A SWING TIME
Pemenang Pilihan Fiksi Remaja PSA 3
2.5 ⭐
Oke, sebelum review, ada yang mau saya tanyakan terkait lomba ini dan Grasindo:
1. Katanya naskah ini masuk kategori remaja, tapi kenapa isinya lebih cocok ke dewasa, ya? Tokoh-tokohnya sudah pada kerja, percintaannya pun sampai bawa-bawa lelucon kamar tidur. Saya jadi bingung, maksudnya penulisnya remaja atau remaja di naskahnya? Atau gimana?
2. Judul. Sejak Secret of Heart, saya jadi bertanya-tanya soal judul naskah pemenang ini. Apakah tidak ada perubahan dari naskah aslinya, dan kalau iya, kenapa? Memang jika sudah pas untuk apa juga diubah, tapi jika seperti ini, baiknya di-tweak sedikit. Misalnya, jadi A Swing In Time (kayak A Wrinkle In Time) atau Time Swing (ayunan waktu, sesuai isi ceritanya). A Swing Time tidak memiliki arti karena 'time' di sini rujukannya ke waktu, bukan 'berapa kali' jadi dia uncountable, nggak pakai 'a' atau 's' di belakangnya. Kalau memang niatnya berarti ayunan waktu, coba diubah susunannya jadi Time Swing saja, tanpa 'A.'
Sekarang kita lanjut ke ulasan. Menurut saya, build up awalnya terlalu lama. Kita disuguhkan kilas balik sebelum Hye-Sun meninggal dan penyebab kematiannya itu, baru di tengah cerita kita dipertemukan lagi dengan Ahjussi yang mengaku sebagai Mr. Timer. Kalau dari awal kita sudah dikenalkan dengan Mr. Timer, jalinan cerita intinya bisa lebih gemuk. Kilas baliknya juga taruh saja di tengah-tengah ayunan waktu itu, sebagai pembanding. Jadi kita bisa lihat ada perubahan sikap yang ekstrem di diri Hyun-Hwa, dari cuek jadi sangat peduli.
Saya suka ketika akhirnya Hyun-Hwa bertemu Hye-Sun lagi dan akhirnya mati-matian mempertahankan gadis itu. Perasaan Hye-Sun juga digambarkan terombang-ambing, membuat rencana Hyun-Hwa kurang mulus (yang artinya dia harus berusaha lebih. Makin usaha = makin membayar kesalahannya di masa lalu haha). Epilognya juga bagus, mengakhiri cerita dengan pertanyaan penting yang terjawab baik. Memang inti cerita ini tentang bersyukur, sudah punya pacar perhatian eh malah belok ke yang seksi.
Profesi Hye-Sun sebagai penyiar baru saya temui di K-fiction (norak ya saya). Dan akhirnya, profesi ilmuwan! Rasanya pasti keren banget jadi ketua tim penelitian. Meski kelakuan Hyun-Hwa nggak ilmiah banget, tapi saya maklumi karena kalau nggak gitu drama ini nggak akan ada hehe.
Saya kurang sreg dengan gaya bahasanya saja yang cenderung bertele-tele dan uh, lebay. Hyun-Hwa diceritakan sangat depresi, tapi kurang pas untuk pribadinya, lebih feminin. Tapi ini sepertinya masalah selera, karena saya lebih suka yang to the point dan digambarkan tanpa senandika (alias ngomong sendiri) yang berlebihan untuk seorang gentleman seperti Hyun-Hwa.
Selesai membaca buku ini, tadinya saya memberi rating 2.7 karena masih menemukan hal yang saya sukai, tapi setelah dilihat-lihat judulnya memang agak ganggu dan dibandingkan dengan buku sebelumnya yang berbintang tiga ke atas, buku ini belum bisa sampai ke sana. Masih untuk pecinta drakor, terutama yang suka profesi menarik, buku ini rasanya akan cocok untuk menambah bacaan K-fiction (atau untuk reading challenge, hehe).