Langit adalah laki-laki, dan bumi adalah wanita Bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit Apabila bumi kekurangan panas, maka langit mengirimkannya Apabila ia kekurangan kesegaran dan embun, langit memperbaharuinya (Petikan Puisi Jalaluddin Rumi)
Salah satu misteri terbesar dalam kehidupan ini adalah jodoh dan perjodohan. Nikah dan pernikahan. Kisah-kisah sejati yang menakjubkan seputar perjodohan, tergores begitu giras, tercetak begitu rancak, terlukis begitu manis. Masing-masing Bani Adam memiliki cerita sendiri. Dan biasanya, cerita-cerita itu terbingkai dalam sebuah keistimewaan yang mengesankan. Bagaimana dengan Anda? Pasti Anda memiliki kisah sendiri.
Dan, ibarat sebuah rajutan, jodoh dan nikah tentunya membutuhkan seperangkat peralatan dan bahan. Ilmu, pengalaman, berbagai persiapan, perlu digali sedalam-dalamnya. Terlebih, rajutan kehidupan pra dan pascapernikahan, tak selalu berupa sulaman indah. Ada kalanya membutuhkan perjuangan yang luar biasa.
Pernikahan bukan sekadar episode penyambung prosesi walimah, melainkan sebuah ibadah, yang mampu menggenapkan separuh dien sepasang muslim dan muslimah. Dan, inilah buku yang akan menuturkan proses menggapai sakinah, mawaddah dan rahmah. Buku ini terbagi atas dua fase: pra – pernikahan dan setelah menjalani pernikahan.
Pada bagian pra-pernikahan, pembaca akan diajak menelusuri persiapan sebelum memasuki gerbang pernikahan, mulai dari pencarian jodoh, pertimbangan penting sebelum menikah, hingga merencanakan walimah.
Pada bagian menjalani pernikahan pula, buku ini akan mengupas pernak-pernik berumah tangga dan solusinya, diantaranya tentang menghadapi tahun-tahun awal pernikahan, penyesuaian dengan pasangan, cinta dalam pernikahan, juga beberapa topik sensitif, seperti poligami dan tak kunjung berjodoh.
Dituturkan dalam bahasa yang ringan mengalir, buku ini akan menjadi sahabat anda yang hendak dan telah menikah. Bersama meraih hikmah, untuk menggapai pernikahan yang sakinah dan barokah. Sangat cocok untuk Anda yang hendak, sedang, atau telah menikah. Ditulis dengan gaya bercerita yang khas, membuat Anda tak harus mengerutkan jidat saat mencoba memahami manik-manik hikmahnya. Selamat membaca!
Pemesanan: 0819.0479.5588 Harga Rp 44.000,- Info lebih lanjut: www.indivamediakreasi.com
Afifah Afra telah aktif menulis sejak kecil. Hingga sekarang, telah menghasilkan lebih dari 50 judul buku, serta ratusan cerpen, artikel dan syair yang dimuat di berbagai media. Aktif di Forum Lingkar Pena, sekaligus menjadi pendiri dan CEO di PT Indiva Media Kreasi (penerbit buku).
Saya masih ingat, awal "pinangan" Afifah waktu mengajak saya berduet, kira-kira seperti ini : "Saya punya naskah berisi kumpulan catatan tentang pernikahan nih, mau ikut nulis nggak?"
Singkat cerita, Afifah ngirimin saya naskah yang baru seperempat matang itu, dan...meski awalnya sedikit ragu, mengingat saya memang jarang nulis non fiksi, dan diajak berduet dengan penulis yang udah senior banget pula. Tapi pas baca tulisan Afifah, tahu-tahu aja semangat dan keberanian saya muncul. Saya sendiri nggak ngerti, tulisan Afifah ini - sejak pertama saya membaca novelnya di tahun 2003 - selalu powerful, dan dengan membacanya aja kita bisa tertular semangat yang dia bawa dan "titipkan" lewat karya-karyanya.
Selanjutnya, saya pun menulis bagian saya, sambil terus berkomunikasi dengan Afifah via BB dan medsos, minta petunjuk, saran, masukan, dan...taraaa! Saya kelar nulis bagian saya dalam dua minggu. Rada nggak percaya juga sih, karena masih disambi dengan menulis yang lain, dan kerjaan kantor tentunya.
Meski naskah ini udah kelar awal tahun, dan partner saya juga boss di Indiva, naskah ini nggak serta merta bisa langsung terbit. Tetep harus ngikut antrian dan daftar prioritas.
Alhamdulillah, sekarang buku ini sudah siap menyapa pembaca, dan bagi yang mungkin bertanya-tanya, apa sih yang membedakan buku ini dengan buku-buku pernikahan yang udah ada, sila mampir di link ini ---> http://www.riawanielyta.com/2014/07/m...
Jarang sekali saya membaca buku non fiksi, karena memang saya cepat bosan dengan buku non fiksi. Ketika membeli buku ini pun saya tidak terlalu berekspektasi untuk bisa menyelesaikan membaca dengan cepat.
Diluar perkiraan saya, buku ini bisa memantik rasa penasaran saya untuk terus membalikhalaman demi halaman. Dua prang yang menulis buku ini sudah tidak perlu diragukan kemampuannya dalam mengolah kata, pun sudah mengarungi pernikahan sekian tahun. Pengalaman mereka dalam berumah tangga tentu saja membuat tulisan di buku ini semakin hidup.
Kisah dituturkan dengan segar, jadi tidak terkesan menggurui pembaca. Nah, itu yang paling saya suka, tidak menggurui. Wajib dibaca bagi yang akan berumah tangga atau yang sudah berumah tangga.
Buku yang bertema berat, tetapi cukup ringan, seharipun saya bisa selesai. Namun, karena ini buku yang menurut saya panduan, jadi perlu diulang-ulang bacanya untuk pemahaman yang lebih mendalam.
Tidak hanya tips, teori tentang pernikahan tetapi juga ada sirah yang berkaitan dengan tulisan. Menurut saya kisah-kisah itu lebih ngena lagi jika diceritakan dengan bahasa dan detail-detail seperti tulisan Salim A. Fillah maka lebih enak dibaca.
Meski begitu, ini sudah lebih dari cukup, karena setiap penulis punya khas menulis masing-masing tho dan saya tetap suka buku ini. Banyak ilmunya bagi yang belum nikah utamanya :D
Buku yang bagus, buat kado pernikahan. Membacanya sambil terus manggut-manggut. Banyak yang di dapat setelah baca buku ini. Duet yang manis Mba Afifah dan Mba Riawani. Ciri khas masing-masing penulisan dalam penuturan tiap penulisnya bisa aku bedain ini bagian siapa.. dan ini bagian siapa.. ^^
Over all.. makasih Mba afifah dan Mba Riawani sudah melahirkan buku cantik ini.
Akhirnya, selesai juga bacanya, dan sy kasih bintang lima. Bukan karena buku ini sangat dashyat, juga bukan karena sy ngefans banget mbak Afra. Tapi... buku ini benar2 beda dibanding buku2 nikah lainnya. Gak berjejal teori, realistis, dan mudah banget diterapkan.
"Aku terpana dalam diam. Doa, ya, doa.... Doaku akan memelukmu. Doaku yang akan melantunkan harapku atasmu. Doa yang membingkai keliaran imajinasiku. Mengemasnya dalam sudut kecil yang rapi. Di sana, di sanubari."
Tergoda untuk langsung baca buku lanjutannya, Sayap-Sayap Mawaddah dan Sayap-Sayap Rahmah. Hmmmmh....
Alhamdulillahnya, sebelum baca buku ini, aku udah baca Kitab Cinta dan Patah Hati-nya Sinta Yudisia yang juga diterbitkan oleh penerbit yang sama. Buku itu adalah salah satu sumber di buku ini. Jadi banyak istilah dan pembahasannya (terutama soal cinta secara ilmiah, segitiga cinta Sternberg, dll) yang bisa langsung nyantol dalam pemahaman.
Yang bikin aku agak surprise adalah gaya penulisan kedua penulisnya. Ternyata di sini gaya nulisnya Mbak Afra malah lebih romantis dan puitis daripada gaya nulisnya Mbak Riawani Elyta yang terkesan serius, tegas, dan lebih ke semacam peringatan untuk waspada dan berhati-hati dalam membina rumah tangga. Mbak Afra di sini tak disangka amboi sekali dalam menjabarkan keindahan berumah tangga, dimulai dari pertemuannya dengan calon suami yang bisa dibilang sangat magis, kisah ibunya, sampai kisah neneknya yang jadi teladan dalam membangun rumah tangga. Tulisan Mbak Afra juga terasa lebih personal.
Keduanya memang saling melengkapi. Di satu sisi Mbak Afra semacam memotivasi para jomlo untuk tak ragu menikah (dengan cara yang sangat santun dan santai). Di sisi lain Mbak Riawani Elyta menyuruh pembacanya untuk benar-benar berhati-hati dalam membangun rumah tangga dengan menulis bab-bab soal CLBK, bagaimana bersikap pada mertua, perjanjian pernikahan, dsb.
Jadi buat kamu yang suka ngomporin para jomlo buat nikah, buku ini bisa jadi panduan buatmu tentang adab dan cara untuk melakukannya dengan cara yang santun, terhormat, dan beradab. Tak sekadar menyindir-nyindir atau mengejek kaum single fighter yang sedang khusyuk dalam pertapaannya. Hahaha.
Dan yang paling aku suka dari buku ini adalah seperti pada Kitab Cinta dan Patah Hati, pembahasan bahwa cinta itu diatur oleh otak, tak melulu soal perasaan. Jadi sebenarnya bisa tuh manusia mengatur perasaannya biar nggak klepek-klepek dan membucin saat dihinggapi perasaan cinta.
Suamiku, Aku mengizinkanku untuk menikah Hingga empat kali Pertama menikahiku Lalu menikahiku Menikahiku Dan terakhir, menikahiku (#SayapSayapSakinah hal 7) . Bohong kalau saya tidak terkesan dengan puisi satu ini. Baru buka buku ini dan sudah disodori puisi keren seperti ini. Lalu saatnya berpetualang lebih jauh menyesapi tiap lembar buku ini . Isinya sebenarnya serius dan agak berat. Tapi cara penyampaiannya yang ringan, enak untuk dinikmati
This entire review has been hidden because of spoilers.
Saya termasuk penulis yang jarang menulis secara duet. Tercatat, dari sekian buku saya, hanya 3 buku duet saya, dan buku ini salah satunya. Riawani Elyta saya ajak menyumbang separuh pemikirannya dalam buku ini, karena saya menyukai gaya tulisan penulis asal Tanjung Pinang ini. Kegigihan Lyta, begitu panggilan akrabnya, juga membuat saya semakin tertarik mengajaknya berduet. Bayangkan, Lyta baru sekitar 5 tahun berkarir di dunia kepenulisan, memulai semua dari nol di usia awal 30-an. Tetapi, dalam tempo waktu 5 tahun, Lyta berhasil menerbitkan belasan judul buku, dan meraih beberapa penghargaan kepenulisan tingkat nasional. Bayangkan dengan proses perjalanan kepenulisan saya yang sudah dimulai 25 tahun silam!
Meski sudah mengenal Lyta saat dia menerbitkan buku perdananya "Tarapuccino" (direpublish menjadi "A Cup of Tarapuccino") di penerbit Indiva Media Kreasi, tahun 2008, memang kami baru mulai intens berdiskusi di dunia maya sejak setahun silam. Topik diskusi kami sangat luas, mulai dari obrolan santai hingga tema-tema serius seputar kepenulisan, dan kadang-kadang menyinggung masalah politik pula. Jadi, sepertinya sayang sekali, jika diskusi itu tak membuahkan karya. Maka, lahirlah karya perdana duet kami: Sayap-Sayap Sakinah.
Sayap-Sayap Sakinah, direncanakan merupakan buku pertama dari Seri Sayap Sakinah. Buku selanjutnya akan terus terbit, fokus pada buku-buku tentang pernikahan, kerumahtanggaan dan parenting untuk keluarga muda. Ya, keluarga muda. Karena kami sadar diri, bahwa kami memang masih cukup muda. Tahun ini, usia pernikahan saya memasuki tahun ke-11, dan Lyta tahun ke-12. Entah, jika kami sudah semakin tua, mungkin juga akan mengembangkan seri Sayap Sakinah ini sesuai dengan pengalaman hidup kami yang juga semakin banyak (ikon 'smile').
Sekolah Pranikah Yang juga agak berbeda dengan buku-buku kami sebelumnya, Serial Sayap Sakinah ini, insya Allah kami akan melengkapi dengan forum online maupun offline yang kami namai "Sekolah Pranikah Sayap Sakinah." Siapapun yang telah membeli buku ini, berhak mengikuti forum tersebut. Forum ini merupakan bentuk komunikasi dua arah antara penulis dan pembaca buku ini. Informasi detil tentang forum ini bisa Anda lihat di link-link berikut: 1. www.twitter.com/sayapsakinah 2. www.sayapsakinah.com 3. www.facebook.com/sayap.sakinah
Tak usah khawatir apakah buku ini kaku, mengingat permasalahan pernikahan dan rumah tangga seringkali begitu berat untuk dibahas. Afifah Afra dan Riawani Elyta, dua penulis Sayap-sayap Sakinah ini membahasnya dengan bahasa yang ringan. Dilengkapi dengan gaya cerita yang begitu khas yang berasal dari pengalaman pribadi penulis. Dari cerita-cerita tersebut juga terdapat hikmah yang bisa kita ambil. Mulai dari menemukan jodoh hingga beberapa contoh nyata yang mampu membangun rumah tangga hingga akhir hayatnya. Selain itu, penulis juga melengkapinya dengan diksi-diksi yang indah. Serta puisi-puisi romantis dalam setiap bab dan akhir pembahasan.
Untuk seri Pernikahan, buku ini rekomended banget karena bahasanya ringan, gak bikin pusing. hehe... cek reviewnya di sini www.linaastuti.com/2015/10/resensi-sa... :D Happy reading ;)