Review #CrazyLove : STALKING
Review “ACE HEART” by Elsa Puspita
Novellet ini bercerita tentang Chia yang menaruh kagum pada Kamal sejak acara inaugurasi MOS di sekolahnya. Kamal adalah seorang siswa SMA yang suka—mencintai seni sulap. Karena sangat penasaran dengan cowok itu, Chia pun memulai misi stalking-nya dengan mencari tahu alamat Kamal, mencari nomor teleponnya lewat yellow pages (karena ini sebelum zaman canggih ya :D). Dan ketika Kamal mengetahui ia sedang di-stalking, ia tentu saja merasa marah. Namun usaha Chia untuk membuktikan bahwa ia bukan cewek sinting kemudian membuahkan hubungan baik antara mereka.
Menjelang perpisahan sekolah, Chia berniat mengungkapkan perasaannya secara tak langsung lewat block note yang ia berikan pada Kamal, namun sayang Kamal tidak langsung menyadarinya, membuat perasaan Chia tetap diliputi rasa penasaran bahkan setelah ia memiliki tunangan.
Komentar : ceritanya lucu, manis tapi sedikit ‘menyakitkan’ di akhir. Aku suka chemistry Chia dan Kamal yang terasa alami. Keras kepalanya Chia dan cerewetnya Kamal (ketika di-stalking) jadi bumbu yang bikin ceritanya seru sampai halaman terakhir.
“I SEE YOU” by Donna Widjajanto
Kalau yang ini bercerita tentang Rieva yang stalking gebetannya Eric. Eric yang selalu baik dan ramah pada semua orang membuat Rieva jatuh hati. Namun sayang Eric justru menyukai cewek lain. Rieva kesal bukan hanya karena kenyataan itu melainkan juga karena cewek yang disukai Eric tampaknya tidak mau mau menerima pernyataan cinta Eric. Hal itu membuat Rieva ‘dendam’ dan mulai stalking. Ia melihat kedekatan Eric dan cewek itu—di luar sekolah. Rieva mendapatkan foto keduanya dan mengunggahnya ke sosmed dengan akun FB ‘stalker’. Mulailah Eric dan cewek itu menjadi bulan-bulanan di sekolah.
Komentar : Novelet yang satu ini memberitahukan secara tidak langsung kalau stalking itu berbahaya. Mungkin awalnya kita mengira apa yang kita lakukan cuma karena ingin tahu apa yang dilakukan si seseorang, tapi siapa yang tahu dari stalking perasaan bisa jadi begitu memburu. Bisa itu kecintaan, penasaran yang kelewatan bahkan sampai pada kebencian. Dan tokoh Rieva dalam cerita ini bisa jadi pelajaran untuk kita membatasi diri agar tak mengurusi urusan orang lain.
“WE STALK, THEN WHAT” by Gianti Pradipta
Nah untuk novelet yang ini beda lagi ceritanya. Adalah Brianna, cewek yang nggak terima diputuskan secara nggak jelas oleh pacarnya, Ruri. Lalu di sisi lain ada Ayosa, cowok yang diam-diam stalking cewek yang disukainya, Kiska—yang diduga sedang dekat cowok lain. Dan seperti sebuah kebetulan ternyata orang yang mereka mata-matai memiliki hubungan khusus. Brianna mengira kedekatan Ruri dengan Kiska lah penyebab putusnya mereka. Sementara Ayosa berpikir kalau ia sudah kalah jauh dari pendekatan yang dilakukan Ruri terhadap Kiska.
Komentar : Walau yang ini agak kerasa flat—mungkin karena aku menebak-nebak endingnya—tapi ceritanya lumayan seru. Dan menerima apa yang terjadi selalu menjadi jalan keluar untuk rasa penasaran yang tidak perlu.
“LOVE IS BLIND” by Dy Lunaly
Berbeda dari tiga novelet di atas yang men-stalking lawan jenis, yang satu ini justru stalking sesama enis (bahasanya haha). Bercerita tentang Kinan—yang baru pindah ke Jakarta. Ia tidak terlalu senang karena pada masa itu (latarnya pada tahun 1999) tawuran, demo dan bentrok seringkali terjadi di ibukota.
Pada suatu waktu, saat ada tawuran Kinan nyaris akan menjadi sasaran jika seorang cowok, Satria, tidak menyelamatkannya. Sikap heroik Satria kemudian membuat Kinan langsung jatuh hati dan penasaran ingin memilikinya. Namun sangat disayangkan, Satria sudah memiliki kekasih bernama Melissa, cewek modis yang menjadi ‘korban’ stalking Kinan.
Misinya memata-matai Melissa adalah untuk meniru gayanya, agar Satria mau meliriknya. Kinan berhasil. Namun Satria tak benar-benar jadi miliknya. Sementara Kinan telah kehilangan segalanya.
Komentar : Wow! Aku kaget baca yang satu ini. Mungkin karena aku nggak mengira alurnya akan kayak begini. Novelet yang ini kerasa kelam, dark dan penting untuk digarisbawahi bahwa cinta yang berlebihan (tapi aku lebih suka bilang obsesi) bisa menjadi boomerang yang menghancurkan.
Membaca buku ini seperti mendapatkan banyak rasa—yang tentu saja dominan dengan penasaran karena tema yang diusul adalah STALKING. Sedikit mendapatkan manfaat setelah baca STALKING ini, yang namanya stalking memang punya sisi baik dan buruk. Tergantung bagaimana kita mengendalikannya. Oh, ya ngomong-ngomong soal stalking, aku juga sering stalking orang ternyata hahaha ~
Nice book dan insya Allah menginspirasi kaum remaja ^__<