Kesya berusaha menjaga hatinya untuk lelaki yang tengah mengejar mimpinya di Italia, Fadil. Sepuluh kilometer jarak yang memisahkan Jakarta-Firenze, tapi tidak hati keduanya. Namun, ada lelaki pilihan hati orang tuanya, Antoni. Lelaki yang bersikap ibarat tetes air yang sekian kali mengenai batu yang keras.
Sampai saat di mana Kesya mesti memutuskan kepada siapa keping hati terakhirnya ia serahkan. Kepada seniman muda yang berhasil menaklukkan hatinya sejak kuliah atau lelaki demikian sabar berada di sisinya?
ceritanya runtut tapi unsur lokalitasnya kurang terasa, padahal setingnya lokal tapi ada satu karakter yang di tengah cerita mendadak hilang dan nggak dibahas sama sekali lagi endingnya ... bukan cerita dongeng sih tapi biasanya orang berharap ending seperti dongeng