Jump to ratings and reviews
Rate this book

Serapium Punya Cerita

Rate this book
Serapium Punya Cerita berisi cerpen cerpen dari 11 orang dengan tema yang berbeda beda.

Sebuah jendela di sayap kiri rumah terbuka dan seorang gadis muncul sembari melambaikan tangannya. Rambut merah menyalanya berkibar menutupi sebagian wajahnya yang putih terawat. Aku segera mengubah arah haluanku ke arahnya. - The Chronicle of Shapeshifter: Hiren si Licik

Pernah terlambat jatuh cinta? Begini. Kau punya hubungan dekat dengan lawan jenis. Semua berjalan lancar karena kalian cocok satu sama lain. Kalian berbagi pengalaman hidup, melakukan kegiatan menyenangkan bersama dan bertukar pandangan tentang berbagai hal. - Jika Cinta Punya Masa Berlaku

Matanya yang merah menyala menatap langsung ke mata mereka. Sosoknya besar dan tinggi menjulang, dengan sisik hitam yang berkilat tertimpa sinar rembulan di atas langit. Ia memiliki moncong dan leher yang panjang. - Harta Yang Paling Berharga

174 pages, Paperback

First published July 1, 2014

1 person is currently reading
22 people want to read

About the author

Dhia Citrahayi

3 books21 followers
Dare to Dream, Dare to Speak, Dare to Action

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (18%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
12 (75%)
2 stars
1 (6%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
August 28, 2014
Judul : Serapium Punya Cerita, Kumpulan Cerpen
Pengarang : Serapium
Editor : Puspa Sari Ayu Yudha
Sampul : Iwan H
Cetakan: 1, 2014
Penerbit : nulisbuku.com

Sebagai pengantar dan pembuka, saya harus mengucapkan selamat dulu kepada 11 Kaskusers yang namanya tercantum manis di buku ini. Selamat, kalian telah membuktikan bahwa member kaskus tidak hanya bisa ramai di utas (thread) on line yang sering kali heboh melenceng ke mana-mana itu, tetapi kalian juga berhasil menuliskan sesuatu yang serius, yang layak tercetak di atas kertas. Melalui terbitnya buku ini, kalian telah membuktikan diri mampu bercerita. Tidak mudah menghasilkan sebuah tulisan berupa cerpen, pun merampungkannya juga tidak kalah sulitnya. Banyak di luar sana yang bercita tinggi ingin menghasilkan sebuah kisah yang hebat yang akan menggetarkan pembaca. Tapi, selama bertahun-tahun, impian itu hanya mengendap di dasar akal, tak terwujud nyata dalam goresan pena atau cetakan tinta karena beragam pembenaran.

Mungkin, mereka hanya menunggu tibanya kesempurnaan. Padahal, dalam menulis, ada pameo yang menyebutkan bahwa tulisan pertama dimaksudkan untuk ditulis saja, bukannya menunggu sempurna. Sebelas penulis di buku ini telah membuktikannya. Mereka bergerak, mereka menulis, dan mereka berusaha. Walau mungkin belum sempurna, tetapi memang jarang sekali ada awal yang sempurna. Sejatinya, yang belum sempurna tapi ada, itu jauh lebih berharga dari yang sempurna tapi hanya angan semata.

1. Secangkir Kopi untuk Tuhan
Tepat sekali membuka buku ini dengan cerpen ini. Saya suka dengan idenya. Menggambil setting sebuah café (setting klise yang sangat digandrungi para penulis muda akhir-akhir ini) dengan pemilik baik hati yang mau menjadi pendengar yang baik. Kisah ini adalah model cerpen dengan ending yang mengejutkan tetapi dimaksudkan untuk happy ending. Ide dan ceritanya bagus, hanya saja kurang dipadatkan. Ceritanya sebenarnya bisa dipendekkan lagi tanpa mengurangi esensi yang hendak disampaikan.

2. Kisah di Balik Hujan
Temannya klise lagi, tentang hujan, yang menurut penelitian memang bisa membangkitkan inspirasi bagi siapapun untuk merenung dan bercerita. Model berceritanya unik, dibagi-bagi menjadi bab-bab kecil yang menyerupai diari atau catatan jurnal tentang sepasang kekasih yang LDR-an. Kayaknya, penulisnya setuju deh sama anggapan bahwa hubungan LDR itu gak akan berhasil hihihihi. Sayangnya, sama seperti kecenderungan penulis pemula, banyak sekali kalimat-kalimat nggak efektif yang terlampau panjang. Juga kegalauan mengharu biru akibat LDR yang seharusnya bisa dibuat sederhana, kalau panjang-panjang begini jadinya malah kayak membaca curhatan orang LDR.

3. Amy
Tema ketiga juga sama klise-nya, tentang Senja. Kayaknya, cerpen Seno “Sepotong Senja untuk Pacarku” itu benar-benar ampuh sebagai pemantik inspirasi menulis cerita tentang senja. Sejak itu, banyak orang menulis tentang senja dan menyadari keindahnya sebagai bahan cerita, terutama penulis-penulis pemula yang masih dibuai takjub oleh karya SGA itu. Untuk Amy, walau temanya klise namun saya malah menyukai cerita ini. Makna senja bagi orang buta sebagian, yang bagi mereka hanya hitam dan putih tetapi sudah menghangatkan. Cerpen ini menyadarkan saya betapa beruntungnya kita dan bahwa ada keindahan dalam semua warna.

4. Kado untuk Alice
Akhirnya, setelah 3 tema klise, saya bertemu juga dengan tema yang menyegarkan. Kisah keempat ini menjurus ke kisah inspiratif, tentang seorang kakak yang berjuang keras untuk bisa membelikan kado kepada adik kecilnya. Keduanya tinggal di panti asuhan dan ditelantarkan oleh ayahnya. Berkat kerja keras sang kakak, sang adik akhirnya memperoleh kado yang luar biasa. Secara cerita, saya suka alurnya. Hanya saja ada satu masalah logika. Itu ulang tahunnya dirayakan di luar pada tengah malam. Padahal (1) Alice baru 5 tahun dan dia sakit-sakitan, masak iya diajak jalan-jalan dini hari, (2) mereka makan di restoran sushi. Emm, masih adakah resto sushi yang buka setelah jam 12 malam sampai matahari terbit? (Mungkin di Jakarta ada sih, saya juga tidak tahu.)

5. The Chronicles of Shapeshiter: Hiren si Licik
Cerita ini ibarat satu permata dari genre fantasi yang menyelip di kumcer yang dikuasai oleh belantika romansa—meskipun isinya ternyata juga tidak jauh-jauh dari romansa ala fanfik luar. Ceritanya rapi dan runtut, mengingatkan saya kepada karya teman-teman Kastil Fantasi di Fantasy Fiesta.

6. Saat Malam Tanpa Bintang
Dari judulnya yang unik, saya langsung tahu kalau cerpen ini dipaparkan juga dengan unik, yakni model dialog. Saya saangat menyukai diksi cerpen ini, penulisnya pasti sering baca cerpen di surat kabar Minggu. Kekurangannya: Terlalu singkat dan kurang panjang :p

7. Koleksi Tanda Tangan Penulis
Ok, yang ini menurut saya belum bisa disebut sebagai cerpen, melainkan berbagi pengalaman. Tapi, anehnya, saya suka karena si penulis tahu benar bagaimana perasaan dan pengalaman kita sebagai para pecinta dan/atau penimbun buku. Saya pengen toss sama penulisnya.

8. Jika Cinta Punya Masa Berlaku
Cerpennya Chei ini nge-jlebb banget, tapi bikin pembacanya merenung (*kemudian saya ikut merenung). Tentang kita yang kadang terlalu memilih dan mengharap cinta yang sempurna, sampai akhirnya waktu berlalu dan kita bersama-sama menyanyikan lagunya Maudy Anyunda yang Cinta Datang terlambat. Ceritanya teenlit banget, juga diksi yang digunakan juga diksi ala remaja. Selamat ya Chei, cerpen yang bagus tidak selalu harus memakai kata-kata berbunga. Banyak penulis remaja, pengen menulis cerita remaja, tetapi kata-katanya berbunga dan beraroma sastra, padahal pembacanya anak-anak remaja. Syukurlah Chei tidak melakukannya di cerpen ini. Btw, emangnya kamu masih masuk remaja ya Chei? *ditampar bolak-balik* Selama dia bisa dinikmati oleh pembaca, saya menganggap cerpen itu sudah bisa dibilang bagus. Dan, saya menikmatinya. Tapiii, itu Brian kok setia bangets sih, kayaknya too good to be true!

9. Mencintaimu
Dari judulnya, kayaknya cerpen ini bakalan sendu deh. Dan, nah bener kan sendu. Membacanya mengingatkan saya pada novel karya Mbak Sannie B. Kuncoro yang judulnya duh lupa. kekurangan cerpen ini: terlalu tipis.

10. Senja Merah Jambu untuk Pacarku
Nah ini, ketemu lagi sama satu pembaca yang begitu terpesona pada puisinya Seno, yang saking terpesonanya kemudian tergerak untuk menulis dengan tema yang sama. Untungnya, penulisnya kreatif dengan mengubah senja di sini menjadi pingky alias merah jambu. Tapi, ujung dan tema ceritanya sama, bahwa manusia akan rela berbuat apa saja demi C.I.N.T.A (*nyanyi lagi)

11. Harta yang Paling Berharga
Cerita terakhir ini adalah yang paling sempurna bagi saya. Dari segi panjangnya, alurnya, ketegangan yang dihasilkan, efek yang ditimbulkan. Sayangnya, typo dan spasi renggangnya berjibun banyaknya. Aduh ini editornya bagaimana ya? *eh maaf ya.

Secara keseluruhan, saya menikmati membaca kumcer ini meskipun dalam pandangan professional saya sebagai editor (nonfiksi tapinya), banyak cerita di dalamnya yang belum matang untuk bisa disebut kumcer. Beberapa tulisan seperti no 8 dan 11 bisa dibilang tinggal dipoles sedikit. Tapi banyak cerita yang lain yang masih setengah matang dan perlu banyak polesan ulang, penulisnya juga butuh banyak baca cerpen cerpen di luar genre favoritnya. Kesalahan paling fatal di buku ini adalah begitu banyaknya typo, kesalahan penulisan huruf kapital, juga settingannya yang masih ala-ala tulisan di blog. Sebagai buku cetak, tentunya kualitasnya harus lebih ditingkatkan, dipoles lagi, jadi bukan seperti cerita yang ada di blog.

Saya juga menyayangkan editornya (maaf ya Mbak) yang sepertinya kurang maksimal dalam mengedit naskah buku ini. Selain typo akoet, fasilitas “gunting editor” sepertinya kurang banyak diterapkan sehingga banyak sekali bagian-bagian yang seharusnya bisa dipotong sedikit biar tidak gondrong jelek. Juga, kalimat-kalimat yang masih kaku. Tapi, mengubah gaya menulis penulis adalah hal yang tabu bagi editor, jadi ini bisa sedikit dimaklumi. Susah dan kadang dilemma sih kalau mengedit cerpen. Saya tahu ini diterbitkan di penerbit indie, dan bisa saja karena suatu atau lain hal, para penulisnya harus menghemat. Tapi, sebagai karya perdana, alangkah indahnya jika kesempurnaan itu dicoba untuk sedikit dikejar. Paling tidak, baiknya naskah ini diedit dengan semaksimal mungkin walau mungkin belum sempurna.

Terlepas dari itu, saya tetap mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas terbitnya buku ini. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan review saya. Bahwa mereka yang berkarya sibuk berbuat nyata. Sedang yang diam tak bergerak hanya asyik mencibir semata. Semoga saya bukan termasuk yang hanya bisa mencibir semata. Kami tunggu karya-karya teman-teman Serapium selanjutnya. Kalian keren!


Terima kasih Mbak Truly yang sudah meminjamkan bukunya
Profile Image for Dini Novita  Sari.
Author 2 books37 followers
August 14, 2014
Seperti lazimnya membaca kumpulan cerpen, maka sebagian kusukai sebagian lainnya nggak nyantol di hati. Untuk kumcer ini, sebut saja beberapa cerita yang nyantol di hati: Secangkir Kopi untuk Tuhan, Kisah di Balik Hujan, Kado untuk Alice, Jika Cinta Punya Masa Berlaku, dan Mencintaimu. Nanti akan saya bahas lebih lagi kenapa cerpen2 itu nyantol di hati. :)

Hal-hal lain selain konten cerita, saya sukaa banget2 sama sampulnya. Sederhana, tapi enak dilihat, teduh juga. :)) Nggak bosen deh ngelihatnya, dan dari kemasan luar ngebuktiin kalau buku terbitan indie pun nggak kalah dengan penerbit mayor. Namun sayang ketika mulai membuka-buka isinya, saya agak kecewa dengan lay out-nya yang kurang rapi, seperti masalah awal alinea terlalu menjorok ke dalam dan spasi di dalamnya banyak yang nggak sama. Lebih lagi tentang penulisannya masih sering melanggar EYD dan kebakuan. Buku lho ini, bukan lagi cerita online, harus patuh dong pada EYD dan KBBI.
Begitu deh, menurut saya meski penerbit indie, tetapi penyuntingannya harus tetap diseriusi, karena sekali lagi, hasil akhirnya adalah sebuah buku.

But overall, selamat buat komunitas Serapium untuk buku perdananya yang bisa saya nikmati hanya dalam 1.5 hari! Membuktikan bahwa pembaca pun bisa berkarya lewat tulisan. :)

resensi lengkap: http://t.co/QzRL7DqrqY
Profile Image for Hani Mahdiyanti.
217 reviews37 followers
April 14, 2015
Rasanya kayak nemu coklat pas lagi laper. Paling nggak, coklat bisa buat pengganjal lapar. Gigitan pertama manis coklat yang ada susunya. Gigitan kedua gurih karena ada kacang metenya. Gigitan ketiga kenyal karena dalemnya ada jelly-nya. Gigitan keempat renyah karena ada wafernya. Gigitan kelima lengket karena ada karamelnya. Gigitan keenam agak asam karena ada kismisnya. Gigitan ketujuh agak pahit karena emang jenisnya bitter-chocolate. Gigitan kedelapan, eh, jarinya kegigit soalnya coklatnya udah habis. Tandanya harus mulai nyari warung makan nih.

Jadi kesimpulannya, kumpulan cerpen ini ada berbagai rasa. Paling berkesan tuh cerita yang terakhir, yang ada naganya. You know, primary forest is just like Shangri-La. So tempting to be explored, but once it is explored, its existence will be in danger. And we obviously cannot live without it. Hello, global warming? Yeah, that's the alarm :)
Profile Image for Zelie.
Author 2 books13 followers
September 30, 2014
Buku ini ditulis oleh 11 Seraper (sebutan untuk anggota Serapium) dengan genre berbeda-beda. Tidak ada benang merah. Hanya kesamaan cinta pada buku yang menyatukan kami.

Kalimat di atas tentu saja mengandung unsur narsis karena saya copas dari blog saya *ditabok.


Saya sudah pernah bercerita sedikit tentang kesan saya saat buku ini terbit yang bisa dibaca di sini: Almost There Gak apalah ya, narsis sekalian numpang promo *tapi dilanjutin *lalu ditoyor

Mengenai blurb, cover, layout, editing, saya tidak akan memberikan komentar karena bisa jadi bias. Saya lebih akan berkomentar tentang apa yang saya rasakan dan pikirkan saat membaca setiap cerita yang ada di buku ini.

♥ Secangkir Kopi untuk Tuhan


Super suka sama ceritanya. Ide yang sederhana walau saya bingung juga sih, kok sedih banget gak ada lagi yang beli kopi di sana :( Yang jelas, saya suka dengan gaya bercerita sang penulis dan gak sabar ingin membaca ceritanya yang lain. Saking sukanya, saya sampai bingung harus bilang apalagi. Silahkan dibaca deh, pokoknya :)

♥ Kisah di Balik Hujan


Jujur saya kesal saat baca cerita ini. Saya merasa ide ceritanya itu bagus dan sebenarnya karakter tokoh cukup kuat. Sayang eksekusinya masih nanggung. Terasa terburu-buru dan membuat alurnya terasa kaku. Seandainya penulis lebih sabar dan membiarkan pembaca ikut larut dalam perasaannya, saya akan lebih suka. Ini rasanya seperti sedang dikasih kode sama gebetan sementara kita gak bisa ngerti kodenya. #bukancurhat #percayalah

♥ Amy


Membaca cerita ini serasa sedang menonton sebuah film animasi pendek. Saya bisa membayangkan kehangatan senja seperti yang digambarkan oleh penulis. Walau, saya agak ragu dengan alur waktu di cerpen ini. Terlalu cepat, dari pertemuan ke undangan dan akhirnya acara. Hm!

♥ Kado untuk Alice


Saya salut. Saya gak nyangka kalau anak yang lebih muda daripada saya malah memiliki ide cerita yang lebih serius daripada saya *usek tanah. Berasa sedikit sinetron-ish dan akhir cerita bikin saya jadi sedikit kecewa. Menurut saya, gak perlu disampaikan lewat surat, sih. Hm, sepertinya saya punya masalah sama surat-menyurat nih XD But, sincerely, I do love this story.

♥ The Chronicles of Shapeshiter: Hiren si Licik


Saya gak ngerti kenapa penulis membiarkan saya bingung saat pertama kali membaca ceritanya. Saat membaca beberapa kalimat di awal, saya merenung, ini maksudnya apa ya? Saya mengharapkan cerita yang lebih 'megah' karena judulnya yang menjanjikan. Sayang saja, terasa lebih ke romance daripada fantasy. Lalu mungkin malah sebaiknya diputar saja antara bagian akhir dan bagian awal. Biar lebih terbawa emosinya. Dan... saya juga gak ngerti kenapa jadinya dia licik :|

♥ Saat Malam Tanpa Bintang


Secara mengejutkan, saya terbuai dengan cerita ini. Bukan mengejutkan kenapa juga sih, tapi penulisnya sempat klaim kalau hanya dia yang bisa mengerti apa isi cerita ini. Tapi saya suka! Saya sangat mengerti apa yang hendak disampaikan dan hampir saja meneteskan air mata saat membacanya. Very well said. Tujuan penulis tersampaikan dengan baik, seperti yang disebut di bagian ucapan terima kasih :P

♥ Koleksi Tanda Tangan Penulis


Nah, seperti juga beberapa pembaca lain, saya memang sedikit bingung dengan cerita ini. Saya tidak setuju dengan judulnya, karena menurut saya lebih cocok berjudul "Saya dan Buku" atau semacamnya. Kenapa? Cerita perburuan koleksi tanda tangan penulisnya hanyalah bagian kecil dari cerita. Meski demikian, saya tetap berasa related sama cerita ini. Saya juga pernah kok, nenteng 5 buku Clara Ng demi minta tanda tangan beliau dan masih terus berusaha sebaik mungkin memburu beliau di setiap kesempatan. Eh, kok jadi creepy ya? *hening

♥ Jika Cinta Punya Masa Berlaku


Susah rasanya untuk komentar tulisan sendiri tanpa terdengar narsis/humble brag/apapun. Jadi, saya akan kasih sedikit informasi saja untuk beberapa pertanyaan yang mungkin terlintas di benak pembaca saat membaca ucapan terima kasih dan cerpen saya. Ucapan terima kasih saya didedikasikan untuk orang terdekat saya dan yang saya sebutkan secara spesifik adalah mereka yang tak akan pernah membacanya. Cerpen saya terinspirasi dari kisah nyata, tapi bukan kisah saya juga, sih. Walauuu..ya gak nolak kalau akan ada cowok semacam Bryan dalam kehidupan nyata *dijitak. Oh iya, saya juga nulis biodata seperti itu karena bosan dibilang nama Zelie itu nama bikinan sendiri :(

♥ Mencintaimu


Saya berasa complicated saat membaca cerita ini. Saya gak nyangka dengan akhir ceritanya, seriusan. Saya sudah membangun kebencian selama membaca awal cerita dan ternyata saya salah. Memang membenci itu gak baik sih, ya, ini semacam self-note *angguk-angguk. Tapi saya juga sedikit terganggu dengan penggunaan bahasa asing di bagian akhir. Saya jadi ngebayangin si tokoh kayak anak remaja nan alay yang lagi ngisengin pacar *ditabok. Ini masalah selera, sih. Saya terlanjur suka dengan gaya berbahasa penulis sepanjang cerita dan sedih saat membaca suratnya. Sedih karena isi sekaligus gaya berbahasa si penulis surat, bikin saya pengin jejelin kapas. Nah, sekarang kalian akan semakin curiga bahwa saya memang punya masalah dengan surat :|

♥ Senja Merah Jambu untuk Pacarku


Romantis. Dari judulnya saja sudah tergambar. Tapi saya berharap penulis lebih rinci menceritakan seberapa besar dia cinta pada pacarnya. Mungkin bercerita tentang tingkah si pacar. Atau teringat saat mereka sedang bersama. Walau idenya absurd juga sih dan bikin saya senyum-senyum sendiri :P

♥ Harta yang Paling Berharga


Saya suka dengan cerita ini. Saya bisa dengan mudah membayangkan dunia atau tempat yang sedang diceritakan oleh penulis. Sayang saja ceritanya terlalu pendek. Mungkin bisa dibikin cerita bersambung biar lebih greget dan ada lumba-lumba di ceritanya. Lumba-lumba yang warna pink dan bijaksana, yaa *banyak maunya

Overall, saya senang dengan semangat dari setiap teman untuk merampungkan buku ini. Semoga saja project berikutnya bisa lebih baik lagi terlaksana. Jadi, jika salah satu anggota project ini membaca review ini, saya punya beberapa hal yang ingin saya sampaikan:

1. Saya sangat senang menjadi bagian dari project ini dan sangat berharap project ini terus dapat berlangsung dengan lancar sehingga kita sama-sama menjadi lebih baik lagi.

2. Saya kagum dengan usaha mereka untuk mencipta karya dengan level lebih tinggi daripada saya. Maksudnya, sementara saya malah cerita kisah cinta menye-menye, mereka menyajikan sesuatu yang lain dan bikin saya mikir, kenapa saya tidak mencoba keluar dari zona nyaman seperti mereka? :)

3. Hari ini tanggal 30 September 2014. You know what to do :P *ditimpuk

Rate:


RATING3
Profile Image for Truly.
2,763 reviews12 followers
June 13, 2015
http://trulyrudiono.blogspot.com/2014...


Hemmmmmm.......,
Harus mulai dari mana mereview buku ini. Agak bingung juga, tapi kewajiban setelah mendapat buntelan harus dilakukan. Dari pada nanti lebih baik sekarang, toh harus diselesaikan juga.

Pertama yang harus saya lakukan adalah memberi salut pada kenekatan kesebelas orang penulis kisah dalam buku ini. Kendala utama dalam membuat sebuah kisah adalah memulai menulis. Sisanya mengalir mengikuti. Apapun hasilnya kesebelas orang tersebut sudah memiliki tekat dan keberanian untuk mulai menuliskan sebuah kisah, selanjutnya adalah memastikan kisah-kisah tersebut berada di tangan pembaca. Satu berada di tangan saya.
Profile Image for Yang Tiono.
6 reviews
September 28, 2014
Awal melihat buku ini, anda akan disejukkan oleh covernya. Selanjutnya anda akan dipertemukan kisah yang menyentuh lewat 'Secangkir Kopi Untuk Tuhan', dibuat kembali pada memori masa muda lewat 'Jika Cinta Punya Masa Berlaku', dihibur dengan rangkaian cerita menarik lainnya karya penulis serap, dan diingatkan akan 'Harta Paling Berharga'.

Overall buku yang bagus dan cocok jadi bacaan selingan jika anda menginginkan bacaan ringan.

Happy Reading!! and thanks buat teman-teman Seraper :)
Profile Image for Fadhilatul.
Author 1 book23 followers
November 7, 2014
ada 3 cerpen yg menggunakan nama Ren utk nama tokohnya.
hmm.. akhirnya cuma ada 2 cerpen favorite dari 12 cerpen yg ada dalam Buku ini.
Profile Image for Alvina.
732 reviews118 followers
August 30, 2014
ripiu lengkap,menyusul! :))
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.