Bersama dengan Benny Rachmadi, alumni Desain Grafis, Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta ini membuat strip komik Benny & Mice yang berisi kritik-kritik sosial. Kartunis yang akrab disapa Mice dikenal juga sebagai dosen dengan mengajar di IKJ. Mulai bulan Juli 2010, Mice hanya menggambar sendirian di koran Kompas dengan kartunnya yang berjudul Mice Cartoon. Dua edisi terakhir dari Benny & Mice menampilkan tentang keluhan Mice terhadap kota Jakarta dan ingin pergi dari Jakarta. Di edisi pertama Mice Cartoon, Mice berada di daerah pegunungan dan akhirnya memutuskan balik ke Jakarta. Edisi- edisi selanjutnya dia menceritakan tentang kehidupan keluarganya.
Judul Buku: Melihat Jakarta Penulis & Ilustrator: Haryadhi; Sheila Rooswita; Muhammad Misrad Penerbit: Octopus Garden ISBN: 9786021442548
Melihat Jakarta dari dekat tidak harus melalui sebuah karya fiksi atau pun non fiksi yang berat. Nyatanya, karya dari tiga komikus ini sangat representatif dalam menggambarkan kejadian atau perilaku warga ibu kota negara plus enam dua ini. (Sebentar lagi ibu kota mau pindah).
Mulai dari harga rumah Jakarta yang selangit, hingga kemacetan lalu lintas yang menjadi permasalahan Jakarta sejak lama. Terbagi menjadi tiga bagian, buku ini seolah berisi tentang pengalaman ketiga penulis, serta pandangannya terhadap Jakarta.
Sebut saja, saat Sheila Rooswita menggambarkan keruwetan lalu lintas Cipulir Raya. Aku sebagai salah satu pengguna jalan yang dulu kerap melewati jalur itu, sangat memahami keruwetan yang digambarkan penulis. Atau, ketika penulis menggambarkan bagaimana “perjuangan” para pekerja yang bermukim di kota-kota sekitar Jakarta—yang berangkat sesudah Subuh, bahkan sebelum Subuh.
Beberapa kritikan juga disampaikan dengan segar oleh Haryadhi dan Mice. Seperti tetangga yang memanasi motornya tanpa peduli lingkungan sekitar, atau kebohongan “I am on the way (OTW)", padahal masih di rumah. Hal-hal seperti ini tentu sudah sering kita saksikan atau bahkan rasakan.
Buku yang bisa dibaca sekali duduk ini ringan, tetapi berbobot secara isi. Dilengkapi ilustrasi yang bagus—terutama pada bagian Mice yang menyuguhkan ilustrasi berwarna—membuat karya yang satu ini sangat cocok dibaca oleh remaja dan orang dewasa. Buku yang dapat dijadikan “guide book” bagi orang yang ingin melihat Jakarta dari dekat. Ruwetnya Jakarta dan problematika di dalamnya, nyatanya tak membuat Jakarta serta merta ditinggalkan penduduknya. Ironisnya, banyak pendatang yang setiap tahun datang membawa kerabatnya untuk mengadu nasib di Jakarta
Setelah beli, baca dan jatuh cinta sama Mengintip Metropolitan, buku ini otomatis masuk ke dalam daftar WAJIB PUNYA. Dan masih seperti buku sebelumnya, saya suka bangeeeet... Bacanya sambil nyengir-nyengir sendiri di kereta.
'Mbanyol & menghibur~ (^皿^) yeah, aku belum kehilangan aksen daerahku, wkwkk~
Seperti komik sebelumnya, di sini juga ketiga komikus punya 'taji' masing-masing, yang semakin terasah dan tajam membidik lingkungannya, serta menjebrolkan cengiran pembacanya~ (o´▽`o)