Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rumah Tangga

Rate this book
Berumah dalam Cinta di Tangga Menuju Surga

Kita adalah dua orang biasa yang saling jatuh cinta. Lalu, kita bersandar pada kekuatan satu sama lain. Terus berusaha memaafkan kekurangan satu sama lain. Kita adalah dua orang yang berbagi rahasia untuk menyublimkan diri masing-masing. Saling percaya dan berusaha saling menjaga. Kita adalah dua pemimpi yang kadang-kadang terlalu lelah untuk terus berlari. Namun, kita berjanji saling berbagi punggung untuk bersandar, berbagi tangis saat harus bertengkar. Kita adalah dua orang egois yang memutuskan menikah.

Kemudian, setiap hari, kita berusaha mengalahkan diri masing-masing.

… dengan sejumlah rasa pengertian dan kesepahaman, engkau bersenang hati menghormatiku sebagai suami dan aku berbahagia menyayangimu sebagai seorang istri.

298 pages, Paperback

First published June 20, 2015

60 people are currently reading
697 people want to read

About the author

Fahd Pahdepie

27 books530 followers
FAHD PAHDEPIE, suami juga ayah penuh-waktu untuk Rizqa Abidin serta dua putra mereka Falsafa Kalky Pahdepie dan Alkemia Malaky Pahdepie. Menulis, bekerja, dan berkreativitas dirayakannya di waktu senggang. Orang rumahan yang menulis untuk diceritakan pada istri dan anak-anaknya.

Selain menulis, Fahd juga merupakan pembicara publik, penulis skenario dan sutradara film maupun teater. Saat ini menjadi co-founder dan CEO inspirasi.co. Ia bisa ditemui di www.fahdpahdepie.com atau facebook.com/fahdpahdepie atau twitter @fahdisme.

Profil lengkapnya bisa dibaca di: http://id.wikipedia.org/wiki/Fahd_Pah...

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
147 (33%)
4 stars
144 (33%)
3 stars
111 (25%)
2 stars
27 (6%)
1 star
7 (1%)
Displaying 1 - 30 of 85 reviews
Profile Image for Hana Bilqisthi.
Author 4 books279 followers
June 24, 2015
Speechless

Buku ini sukses nguras air mata hana
bentar-bentar Hana nangis terharu

awalnya Hana kira ini novel, pas pesen ngga cek. Hahaha
Karena udah sering baca tulisan tentang pernikahan Fahd di tumblr dan facebooknya.
Ini kumpulan cerita Fahd ternyata.

suka kata-kata pembukanya
aku bangun dengan cinta
kau rawat dengan doa
demikianlah kita
berumah di tangga,
menuju surga

Suka surat cinta fahd buat Rizqa :D
Surat balesannya juga :D

ikut senang pas Fahd liat Rizqa
"Bagaimana rasanya bila orang yang paling kau cintai berjalan ke arahmu, dengan pakaian dan riasan terbaiknya, menggenapkan langkah-langkah kecilnya untuk berjanji sehidup semati menemanimu dalam sedih dan bahagia-untuk selama-lamanya?"

ikut nangis pas orang tua Fahd nolak Rizqa karena alasan Rizqa dari keluarga broken home
I feel related to her
sampai Rizqa bilang 'aku tak mencintaimu'
:')


pesan ayahnya Fahd juga keren
"Kelak, jangan bercita-cita membelikan rumah untuk istrimu, bercita-citalah untuk tinggal bersama dan hidup berbahagia dengannya selama-lamanya.
Jangan berdoa ingin membelikan kendaraan mewah untuk anak-anakmu, berdoalah agar kalian bisa pergi bersama-asama bertamasya atau berbelanja dengan bahagia. Jangan bermimpi ingin memberangkatkan orang tuamu naik haji, bekerjalah sungguh-sungguh, lalu berangkatlah kalian bersama-sama untuk berbahagia bisa bersujud di rumah Tuhan sebagai keluarga"

Suka pandangan Fahd tentang ibu rumah tangga vs wanita bekerja

sempet dibuat melongo pas ayah fahd minta Ibu fahd membatalkan janjinya :O :D

waktu itu pernah reblog tulisan di tumbr tentang pernikahan itu layaknya roll coster, ternyata tulisannya Fahd
perumpaan yang dipakai bagus banget
"Inilah roller coster sesungguhnya. Kadang, kita harus berteriak kencang ketakutan, kadang harus bahagia melepas segala beban. Di atas semua ketakutan itu, kita tahu, semua kan baik-baik saja."

:D
Profile Image for Nydya.
20 reviews
June 24, 2015
Kemarin, sebuah paket berisi buku sampai di tempat saya tinggal. Ketika saya melihat pengirimnya, begitu girang hati saya. Sebuah buku yang telah saya tunggu lama. Buku itu berjudul “Rumah Tangga: Berumah dalam cinta, di tangga menuju surga” yang ditulis oleh Fahd Pahdepie, salah satu penulis kesukaan saya. Saya sangat senang saat mengetahui ada pre-order untuk mendapatkan buku itu lebih dulu daripada yang lain, disertai kartu pos yang dikirim oleh penulisnya dari Australia. Maka saya segera ikut serta, berharap bisa masuk dalam 300 pemesan pertama yang mendapatkannya. Alhamdulillah, saat saya membuka buku itu, saya menemukan kartu pos tersebut di dalamnya.

Buku ini bukan sebuah buku bimbingan berumah tangga, bukan juga melulu tentang hukum-hukum pernikahan yang banyak terbit saat ini. Ternyata, buku ini adalah sebuah surat cinta. Ya, surat cinta seorang Fahd Pahdepie kepada orang-orang terdekat yang dicintainya.

Di dalamnya, saya bisa merasakan betapa mendalam cinta sang penulis kepada nama-nama yang disebutkan di dalamnya. Di awal buku, Fahd Pahdepie seolah sedang berbicara kepada istrinya, Rizqa Abidin. Saya kira buku ini akan membahas hanya kisah cinta keduanya saja. Tetapi tidak.

Buku ini tidak hanya menceritakan tentang kisah cinta seorang suami kepada istrinya, tetapi juga seorang anak kepada ayah dan ibunya, seorang ayah kepada anak-anaknya, seorang kakak kepada adik dan calon adik iparnya, dan seorang hamba kepada Tuhannya. Bahkan, pembaca diajak menoleh ke belakang, menelaah perasaan seorang lelaki kepada calon istrinya, seseorang yang ia jatuh cinta kepadanya.

Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Demikian kiranya peribahasa yang mampu mendefinisikan buku ini. Mengapa? Selain mencurahkan cintanya dalam bentuk tulisan kepada orang-orang terkasih, Fahd Pahdepie sedang berbagi kepada semua pembacanya dalam buku ini. Ada banyak ilmu yang tersirat di dalamnya. Ada banyak nasihat dan pelajaran yang bisa saya petik. Buku ini ditulis untuk membagikan cerita cinta, agar pembaca mampu meneladani yang baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Pada akhirnya, ini juga tentang surat cinta dari seorang penulis kepada para pembacanya, dan seorang manusia kepada sesamanya.

Saya secara pribadi sangat menyukai buku ini. Selain karena saya memang menyukai tulisan-tulisan Fahd Pahdepie, buku ini memang layak diapresiasi. Saya selalu kagum kepada orang-orang yang bersedia kehidupan pribadinya dipelajari orang lain, meski sedikit saja. Dengan cerita-cerita yang menyentuh kehidupan sehari-hari dan diksi yang memukau, buku ini mengingatkan saya pada keluarga saya sendiri dan semua kenangan di dalamnya. Nilai-nilai Islam yang disentuh di sana-sini juga mengajak saya untuk berpikir dan mulai mempelajarinya lagi lebih dalam. Pada intinya, saya sangat menyarankan buku ini untuk dibaca oleh siapa pun, kalangan mana pun, usia berapa pun.

Terima kasih saya ucapkan kepada Fahd Pahdepie​ sebagai penulis dan Gita Romadhona karena telah menulis dan menerbitkan buku ini.

Salah seorang pembaca,
Nydya Parahita
Profile Image for Fakhrisina Amalia.
Author 14 books200 followers
September 22, 2015
Entahlah, mungkin karena aku bacanya bawa perasaan banget. Mungkin karena ceritanya hampir persis sama yang pernah terjadi dan aku bayangkan (malah curhat). Mungkin karena akhir-akhir ini bayang-bayang itu sirna.. (masih curhat lagi).

Awalnya mau pesan buku ini, tapi belom sempat mulu. Terus teman punya duluan, jadi pinjem baca, dan tetap memutuskan untuk membeli supaya jadi koleksi.

Romantis, banget. Tapi nggak bikin kita mikir kalau rumah tangga isinya cuma yang manis-manis doang. Akan selalu ada jalan terjal atau pahit yang kita rasakan, tapi mempertahankan keromantisan, kemesraan, dan kasih sayang adalah pilihan tiap individu.

Dan terus terang kenyataan itu yang menamparku dengan telak, dan galau, dan mulai berandai-andai.. (baper lagi, huhuhuhu)

Pokoknya it's an amazing book for me. Banyak banget pelajaran yang bisa diambil soal berpasangan dan berumah tangga. Dan semacam penguat juga, jika memang cinta, maka selalu ada jalan untuk bisa bersama. Seperti Kak Fahd dan Teh Rizqa.
Profile Image for Meta Morfillah.
665 reviews23 followers
September 30, 2015
Judul: Rumah tangga
Penulis: Fahd Pahdepie
Penerbit: PandaMedia
Dimensi: x + 286 hlm, 14 x 21 cm, cetakan pertama 2015
ISBN: 978 979 780 813 6

"Kita adalah dua orang biasa yang saling jatuh cinta. Lalu, kita bersandar pada kekuatan satu sama lain. Terus berusaha memaafkan kekurangan satu sama lain.
Kita adalah dua orang yang berbagi rahasia untuk menyublimkan diri masing-masing. Saling percaya dan berusaha saling menjaga.
Kita adalah dua pemimpi yang kadang-kadang terlalu lelah untuk terus berlari. Namun, kita berjanji saling berbagi punggung untuk bersandar, berbagi tangis saat harus bertengkar.
Kita adalah dua orang egois yang memutuskan menikah.
Kemudian, setiap hari, kita berusaha mengalahkan diri masing-masing.
Dengan sejumlah rasa pengertian dan kesepahaman, engkau bersenang hati menghormatiku sebagai suami dan aku berbahagia menyayangimu sebagai seorang istri."

Itu adalah kalimat yang tertera sebagai blurb di belakang cover buku ini. Merupakan penggalan kalimat dari sebuah tajuk dalam beberapa kisah di buku ini. Kalimat yang rendah hati, romantis namun berdaya gigantis, yang menurut saya tak mengherankan bila penjualan buku ini langsung drastis hingga mencapai cetakan kelima dalam waktu kurang dari satu tahun.
Kisah-kisah dalam buku ini sebenarnya seperti catatan harian Fahd tentang perjalanan cintanya hingga menjalani bahtera rumah tangga bersama Rizqa. Diawali dengan pembuka cerita yang mengisahkan tentang akad nikah mereka, lalu napak tilas tentang hubungan mereka yang bahkan terancam gagal menikah karena tak mendapat restu. Tapi dengan satu keyakinan, bahwa Fahd hanya akan menikahi Rizqa, bukan wanita lainnya, maka pernikahan itu pun terwujud. Tentu saja itu adalah awalan, menikah tidak melulu tentang kenikmatan. Ada banyak penyesuaian yang membutuhkan kesabaran bagi dua insan tersebut. Mungkin mudah untuk mereka meleburkan diri, tapi tidak mudah meleburkan dua keluarga mereka. Terlebih seiring waktu berjalan, bertambahnya personil--anak--keluarga mereka, yang membelajarkan mereka untuk pandai membagi cinta dengan adil. Ada cinta orangtua pada anaknya, dalam hal ini ayah dan ibu Fahd yang bijak menasihatkan kalimat dan pengalaman hidup yang mereka alami. Itulah... kisah cinta sederhana yang dibagi oleh penulis.

Beberapa kisah pernah saya baca dalam status facebook atau blog penulis. Ya, saya mengenal tulisan Fahd sejak ia masih lajang dan memakai nama pena Fahd Djibran. Memang belum semua karyanya saya baca, tapi saya menyukai gaya tulisan dan pilihan katanya yang terasa jujur, sederhana namun dalam. Setelah membaca karyanya ini, saya merasa Fahd semakin matang, baik secara kepribadian, pemikiran dan cara bercerita atau menulisnya. Saya semakin suka.

Secara alur, kisah dalam buku ini seperti potongan-potongan ingatan yang cukup urut berdasarkan kronologisnya. Dari awal akad, flashback ke masa pacaran, lalu pernikahan, flashback ke kisah cinta orangtua fahd, punya anak pertama, adik fahd yang menikah, anak kedua dan ditutup dengan ending refleksi pernikahan selama lima tahun. Gaya berceritanya pun ada yang melalui kisah, surat, puisi dan bahkan nyanyian. Saya temui sedikit typo dan cetakan yang agak berbayang di halaman awal. Namun secara overall, saya suka dan merekomendasikan buku ini bagi Anda semua, baik yang belum, akan, atau sudah menikah. Oh ya, buku ini cukup quotable menurut saya, jadi izinkan saya membagikannya yaa... heheh

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Bagaimana rasanya bila seseorang yang paling kaucintai berjalan ke arahmu, dengan pakaian dan riasan terbaiknya, menggenapkan langkah-langkah kecilnya untuk berjanji sehidup-semati menemanimu dalam sedih atau bahagia untuk selama-lamanya? Bagaimana rasanya bila langkah-langkah itu kian dekat, semakin dekat, dan semakin dekat lagi, hingga membuat dadamu berdebar hebat? Sementara, tatap mata dan senyuman terbaiknya hampir membunuhmu dalam kebahagiaan?" (Hlm. 2)

"Mencintaimu adalah berhenti mengandaikan semua hal baik yang tak ada dalam dirimu sekaligus memaafkan semua hal buruk yang ada dalam dirimu." (Hlm. 17)

"Kelak, jangan bercita-cita membelikan rumah untuk istrimu, bercita-citalah untuk tinggal bersama dan hidup berbahagia dengannya, selama-lamanya." (Hlm. 36)

"Aku menemukan diriku dalam dirimu, lalu aku tak memerlukan penjelasan apa-apa lagi untuk mencintai dan menyayangimu." (Hlm. 57)

"Cara Tuhan tidak mengabulkan sebagian doa kita adalah untuk mengabulkan doa-doa kita yang lainnya. Tuhan maha tahu mana yang paling baik bagi kita, sementara kita hanya bisa mengira-ngira." (Hlm. 109)

"Cinta itu sederhana. Selalu sederhana. Kadang-kadang kita hanya perlu memastikannya. Dengan cara yang sederhana." (Hlm. 174)


Meta morfillah
Profile Image for Haniva Zahra.
425 reviews43 followers
August 6, 2015
Akhirnya saya menyelesaikan buku ini juga. Sebenarnya buku ini menuliskan tentang tema yang tentunya menarik untuk saya, rumah tangga, hubungan suami istri yang tidak hanya romansa, namun juga suka duka. Namun demikian, karena saya sudah membaca beberapa tulisan dari Fahd ini di Tumblrnya, saya jadi tidak terlalu excited membaca buku ini. Saya menyatakan sebagai penikmat tulisan Fahd Djibran dahulu, kalau sekarang Fahd Pahdepie saya belum terlalu jatuh cinta.
Profile Image for Lelita P..
629 reviews60 followers
September 17, 2015

3.5 / 5.

Jujur, ini... agak di bawah ekspektasi. Isinya hanya berupa fragmen pikiran Mas Fahd Pahdepie, renungan-renungan acak dan kumpulan memori pernikahannya dengan Mbak Rizqa. Ada beberapa yang benar-benar merupakan cerita, tapi lebih banyak lagi yang hanya tulisan singkat hasil kontemplasi. Sayang, kadang hasil kontemplasinya ini kurang bisa saya pahami. Bagus sih, tapi nggak bisa menyentuh saya. Makanya saya bilang buku ini agak di bawah ekspektasi karena saya lebih mengharapkan membaca cerita alih-alih petuah hasil renungan yang agak berputar-putar.


Anyway, saya nggak bisa bilang nggak suka dengan cara penulisannya. Menghanyutkan, nagih. Jadi meskipun ada bagian-bagian seperti yang saya bilang di atas, saya nggak berhenti membaca. Saya melanjutkan. Sampai habis. Saya terbuai dengan penerjemahan cinta Mas Fahd kepada Mbak Rizqa, Kalky dan Kemi yang diwujudkan dalam buku ini. Kok rasanya so sweet sekali ya dibikinin satu buku "surat cinta" yang begitu tulus. :") Emosinya itu dapet banget, indah dan membuat tersenyum.

Oleh karena itulah, walaupun sempat bimbang mau membulatkan ke bawah atau ke atas, akhirnya saya putuskan untuk memberikan empat bintang bagi buku yang sangat penuh cinta ini. :)
Profile Image for Reiza.
187 reviews6 followers
September 11, 2015
Review singkatnya , ini buku yang bisa bikin kita ingin segera menjalani bahtera rumah tangga.

Review panjangnya , dalam buku ini kita bakal menemukan sebongkah kisah tentang bagaimana Fahd dan Rizqa membangun keluarga, membangun rumah tangga mereka sekaligus menghadapi tantangan-tantangan, menghadapi kecemasan-kecemasan sekaligus menanam benih harapan dan memanen rasa manisnya. Pun pandangan-pandangan Fahd mengenai istri, mengenai anak-anak, mengenai keluarga, semuanya dapat kita temukan.

Entah kenapa tapi saya melihat bahwa Fahd nampaknya seorang yang "agak" pencemas (yang kebetulan memiliki golongan darah yang sama dengan saya, A positif - apa golongan darah A memang berbakat sebagai seorang pencemas?) dan rasa cemasnya tersebut ia tumpahkan secara tak kasat mata. Yaitu melalui tulisan-tulisannya ini.

Menarik melihat bagaimana Fahd mengupas dinamika rumah tangganya dengan bahasa yang indah dan meliuk-liuk. Seperti roller coaster yang ia tuliskan untuk adiknya, begitu pulalah tulisan-tulisan dalam buku ini bercerita.

Empat bintang, karena telah berhasil membuat saya kebelet ingin berumah tangga.
Profile Image for Ellys Sufia Firsanti.
33 reviews6 followers
June 29, 2015
Menceritakan kehidupan rumah tangga Kang Fahd dengan Teh Rizqa, dari proses bagaimana Kang Fahd melamar Teh Rizqa sampai kini mereka dikarunia 2 anak laki-laki yang lucu.
Sebagai pembaca wanita, saya seolah menjadi teh Rizqa (lah?!) yang ikut bahagia dan senyum-senyum, juga ikut terharu di beberapa bagian buku ini. Banyak pelajaran yang saya ambil tentang kehidupan rumah tangga dari buku ini (Nuhun, Kang!) dan entah kenapa saya pengin Buku Rumah Tangga versi Teh Rizqa, penasaran.

huhuhuhuhuhuhu 5 bintang! :D
Profile Image for Fina Aufar.
35 reviews1 follower
August 14, 2015
tiap rangkaian katanya sebenarnya terlihat simple, bahasa sehari-hari yang sebenarnya jauh dari kata puitis, tapi bermakna dalam.
Cuma mau bilang "Thanks" buat Hana yang secara tidak langsung merekomendasikan buku ini.
Terima kasih, bukunya sudah kulahap habis. Buku yang ingin kau pinjam, sebentar lagi akan sampai di tanganmu.
Profile Image for Elvira Susiana.
22 reviews4 followers
February 19, 2016
Bila mereka bertanya tentang bagaimana caranya memperoleh kebahagian? Katakan sambil tersenyum, tak ada cara yang lebih sederhana untuk berbahagia selain memberi senyuman. Jika mereka ingin hidup lebih lama, beritahu mereka tentang kehangatan sebuah pelukan diantara dua kata "terima kasih" dan "maaf"
Profile Image for Dwi Yunita.
1 review
June 27, 2015
Buku yang keren..menginspirasi. Disajikan dengan bahasa yang lugas dan ringan. Kisahnya hampir sama/mgkn pernah terjadi dgn pembacanya sehingga pembaca akan merasa dekat dgn cerita dan si empunya cerita :)
Profile Image for Ika Astutik.
5 reviews2 followers
July 12, 2015
Isinya bagus, penuh dengan nasehat dan renungan. Di bagian awal, buku ini berhasil membawa pembaca merasakan emosinya. Namun, di bagian tengah hingga akhir terasa lebih ringan dan agak membosankan, mungkin apa karena saya gagal mendapatkan emosinya ya hahaha. Ditunggu buku selanjutnya kak Fahd ^^
Profile Image for Sevma.
70 reviews14 followers
September 5, 2016
Ada tulisan pendek, ada tulisan panjang (lebih dari dua halaman), ada juga tulisan yang sekadar separagraf. Meski begitu, buku ini berdampak menggalaukan bagi jiwa-jiwa yang mudah galau. Banyak kisah nyata penulis yang bisa dipetik hikmahnya.
Profile Image for Febby Indriswari.
1 review1 follower
July 18, 2015
Wajar sih kalo banyak yang sirik sama cerita mereka. Tapi nggak wajar kalo nggak suka sama kisah mereka. Bener-bener nggak nyesel baca buku ini.
Profile Image for Shaula Safira.
1 review
August 19, 2017
Memutuskan untuk membeli buku ini karena merasa mungkin sudah saatnya untuk 'belajar'. Saya telah mengetahui sosok Fahd Pahdepie melalui tulisan-tulisan beliau di Facebook dan buku ini membuat saya lebih mengenal kehidupan dan kecintaan beliau pada keluarga. Format yang disajikan sangat menarik, berupa surat dan prosa terkhusus untuk orang-orang yang ia cintai. Melalui surat dan prosa tersebutlah kita dapat dapat banyak belajar tentang rumah tangga dalam pandangan Fahd Pahdepie. Terkadang saya dibuat penasaran, terkadang juga deg-degan, terkadang juga saya terenyuh dan membuat saya berhenti sejenak dan berusaha mengendapkan nilai yang disampaikan - agar dapat juga menjadi nilai yang saya terapkan. Namun karena pada dasarnya saya kurang suka dengan kata-kata yang 'terlalu manis', kerap saya melewatkan beberapa bagian surat dari Fahd untuk istrinya 😅Overall, an enjoyable book.
Profile Image for K. R..
Author 2 books11 followers
June 18, 2017
Membaca ini saya jadi bisa merasakan betapa bahagia hal-hal yang hanya disimpan untuk berdua saja, tetapi tidak salah juga jika berbagi kebahagiaan berdua kepada orang-orang di luar sana. Pada akhirnya, penulis yang juga sebagai public figure harus pandai-pandai memilah dan memilih mana tulisan tentang kehidupan pribadi yang sebaiknya hanya dipersembahkan kepada yang tercinta saja dan mana yang bisa dibaca khalayak ramai sebagai hikmah dan pelajaran.
Profile Image for Lila Danisa.
790 reviews11 followers
October 26, 2018
Sebenernya pengen baca Jodoh dulu tapi kok karena review-reviewnya jadi lebih tertarik sama yang ini. Jadi deh cus beli.

Sampai hampir halaman 100, saya bosan sekali. Diselingi baca buku yang lain. Tapi kemudian memaksakan untuk ayo lanjut baca. Mungkin akan lebih seru.

Buku ini menurut saya benar-benar tulisan pribadi penulis untuk keluarganya hehehe

Rangkaian katanya bagus sekali. Cocok untuk diberikan sebagai hadiah untuk yang akan membangun rumah tangga.

Udah sih gitu saja.
Profile Image for Nikita Syecilia.
26 reviews2 followers
August 6, 2021
Saya membeli buku ini karena saya yakin tulisan-tulisan yang disuguhkan oleh Fahd pasti bagus!

Buku ini membuat saya terenyuh sekaligus memberi gambaran mengenai kehidupan rumah tangga, tidak hanya berupa dialog antar pasangan saja namun banyak sekali pesan tersirat yang disampaikan, salah satunya seperti wejangan-wejangan yang dilontarkan oleh sosok Ayah dari Fahd Pehdipie sebelum menikah.

Rated it 5/5, because it’s very teary. 💗
Profile Image for Djoko Atkinson.
26 reviews
September 10, 2018
Buku ini syarat dengan makna dan tentu kekhasan gaya bahasa ke Fahd pahdepie yang bisa membawa pembaca menyaksikan langsung detail pristiwa. Ia menceritakan tahap demi tahap awal pernikahan, bagaimana ia menjalananinya, dan apa yang ingin ia capai di kehidupan selanjutnya.
6 reviews1 follower
August 23, 2019
Fahd Pahdepie menyajikan kisah pernikahan dengan bahasa yang sederhana dan syarat makna. Senang sekali membaca buku ini. Seperti, membaca isi kepala laki-laki tentang pernikahan, tentang perempuan, tentang anak, tentang keluarga.
Profile Image for Sefa Ayu.
5 reviews1 follower
September 29, 2018
Easy reading banget! 🙂, Lbih sneng sih sma krya2 sbelumnya mas fahd, tpi sy trkesan banget sma bab teladan dari ayah. Terimakasih bnget psan2nya 😊
7 reviews
February 17, 2020
"Bersama laki-laki yang hebat, selalu ada perempuan luar biasa. Mereka tumbuh bersama dan saling memberi makna."
Profile Image for ftnrsnn.
166 reviews13 followers
June 2, 2020


When it comes to marriage, there are too many thoughts spiraling into my mind. Most of them lead to one thing, afraid of marrying the wrong one because I don’t think I have the strength in me to share my life with someone who only marries me on the paper but fails in carrying out ‘the real responsibilities’ in marriage. I know it sounds super paranoid, but I guess it’s fair to say that I’ve [seen/heard] enough and it hurts :’(

At the age of 27, most of my friends are already married. Sometimes when they were joking with me, telling me to get married, I never ashamed to admit to them my fear of marrying the wrong person. I’m glad some of them really understand because maybe they knew the fact that marriage is a big thing but, I can’t say that all people share the same views. Some simply dismiss by saying, “that’s why you have to get married, it’s a 'try and error'”. The latter was quite shocking for me tbh, like really? Is that how you see marriage, try and error? But maybe they’re right because not all the marriages are the same. After all, everyone is entitled to their own opinions and I have to respect that.

OK!! Enough with my unpopular opinions, now let’s get to the real review of “Rumah Tangga” by Fahd Pahdepie. I love this book!! So much!!! Rumah Tangga is a compilation of thoughts or letters from a husband and father to her beloved wife and kids. It’s really touching to see how the author never feels ashamed to show his appreciation towards his wife. I respect how he has never scared to admit that he’s not perfect in his role as a husband and father. I love how unapologetically the author is in loving his wife [and family].

Reading this book really makes me realize that we don’t need a grand gesture move in showing love towards our partner, enough with the recognition of one’s roles and together, working on creating beautiful memories. Because once you really understand your responsibilities, you will never take the people you love for granted.

Highly recommended! Single or married doesn’t matter because it suits all. Maybe for the married couple, you can read this book to reflect upon your roles in your marriage and for single people, take what this book is trying to tell you as a lesson [or preparation] for the future.

To all my married friends, I pray that your marriage will forever be flooded with the light of happiness and covered with God’s blessing.

And to all my single clans, May God ease our journey in bettering ourselves before we step into the realm of marriage.

INSTAGRAM | TWITTER
Profile Image for Devi Rosita Liong.
7 reviews3 followers
October 22, 2015
Mengintip sejenak kisah rumah tangga Fadh Pahdepie bersama istrinya, Rizqa Abidin. Buku ini berisi tulisan-tulisan bang Fahd untuk sang istri dan juga kedua anaknya, serta untuk para pembaca.

Setiap rumah tangga tentu memiliki cerita yang berbeda-beda. Begitupun dengan rumah tangga bang Fahd ini. Mulai dari proses awal sebelum pernikahan, menikah, hingga melahirkan anak yang kedua diceritakan dengan begitu manis dan ringan. Tulisan-tulisan dalam buku ini, ah, dipenuhi begitu banyak cinta.

Buku ini berhasil merubah padangan saya, (ternyata pernikahan tak semenakutkan yang saya kira) dan merubah tipe pria idaman saya. hahahaha...

Bang Fahd, dengan tulus hati saya doakan semoga pernikahan anda langgeng, perasaan cinta kalian tetap sama bahkan makin meluap-luap. Agar saya bisa membaca buku2 anda berikutnya mungkin kisah pernikahan kalian setelah menginjak usia 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun ke depan.

“Berliburlah, berpiniklah, meski sederhana, semua itu penting untuk menyambut bahagia. Mungkin libur itu bukan untuk kita, boleh jadi untuk orang-orang tercinta disekeliling kita yang telah lama setia menanti bahagia. Maka, bahagiakanlah mereka. Setelah berlibur, kita akan tahu, bahwa keringat akan lebih berharga jika diseka dengan tawa yang bahagia-dan kerja keras untuk masa depan akan lebih bergairah jika diiringi dengan ikhtiar untuk merayakan kebahagiaan kita hari ini.” (Hal. 269)

"Kelak jangan bercita-cita membelikan rumah untuk istrimu, bercita-citalah untuk tinggal bersama dan hidup berbahagia dengannya, selama-lamanya. Jangan berdoa ingin membelikan kendaraan mewah untuk anak-anakmu, berdoalah agar kalian bisa pergi bersama-sama, bertamasya, atau berbelanja dengan bahagia. Jangan bermimpi ingin memberangkatkan kedua orang tuamu naik haji, bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan mari berangkat bersama-sama untuk merayakan cinta dengan bersujud dirumah Tuhan sebagai keluarga. Jangan hanya berharap masuk surga agar nanti berbahagia: masukilah surgamu hari ini dengan bersyukur dan berbahagia." (Hal. 233)

Buku ini recommended banget dibaca oleh para ayah, suami atau calon suami.
Saya suka,saya suka.. :D
Profile Image for Putri.
28 reviews3 followers
November 18, 2015
Sebelum buku ini, saya tidak tahu kalau Bang Fahd Pahdepie sudah menerbitkan beberapa buku lain sebelum ini. Saya cuma iseng ngikutin blog dan fbnya yang disarankan teman saya, dan kata2 yang ditulis di sana membuat saya suka. Akhirnya, ketika bang Fahd ini nerbitin buku, otomatis saya langsung beli karena ingin tahu, apa sih tulisan bang Fahd kali ini.

Judulnya sih cukup eye catching "Rumah Tangga", pikiran otomatis tertuju pada bagaimana kehidupan sepasang insan manusia setelah menikah. Terus, kalau gaya Fahd Pahdepie macam apa ya? Di sini, buat saya, bang Fahd menulis surat cinta untuk orang-orang yang dikasihinya. Kita bisa melihat bahwa bang Fahd bertutur apa adanya dengan pola pikir, tentang kenapa ia memilih menikah di usia muda, memilih jodohnya, dan menyayangi jodohnya dengan caranya sendiri. Terselip pula perasaan seorang ayah Fahd kepada kedua buah hatinya, bagaimana ia melihat mereka melalui pola pandangnya, dan menyelipkan seuntai doa kepada buah hatinya. Tapi, tokoh utama di sini, jelas, sang istri Riska. Secara gamblang, Bang Fahd menceritakan istrinya, bagaimana ia jatuh cinta padanya dan memutuskan menikah dengannya, memiliki buah hati, menghadapi sebuah konflik dalam dua pola pikir yang bertolak belakang dan sebagainya.

Sebagian orang yang saya lihat reviewnya soal buku ini mengatakan kalau ada beberapa cerita lawas dari buku-buku yang telah bang Fahd terbitkan dulu yang muncul di buku ini, tapi buat saya itu tak menjadi soal selama flow 'Rumah Tangga' itu tetap berjalan bagaimanapun adanya. Saya tegasin banget, kalau yang mau nyari buku soal panduan nikah, buku ini bukan panduan nikah. Tapi, kalau ada yang mau nyari buku soal pengalaman pernikahan dari sudut pandang Bang Fahd, rasanya buku ini pantas untuk dipinang dan dinikmati. Oya, dengar-dengar katanya bang Fahd mau nerbitin lagi, judulnya eyecatching lagi buat saya 'Jodoh'. Yah, semoga tulisannya lebih menarik lagi :D
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 85 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.