Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jogja Jelang Senja

Rate this book
Senja di Jogjakarta menawarkan banyak kemungkinan; di antara terang menuju petang; di antara pertemuan dan perpisahan; di antara Aris dan Kinasih.
Aris bertemu Kinasih di pertigaan Pasar Kotagede, saat secara tak sengaja ia menabrak sepeda gadis itu. Sejak kejadian itu, Aris mengantar jemput Kinasih ke tempat kerja, sebab kaki gadis itu terluka, sementara ia belum mampu membayar biaya ganti kerusakan sepeda.
Kedekatan keduanya menumbuhkan cerita baru. Ketika Aris ingin menggenggam erat tangan Kinasih, saat itu pula perbedaan keyakinan menjadi tembok bagi keduanya. Bisakah Aris dan Kinasih melewatinya?

228 pages, Paperback

First published May 1, 2016

15 people are currently reading
123 people want to read

About the author

Desi Puspitasari

16 books73 followers

Novel The Strawberry Suprise-nya (2013) difilmkan layar lebar dengan dua bintang utama Acha Septriasa (Aggi) dan Reza Rahadian (Timur) dengan judul Strawberry Surprise (2014).


Karya-karyanya yang pernah diterbitkan:

Novel:

Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku (Hikmah, 2007)
* Terbit di Malaysia, 2008
* Diadaptasi ke FTV Religi oleh Starvision, 2010

Di Bawah Naungan Cahaya-Mu (Hikmah, 2008)
* Terbit di Malaysia, 2009

Girl-ism (Gramedia, 2009)

Pukul Sebelas Malam (indie, 2012)

On a Journey (Bentang Pustaka, 2013)

The Strawberry Surprise (Bentang Pustaka, 2013)
* Diadaptasi ke film layar lebar oleh Starvision, 2014
* Official trailer film Strawberry Surprise https://www.youtube.com/watch?v=0urlJ...

Jogja Jelang Senja (Grasindo, 9 Mei 2016)

Alang, (Republika Penerbit, Agustus 2016)

Membunuh Cupid (Falcon Publishing, Februari 2017)

Mimpi Kecil Tita (Republika Penerbit, Mei 2017)

Cerpen:

"La Vie" - Koran Tempo, 2011
Heute Herbst - Koran Tempo, 2011
Ayahmu Mati - Jawa Pos, 2011
CLOS E - Koran Tempo, 2012
Skarf - Koran Tempo, 2012
Gelas Kopi ke - 124 - Majalah Femina 2013
Mozarella - Jakarta Beat, 2014
Gembok - Media Indonesia, 2015
Pai Apel Musim Panas - Cerber Majalah Femina, 2015
Pemain Biola - Cerpen Majalah Femina, 2015
Di Tikungan Jalan - Suara Karya, 2015
Begitu Luka, Begitu Dini di Bromo - Suara NTB, 2015
Kopi Rena - Cerber Majalah Femina, 2015
Cireng Dua Juta - Majalah Kawanku, 2015
Janji di Perpustakaan - Minggu Pagi, 2015
Ros - Cerber Majalah Kartini, 2016
Nasi Kuning - Cerpen Majalah Horison, 2016
Duwet - Cerpen Minggu Pagi, 2017
Pertarungan Terakhir - Cerber Majalah Femina, 2017


Pentas dan menulis naskah Teater:

Pentas monolog naskah Sang Primadona - cerpen A. Mustofa Bisri, sebagai presentasi program beasiswa keaktoran Actor Studio 2, Teater Garasi. 2008.

TUK - naskah Bambang Widoyo SP, sebagai presentasi program beasiswa Actor Studio 2, Teater Garasi. Sutradara Gunawan Maryanto. 2008.

Tempat istirahat - naskah David Campton, sebagai presentasi program beasiswa Actor Studio 3, Teater Garasi. 2009.

Kura-kura Bekicot - naskah Eugene Ionesco. 2010.

Menulis naskah Menjaring Malaikat (adaptasi dari cerpen Danarto: Mereka Toh Tak Mungkin Menjaring Malaikat) untuk @JaringProject, tampil di Mimbar Teater Solo dan Festival Teater Jakarta - Dewan Kesenian Jakarta, 2016.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (18%)
4 stars
40 (36%)
3 stars
41 (36%)
2 stars
9 (8%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 30 reviews
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
February 7, 2017
Bab awal (dan akhir) yang fantastis.

Sejujurnya, saya merasa ketipu saat memaca novel ini. Ketipu habis-habisan. Saya pikir novel ini bercerita tentang roman-roman biasa, kontemporer, ala-ala FTV yang ketemunya tabrakan lalu dibungkus dengan konflik perbedaan agama. Ternyata saya salah besar. Bumbu tentang pergolakan medio 90-an justru lebih kerasa ketimbang plot seputar perbedaan keyakinan tokohnya. Saya baru sadar waktu cerita tentang Marsinah dibahas. Padahal, karakternya naik sepeda dan waktu mau buat berita nulisnya pakai mesin ketik (sense saya sudah luntur banyak ini kayaknya).

Jadi, tersebutlah seorang Aris, pemuda Katolik, mahasiswa yang mengerjakan pekerjaan sambilan sebagai jurnalis sekaligus informan pergerakan. Dia baru saja menabrak Kinasih, seorang gadis lugu anak bapak pemuka kaum di tempat tinggalnya, pekerja di pengrajin perak. Karena sepeda Asih rusak, dan Aris tidak punya cukup uang sampai gajian bulan depan, mau tidak mau Aris harus mengantar-jemput Asih setiap hari. Dari situ, Asih yang selama ini selalu menolak pria-pria yang hendak melamarnya itu, jatuh hati pada Aris yang notabene berbeda keyakinan dengannya.

(Sampai di sini, cerita cukup klise dan lumayan membosankan)

Untunglah, penyelamat kebosanan ini disematkan kepada Jeanette, gadis nyentrik anak jendral besar dari Jakarta yang sedang berlibur ke Jogja. Tidak hanya berlibur, gadis cantik itu bermaksud untuk menemukan petualangan cintanya. Dan bertemulah dia dengan Aris, pemuda di balik tulisan yang cerdas dan kritis di surat kabar tempatnya bekerja.

Cerita ini mengingatkan saya dengan film yang dibintangi Reza Rahadian dan Laura Basuki, 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta. Tentang kisah cinta beda agama. Namun, karena di novel ini yang begitu kentara adalah pergolakan yang terjadi di tahun itu, maka yang berhasil mencuri perhatian saya adalah aktivitas Aris bersama dengan kawanannnya. Salut bagaimana penulis bisa mengemas dua plot penting dan sama-sama beratnya itu menjadi padu dalam sebuah cerita. Apalagi, embel-embel kota Jogja yang diusung dalam judulnya, terasa begitu dekat, membuat pembaca ikut terlempar dalam setting kota Jogja di tahun 1995-1996. Kesangsian saja dengan novel ini begitu sirna. Meskipun, tidak ada benang merah antara kisah ini dengan Jakarta Sebelum Pagi selain kesamaan pola penulisan judulnya (dan kemiripan covernya). Good job! Saya tidak merasa menyesal ketipu di tempat yang benar.

Untuk ending kisah cinta yang mengangkat perbedaan agama, penulis cukup berimbang dalam memilih eksekusi akhirnya.
Profile Image for raafi.
927 reviews449 followers
February 4, 2017
Ulasan lengkap: http://bibliough.blogspot.co.id/2017/....

Suka dengan kisah cinta mereka. Realistis.

Kata kunci: beda agama, pengrajin perak, wartawan, linimasa 90-an.

Editorial: Ini yang membuat buku ini diturunkan rating-nya. Sebenarnya bisa empat bahkan lima. Tapi, maaf, lelah dengan inkonsistensi diksinya. Semacam ingin corat-coret lembarannya, tapi sadar kalau yang dibaca itu ebook. *cry*

Intinya: suka ceritanya, tapi terganggu dengan penyampaiannya.
Profile Image for Melati Tegugur.
76 reviews4 followers
February 14, 2019
Sejak baca prolognya, aku udah nebak sih pasti endingnya ngeselin. Bagus sih. Cuma apa ya. Aku kesal dengan Asih. Aku suka dengan pola pikir Bapaknya Asih, dan Mamak yg mulai menerima Aris. Tapi Asih, ayolaaaaahhh... Kamu bikin aku ngelempar buku ini. Huh
Profile Image for Szasza.
246 reviews20 followers
August 2, 2023
imho i think this book would be better if all the characters just died in the end
Profile Image for mare.
156 reviews19 followers
August 13, 2020
I truly hate it here...... I have know nothing but pain.......
Profile Image for Nina Savitri.
88 reviews2 followers
September 27, 2017
setting tahun 95 - 97 nya kerasa bangeet. desi pintar merangkai kata hingga nampak rapi dan meninggalkan kesan manis di benak pembaca. plotnya yg flashback juga bikin penasaran, suka deh pokoknya. siapin tisu kalo mau baca ini, banyak bagian yg bisa bikin mewek.
Profile Image for nasya.
783 reviews
May 21, 2023
di awal ada dialognya kinasih ke aris make "saya" trus kemudian jadi aku. si janet ini gambarannya suka politik, tapi jatohnya kayak sok, dan bukan bener2 peduli sama kasus2 yang ada, dan aku juga sebenernya nggak nangkep hubungannya dia sama aris, tiba2 statusnya udah jadi mantan pacar. bahasanya dicampur antara baku sama nonbaku jadi nggak enak dibaca. latarnya jogja, tapi kalo interaksi sama warlok hanya sedikit yang make bahasa jawa, cukup satu atau dua kata aja. alurnya bikin bingung, kadang flashback-nya nggak ada keterangan waktu jadi harus memproses ini masa lalu atau masa sekarang. trus waktu janet pertama kali ketemu aris yang dikenalin sama kakaknya, kok langsung tbtb nebak itu jurnalis yang dicari??? emang nama aris cuma ada satu??
Profile Image for wrtnbytata.
206 reviews3 followers
April 14, 2024
Intriguing Drama, Valuable Story ❁ Kembali ke era 90-an, Jogja: Dua orang bertemu, menjalin kasih, dan menemui problematika dalam hubungan mereka. Bukan karena satu yang selalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai wartawan, pun dengan kemelaratan mereka. Namun karena perbedaan keyakinan yang menjadi tembok bagi keduanya. Bisakah mereka melewatinya?

Awal yang dimulai dengan kuat – ekspektasiku terhadap jalan cerita meningkat setelah bab pertama, dari pemilihan gaya bahasa ala masyarakat tahun 90-an sampai ke pengenalan masalah yang membuat aku langsung terpaku untuk membaca kisah Aris & Kinasih.

Bukan hanya romansa antara dua tokoh & konflik perbedaan agama yang disuguhkan lewat buku ini, namun juga gejolak media selama tahun 1990-an yang tergambar kuat melalui kehidupan Aris sebagai pewarta kala itu. Buku ini menggambarkan dengan baik lewat tiap paragraf, bagaimana seseorang harus sangat berhati-hati dalam mengeluarkan pendapat di kala itu.

Salah satu hal yang membuatku penasaran hingga menyelesaikan buku ini adalah penggambaran kegiatan Aris sebagai aktivis bersama kawan seperjuangannya. Ditambah lagi dengan datangnya Jeanette, seorang anak jendral besar dari Jakarta yang menjadi orang ketiga dalam hubungan Aris & Asih namun juga menjadi penyelamat Aris setiap hampir ditangkap.

Now, let me rant about the red flag–and yes, you guessed it well: hubungan Aris dan Jeanette yang berkedok “atas nama pergerakan” 🤯lalu Asih yang masih menutup mata sampai akhir melihat kekasihnya berduaan dengan wanita lain (but I still appreciate her principles to stubbornly fight for her rights to dream & to live her life)

Overall, buku ini cocok untuk kalian yang baru menyukai genre hisfic–berhubung dalam buku ini kalian bisa mendapatkan kolaborasi romansa & hisfic sekaligus. And it was an okay short read for me!
Profile Image for solana.
109 reviews
November 1, 2023
karena ini memang novel teenlit, jadi aku nggak bakal bikin review yang serius alias murni rantsku aja.

it's so funny sebenernya since i found this book contains konten cerita yang cringe, cliché abis tapi jujur relateeee banget. kompleksitas asmara beda agama yang ditawarkan tuh menurutku unik banget, apalagi latarnya di jogja persisss ini membuatku wondering apa emang novel ini diciptakan buatku??
tapi yang bikin geregeet tuh karena penulis terlalu nekanin ke pov aktivis si Aris yang mana aku nggak peduli! —alias manaaa ada sih cowok selingkuh 'atas nama pergerakan' huff kata gw selingkuh mah selingkuh aja, mas. dan nggak tau sih sebenernyaa konteks tahun 90an tuh apa memang pergerakan dilihat sepenting itu ... tapi kalo ada cowo ugm kayak Aris yg deketin aku, aku juga bakal gamau sih 😇

jadi itu implicate sebenernya half of the book gabegitu menarik yaa tapi the complexity of the issue yang mereka bawakan soal pro kontra-nikah beda agama ini menurutku pentingg banget. kayak pas si Kinasih ditanyain, "pilih Aris atau Tuhanmu," aku ikut bingung anjiiir terus pas dia bilang kalau, "ngapain sih maksa Aris pindah agama juga toh itu sama aja dia pindah karena manusia," dan endingnya yang NGGANTUNG iniloh mmbuatku jadi menyimpulkan bahwasanya klo km menjalani hubungan beda agama tuh jangan pernah berharap diseriusin sih bjiiiir kayak what do you expect gitu @ kinasih ... kek lo gak bakalan nikah jg gitu 😭😭😭 plis jangan dramatisSSs
Profile Image for naf.
15 reviews1 follower
June 28, 2022
Rate pribadi dari aku empat bintang

- Buku ini tentang apa?
Tentang Kinasih yang selalu di cecer sama ortunya (terlebih mamaknya) untuk menikah, dan tidak usah menjunjung ilmu tinggi2, kisah cinta mereka (Kinasih-Aris) yang juga banyak banget relate mungkin sama orang-orang yang pernah ngalamin- yaitu beda agama. Hahahaha

- Apa yang aku suka?
Yang aku suka itu karakter Kinasih yang pemberontak tapi dalam artian bagus, karna dia mau mematahkan prinsip orang2 dulu yang mengharuskan umur diusianya harus sudah menikah dan tidak harus menjunjung tinggi ilmu pendidikan

- Apa yang gak suka?
Mungkin time-lapse nya kali ya? Karna kaya tiba-tiba udah disini, terus tiba-tiba gini. Ngga di jelasin waktu flashbacknya

- Thoughts 💭
Cerita demokrasi nya kurang di jelasin, jadi kurang dapet feel nya sih, cuma di kasih tau kalo Aris lagi ada misi untuk orde baru dan sebagainya, dan menurut aku juga Aris masih terbilang terlalu misterius, gak di ceritain lebih jelas juga Aris gimana orangnya

But overall ini bagus banget ceritanya, ringan bangeeet, cocok untuk pemula yang mau baca hisfic, karna permasalahannya belum berat👍🏻

That’s it, this is my opinion for these book🧚🏻‍♂️
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews142 followers
October 30, 2017
"Namun, terkadang keinginan tak selalu berjalan sesuai kenyataan." [Hal 188]
.
.
Saya terkecoh di bab awal, kirain kisah-kisah kaya FTV gitu. Tabrakan di jalan trus kenalan, trus pacaran dan nikah. Novel ini bercerita tentang dua keyakinan yang berbeda, ya kalau kaya gini susah ya. Harus salah satu pihak yang mengalah. Tapi di novel ini, mengalah juga kayanya gak bakalan mulus. Karena banyak rintangan juga. Cerita berlatar 90an ini, kental dengan cerita perjuangan mahasiswa. .
Overall novel kedua yang aku baca dari Ka Desi, selalu unik. Dengan alur yang mundur, aku kadang suka baca halaman depan nya lagi. Cerita yang disuguhkan juga bukan tentang cinta aja, banyak pengetahuan yang bisa aku dapet. Apalagi disaat era-era itu aku emang masih piyik.
Rekomen bagi yang mencari cerita ada unsur politik nya ☺
Profile Image for Yogi Pratama.
56 reviews
May 13, 2020
Terkecoh! Itu yg terjadi pada saya saat melihat sampul dan judul yang langsung berfikir bahwa ini akan jadi nover romansa puitis di senjanya Jogja

Tapi salah besar, isinya romansa yg dibalut dengan issue-issue politik yg terjadi disekitar tahun 90an, karena tokoh utamanya adalah wartawan yg ikut dalam aksi2 heroik menuntut keadilan

Karena tak bisa diantisipasi diawal membuat saya sedikit kebingungan akan ceritanya, karena alur cerita dibuat lompat-lompat tak beraturan, maju mundur sehingga imajinasi saya harus sedikit berfikir lebih keras dalam membaca cerita ini.

Banyak issue2 kemanusiaan diangkat dan diselipkan sekenanya dalam cerita ini, namun jadi nanggung karena tidak tuntas, ceritanya datar dari awal sampai akhir, konflik tidak dibuat klimaks, sedikit membosankan

Intin ceritanya sebenarnya sederhana, bagaimana polemik dua orang yg bercinta namun berbeda agama.
Profile Image for Matchakeikeu.
61 reviews4 followers
June 23, 2022
Bukunya cukup padat—-dan tidak bertele-tele. Pembawaannya bagus, dan latar waktunya buat cerita yang sebenarnya klise jadi menarikKKK!! Sempat ragu pas baca prolog karena mikir: “Wah, ketahuan nih endingnya.” tapi tetep lanjut baca dan aku yang suka banget sama cerita-cerita yang latarnya di jaman 90 an itu jadi makin tertarik karena setting tahun 95-97 nya kerasa banget.

Plotnya yang tiba-tiba maju mundur, terus cerita dari sisi Aris, terus Asih, terus Jeanette itu juga bikin penasaran dan menururku eksekusinya bagus dan mudah dimengerti.

“Namun terkadang keinginan tak selalu berjalan sesuai kenyataan.”

Yah, begitulah kehidupan 🧘🏼‍♀️

Suka juga karena endingnya sangat ‘diperhitungkan’. Realistis 🧘🏼‍♀️ Aku baca di ipusnas dan merasa beruntung bisa baca ini. Buku yang singkat, padat, dan menurutku enak dan nyaman dibaca ✨
Profile Image for Rie.
14 reviews
June 25, 2021
Cerita ini mengusung tema yang cukup mainstream cinta beda keyakinan, cinta segitiga antara Kinasih-Aris-Jeannete. Saya rasa di bagian prolog saja kita sudah bisa menebak akhir kisahnya bakal seperti apa. Yang cukup membuat saya tertarik adalah karena tidak hanya permasalah cinta saja yg ditemukan tapi penulis menambahkan peristiwa-peristiwa politik yang terjadi pada masa pemerintahan Soeharto. Premis yang sebenarnya saya sukai namun sayang sekali hingga saya menyelesaikan bab akhir, saya tetap tidak merasakan betapa kompleks hidup seorang Aris dan Kinasih di masa itu, terasa hambar dan kurang dieksplor. Dan di bab akhir walau saya sudah menebak bakal seperti apa, tapi saya cukup kecewa dengan eksekusinya.
Profile Image for Egs.
16 reviews1 follower
January 12, 2023
Tuhan memang satu, kita yg tak sama ~

Ending apa yang diharapkan dari kisah cinta yang 1 yakin dan yang 1 lagi ngga yakin? Happy ending tentu tidak, ya berakhir jalan masing masing.

Kisah cinta muda mudi jogja yang mentok karena beda agama dan ditambah bumbu pergerakan mahasiswa yang melawan pemerintah pada masa itu (latar kisahnya di tahun 1995-an). Seru sih, tapi sepertinya bakal lebih seru kalo tokoh Jeanette interaksinya lebih banyak lagi sama Aris dan Kinasih.

Bukunya tipis, cocok buat dibaca pas lagi iseng pengen baca buku tapi yang ringan ringan aja. Kalau mau baca gratisan, ebooknya bisa dipinjam di ipusnas ya ~
Profile Image for Mawa.
172 reviews4 followers
August 9, 2023
Kisah cinta beda agama.
Ada unsur politik dimana si Aris adalah wartawan yg "berani melawan" melalui tulisan dan informasinya utk kawan-kawan pergerakan.
Kinasih, si cewek biasa yg datar tapi mencintai Aris sepenuh hati.
Jeanette muncul di tengah2 hubungan mereka, dg power yg dimilikinya, sang ayah adl orang penting yg suka "bersih-bersih" terhadap orang2 yg suka melawan. Jeanette menjadi informan dan penyelamat Aris saat dia tertangkap.
Aris dan Jeanette juga seiman.
Tapi mana yg akan dipilih Aris?
Lalu Kinasih juga tetap berjuang dg sepedanya kok, dia juga secinta itu sama Aris. Apakah dia memaksanya utk pindah agama atau membiarkannya kandas?
Profile Image for najwa.
54 reviews
July 10, 2022
I love the ending so muchh! paragraf terakhir buku ini nothing but PAAAINNNN3 tapi ya gimana… benar seperti kata Aris hidup tidak selalu sesuai ekspektasi dan akhir hubungan mereka pun sangat realistis dengan keadaan.

Tokoh Kinasih disini dibuat berani untuk menentang perkataan orang tuanya (in a good way) dengan prinsip-prinsip orang lama, great job Kinasih!

Tapi latar waktu yang digunakan maju mundur dan engga ada keterangannya di awal bab jadi agak buat bingung but overall masih bisa dipahami. So 4/5 for me!!
Profile Image for nana..
22 reviews
August 3, 2022
ini termasuk buku yang tipis tapi dengan isi yang padat. aku suka gaya bercerita dibuku ini tidak bertele-tele. walaupun ceritanya (agak) klise dan aku bisa memperkirakan endingnya saat membaca prolog, tapi buku ini nyaman dan menarik untuk dibaca.

tokoh-tokoh didalamnya berhasil membuat aku kesal, terutama untuk jeanette dan kinasih. both of you really deserve better🥲

tapi sayangnya, keterangan waktu --saat flashback atau tidaknya disini kurang jelas, jadi kadang terasa loncat-loncat dan agak membingungkan
Profile Image for kiadh.
148 reviews7 followers
January 14, 2022
Bercerita tentang dua manusia beda agama yang berlindung dibalik kata "cinta" dan kekuatan untuk mendobrak perbedaan-perbedaan tersebut.
Tapi, ternyata kisah mereka ngga semudah itu. Latar belakang, pekerjaan, bahkan kematian yang selalu mengikuti Aris ditambah dengan adanya sosok perempuan lain yang dibilang lebih menguntungkan pergerakan aris membuat kisah mereka berada di lingkaran yang tidak ada ujungnya.

Endingnya terkesan sudah tau mau di bawa kemana.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for ama ૮ • ﻌ - ა.
128 reviews14 followers
November 24, 2020
ceritanya cukup mainstream; mengangkat kisah cinta segitiga antara kinasih-aris-jeanette. tapi yang impressing adalah penulisnya mengankat latar tempat dan waktu yang unik, yakni pada masa orde baru, ketika pergerakan masyarakat sedang panas-panasnya di Jogja. sayangnya bahasanya kurang luwes dan apik. tapi tetap bagus karena didukung oleh sudut pandang yang rapi dan jelas.
Profile Image for Neni Cahyati.
10 reviews
December 23, 2022
Senang sekali mendapatkan rekomendasi buku novel ini. Ceritanya singkat, padat dan tidak bertele-tele. Tokoh Jeanette di novel ini sangat menyebalkan sekali haha terutama saat dia memamerkan kekayaannya didepan Kinasih.
Profile Image for dandeliums.
2 reviews
October 25, 2021
Cerita nya tak berat tapi tak terlalu ringan. Hal yang paling kusuka dari buku ini adalah gaya penulisannya. Sekian
Profile Image for rickus.
107 reviews11 followers
July 3, 2022
Seharusnya udah bisa menduga ending-nya sih tapi ya sudahlah T__T
Profile Image for cher.
107 reviews1 follower
July 16, 2022
SUKAKKKKK BGT LUV LUV <3 ♡♡♡♡
Profile Image for Liff.
40 reviews
December 26, 2025
sedihh bgt cinta beda agama T_T Dan aku suka latar belakangnya tuh tahun 65, jadi menggambarkan para mahasiswa yg berjuang agar suaranya didengar
Profile Image for ukuklele.
462 reviews19 followers
March 16, 2017
Beragama itu enggak kayak pakai sepatu, begitu katanya. Lagi pula memutuskan pasangan berkawin itu bukan cuma dengan melihat agama, tetapi juga kepribadian si calon (mungkin juga kegantengannya, kekayaannya, dst, dsb).

Karakter-karakter dalam novel ini sepintas mirip dengan karakter-karakter dalam novel Mbak Desi sebelumnya, Strawberry Surprise. Katakanlah, pada dasarnya ada cewek bersahaja, cowok keren, dan cewek snob (yang kalau ditambah satu lagi karakter cowoknya--tipe yang lebih daripada sekadar keren--jadilah template sinetron Korsel). Ataukah template seperti itu memang semacam konvensi di tipe novel romance?
Profile Image for Keysha Putri.
71 reviews
May 24, 2025
Satu kata yang menggambarkan cerita ini adalah klise tapi realistis. Aku suka bagaimana novel ini menyelipkan kondisi perpolitikan di negara kita, di tahun 90an. Tapi ini juga mengganjal sih, karena kita disuguhi interaksi Aris dan Jeanette yang agak–apa ya, menurutku cukup mengganggu.

jujur, novel ini fast paced dan bisa dinikmati. Bagian prolog dan epilognya juga sangat... wah.
Profile Image for naga.
449 reviews95 followers
August 22, 2020
3... atau 3.5 ya...

klise, sebetulnya. tapi menyenangkan buat dibaca.
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
April 24, 2017
Saya menikmati membaca Jogja Jelang Senja meski saya tidak merasakan perasaan se-ajep-ajep membaca tulisan Mbak Desi di On Journey. Membawa setting tahun 90-an, isu cinta beda agama, tetapi tetap realistis dan tetap menggunakan otak, maksud saya... banyak kisah cinta yang melupakan logika dan tenggelam dalam merah mudanya. JJS cukup apik menyajikan kisah merah muda yang terluka (?). Dengan pembuka yang cukup kelabu, dan diakhiri kelabu pekat. Saya suka ucapan Mbah Marto di halaman 160 kalau tidak salah.
"Zaman telah benar-benar berubah. Kami dulu mati=matian berjuang melawan penjajah,
taruhannya nyawa, bedil dilawan bambu runcing, dan sebagainya. Setelah merdeka, karena kurang kerjaan, akhirnya yang dikerjakan anak mudanya sekarang hanya berjuang demi cinta"

Sukses untuk penulisnya
Displaying 1 - 30 of 30 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.