Novel Find a Way to My Heart adalah novel yang ditulis oleh Dinda Ryne dan Asri Aci. Novel ini mengisahkan tentang kisah percintaan rumit antara Laser dan Natusa. Kisah yang bermula dari rumor palsu yang disebarkan Laser ini berubah menjadi rumit ketika Natusa, targetnya, tidak terima mendapat rumor palsu dari Laser. Natusa marah besar karena Laser menyebar gossip jika dirinya menyatakan cinta pada Laser. Padahal jelas-jelas Natusa punya perasaan ke Arjun, bukannya Laser. Natusa pun memaksa Laser untuk memenuhi empat perintahnya. Apa saja perintah itu?
Sinopsis buku: Laser memang nekat! Bisa-bisanya cowok itu nyebarin kabar bahwa Natusa nembak dia. Satu berita hoaks ini bakalan bikin dua kerepotan. Satu, Natusa naksirnya Arjun. Gimana kalau sampai Arjun tahu kabar Natusa malah nembak Laser? Dua, Laser ngusilin orang yang salah. Natusa itu cewek terjudes di sekolah. Dia nggak akan tinggal diam untuk perkara ini.
Balas dendam, Natusa mencuri kalung milik Laser yang ditemukannya secara nggak sengaja. Jika mau kalungnya kembali, Laser harus menuruti “empat perintah ratu”. Keempat perintah Natusa tentu saja ajaib. Namun, berawal dari situ, keduanya terjebak pada dunia masing-masing yang penuh luka dan trauma.
maaap banget, tapi jujur ini rating yang harus kasih. sebenarnya sinopsis ceritanya menarik tapi ada lumayan banyak hal yang bikin aku cukup merasa menderita membaca ini:
- terlalu banyak masalah, terasa banget masalahnya kemana-mana (dan beberapa ga penting) - masalah-masalahnya ga diresolve dengan baik, ada beberapa hal ya diselesaikan dengan cepat (yang mana bikin masalah itu ga ada esensinya dalam cerita) - banyak karakter figuran yang menurut ku ga penting-penting amat (contoh: Ghaza, Bonong, pacar Ghaza) - plotholenya banyak banget, kayak tiba-tiba bahas ini aja dan bikin plotnya kurang ngalir - karakternya (semuanya) kurang ada feel. kayak terlalu kaku gitu. - authornya maksain banget untuk create Natusa jadi karakter cewek galak yang dalamnya ringkih. - dialognya cukup flat dan kurang feelnya - humornya.. rada flat.. (personally i dislike it)
padahal jujur aku merasa buku ini berpotensial banget kalau cuma bahas romance tapi sayang terlalu banyak masalah yang bikin romancenya malah tertutupi.
terlalu banyak masalah dengan penyelesaian yang terlalu diburu buru, rasanya kaya 80% isinya lambat banget dengan plot hole dimana mana, banyak yang di paksain tapi 20% di akhir langsung diselesaiin secara terburu buru, padahal tema sleep paralyze ini bagus banget, tapi eksekusinya kurang, coba aja kalau masalahnya ga sebanyak itu dan diolah dengan baik, it would be turns out really good