Seperti tasbih, kehidupan ini adalah untaian butir-butir proses perjuangan yang dihubungkan oleh suatu sumbu yang harus dilewati seiring berjalannya waktu. Untaian itu berawal dari satu titik dan pada akhirnya berhenti pada titik yang sama: Allah SWT.
Lumayan... Berkisah tentang dinamika kehidupan Fatih, seorang penulis muda berbakat yang dibesarkan di lingkungan pesantren yang serba sederhana. Berawal dari penolakannya terhadap lamaran kyai yang sekaligus dianggap ayah angkatnya untuk menikahi putrinya, Wardah, Fatih mengalami banyak persoalan pahit dan tak terkecuali pengalaman manis dalam menjalani lika-liku hidupnya. Titik berat perosalan yang dipaparkan dalam novel ini terutama mengenai perjuangan Fatih dalam meniti karir dan menemukan cintanya. Saya pribadi terkesan dengan filosofi tasbih sebagai representasi kehidupan yang diangkat dalam novel ini.
Sebetulnya tidak ada motivasi tertentu untuk membaca buku ini. Hanya saja, bukunya sudah lama nangkring di kostan, ya dibaca saja deh, mumpung gratis... selagi sempat... ^^
banyak sekali kutipan kalimat, do'a serta puisi bagus...
"ya Robb,, jika cintaku kau ciptakan untuk dia, tabahkanlah hatinya, teguhkan imannya, sucikan hatinya, lembutkan rindunya,
ya Robb,, jika hatiku kau ciptakan untuk dia, penuhi hatinya dengan kasihMu, terangi langkahnya dengan cahayaMu, bisikan kedamaian dalam kegalauan, temani ia dalam kesepian.
ya Robb,,, kutitipkan cintaku padaMu untuknya, resapkan rinduku pada rindunya, mekarkan cintaku bersama cintanya, satukan hidupku dan hidupnya dalam cintaMu, sebab sungguh,, aku mencintainya karenaMu."
Yang saya ingat dari novel ini adalah filososi tasbih : seperti halnya tasbih, lingkaran kehidupan ini berawal dan berakhir pada Nya. Semua pasti akan sampai pada Nya. Agar sampai dengan selamat dalam mengarungi kerikil lingkaran hidup, kita harus patuh dan berpegang teguh pada aturan Nya