Jump to ratings and reviews

Past & Curious: Saat Hidup Punya Tombol Rewind

Hidup tidak seperti remote DVD yang memiliki tombol rewind. Waktu tidak bisa diputar ulang. Tapi, lain dengan kisah Kafi. Mahasiswa kadaluwarsa yang baru ditinggal kekasih ini tersesat ke masa lalu. Tepatnya dua puluh tahun silam, saat seporsi sate kambing masih dua ribu rupiah dan selembar uang lima ratus dihiasi pose orang utan.

Keanehan demi keanehan ditemui Kafi; uang di kantongnya tidak laku, ponselnya tidak bisa digunakan, Justin Bieber bahkan belum lahir, dan Ksatria Baja Hitam masih membela kebenaran. Dia dibuat bingung dan hampir putus asa. Apa yang sebenarnya terjadi?

Dalam usaha keluar dari era jadul dan kembali ke masanya, Kafi bertemu dengan sesama petualang waktu; Ardhi—seorang ilmuwan pembuat mesin waktu—dan Soyan yang menginginkan kesempatan kedua. Bersama, mereka mengemban misi untuk kembali ke masa depan. Berhasilkah mereka?

276 pages, Paperback

First published November 1, 2013

Loading...
Loading...

About the author

Agung Satriawan

5 books8 followers

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (17%)
4 stars
9 (15%)
3 stars
17 (29%)
2 stars
14 (24%)
1 star
8 (13%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
1 review
March 16, 2014
Buku ini terlihat menarik dari segi cover, judul, dan sinopsis cerita. Sehingga, orang akan tertarik melihatnya. Terlebih lagi, ceritanya menceritakan tahun 90-an, dimana tahun 90-an banyak dirindukan orang untuk kembali ke masa tahun tersebut.

Dari segi cerita, sebenarnya cerita ini sangat menarik, namun sayang penulis menyampaikan cerita dengan campur komedi, yang justru malah terlihat asal, sehingga terkesan menjadi garing.

Dari isi cerita, Kafi yang sebagai pemeran utama malah tidak terlihat menjadi pemeran utama, dirinya justru malah banyak membantu Soyan. Dan seharusnya, Kafi diberikan banyak konflik dan cerita untuk memperbaiki masa lalunya, karena pada awal cerita pun, penulis sudah menceritakan masa lalu Kafi, yang disesali oleh Kafi.Bagian saat bertemu dengan Ray dan Radit yang mempunyai komunitas UFO bernama ALLFA yang hanya menjadi angin lalu, sedangkan mereka berperan cukup penting, karena mengetahui tentang teori-teori mesin waktu.Dan bagian saat bertemu dengan Angel di bis menuju Jogja, sayang sekali lagi-lagi penulis melewatkan cerita ini. Padahal, cerita ini sudah mendapatkan feel-nya karena Kafi berhasil menyembuhkan luka masa lalunya, dan menyukai perempuan lain.

Ending cerita, benar-benar flat dan mengecewakan, karena penulis menceritakan Kafi yang sudah kembali, lupa pada kejadian yang sudah dilewatinya. Penulis juga terkesan malas melanjutkan, karena ending seperti menyalin cerita dari bab sebelumnya.

Untuk konflik cerita, keseluruhan masih kurang, untuk Kafi yang notabene adalah pemeran utama. Walaupun alur cerita tersebut sudah jelas.

Beberapa bagian cerita, membuat pembaca menjadi bingung, seperti saat Kafi menyaksikan Kafi kecil, dan perdebatan Kafi dan Ardhi tentang tahun 1993, 2013, dan 2023.

Walaupun begitu, secara keseluruhan cerita ini mengajarkan kita untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin agar tidak ada penyesalan di masa yang akan datang. Karena sebenarnya, hidup ini tidak bisa menekan tombol rewind.
Profile Image for Alfy.
62 reviews1 follower
April 15, 2016
Aku anggap kelar aja baca buku ini, ya. Selera humor yg garing bikin mood membacaku berantakan. Sayang sekali! Coba hilangkan aja tuh plesetan dan humor garingnya, pasti aku kasih rate 3.5 but... astaga, aku bertanya-tanya apa editor ikut tertawa waktu membacanya? hemppp... kecewa. :'( Mengapa aku gagal tertawa.
Profile Image for Lunar Angel.
79 reviews13 followers
November 15, 2019
Salah satu novel pertama yg pernah aku baca yg menggambarkan tentang time travel. Dari cover depannya saja menarik. Awal baca novel ini pinjem dari temen . So luvvv menurut saya joke dalam novel ini cukup lucu dan menggelitik
Profile Image for Bunga Mawar.
1,391 reviews45 followers
June 10, 2014
Buku yang ringan, jenis yang sudah cukup lama tidak saya baca. Saking ringannya, bisa selesai dalam satu kali duduk. Ini misalnya kalau kamu duduk di kereta sepanjang perjalanan Jakarta-Semarang, tempat saya memperoleh buku ini. Tapi saya baru membacanya saat duduk menunggu KRL di stasiun Tebet, lalu di dalam KRL menuju Depok, dan tidak saya baca lagi di angkot, melainkan saat sudah nyaman tiba di Parung.

Ceritanya sebenarnya semacam teenlit biasa, walau tokohnya sudah lulus sarjana di usia 26 tuan. Tokoh ini, Kafi namanya, galau karena mantan kekasihnya menikah duluan. Demi melupakan sang mantan, dan sebelum dikejar kebutuhan sosial untuk melepas status pengangguran, maka Kafi berencana jadi backpacker dengan tujuan Surabaya. Dia tidak dapat tiket di kereta penumpang, sehingga dia jadi penumpang gelap di gerbong barang. Rupanya di gerbong barang yang gelap itulah Kafi terbawa putaran nasib yang membawanya ke masa 20 tahun lalu...

Cara penulisan yang sepertinya dirancang untuk membawa pembaca ke situasi komedik cukup berhasil.. Cuma memang berpotensi jadi garing. Nanti setelah setengah buku lewat, lalu Kafi mendapat penjelasan mengapa ia bisa terdampar di tahun 1993, saya pun dengan sotoy menganggap bahwa bapak penulis buku ini termasuk penggemar cerita Timeline-nya Michael Crichton. Apalagi saat membahas paradoks-kakek.

Begitulah. Sebagai bacaan ringan, buku ini cukup menarik. Asal jangan terlalu diseriusi sebagai fiksi ilmiah. Ada pembaca lain menulis di review-nya sesuatu yang bisa dianggap sebagai lubang dalam cerita, yaitu perpindahan Kafi ke tahun 1993, alih alih ke tahun 2003. Biar saya, ya ga papa. Sebagai jaduler saya merasa kalau tahun 1990-an, cocok belaka sebagai latar kehidupan masa lalu.

Tapi hak yang
Profile Image for Haris Firmansyah.
Author 12 books35 followers
January 31, 2014
Lucu, lucu banget dialog-dialognya. Orang-orang yang ada di buku ini gak beres semua mulutnya. Saya penasaran sama buku ini karena genrenya fiksi ilmiah! Tentang mesin waktu! Wow, jarang-jarang komedi mainannya mesin waktu. Dan juga yang bikin pengen baca adalah setting waktunya tahun 90'an. Aaaaaaaaa! Itu masa keemasan kita semua.

Tapi ada bolong logika di sini. Agak ganggu juga, bikin saya ngelamunin masalah ini waktu saya baca bukunya. Katanya, mesin waktu ciptaan Om Ardhi cuma bisa mundur ke 10 tahun ke belakang atau maju ke 10 tahun ke depan. Tapi kenapa dari tahun 2013 langsung loncat ke 1993? Tahun 2003 kemane?
Profile Image for Edotz Herjunot.
Author 5 books14 followers
August 23, 2016
Harus diakui premisnya emang unik ya, mesin waktu~
Pas awal2 baca kirain Kafi bakal memperbaiki kisahnya yang gagal bareng pacarnya, ternyata nggak ngebahas itu sama sekali.

Btw, komedinya asik sih, cuma ada beberapa yang lebay aja.

sisanya penulis kurang observasi lagi masalah harga2 dan nilai rupiah pada tahun 93' yang kayaknya kurang pas aja menurut gue.

Btw, buku ini lumayan menghibur...
Profile Image for Alfiah Mega.
62 reviews
March 5, 2014
Ini buku lucu, asli kocak. Kok bisa ada mahasiswa lulus dengan skripsi berjudul "Pengaruh Ngupil dengan Tangan Kiri terhadap Harga Terong di Pasar Malabar Jakarta" (?). Pas baca dialog terakhir Kafi sama Ardhi, aku ngerasa yakin aja kalau ini based on true story. Kalau iya, pasti keren banget, deh, ada mesin waktu kayak gitu.
Profile Image for Audrey.
28 reviews13 followers
May 21, 2014
2 stars out of 5 stars

Terlalu banyak dialog dialog jayus yang membuat nilai buku ini menjadi berkurang dan tidak sesuai dengan konteksnya.Dari segi cerita sebetulnya buku ini menyajikan cerita yang menarik,sayangnya penulis terlalu banyak memasukkan unsur unsur komedi yang merusak suasana cerita.Seharusnya buku ini bisa mendapat nilai lebih jika penulis tidak terlalu banyak menjayus.
Profile Image for Ardelia putri.
27 reviews3 followers
January 14, 2014
I think the jokes just doesn't fit sometimes:/ And i don't get it. If Kafi doesn't remember what happened in the end, how is Ardhi going to write a story about them if he went in the black hole too? Like Kafi, He won't remember anything right? It has a rad theme, but the writer can do better. :)
4 reviews
April 27, 2014
Ini buku favorite gue yang ke-3 setelah The Fabulous Udin sama Restart. Pertama kali gue liat buku ini, asli, covernya menarik banget. Tanpa gue baca belakangnya, gue langsung beli aja. Trus begitu gue baca sampe abis, sumpah seru banget. Apalagi ada komedi-komedinya juga. Bagus deh pokoknya!
Profile Image for A.A. Muizz.
224 reviews22 followers
June 18, 2015
Mungkin selera humor saya yang bermasalah. Yang ada hanya cara bercerita yang berlebihan. Mungkin ini hanya masalah selera, bukan novelnya yang jelek.
S E L E R A
E
L
E
R
A.
Okay?
Displaying 1 - 12 of 12 reviews