Dalam periode tertentu sejarah Islam, tasawuf pernah dituding sebagai salah satu penyebab kemunduran kaum Muslim dalam berbagai bidang. Kemudian, sebagai sebuah bidagn kajian Islam, tasawuf juga lebih sering disalahpahami ketimbang diapresiasi secara objektif dan proporsional. Akibatnya, lahirlah berbagai silang pendapat yang mempersoalkan validatas dan otentisitas tasawuf. Padahal, seperti yang ditegaskan oleh Seyyed Hossein Nasr, seorang pakar tasawuf kontemporer, secara umum bisa dijelaskan dengan ringkas bahwa esensi tasawuf sesungguhnya adalah upaya untuk meneladeni akhlak dan kehidupan Nabi Muhammad serta bertujuan meraih pengetahuan hakiki (ma’rifah) tentagn pesan ajaran sentral Islam, yakni Kemahaesaan Allah (tawhid).
Karenanya, dalam konteks ini, diperlukan pemahaman simpatik dan apresiatif tentang tasawuf yang benar-benar berasal dari berbagai sumber otentik. Untuk menyahuti imbauan dan memenuhi kebutuhan akan pemahaman seperti itu, relevansi kehadiran buku ini terasa amat penting artinya. Buku ini adalah terjemahan dari sebuah kitab tasawuf klasik terkenal karya seorang syaikh dan tokoh sufi terkemuka, Syihabuddin ‘Umar ibn Muhammad Suhrawardi (1145-1234 M). Berbagai konsep dan pengertian dalam dunia tasawuf dibahas secara terinci dan dijelaskan langsung dari sumber dan otoritas tangan-pertama di bidangnya. Tidak berlebihan kiranya kalau buku ini disebut-sebut sebagai salah satu buku daras (textbook) klasik terbaik tentang tasawuf di dalam literatur Islam.