Jump to ratings and reviews
Rate this book

Untuk Apa Kau Menandai Waktu?

Rate this book
Akulah yang memiliki ide gila ini. Berpura-pura pada dunia bahwa persahabatan kami berakhir di pelaminan. Membenarkan ramalan teman-teman dan keluarga kami bahwa kami diciptakan untuk bersama. Entah apa yang akan mereka katakan jika tahu bahwa ini sandiwara. Dan entah bagaimana jika Lexa tahu kalau aku benar-benar mencintainya, tanpa sandiwara.
(Laksana Tudung Rasa, oleh Rae Shella)

Batu cadas, pakaian yang terlempar, ranjang tidur buatan bapa, dan dua manusia di atasnya. Lukisan itulah yang ia buat saat meme mendesah di dalam kamar bersama pria yang bukan bapa. Lukisan itu dibuat saat Asium memberi tahunya sebuah rahasia. Asium yang menuntun tangan mungil Heita. Detik itu Kanesti ingin berlari menjauh dari putrinya; ingin mengejar taksi yang membawa pergi cinta pertamanya. Ia ingin pulang.
(Pulang, oleh Arum Effendi)

Hei, siapa yang gila sekarang? Wanita di depanku ini atau orang-orang kampung tak berpendidikan itu? Wanita ini hanya kehabisan air ketuban saat melahirkan anaknya yang kembar. Dan dia jadi hilang akal begini bukan karena sekarang hidup di dunia gaib, tapi hanya karena shock dengan kematian putri kembarnya. Kalau aku membawanya pada teman-teman Psikologi-ku di kampus, pasti buyar semua cerita hantu itu. Wanita ini bukan lagi tokoh dongeng untuk menakuti anak-anak yang tak mau pulang saat magrib, tapi bisa menjadi obyek penelitian psikologi kami.
(Rahim, oleh Tyas Effendi)

220 pages, Paperback

First published January 1, 2015

13 people want to read

About the author

Tyas Effendi

6 books49 followers
Author of some novels.
Addicted to book, music, writing, reading, traveling, and backpacking.
Fresh graduate of English Literature, Brawijaya University.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (33%)
4 stars
1 (33%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (33%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Poppy Trisnayanti Puspitasari.
8 reviews3 followers
August 16, 2015
Saya baca buku ini selama 3 hari. Mengenjutkan! Saya sampai males keluar rumah loh gara-gara penasaran terus sama isi ceritanya...

Saya baca cerpen ini juga berurutan, sesuai peringatan penulis di bagian ucapan terimakasih buku ini.

Cerpen Untuk Apa Kau Menandai Waktu sempat menyebut penyair Seinari Arnav dalam satu kelas di tengah mata pelajaran yang sedang berlangsung. Ternyata, penyair tersebut terhubung dengan cerpen Stanza I dan II. Keduanya memesona dan menceritakan lebih dalam soal Seinari Arnav, karyanya, putranya.

Eh, tapi saya merasa anu juga sih, ketika baca cerpen Untuk Apa Kau menandai Waktu. Cerpen itu jadi judulutama buku, pada kenyataannya ceritanya ndak se-menggigit cerpen lain di buku ini. Renung menikahi gadis lain? Kenapa? ndak ada jawaban atas itu. Saya tetap berpikir positif dan menanti jawaban dari cerpen lain hingga menyelesaikan buku ini. Jawabannya tidak ada. Kenapa Renung menikahi gadis lain tapi masih menyimpan rindu pada Adistya? Saya puyeng... haruskah setiapcerita yang rumpang begini meski di tanyakan langsung pada penulisnya? Jika saya membaca 100 buku dan semuanya demikian. Maka.... wow...

Cerpen Dongeng dan Nyanyian Rahim saya tangkap sebagai research yang sungguh-sungguh dari penulis. Seingat saya, kalau ndak salah, dalam rahin memang bisa saja sisa bagian tubuh anak yang tidak lekat dengan sempurna tertinggal di rahim ibunya. Sepertinya, hal inilah yang dimainkan oleh penulis. Dimainkan antara dunia 'transparan' dan dunia 'kasat mata'.

Pun cerpen Rahim. Cerpen ini mengajak pembaca mengambil sisi tengah antara dunia 'kasat mata' dan 'transparan'. Di mana dunia kasat mata memang nyata ada dan secara tidak berlebihan mesti diakui sebagai salah satu gerbang ilmu lain.

Sudut pandang 'tidak aman' juga disajikan cantik oleh penulis. Penulis bertutur soal kamu, saya, anjing dan banyak lainnya.

Pokoknya, sinopsis buku yang kurang menarik ini nipu banget deh! Isinya jauh lebih mengejutkan ketimabng sinopsisnya...

Terus produktif untuk Rae Shella, Arum dan Tyas Effendy.

With Muach,
Pembaca Untuk Apa Kau Menandai Waktu.
Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.