Imam Anshori Saleh, putra seorang kepala desa di Jombang, Jawa Timur, sejak remaja merasakan langsung perlakuan tidak adil dari oknum penegak hukum kepadanya, keluarganya dan masyarakat desanya. Sungguh nyata yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, bahwa hukum telah dijadikan komoditas jual-beli oleh oknum-oknum penegak hukum. Rekayasa hukum sering dilakukan oknum penegak hukum, putih jadi hitam dan sebaliknya. Keadilan begitu mahal harganya bagi warga desa. Kekecewaan warga desa terhadap penegak hukum selama puluhan tahun berakumulasi, lalu menimbulkan persepsi bahwa peradilan kita berada di lorong yang gelap.
Perlakuan tidak adil oknum penegak hukum kepada warga desa membuka mata hati Imam untuk peka terhadap berbagai bentuk ketidakadilan, yang kemudian mengilhaminya menempuh studi ilmu hukum dan berperan nyata membenahi peradilan Indonesia. Di kemudian hari, keputusan itu mengantarnya menjadi jurnalis, legislator, praktisi hukum dan komisioner Komisi Yudisial RI.
Selama lebih dari 30 tahun, Imam memperjuangkan keadilan masyarakat lewat lisan, tulisan, dan perbuatan. Perjuangannya menegakkan keadilan sarat berbagai tantangan, mulai dari percobaan suap sampai teror. Semua itu bukannya membuat Imam jera, sebaliknya justru kian meneguhkan keyakinannya bahwa selalu ada jalan keadilan di tengah kezaliman. Lewat buku ini, Imam Anshori Saleh mengabadikan pikiran, ucapan dan tindakannya sebagai warisan bagi generasi muda penerus bangsa.
“Imam Anshori Saleh mengalami sendiri betapa semakin lebarnya kesenjangan antara teori dan praktik hukum di negara kita, sehingga keadilan yang hakiki nyaris bak fatamorgana bagi rakyat Indonesia.” ~ Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. HENDROPRIYONO ~
“Dalam bukunya Perjalanan Menyusuri Lorong Gelap Keadilan ini, jelas tergambar dan terbaca bahwa kepedulian, keseriusan dan ketajaman Sdr Imam Anshori Saleh dalam mencermati dan mengkritisi persoalan-persoalan sosial, hukum dan keadilan menjadikannya kaya memori, pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga.” ~ Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO ~
“Lewat beragam kiprahnya, terutama sebagai Wakil Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia, saudara Imam Anshori Saleh memberikan kontribusi berharga untuk menjernihkan kembali ranah hukum di negeri ini.” ~ Prof. Dr. KH. SAID AQIL SIRADJ, MA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ~
ZULFIKAR FUAD is a professional writer who specializes in writing life story books (biographies, autobiographies, memoirs, biographical novels) and history. His skills in writing biographies were honed through intensive mentoring with Ramadhan K.H.—a prominent journalist, literary figure, novelist and biographer in Indonesia—during 2002-2003. This valuable experience was immortalized by Zulfikar Fuad in his book, "Biography, A Lasting Legacy: The Secret of Maestro Biography Ramadhan K.H. in Writing a Compelling and Historical Biography as a Lasting Legacy” (PT Gramedia Pustaka Utama, 2020).
Over the last 22 years, Zulfikar Fuad has written more than 70 biographical and historical book titles. In the process of writing a biography, he is skilled at combining the art of creative writing and scientific-based historical writing (historiography), which is supported by in-depth research, biographical interviews, character analysis, and enrichment of information — adapted to the career, business, and life journey of each subject. In 2024, Zulfikar Fuad received an award as an Honorary Citizen of the Army Military Police from the Commander of the Army Military Police (DANPUSPOMAD) in recognition of his significant contribution in writing two biographical book titles of former PUSPOMAD Commanders and a history book title of the Indonesian Army Military Police (POMAD).
Zulfikar Fuad has written biographies of prominent figures from various backgrounds, including presidents, ministers, scientists, businessmen, politicians, generals, lawyer, governors, regents, etc. He writes life stories for everyone, regardless of ethnicity, nationality, religion, race, social class, or political affiliation. For him, every individual is a unique and extraordinary masterpiece of the Creator. He chose to become a biographer as part of his life's mission: to spread inspiration, wisdom, noble principles of success, exemplary leadership, and deep insight—enriching meaningful and beautiful lives for world citizens.
Zulfikar Fuad can be contacted via email: zulfikarfuadsukses@gmail.com.