Buku yang sangat penting bagi mereka yang ingin memahami definisi kerja yang sebenarnya dan bagaimana definisi kerja tersebut mempengaruhi kehidupan perempuan. Mbak Ratna Saptari membagi kerja menjadi kerja Produksi dan Kerja Reproduksi. Kerja produksi adalah kerja yang menghasilkan upah sebagai bayarannya, sedangkan kerja reproduksi bukan hanya menjalankan fungsi reproduksi seperti mengandung dan membesarkan anak melainkan jauh lebih luas yaitu reproduksi kerja seperti mendidik anak (menyiapkan anak untuk menjadi tenaga kerja di kemudian hari) serta reproduksi sosial seperti menghadiri sunatan salah satu anak sepupu suami (reproduksi sosial untuk memperkuat tali silahturahmi dan menjaga hubungan sosial). Kegiatan membersihkan rumah seperti menyapu lantai, memasak makanan, menyuapi anak, menjenguk kerabat jauh yang sedang sakit, dan masih banyak lagi jenis-jenis kegiatan lainnya yang umumnya dilakukan perempuan mendapat definisi KERJA.
Buku ini akan membuka wawasan dan paradigma pembaca untuk mengganti lensa kacamata dalam melihat banyak hal yang berkaitan dengan perempuan dan kerja. Buku jni membuat saya banyak berefleksi betapa perempuan seringkali melakukan kerja gratisan yang tidak dibayar dan bahkan tidak dihargai yang padahal mendukung langsung kerja laki-laki yang sialnya seringkali digolongkan kerja produksi karena mendapat upah (seringkali berupa uang) sehingga mendapat penghargaan lebih tinggi dari apa yang dilakukan perempuan. Coba bayangkan seorang laki-laki dengan jabatan manager yang isterinya mendadak kabur dan asisten rumah tangganya (yang kebetulan perempuan) ikut melarikan diri. Apakah si Bapak manager ini bisa menjalankan fungsinya seperti hari-hari sebelumnya? Apakah pakaiannya tetap rapi tersetrika tanpa kerutan? Apakah si Bapak tetap bisa menikmati sarapan paginya seperti biasa? Ya bisa saja baju yang dipakainya tetap rapi tersetrika, tapi itu mungkin bisa terjadi setelah ia mengurangi waktu tidurnya untuk menyeterika yang kemudian boleh jadi ia jatuh tertidur di tengah-tengah rapat karena terlalu lelah melakukan ini itu pekerjaan rumah tangga. Sampai bapak manager tersebut menemukan asisten rumah tangga yang baru, rasanya ia harus mengubah seluruh rutinitasnya. Terlihat jelas bukan betapa penting dan berartinya kerja reproduksi yang dilakukan perempuan? Sayangnya kerja-kerja yang dilakukan perempuan ini seringkali menjadi tidak tampak (invisible).
Singkatnya, buku ini menegaskan pemahaman bahwa apapun yang dilakukan seseorang yang untuk mendukung kegiatan orang lain adalah KERJA. Dan tidak dapat dipungkiri seringkali perempuan bekerja jauh lebih keras dari laki-laki tapi tetap berdiri di balik suksesnya laki-laki.
This book is a very worth one for those who start studying on gender issues. It explains how the differences between two terms that looks alike. Good works of Saptari and Holzner.