Jump to ratings and reviews
Rate this book

Konsierto di Kyoto

Rate this book
Kau bacakah rinduku pada lengking klarinet
sore hari. Jauh di seberang Kamogawa
kala puluhan burung bangau meluncur senyap
menyusuri kemilat kaca sungai
ke utara. Ke Kitayama

Kau bacakah hasratku pada liuk
rumpun ilalang. Yang tumbuh memanjang
seperti siang musim gugur. Bergetar
bersama angin. Menarikan irama ricik sungai

Seperti itulah, Nadia, jari jemariku
bergetar. Seperti pertama kali lagi
Menyusuri lekuk-lekuk malam. Mencari
buah-buah ranum yang mereka rindu
di peraduan Shugakuin

***

Mochtar Pabotinggi adalah seorang sastrawan sekaligus intelektual andal. Tulisan-tulisannya—baik fiksi maupun nonfiksi—telah banyak menghiasi halaman-halaman media, seperti Tempo, Kompas, dan majalah sastra Horison. Sejumlah puisinya pernah dipilih untuk diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Konsierto di Kyoto merupakan buku kumpulan puisinya yang kedua. Berisikan puisi-puisi yang begitu personal, intim, sekaligus mendalam. Puisi Konsierto di Kyoto sendiri dipersembahkannya sebagai hadiah untuk istri tercinta.

108 pages, Paperback

First published August 1, 2015

6 people are currently reading
16 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (12%)
4 stars
10 (31%)
3 stars
15 (46%)
2 stars
3 (9%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Ariel Seraphino.
Author 1 book52 followers
December 21, 2015
Sampai pada tahap ini saya harus menyerah pada kemungkinan bahwa tidak setiap puisi harus dimengerti oleh para pembacanya. Membaca buku kumpulan puisi pak Mochtar Pabotingi ini menjadi salah satu hal yang harus saya rasakan demikian. Atau jika memang sebaliknya, hanya saya saja yang merasa sudah lama sekali tidak baca puisi dengan arif dan bijaksana. Secara keseluruhan mungkin puisi adalah sarana pemenuhan penulisnya akan hasrat berkata-kata yang indah, penghayatan atau menyampaikan pesan dengan wajah yang lain. Sehingga puisi tidak melulu harus mudah dimengerti oleh pembacanya. Dan cara yang paling mudah adalah dengan menghayatinya dan meresapi setiap permainan kata dan betapa bahasa Indonesia itu kaya sekali untuk digabungkan dalam rangkain bait puisi. Sebagai salah satu tokoh Indonesia yang cukup disegani, buku kumpulan puisi kedua pak Mochtar Pabotingi ini cukup menarik karena katamya dipersembahkannya untuk sang istri yang begitu dicintainya, seperti dalam salah satu baitnya yang menyebut-nyebut nama beliau. Dan kalau sudah begini, saya rasa puisi sudah cukup memenuhi kapasitasnya sebagai bentuk pemenuhan batin penulisnya sendiri, bukan?
Profile Image for Siraa.
260 reviews3 followers
June 12, 2022
“Aku adalah bagian dari hidupmu ribuan tahun silam. Ketika sekujur wujudmu masih bersit cahaya dan kalbumu belum dirasuk dahaga raga yang menggayuti seluruh pikiranmu.”

Benar kata Jokpin, Sajak milik Mochtar Pabottingi memang "Jernih dan dalam". Menikmati tulisan beliau kita dibawa menjelajah kemana-mana. Dari Korea sampai Swiss. Dari Yunani sampai Jepang, dari Kaliurang sampai Kyoto. Dipenuhi imaji dan metafora yang mengalir serta diksi-diksi yang unik dan ajaib. Pengalaman membacanya dipenuhi perjuangan. Salah satu buku yang membuat saya membuka KBBI berkali-kali.
Profile Image for Fira.
139 reviews
October 19, 2025
Meskipun saya tidak memahami sepenuhnya tapi puisi “Revelasi” adalah favorit saya

“Kian pongah kita berlaku sebagai Tuhan
Kian dalam kita menyembah berhala

Kian jauh kita memperhampa kata
Kian menjelma peradaban tumpukan busa”
Profile Image for Daisy.
65 reviews16 followers
August 24, 2021
Aku hanya akan terseret arus, sebenci apapun aku dengan pemilihan diksinya. Seperti leher ditarik ke mana-mana, tapi kau tidak bisa berbuat apa-apa karenanya.
Profile Image for Adham Fusama.
Author 9 books72 followers
November 8, 2019
Ini kumpulan puisi yang unik, jernih, mendalam, sensual, dan seksi.
Profile Image for Alpha Hambally.
Author 4 books7 followers
November 4, 2015
"Konsierto di Kyoto: Narasi Kekuatan Pengembaraan dalam Intelektualitas"
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.