Tergesa membaca al-Quran bisa meninggalkan salah satu perintah Allah, yaitu membacanya dengan penuh penghayatan dan mentadabburi maknanya. Al-Qurthubi ketika menafsirkan Q.S. Al- Muzammil 4 menyebutkan, "yakni, janganlah tergesa-gesa dalam membaca al-Quran tapi bacalah secara perlahan dan jelas, disertai dengan tadabbur pada maknanya" Al-Ajiri menyatakan bahwa hendaknya motivasinya ialah kapan aku mengambil pelajaran dari yg aku baca? dan bukan kapan aku menyelesaikan surat ini? Namun hendaknya, kapan aku memahami firman Allah? Kapan aku bisa mengamalkannya? (hal.73-74).