Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tembang Cinta Para Dewi: Kumpulan Novelet Wayang

Rate this book

129 pages, Paperback

First published January 1, 1987

2 people are currently reading
16 people want to read

About the author

Naning Pranoto

17 books6 followers
lahir di Yogyakarta, 6 Desember 1956. Beliau sudah menulis lebih dari 50 judul buku anak-anak meliputi jenis fiksi, ilmiah populer, dan teknologi terapan. Ia juga menulis cerpen. skenario film dokumenter, sandiwara radio, dan puluhan cerita yang dikasetkan. Penulis yang pernah menjadi wartawati Mutiara serta redaktur majalah anak-anak ini, di samping menjabar redaktur pelaksana majalah remaja, juga sedang giat mempelajari kebudayaan Jepang. Ia mulai mempelajari kebudayaan Jepang. Ia mulai menulis tahun 1976.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (25%)
4 stars
1 (25%)
3 stars
1 (25%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (25%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Ira Booklover.
691 reviews46 followers
November 11, 2014

Well, well, langsung saja yaa, karena di cover belakang buku tidak ada sinopsis-nya, jadi sinopsis yang saya pajang berikut adalah kata pengantar penerbit. Check this out! :D




Pengantar Penerbit:


Tembang Cinta Para Dewi menyingkapkan pertalian cinta asmara secara manis, puitis, dan indah. Cinta agung dan suci yang memerlukan pengorbanan. Persoalan cinta itu diuraikan secara halus dan terselubung, tetapi dapat ditangkap maknanya oleh hati yang mengerti.


Naning Pranoto berhasil mengupas hakekat cinta dan kehidupan bagi pembaca remaja yang sedang berkembang dewasa.


Balai Pustaka dengan bangga menyuguhkan karangan yang sangat bernilai dan bermanfaat ini.



Hmmm...pembaca remaja yang sedang berkembang dewasa. Saya masih masuk tidak ya? Huehehehe. *ga nyadar umur*


Dewi-Dewi yang cerita cintanya dikisahkan di dalam cerita ini ada empat. Mereka adalah Dewi Dewayani, Dewi Amba, Dewi Srikandi,  dan Dewi Erawati. Kenal dengan mereka semua? Hmm...saya cuma pernah mendengar nama Dewi Amba dan Dewi Srikandi.


Cerita cinta Dewi Dewayani dikisahkan dalam cerita Luka Hati Dewayani. Nah, dari judulnya saja bisa ditebak kalau ceritanya tentang patah hati. Yap, Dewi Dewayani ini kisah cintanya sangat memilukan.


Gara-garanya hanya karena ada temannya yang iri hati. Kebetulan juga temannya ini adalah Putri dari Raja Raksasa yang iri dengan kecantikan Dewayani. Parahnya lagi Putri Raksasa ini selalu ikut-ikutan naksir ksatria yang mencintai Dewayani.


Hmmm..jujur saya tidak tahu harus berpendapat bagaimana tentang Dewi ini. Menurut saya sikapnya agak berlebihan meskipun memang pantas dilakukan. Pantas memang kalau Dewayani ngambek dan ngotot menghukum si Putri Raksasa karena perbuatan si Putri memang keterlaluan. Rupanya si Putri Raksasa ini tidak kapok dihukum sehingga melakukan kesalahan kedua dan akhirnya kena kutuk.


IMO, seandainya saja Dewayani memaafkan si Putri Raksasa alih-alih menghukumnya, mungkin akhir ceritanya akan beda. Atau bisa saja tetap seperti itu. Soalnya sifat Putri Raksasa ini egoisnya juga sangat berlebihan. Entahlah.


Cerita kedua adalah cerita cinta Dewi Amba dalam Dendam Abadi Seorang Dewi. Dewi Amba bersama dua saudara kembarnya, Dewi Ambika dan Dewi Ambiki, dijadikan hadiah sayembara untuk membebaskan mereka dari cengkeraman dua raksasa. Dewi Amba yang sebenarnya sudah ditunangkan dengan Prabu Citramuka sangat khawatir. Dia berharap Prabu Citramukalah yang menjadi pemenang sayembara tersebut.


Namun, apa mau dikata, Prabu Citramuka gagal mengalahkan kedua raksasa dan harus menanggung malu. Yang jadi pemenang sayembara malah Bisma yang setahu mereka sudah bersumpah untuk tidak menikah. Ternyata Bisma mengikuti sayembara agar ketiga Putri tersebut menikah dengan adiknya. Di tengah perjalanan ke kerajaan Bisma, Prabu Citramuka berusaha merebut Dewi Amba, namun Bisma yang sakti dapat mengalahkannya.


Dewi Amba yang sudah terlanjur mencintai Prabu Citramuka memohon kepada Bisma agar diijinkan kembali kepada sang Prabu. Bisma pun akhirnya mengijinkan.  Namun tanpa disangka, Prabu Citramuka menolak Dewi Amba dengan alasan sudah terlanjur malu.


Dewi Amba pun marah dan sakit hati. Dia tidak marah kepada Prabu Citramuka tapi marah kepada Bisma yang dia anggap telah menghalangi cintanya dengan Prabu Citramuka.


Dewi Amba pun menjalani pertapaan berat. Akhirnya pertapaannya membuahkan hasil. Dewata mengijinkannya membalas dendam kepada Bisma di kehidupannya yang berikutnya. Kelak Dewi Amba akan dilahirkan kembali sebagai seorang perempuan hebat yang kita kenal sebagai orang yang menyebabkan kematian Bisma yang Agung.


Hmmm...yang membuat saya bingung di cerita Dewi Amba ini adalah kenapa sang Dewi marah kepada Bisma. Kalau saya sih bakalan marah kepada Prabu Citramuka. Alasannya menolak Dewi Amba sangat tipis. *garuk-garuk kepala*


Cerita ketiga adalah cerita Dewi Srikandi dalam Ketika Srikandi Jatuh Cinta. Di sini diceritakan kalau Srikandi jatuh cinta pada pengantin pria dalam upacara perkawinan yang dihadirinya. Dan pengantin pria tersebut adalah Arjuna. Dan upacara perkawinan yang dimaksud adalah upacara perkawinan antara Arjuna dan Subadra.


Terus apa yang terjadi ketika Srikandi jatuh cinta? Well, Srikandi malah dilamar oleh Raja lain. Raja yang kalau lamarannya ditolak akan menyerang kerajaan Srikandi. Nah, bukannya takut, Srikandi malah memanfaatkan keadaan ini untuk minta bantuan kepada Arjuna. Kalau istilah anak muda sekarang sih, Srikandi punya kesempatan untuk pdkt sama Arjuna. Berhasilkah? Silakan baca sendiri ceritanya :D


Btw, di cerita ini, saya sedikit bingung karena ceritanya sedikit beda dengan yang saya ketahui sebelumnya tentang Arjuna dan Srikandi. Saya baru tahu kalau Srikandi ternyata naksir Arjuna. Di sini juga dikatakan kalau Srikandi adalah adiknya Drupadi, bukan kakaknya Drupadi. Mungkin ini versi cerita wayang Indonesia ya. Mungkin sih.


Oh ya, saya punya kutipan favorit di sini. Diambil dari perkataan Arjuna kepada Srikandi, yang membuat saya tiba-tiba ingin jadi Srikandi :D




"Mulai besok, belajarlah memanah bersamaku. Aku akan mengajarimu memanah hingga kau mampu memanah seutas rambut sampai terbelah dua atau terputus." ---hal 99



Terus cerita yang terakhir adalah cerita cinta Dewi Erawati dalam Mengejar Bayang-bayang Merah. Di sini diceritakan kalau Pangeran Kartowiyoga bermimpi tentang Dewi Erawati. Mimpi itu menurut ayahandanya, Prabu Kurandageni, adalah pertanda buruk. Namun, Kartowiyoga tetap ngotot ingin memiliki Dewi Erawati. Sayangnya, Kartowiyoga ingin memiliki dengan cara menculik Dewi Erawati, karena dia yakin kalau pihaknya melamar dengan cara baik-baik, pasti akan ditolak.


Dan Kartowiyoga pun berhasil menculik Dewi Erawati. Ayahanda Dewi Erawati pun mengadakan sayembara agar putrinya yang hilang bisa ditemukan. Ksatria manakah yang berhasil menyelamatkan Dewi Erawati?


Hmmm...menurut saya Kartowiyoga ini aneh sekali. Kenapa tidak dilamar dulu coba? Kalau benar-benar ditolak baru diculik *eh*.


At last, menurut saya cerita ini khas cerita romance tempo dulu. Penuh dengan perasaan yang membuat hati gundah gulana sampai berpengaruh kepada raga. *halah*


Dan rating saya untuk kumpulan novelet ini adalah 3 dari 5 bintang. Lumayan menghibur. Terutama di cerita Srikandi dan Dewi Erawati yang ada Arjuna-nya :D


Sooooo..., I liked it ^^

Profile Image for Desca Ang.
707 reviews36 followers
February 5, 2017
Buku ini merupakan buku kumpulan empat cerita pendek tentang empat dewi dalam dunia perwayangan.

1. Luka Hati Dewayani
Dewayani, putri kesayangan Begawan Sukro itu berteman baik dengan si pendengki Sarsmitha yang selalu iri akan apa yang Dewayani punyai. Bahkan ketika pada akhirnya si Dewayani menikah dengan Yayati, si Sarsmitha masih saja menjadi mengusik kebahagiaan Dewayani.

2. Dendam Abadi seorang Dewi
Menceritakan tentang dendam Amba terhadap Bhisma. Dia bersumpah bahwa dia akan membunuh Bhisma. Amba lalu bertapa hingga menyentuh hari para dewa. Mereka mengabulkan permintaannya. Dia dikemudian hari akan menjelma dalam sosok Srikandi, istri Arjuna yang akan membunuh Bhisma pada saat perang bharatayudha.

3. Ketika Srikandi Jatuh Cinta
Ah, siapa yang tidak mengenal Permadi si Ksatria Panengah Pandawa itu. Menceritakan tentang kegalauan Srikandi yang sedang jatuh cinta dengan si Permadi.

4. Mengejar Bayang-Bayang Merah.
Dewi erawati diculik...seluruh kerajaan jadi geger oleh karenya Sang prabu memutuskan untuk mengadakan sayembara agar putrinya dapat ditemukan. Tidak ada yang bisa kecuali seorang satriya, siapakah dia?

Menurut saya, cerita dari bu Naning Pranoto ini sangatlah unik. Tidak hanya karena buku ini mengambil sisi para wanita hebat dalam tokoh wayang namun juga mampu memunculkan sisi keromantisan bagi para pembaca melalui karakter-karakter yang ditampilkannya. Flow bahasanya pun sangat mudah diikuti dan menarik.

3,5 stars out of 5.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.