Jump to ratings and reviews
Rate this book

Anjing Bagus

Rate this book
Keragaman tema yang disajikan oleh penulis dalam kumpulan cerpen ini setidaknya memberikan kesegaran bagi pembaca dalam melihat fenomena kehidupan. Khususnya kehidupan pada masa Orde Baru. Dengan latar belakang sebagai pengajar dan wartawan. Harris Effendi Thahar dapat menyajikan berbagai ironi kehidupan yang dibuat oleh sebuah rezim yang berkuasa selama 32 tahun. Cerita-cerita dalam buku ini dapat menjadi ukuran apakah korupsi dan kekerasan dinegeri kita saat ini sudah hilang atau malah sebaliknya.

140 pages, Softcover

First published January 1, 2005

4 people are currently reading
26 people want to read

About the author

Harris Effendi Thahar

15 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (18%)
4 stars
3 (13%)
3 stars
9 (40%)
2 stars
5 (22%)
1 star
1 (4%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
September 2, 2014
Jujur saya suka gaya-gaya sederhana Haris Effendi Thahar menulis cerpen. Tidak neko-neko dan terkesan sangat jujur. Tetapi apabila dibandingkan dengan Si Padang terasa intensitas dan kedalaman tema lebih mengena di Si Padang. HET masih berkutat pada kondisi sosial masyarakat dan kehidupan orang desa atau orang terpinggirkan.

Kalau diamatai secara detail, bahwa cerpen-cerpen yang dimuat dibawah tahun 90-an, selalu dimulai dengan paparan pemandangan. Ini adalah gaya klise masa itu. Ini dapat dibaca pada cerpen Kebulatan Tekad dan Kopi Pahit. Pasca itu HET tidak selalu membuka dengan gaya papaparan pemandangan dan suasana.

Keberagaman tema dan hentakkan pada akhir cerita membuat kita seperti macam roti Khong Guan. aneka rasa dan bentuk tapi seru. Aku suka cerpen yangdijadikan judul Anjing Bagus
Profile Image for Hidya Nuralfi Mentari.
149 reviews15 followers
May 12, 2016
Soal menyoal kehidupan sosial politik yang dirangkum dalam kesederhanaan deskripsi. Tapi, tidak sesederhana isi dan pelajaran yang bisa dipetik. Boleh dibilang, ini buku pintar yang dirangkum dengan kesederhanaan yang ciamik.

Bagian favorit adalah di setiap ending cerpen. Penulis selalu punya "pakem" yang membuat kita—sebagai pembaca—termangu sesaat. Berhenti membalik lembaran dengan pikiran-pikiran: ... jadi ... begitu? Eh, begitu?

Tipe open ending yang nampol-nampol gitu. Yang sometimes terasa penuh filosofis.

Pokoknya, suka sekali dengan pengeksekusian di setiap ending cerpen-cerpen di sini!

3,5 of 5 stars.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.