Tessa menolak lamaran Adam yang sudah menjadi pacarnya selama lima tahun lebih. Semua orang menyebutnya gila, tapi tidak ada yang tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu.
ini debut novel dari penulis, tapi bagus. bagus banget! 🥹 aku baca buku ini sampai nangis 😭 karena emosinya tuh bener bener tersampaikan di bagian tessa mencoba pulang ke rumahnya 🥹
menilik dari judulnya, tentu saja tokoh utama kita bernama tessa. tessa adalah kepala bagian akuntansi yang performanya dikenal sangat bagus. tessa punya pacar namanya adam, mereka udah pacaran selama 5 tahun.
adam memutuskan buat melamar tessa, tapi tessa menolak. dari sini aku udah bisa menduga sebenarnya apa yang menjadi alasan tessa menolak lamaran adam. adam sendiri sebenarnya bukan laki laki jahat, adam ini baik banget. masalahnya ada pada diri tessa.
ada hal yang gak tessa ceritakan pada adam. ini juga salah satu alasan kenapa hubungan mereka bisa bertahan lama, tessa merasa aman ketika adam gak bertanya lebih jauh tentang keluarganya.
kegundahan dan kegelisahan tessa membuatnya memutuskan untuk konsultasi dengan psikolog. di gedung itu pula, tessa bertemu dengan sahabat lamanya, lingga.
aku inget banget kata kata lingga kenapa dia nggak cerita tentang kondisinya sama tessa dulu. kenapa lingga tiba tiba menjauh dari tessa. lingga bilang, piringmu sudah penuh. lingga nggak mau membuatnya semakin penuh.
aku bisa banget relate sama bagian ini. karena kadang aku juga merasa begitu kalau mau curhat ke temen, aku mikirin apakah dia juga punya masalah? jadi seringnya yaa aku pendem sendiri masalahku 😔
balik lagi ke ceritanya, aku ngerasa bagian pembahasan tentang pekerjaan tessa di sini porsinya pas, gak berlebihan tapi cukup buat kita sebagai pembaca paham kalau tessa ini pekerja yang kompeten.
hubungan antara kekasih, antara teman, saudara, juga keluarga diceritakan dengan apik. terkadang aku merasa buku ini tuh buku non fiksi yang berkedok sebagai buku fiksi, terutama saat bagian konseling.
kalau buat narasinya sendiri, aku suka banget, sangat amat nyaman buat diikuti. aku sama sekali nggak menemukan kesulitan buat ngikutin ceritanya. saking ngalirnya, aku cuman butuh waktu 2 hari buat namatin buku ini.
Sebuah karya yang enak dibaca, menggunakan bahasa ringan. Cerita yang disajikan dengan apik,menghadirkan kisah yang bisa membuat pembaca ikut tersenyum, terharu dan terkadang ikut meneteskan air mata
selesain baca ini cuma seharii, alur ceritanya bagus bikin penasaran dan ada beberapa jokes nya tapi dapet bangett!! ada beberapa typo tapi masih bisa dimaafkan hehe
Judul: Something's Wrong with Tessa Penulis: Annsilly Rate: 4.1/5
Tessa menolak lamaran Adam padahal usia hubungan mereka sudah 5 tahun. Ada hal yang disembunyikan Tessa. Dia sedang tidak baik-baik saja.
Meskipun pembaca dapat menebak dari awal mengenai apa yang salah pada Tessa, buku ini tetap dapat dinikmati. Bahasanya ringan dan alurnya mengalir dengan lancar sehingga cocok untuk dibaca di kala senggang. Beberapa konflik yang ada ditempatkan dengan cermat membuat rasa penasaran pembaca terus terpancing. Saya menyukai komunikasi tokoh utama dengan psikolognya karena rasa tenang dari cara bicara psikolog tersebut seperti menular kepada saya.
Ceritanya happy ending tapi aku patah hati.💔 Emosiku campur aduk, dari yang termanis efeknya pengen ada yang sayang, sampe merasakan dalamnya trauma tokoh.
Meet Tessa, kepala bagian Akuntan, udah balance antara pekerjaan dan kisah cinta tapi masih kejebak trauma.
Meet Lingga, psikolog, mau lanjut S3 di Amerika, pekerja keras, ray of sunshine,🌻 teman SMA Tessa yang tau masa lalunya.
Storytelling nya ngalir, page turner, beralur maju, pake sudut pandang orang ketiga, dan ada sesi konseling dengan psikolog beberapa kali, yang bisa kita ikuti. 😍💯
This is Love Triangle ✅️ Yang tahu K-drama startup, eps 1 aku nangis, dinovel ini, endingnya aku nangis, padahal HAPPY ENDING.😭(tokohnya udah bahagia, aku yang masih galau🤣)
Pros : Bagusnya novel ini bukan hanya percintaan. Banyak interaksi lain yang menarik untuk diikuti, ada pertemanan, keluarga, dan dunia kerja. Dunia kerjanya menurutku diberi porsi yang pas, aku kira penulis bekerja di dunia akuntansi, karena bisa tau istilah akuntansi yang bukan basic. Menambah insight pembaca.
Konfliknya kayak bom, bikin aku kaget, tapi diselesaikan dengan sikap dewasa.🙉
Cons : Untuk novel debut, aku ngga menemukan kekurangan. this is my type of novel. Kalo subjektif, aku maunya Tessa sama (ehm), tapi gimana lagi, alur dunia nyata,asli semengejutkan itu.
Pesan dari novel ini : Yang menurutmu terbaik, belum tentu terbaik menurut Tuhan. Yang bisa kita lakukan, jalani terus, ada kalanya terluka, tapi akan sembuh berjalannya waktu kalau kamu mau mengobatinya. Trust the process.😊🫶
Aku rekomendasiin kepada pencinta city lite, romance maupun yang suka slice of life.
Awal aku kira ini cerita percintaan antara Tessa dan Adam. Cerita tentang kehidupan sempurna Tessa yang punya pacar kayak Adam. Ternyata enggak, Tessa punya trauma yang membuat dia harus menolak Adam sampai dia memutuskan untuk pergi ke psikologi dan mencari jalannya sendiri untuk sembuh. Selama perjalanan menuju sembuh itu Tessa bertemu dengan Lingga, cowok yang dulu adalah sahabat baik yang tiba-tiba menjauh kala itu.
Perasaanku dibolak-balik waktu baca ini. Aku sakit hati banget karena aku anggep si Lingga ini pembinor. Adam juga kasian banget, dia udah berusaha maksimal untuk memperbaiki hubungannya dengan Tessa setelah lamaran gagal itu. Aku enggak bisa bilang Tessa egois karena dia punya luka yang tidak bisa diceritakan ke orang lain tapi kasian si Adam, aku sedih banget mereka putus nyambung begitu berasa aku anak dari mereka terus dilihat hubungan mereka dari jauh.
Ceritanya juga ngalir, aku suka banget aku bahkan nyelesaiin ini cuma sehari dua hari aja ga bisa berhenti ngebalik halamannya 🤣
This entire review has been hidden because of spoilers.
Novel tentang mental health. Secara alur cukup oke. Hubungan antar karakter cukup realistis. Hanya saja saya tidak merasa Tessa memiliki masalah psikologis yang cukup parah. Mungkin masih tahap sedang. Bisa dilihat dari Tessa yang sangat koperatif dalam masa pengobatan. Pembaca jadi kurang merasakan frustasinya Tessa. Jadi vibe psikologi dalam novel ini kurang mantep menurutku.