Jump to ratings and reviews
Rate this book

Katuturanira Ken Angrok

Rate this book
Pada akhir abad-12 di Jawadwipa, disaat pertentangan hebat antara Janggala dan Panjalu belum menemukan titik penyelesaian, seorang anak manusia lahir dari wanita sudra cantik di Pangkur, sebuah pradesa yang masuk dalam wilayah Pakuwon Tumapêl. Anak ini dikenal dengan nama Angrok. Sewaktu masih dalam kandungan, keberadaannya telah membawa korban tewasnya bapa tirinya, Gajahpara. Tak bisa ditampik bahwa anak ini adalah seorang Lêmbu Pêtêng, yaitu anak berdarah ksatria yang terlahirkan dari wanita sudra dan keberadaannya disembunyikan. Kematian Gajahpara jelas-jelas menunjukkan bahwa sang rama pemilik benih ksatria tidak merelakan jika benih yang ditanam di rahim sang wanita sudra akan tercemari oleh benih sudra Gajahpara.


Ketika lahir, Angrok memiliki ciri toh di perutnya serupa dengan yang dimiliki mendiang Gajahpara. Tidak mengingini anaknya akan tumpas oleh sang rama, sang biyang, Ni Ĕndhog membuangnya ke pabajangan Kabalon. Sudah menjadi suratan karma, Angrok ditemukan oleh Ki Lembong, seorang maling yang kebetulan tengah melakukan aksinya di Kabalon, tempat yang dikenal sebagai gudangnya emas di Daha. Oleh Ki Lembong, Angrok dididik dan dibesarkan. Dia tumbuh ditengah pergolakan berdarah-darah antara Janggala dan Panjalu yang tiada pernah ada habisnya. Ketika usianya menginjak dewasa, dirinya bertemu dengan putra Rama Sagênggêng, Tita, yang banyak menorehkan jiwa kepemimpinan. Pertemuan dengan Tita mengantarkannya bertemu dengan Jêjanggan Sagênggêng dan Rêsi Prasanta. Pertemuannya dengan Tita juga menyeret-nyeret pada permasalahan pelik permusuhan dengan Daha dan Tumapêl!

754 pages, Paperback

Published November 1, 2015

Loading...
Loading...

About the author

Damar Shashangka

21 books92 followers
Damar Shashangka lahir di Malang pada tanggal 8 April 1980. Kelahirannya di keluarga Kêjawen membuatnya sangat tertarik kepada mistisisme dan spiritualitas semenjak kecil. Saat masih berumur belasan tahun, ia memperoleh sebuah visi bahwa suatu saat dirinya bakal menulis banyak buku tentang sejarah dan ajaran-ajaran kuno Nusantara. Ia penulis novel sejarah yang sangat produktif. Ia mulai dikenal di belantika sastra sejarah Indonesia setelah menulis novel berseri debutnya, Sabda Palon, tentang masa akhir Kerajaan Majapahit dan berkuasanya Islam di Nusantara, yang menangguk banyak pujian dan menjadi referensi berharga tentang sejarah Nusantara berikut ajaran-ajaran kunonya.

Selain menulis novel, Damar Shashangka juga aktif menerjemah dan mengulas naskah-naskah klasik Jawa seperti Induk Ilmu Kejawen (Wirid Hidayat Jati), Darmagandhul, dan Gatholoco. Anak muda yang fasih berbicara dan menulis tentang spiritualitas Islam, Kêjawen, dan Śiwa Buddha ini bisa dihubungi secara personal melalui email: damarshashangka@gmail.com, facebook: Damar Shashangka, twitter: @DamarShashangka, blog: damar-shashangka.blogspot.com.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (50%)
4 stars
5 (41%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (8%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Amry Saja.
36 reviews
March 3, 2017
lagi lagi buku karangan Damar Shashangka yang saya akui menarik penuh intrik dan cara penulisan suatu tokoh sejarah jawa yang luar biasa menarik dan tidak membosankan.

Sejarah yang disajikan dalam bentuk novel tidak mudah tapi Buku ini saya suka
ditunggu lanjutan karena belum selesai tokoh ini dituturkan dalam buku
Profile Image for Rino Tri Wardoyo.
1 review1 follower
March 23, 2016
seolah terbawa ke era yang diceritakan dalam kisahnya. dan senangnya saya karena menjadi 1 dari 500 orang yang beruntung dapat memiliki novel sejarah yang diproduksi terbatas.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews