudah tingkat tinggi.

Usia buku ini sudah lebih dari 8 tahun diterbitkan, tapi TFU masih sangat berkesan dan menjadi salah satu buku favorit berbahasa indonesia yang telah saya baca.

Terima kasih Onyol—atau Rons— karena telah menciptakan karakter bernama Udin yang sangat spesial dan kemudian memiliki tempat tersendiri di hati saya hingga saat ini. You may be gone, but your legacies and your works won't be forgotten🖤
Profile Image for Agnes Setiawati.
26 reviews2 followers
March 17, 2019
Aduh ga ngerti lagi. Nyesel ga baca buku ini dari pertama terbit, padahal udah tau. Nyesel ga nonton filmnya..

Udin si social genius bener bener waw
Pertama baca wow konyol, trus baca ini. Kaya ga nyangka ini lahir dari orang yang sama. Good job onyol. Kapan kapan gue dateng ke warunk engkong *loh*
Cuma satu pertanyaan, kenapa Udin latar ceritanya ga anak SMA aja sih? Lebih keliatan realnya daripada anak SMP
Profile Image for Nourman Yafet Goro.
99 reviews7 followers
February 1, 2021
Tipikal cerita yang sangat saya cari-cari waktu SMP, dan sedikit menyesal kenapa baru membaca setelah kuliah. Kalau membaca buku ini ketika saya masih SMP, saya yakin, pengalaman membacanya akan sangat menyenangkan.
Profile Image for Rafika ws.
184 reviews
April 30, 2018
Seperti buku lainnya dengan tema seperti ini -yang merupakan tema favorit saya-, menghadirkan cerita tentang sehari-hari. Sederhana, namun itulah yang istimewa.
Profile Image for noxyahn.
20 reviews
August 31, 2021
keren banget sih ini buku, di baca berkali-kali pun ga bosen. ada lucu, sedih, konyol, roman, lengkap lah pokoknya. bener bener Fabulous !!
Profile Image for Amel.
100 reviews
March 1, 2024
novelnya keren walau terkesan mengada-ngada
Profile Image for Lailaturrahmi.
154 reviews18 followers
December 11, 2014
Di daerah Pelabuhan Ratu, Sukabumi, seorang anak laki-laki yang menginjak remaja tumbuh dan menjalani kehidupannya dengan baik di tengah masyarakat. Namanya hanya terdiri atas 4 huruf: Udin. Namun, tingkah polahnya tak sesederhana namanya. Ia cerdas, banyak akal, baik hati, dan senang menolong. Dengan sifat-sifatnya itu, ia layak dijuluki si jenis sosial.

Udin bersama Jeki si raja gombal, Ucup yang gemar makan dan berbakat melawak, dan Inong yang mendapatkan nama panggilannya karena berdahi lebar, adalah empat bersahabat yang sangat dekat. Berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda, tidak lantas membuat mereka saling cemburu dan bersilang pendapat.

Suatu hari, seorang siswi pindahan masuk dan bergabung ke dalam kelas mereka. Suri namanya, asalnya dari Jakarta. Ia cerdas dan blak-blakan serta unik dan tidak terduga. Meski berbeda dari anak seusianya yang normal, ia tidak ingin dianggap berbeda. Tidak disangka, bertemu dengan Udin cs pelan-pelan mengubah hari-harinya, kehidupannya, serta dirinya sendiri.

*****

Jujur saja, ekspektasi saya untuk buku ini tidak terlalu besar. Pada bagian awal, saya mengira tokoh Udin ini terlalu muluk untuk ukuran anak seusianya. Belum ada rasa simpati yang tumbuh untuknya. Namun, seiring bertambahnya jumlah halaman yang saya baca, perkiraan saya salah. Udin berhasil membuat saya terkagum-kagum dengan kejeniusan sosialnya, sesuatu yang belum saya miliki saat ini. Ia menggabungkan kecerdasan akal dengan empati, sehingga meskipun terlihat naif dari luar, kenyataannya, Udin mampu memberikan solusi yang mungkin tidak terpikirkan oleh saya selaku pembaca (juga makhluk sosial). Ah, ingin sekali saya mengenal seseorang seperti Udin di dunia nyata. Semua seakan mudah saat ia ada. Yah, mungkin itulah yang terjadi bila Udin dan orang-orang sepertinya tak lagi langka.

Karakter lainnya juga menarik. Realistis dan tidak neko-neko. Karena itu, meskipun latar tempatnya berbeda dengan daerah asal saya, saya bisa merasakan kedekatan dengan mereka. Hubungan antara Udin dan emaknya, sahabat-sahabatnya, Bang Apang, guru-gurunya, serta semua orang terasa begitu hangat. Tidak ada yang palsu dan mencari muka, semuanya jujur apa adanya. Sepintas lalu, mereka seolah sedang memberikan contoh kepada saya mengenai bagaimana seharusnya berhubungan dengan masyarakat.

Setiap ceritanya, meskipun sederhana, tetapi begitu riil dan menggugah. Mungkin idenya tidak baru, tetapi Bang Onyol selaku penulis mampu mengemasnya dengan baik. Beberapa bagian begitu puitis dan melankolis, bagian-bagian lainnya penuh dengan argumentasi cerdas dan fakta ilmiah. Pergiliran dan perpaduan dua karakteristik yang seolah bertolak belakang itu agaknya faktor yang membuat novel ini tidak membuat jemu, meskipun jumlah halamannya cukup banyak.

Soal kekurangan buku ini, ada dua kesalahan penulisan yang saya temukan pada halaman 189 dan 321. Hmm, tidak terlalu fatal, sih. Kemudian, interupsi dari narator di beberapa bagian yang membuat imajinasi saya buyar. Awalnya cukup mengganggu, tetapi belakangan tidak terlalu saya hiraukan. Yang sedikit menyita pemikiran saya adalah kata 'pesakitan' yang digunakan di dalam novel ini. Sejauh yang saya ketahui, 'pesakitan' lazim digunakan untuk menyebut terdakwa atau orang hukuman (KBBI daring), bukan 'seseorang yang menderita penyakit'.

Terlepas dari beberapa poin kekurangan tersebut, novel ini saya rekomendasikan untuk dibaca. Tak perlu khawatir akan bahasa yang berat dan pesan moral yang menggurui. Udin dan kawan-kawannya akan berbagi cerita kepada Anda melalui kisah kehidupan mereka yang sederhana tetapi sarat makna.

Selamat membaca!




Profile Image for Lelita P..
632 reviews58 followers
May 12, 2013
Ini buku pertama yang saya baca setelah menahan diri puasa baca buku selama ngejar deadline kerjaan. Sebelum membelinya, saya udah lama masukin buku ini ke to-read list, berhubung saya adalah kepoer sejati akun Twitter @WOWKonyol. Haha.

So, the review.

Saya cukup terkesan dengan pembukaan ceritanya. Nggak nyangka juga, Bang Rons Onyol bisa menuliskan deskripsi suasana dengan sebegitu detail. Mana gaya bahasanya bagus, dengan majas-majas yang cukup indah. Pembaca jadi bisa membayangkan seperti apa suasana kampung Cimaja itu, terutama bagi yang belum pernah ke sana. :)

Bab satu dibuka dengan menawan. Saya terkesan sekali baca bab satu ini, mengingatkan saya akan cerita tentang seorang anak desa yang sederhana. Dulu saya pernah suka banget sama sebuah novel judulnya "Fathi dari Desa Jenggawah", yang ceritanya juga tentang kehidupan anak desa gitu. Heartwarming and down-to-earth. Saya tersenyum lebar usai membaca bab satu The Fabulous Udin ini.

Nah ... tapi pas masuk bab-bab selanjutnya ....

Anak judul The Fabulous Udin adalah "Semua Seakan Mudah Saat Ia Ada". Di bab-bab selanjutnya, hal itu jadi kenyataan. Kita akan dibawa dengan berbagai cerita ketika Udin memecahkan masalah ini-itu. Memang cara penyelesaian yang Udin tawarkan oke punya, tapi saya jadi merasa karakter dia Gary Stu banget. Nyaris terlalu sempurna. And I can't bear a character like that.

Terus, yang bikin saya juga kehilangan rasa excited yang saya rasakan setelah baca bab satu, adalah romansa antara Udin dan Suri yang mewarnai separuh lebih isi buku. Memang wajar anak SMP memasuki masa puber ... tapi kalau porsi "cinta-cintaan"-nya itu banyak ... yah, saya pribadi jadi agak ilfil (meskipun puisi-puisi Udin untuk Suri di sini indah banget). Well, bukannya nggak bisa dimengerti sih kenapa Bang Onyol menjadikan Udin dkk di sini masih SMP. Anak SMP kan belum seperti anak SMA yang pola pikirnya udah cukup dewasa dan rasanya aneh kalo melakukan kekonyolan anak-anak, tapi lebih besar dari anak SD yang terlalu kecil dan sangat nggak banget untuk dibuat terlibat romansa. Tapi tetap aja, sentuhan rasa kanak-kanak yang bikin saya jatuh hati di bab satu jadi sebagian besar sirna semenjak kedatangan Suri, when the romance begins.

Beberapa cerita agak klise dan mudah ditebak--bisa dimaklumi, mengingat target utama pembaca novel ini adalah remaja belasan tahun. Mungkin karena itu pulalah karakter novelnya sangat hitam-putih. Saya nggak bisa bilang saya sangat terkesan dengan novel ini kecuali bab satunya yang masih kental dengan nuansa kesederhanaan anak-anak.

Anyway, di luar kekurangan-kekurangan di atas yang sangat mungkin diwarnai subjektivitas saya akan selera, buku ini mengandung sangat banyak pesan moral yang patut diapresiasi tinggi. Di luar masalah asmaranya, remaja muda yang membaca novel ini akan bisa memetik banyak pelajaran, mulai dari persahabatan, berbakti pada orang tua dan guru, percaya diri dan optimisme, belajar mencintai Tuhan, serta masih banyak lagi. Bagi yang perasaannya peka, sangat mungkin bakal nangis, karena banyak banget adegan dramatis di sini.

Menyesalkah saya beli buku ini? Nggak, kok. Saya terutama suka gaya bahasa Bang Onyol yang pemilihan katanya betul-betul tepat. Suka aja sama metafora dan personifikasi yang dia gunakan. Tapi bagi saya sih, novel ini bukan bacaan ringan karena tone-nya melankolis. Walaupun ada celetukan-celetukan gaje Bang Onyol, nuansa serius akan menemani Anda sepanjang membaca novel ini.


2 reviews
January 28, 2016
Iya, kayak judulnya...."Semua Seakan Mudah Saat Ia Ada" hahaha...
Udin benar-benar Fabulous. Mas Onyol benar-benar menggambarkan sosok yang...bikin gue jatuh cinta sama ni anak . Sumpah . Demi . Nggak main-main loh . Bahkan gue sempet mikir, kalau emang ada tokoh nyata kayak "gini" di dunia nyata, walaupun nggak bisa gue gapai, tapi seenggaknya gue tahu hal itu nggak mustahil. Hahaha...mungkin gue belum nemu aja sih. *mulai ngawur*
Gue dibuat jatuh cinta sama novel ini beserta semua tokoh di sini, tapi yang paling bikin gue jatuh hati adalah Inong. Pengorbanan yang dia kasih ke Udin dan Suri nggak kalah sama pengorbanan Udin ke Suri maupun pengorbanan Suri melawan dirinya sendiri.
Kenangan yang didapat Suri di akhir cerita sangat-sangat-sangat pantas untuk seluruh kebaikan yang dia berikan buat teman-temannya.
Inong pantas mendapatkan akhir seperti itu setelah pengorbanannya.
dan Udin, si tokoh utama yang terlalu sempurna itu pantas mendapatkan akhir seperti itu atas ketulusan yang dia berikan untuk semuanya.
Pertolongan yang dikasih Udin sama orang-orang pada awalnya, sebenernya, buat gue terlalu mengada-ngada *pada awalnya lho*, tapi setelah membaca penjelasannya ... "AJIB, KEPIKIRAN AMAT NIH MAS ONYOL" HAHAHAHA....
Nggak ketinggalan kejatuh(?)cintaan gue sama Ucup dan Jeki. Mereka berdua selalu bisa bikin gue senyum-senyum gaje *terutama Jeki*.
Mas Onyol benar-benar membuat tulisan yang cerdas dan menyenangkan. Alurnya begitu mengalir dan membuat gue nggak bisa melepas mata gue ke buku ini barang sedetik *kecuali kalau kepepet harus pergi sih* Hahahaha...sebenernya gue butuh waktu 8 hari untuk menyelesaikan buku ini. Halaman 1-100an gue selesaikan 7 hari dan 1 hari untuk sisa halamannya. Biasa, ngumpulin mood dulu, dan mood itu terkumpul saat gue menemukan sesuatu yang BENERAN SERU dari suatu buku. Hem...bukan berarti 100 halaman pertama buku ini nggak seru lho, mas, tapi ada kesibukan lain yang memaksa gue belum bisa menemukan keseruan buku ini jadinya ketunda agak lama hahahaha...
Akan tetapi, entah kenapa gue nggak bisa nangis baca buku ini walau di bagian tersedih sekalipun. Apakah itu karena gue yang udah nggak punya hati, atau...ya pokoknya nggak bisa! Hahaha...
Nggak apa-apa, Mas Onyol. Novel ini tetap memberi gue antusiasme yang sama kayak gue baca buku-buku macem 5 cm atau laskar pelangi.
Gue suka banget sama tema yang diangkat sama Mas Onyol dalam novel ini. Roman Picisan yang nggak murahan, cinta-cinta kas anak sekolahan yang manis, persahabatan, rasa cinta sesama keluarga, dan pesan kemanusiaan yang disalurkan lewat omongan si Udin pas dia nyelesaiin kasus-kasus yang nggak biasa itu.
Sebagai penutup review gue kali ini, "Orang yang benar-benar Fabulous dalam novel ini adalah Mas Onyol sendiri" ^^ Thanks udah ngasih aku bacaan yang menyenangkan ini, yaa . Ditunggu buku-buku selanjutnya
Profile Image for Videlastro .
430 reviews
May 15, 2013
UDIN...
seperti judulnya, Udin is Fabulous... Udin is Amazing... Udin is Perfect... http://www.smileycodes.info

Yups... Udin... Semua Sempurna saat Ia ada...

Gw beri 4 Bintang buat si Udin Seorang... si Onyol ga dapet... dy suruh ambil sendiri bintang di langit... http://www.smileycodes.info

Bukunya Super menghibur... Bikin gw aga-aga ber nortalgia gitu deh... ngingetin gw sama twit-twit nya si Onyol yg suka gw ikutin... http://www.smileycodes.info

Baca buku ini... ga cuma bikin gw Berasa kayak Nano-Nano.... tapi juga bikin gw kayak orang gila...
Bisa bikin gw mesem-mesem geli... terus bikin mata gw berkaca-kaca... eh abis itu mendadak bikin gw mendadak ketawa ngakak... yang akhirnya berkesimpulan... neh bukun bikin gw Emosi karna udah bikin gw kayak orang gila... COBA ITU!!!??? Kurang gila gimana coba?????? http://www.smileycodes.info

*jewer kuping si Onyol*http://www.smileycodes.info

Sebenernyaaaaa..... Gw mau kasih bintang 5... Tapiii... Sorry yeh Nyol... sumpeh ini ada Tapi.annya... Gw tuh Sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget sama Ide ceritanya... Sempurna... Terangkum dengan baik, amat sangat baik malah... cumaaa... mikirin Semua yang terjadi dalam hidup Udin ini... mulai dari penyelamatan Bang Apang.. sampe akhirnya melepas dengan Ikhlas kepergian Suri kok rasanyaaa beraaat bangeeet yak buat di jalanin anak SMP.

Kasian si Udin Nyol...!! masih SMP idupnya udah berat... Kasiaaaannn Nyol.... Kasiaaaaannn!!!!!
http://www.smileycodes.info

tapii... yaaahhh... what a a story laah... si Udin emang Fabulous... :D
dan dy, ngingetin gw ama Abu Nawas... hahahahha... http://www.smileycodes.info

Waiting fo' the next project of Udin deh Nyol...

===PecintaPriaNakalBersaksi... Udin is Fabulous...===
Profile Image for Dinur A..
258 reviews97 followers
October 2, 2014
baru sepuluh menit yang lalu selesai baca buku ini, dan masih dalam masa-masa sulit berusaha move on dari desa Cimaja...

beneran deh. nyesel senyesel-nyeselnya menyesal karena sering meremehkan buku ini tiap kali lihat di Gramedia. keberadaan jutaan buku dengan nama pemilik-akun twitter-blablabla yang sekarang sedang booming sedikit banyak juga membuatku ilfil saat melihat buku ini.

tapi, waktu itu nggak sengaja liat rating-nya di Goodreads dan ternyata cukup tinggi. jadinya langsung penasaran. dan kovernya itu keren banget menurutku. singkat cerita aku belilah buku ini akhirnya...

sumpah. sumpah. sumpah. bahkan dari awal cerita di buku ini udah ngasih banyak pelajaran dan mengharukan. yah walaupun kalau mau jujur, menurutku bab awal itu agak bertele-tele dan lumayan bikin bosan.

tapi seingatku, cuma bagian itu doang yang membosankan. selebihnya, seratus persen nagih. rasanya nggak pengin berhenti mengetahui kelanjutan kisahnya si Udin and the gank. dan dan dan... sosok Udin sukses bikin aku klepek-klepek karena kepolosan dan ketulusannya. ada ya anak semacam dia di dunia ini? :''

menurutku tema persahabatanlah yang paling menonjol di cerita ini. hubungan antara Udin-Ucup-Jeki-Inong-Suri terasa kental banget dan menyentuh. semua percakapan mereka itu berbobot, nggak cuma asal nebar dialog aja.

banyak banget quotes bikinan penulis yang diselip-selipkan di narasi yang aku suka banget. indah dan bikin merenung aja gitu...

kalau membicarakan scene-scene yang menjadi favoritku, nggak usah ditanya karena banyak banget. misalnya saat-saat mereka berlima main TOD di menara air, apalagi adegan pernikahannya Kak Siloh-Bang Cakka itu bener-bener sedih klimaks buat aku...

salut juga sama Inong yang menurutku betul-betul superb... gimana caranya sih Nong, biar bisa sekuat itu?

oh yaaaaa, semua puisi di dalam buku ini juga top bangeeeettttt oh dear lord...

satu lagi. ending-nya sempurna. perfect. brilian.

lalu, kenapa nggak 5 bintang? mungkin karena aku pribadi kurang merasa sreg dengan selipan-selipan komedi khas si Onyol yang seolah-olah juga melibatkan Udin. yah, mungkin untuk sebagian orang itu menghibur sih. tapi kalau menurutku itu agak mengganggu, soalnya keseriusan ceritanya jadi nggak konsisten. padahal, tanpa embel-embel itu, cerita ini pasti bakal jadi cerita yang jauh lebih indah...

kekurangannya cuma pada segi itu aja kalau menurutku.

i've got nothing else to say. this book simply touched my heart.
Profile Image for Mellisa Assa.
144 reviews9 followers
December 10, 2013
Seperti judulnya,,,semua seakan mudah saat Udin ada. Ini buku pertama penulis yang kubaca setelah tertarik dengan promo sang penulis via twitter dan tentu saja dengan mention-mention dari followers-nya yang sudah pernah membaca buku ini.

Udin remaja yatim desa Cimaja yang sangat menyayangi emaknya bersahabat kental dengan tiga sahabatnya Jeki, Ucup, dan Inong yang diam-diam menyimpan rasa suka terhadapnya. Petualangan Udin dimulai saat dia mencoba menggagalkan upaya bunuh diri Apang pemuda Batak yang merasa gagal dengan kehidupannya dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari menara yang sudah reyot. Sudah pasti Udin berhasil meskipun agak sulit juga untuk membujuk Apang pada awalnya, tapi usahanya berhasil bahkan berakhir dengan Apang yang mengikrarkan diri untuk menjadi abangnya. Dimanapun dan apapun kondisinya Udin pasti bisa menyelesaikan masalah. Hingga Suri murid pindahan dari Jakarta yang menderita kanker otak menjadi teman sekelasnya. Sejak pertama melihat Suri membuka tutup kepalanya dan memperlihatkan kepala pelontosnya yang ada bekas jahitan operasi, Udin jatuh hati. Tapi kelihaian Udin dalam mengatasi masalah tidak selihai dalam hal mengungkapkan perasaan. Inong yang menyadari hal itupun menyusun rencana dengan Jeki, Ucup dan Suri untuk membuat Udin mengungkapkan perasaannya pada Suri yang divonis hidupnya tidak lama lagi meskipun Inong sendiri harus mengesampingkan perasaannya terhadap Udin yang sudah lama dipendamnya. Berhasilkah Inong dkk membuat Udin mengungkapkan perasaannya terhadap Suri? Lalu bagaimana pula cara Udin mengatasi masalah yang menimpa Siloh kakak Jeki, serta mencari cara menyingkirkan Pak Silitonga guru matematika yang psycho? Dan apakah Udin juga akan mengetahui perasaan Inong yang sesungguhnya terhadapnya?

Dibagian awal baca buku ini aku sudah dibuat ngakak dan geleng-geleng nggak habis pikir dengan cara Udin mengatasi masalah. Jadi berharap anak cowokku bisa se-faboulus Udin. Tapi bukan cuma lucu aja tapi ada bagian-bagian yang menegangkan dan mengharukan pula. Dan menariknya lagi, buku ini menyuguhkan quotes yang menarik dan pastinya pesan moral juga. Kerenlah menurutku.
Profile Image for Fizah.
30 reviews9 followers
April 29, 2013
Yupz.. 4 bintang buat buku ini.. Kenapa gak 5, karena standar bintang 5 buat fizah adalah buku seperti JK Rowling dan kawan kawan..

Awalnya ragu untuk beli ni buku, bukan apa apa, takutnya mengecewakan. Memang review dr temen2 twitter yang di bales onyol bagus bagus, dan suudzonnya fizah jangan jangan onyol ga ngepublish comment2 yang jelek.

Nah loh??
Belum lagi beberapa review dr buku Onyol yang pertama, ada yang negative ada yang positive, tapi setiap orang kan punya sudut pandang yang berbeda beda. Satu hal yang pasti fizah suka gaya bahasa onyol yang dipake di twitter ato cermis. Lagian fizah juga gak akan follow akunnya onyol kalo gak suka sama twit2nya..
Loh loh, fokus ke review buku..

Jadi setelah mempertimbangkan masak masak dan 'Amelia'nya Tere Liye masih belum terbit, akhirnya gajian bulan kemaren beli juga buku Onyol ini.
Pada beberapa halaman pada BAB I agak gimana gitu, bahasanya agak terlalu lebay ato malah fizahnya yang gak bisa ngikutin. Tapi beneran akhir BAB I bikin 'wah'. Gimana gak, apa yang kita bayangkan pada plot BAB I melenceng jauh..

Nah, kesini-kesini jadi semangat buat deh bacanya. Kalimat kalimat disini mempunya banyak makna, bermain kata-kata. Baguslah pokoknya.

Belum lagi part part yang bagus kayak kasus guru Matematika, Kakaknya Jeki, dll.

Gak terlalu lucu si, tapi nyesek.. Yang bikin gak matching adalah, cerita ini diperankan oleh anak SMP, apa ya?? Terlalu hebat karakternya.

Tapi Buku ini bagus dah......

Gak sabar nunggu buku yang lain..

Profile Image for Hesti Mujiastuti.
49 reviews5 followers
March 28, 2014
Baru aja selesai baca, langsung nulis review ini biar gak lupa ._.

Udin, Inong, Jeki, Ucup, dan Suri. Makasih banyak buat pelajaran yang kalian kasih buat saya. Serius. Kalian bikin saya senyum-senyum sendiri sekaligus terharu sepanjang cerita kalian, terutama Udin. Makasih, Din!

Udin, bocah social genius, yang sesuai dengan tagline buku ini 'semua seakan mudah saat ia ada', benar-benar genius. Rasanya pengen peluk dia terus bilang "sini nak, ikut tante yuk" *maap pedonya kumat* -_-. Memiliki Ucup, Jeki dan Inong sudah membuat saya cukup iri dengan pertemanan mereka. Dan datanglah Suri. Seorang gadis 'istimewa' yang disebut Frankenstein oleh Udin saat perkenalan awal dikelas. Bukan bermaksud meledek atau apa, justru Udin ingin membuat gadis itu merasa kalau memilik kepala plontos juga keren.
Dan Inong! Aku paling suka sm dia disini! Inong hebat! Keren! Aku mau kaya Inong! *apasih Tan*

Duh gak tau nih mau review apalagi. Saya gak pandai merangkum cerita -.-
Tapiiiii yang paling berkesan itu adalah saat sayembara terakhir. Oh god, tolong kirimkan saya Udin-Udin diluar sana yang membuktikan cintanya bukan hanya dengan kata-kata! Toloooong ;w;

Semoga ada sequelnya! Saya mau liat Udin sm Inong dan Jeki sama Pengasuhnya!

Sebenernya mau kasih 4.5, cuma jadi 4 karena menurut saya lelucon yg onyol selipkan bikin mood yang saya udah bangun jadi roboh -_- kurang pas penempatannya. Atau sebenernya gak perlu disisipkan begituan -.- ini novel nyol, bukan tweet ;w;
Profile Image for Muhammad Ridwan.
193 reviews25 followers
June 25, 2013
Pas pertama tahu novel ini bakalan dirilis, aku sudah siap-siap untuk membacanya. Bisa minjem atau beli. Akhirnya opsi kedua yang aku pilih saking gak sabarnya. :)

Kesan pertama. I hate Udin. Dia terlalu sempurna. Anak SMP yang notabene-nya belum dewasa harus sudah mendewasakan mereka yang lebih tua daripada dirinya sendiri. Sempurna. Sifatnya dibuat terlalu baik dan menyenangkan. Aku benci itu. :D

Onyol sudah mengatakan kalau cowok membaca novel ini pasti akan iri dengan sosok Udin. Iri? Benci sih iya. Tak ada manusia sempurna di dunia ini. Apalagi anak SMP yang masih bau kencur. :P . Yeah, walaupun Udin masih diberikan sifat-sifat kekanak-kanakan, tapi image yang melekat padanya tetap saja: SEMPURNA. :/

Aku suka sama gaya Onyol cerita yang walau terkesan agak menceramahi. Tapi okelah, pembaca dihibur sambil diberi nilai-nilai/petuah-petuah kebaikan. That's not a problem.

4 Bintang untuk semuanya kecuali KARAKTER UDIN! :D
2 reviews
August 14, 2013
he's right "Semua Seakan Mudah Saat Ia Ada"
the most fabulous novel that i read..
hihihi..
ini ntah gmana ya, tapi keren aja..
di sela-sela kekonyolannya, gw tertawa ( di celotehan si onyol bareng sama Udin )
di saat cerita menegang, gw ngerasa gugup ( pas Udin di gebukin sama Firaun )
di saat ceritanya berduka, gw menangis ( di adegan Suri pura-pura mati di atas menara, pas Kak Siloh menikahi Jasat kak Caka dan mengikrar janji )
di saat anak abege cinta-cintaan, gw mesem-mesem ( waktu Jeki dikasi tantangan suruh nelpon si Bibi buat nyatain cinta, pas Udin titanikan sama Suri, pas Udin kasi kado terakhir buat Suri dan pas Udin ngakuin perasaan "BENER"nya ke Inong )

ntah manusia seperti apa yang bikin ini buku..
walopun namanya kurang menarik karna "mindset" tentang nama-nama tersebut mungkin
tapi ini bener-bener keren
gw kasi 4 bintang buat seluruh tokoh disini termasuk Onyol, terkencuali Firaun..
knapa gw kasi 4 ? karna 1 lagi gw sisain buat harapan gw dapet cowo kek Udin #NGAREP
Profile Image for Agusman 17An.
80 reviews2 followers
Read
December 22, 2016
"The Fabulous Udin" seperti judulnya, novel yang telah diangkat ke layar lebar ini menceritakan tentang kisah anak remaja bernama Udin yang luar biasa. Apabila ada dirinya hidup terasa mudah, sederhana dan masalah akan teratasi bersebab kecerdasan dirinya. Seru, kocak dan terkadang mengharukan. Novel yang menceritakan kisah 5 sahabat yang selalu kompak. Selain Udin, ada Inong yang baik hati, rela berbagi mimpinya kepada sahabatnya Suri. Juga ada Suri yang mengidap penyakit kangker ganas di otaknya tapi tak sudi dikasihani atau disedhkan orang-orang terdeatnya, gadis yang selalu mengadakan sayembara untuk teman sekolah dengan hadiah yang menggiurkan, bahkan saat dirinya sudah terbaring di rumah sakit pun masih mengadakan sayembara untuk teman sekolahnya. Ada ucup yang bertubuh besar hobi makan dan hobi lawak. Ditambah dengan sosok Jeki sang raja gombal.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nurul Inayah.
118 reviews12 followers
December 19, 2013
Buku The Fabulous Udin karya Rons Imawan ini akan membawa pembaca ke dalam kenangan saat merasakan asmara cinta monyet. Tokoh Udin yang digambarkan disini dijamin bisa membuat para wanita jatuh hati. Meski tidak digambarkan secara eksplisit bahwa si Udin sosoknya bak pangeran, tapi sikap sosialnya yang jenius sangat memukau dan kadang begitu romantis.
Buku ini tidak mirip Laskar Pelangi, tapi lebih mirip Detektif Conan. Udin sebagai Conan Edogawa, Ai Haibara diperankan Suri, Inong sebagai Ayumi Yoshida, lalu Jeki sebagai Mitsuhiko Tsuburaya , dan Ucup yang doyan makan adalah Genta Kojima. Udin memang bukan detektif, tapi keberhasilannya menyelesaikan kasus-kasus berbau psikologi serta beberapa petualangan memang benar-benar mengingatkan pembaca pada Detektif Conan.
Profile Image for Sulistyo Ariwibowo.
3 reviews
August 30, 2015
Bagus dan pesan pesan moral dalam novel ini tersampaikan dengan baik.
Tapi hal yang tidak saya suka adalah setting-an udin dkk yang masih smp dengan cerita Cinta (monyet?) yang kelewat dewasa.
Dan yang paling menganggu adalah adanya percakapan antara Udin dengan si Onyol, sangat garing dan gak penting.
Profile Image for Desmareta.
1 review
April 11, 2013
the fabulous udin keren sekali. udin,seorang laki-laki yang nyaris sempurna. laki-laki yang bersikap dewasa dengan kekonyolannya. kedewasaan akan hidupnya dan juga hidup orang lain. pemikiran yang tepat di antara dua pilihan. udin, sesosok laki-laki luar biasa yang membuat saya jatuh cinta.
Profile Image for Anna Fillaah.
131 reviews6 followers
March 11, 2014
kEREN. Ceritanya sebenarnya pasaran, tapi dikemas menjadi unik dan berbeda dari cerita pasaran yang dijual. Banyak surprise yang benar-benar mengejutkan pembaca. Cara menulisnya pun asik, seru, mengalir begitu aja dan enak dibaca. Jadi mau lagi baca karya selanjutnya :)
Profile Image for Gondesh Brokokok.
4 reviews
March 3, 2015
UDIN dkk, tokoh utama yg bersahaja, cerdas, dan dewasa. yang bertempat tinggal di daerah jawa barat. sesuai tempat kelahiran si pengarang. selalu ada pelajaran yg selalu kita hadapi tanpa kita sadari dibuku.
2 reviews
March 3, 2015
petjah banget deh ni buku.. buku ter'busuk' yang pernah gue baca.. walaupun udah lebih dari 5x gue baca ini buku, tapi ga bosen bosen pokoknya, apalagi pas di bagian 'udin kecil' sama 'silohanna'.. rasanya si udin pengen dijadiin pacar gitu wkwk
Profile Image for Erry Yoga Sugama.
52 reviews3 followers
March 24, 2013
Karakternya sama kayak tokoh ipung karya prie gs, nyentrik dan seorang social genius. Gaya ceritanya beda krna disertai narasi absurd si onyol -___-
Displaying 1 - 30 of 46 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.