Ditulis berdasarkan pengalaman hidup penulis setelah usai menempuh kehidupan kelam, kehidupan jauh dari nilai-nilai moral, apalagi nilai ketuhanan. Banyak perenungan sufistik dan hikmah yang luar biasa yang akan tersari melalui 35 kisah didalamnya, yang akan membawa anda semakin menyadari kita mengagapai kebahagian sejati.
Ustadz Yusuf lahir dari keluarga Betawi yang berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor.
Pada tahun 1996, dia terjun di bisnis Informatika. Sayang bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit utang yang jumlahnya miliaran. Gara-gara utang itu pula, Ustadz Yusuf merasakan dinginnya hotel prodeo selama 2 bulan. Setelah bebas, Ustadz Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi kembali gagal dan terlilit utang lagi. Cara hidup yang keliru membawa Ustadz Yusuf kembali masuk bui pada 1998.
Saat di penjara itulah, Ustadz Yusuf menemukan hikmah tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustadz Yusuf berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustadz Yusuf berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga mulai punya anak buah.
Hidup Ustadz Yusuf mulai berubah saat ia berkenalan dengan polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustadz Yusuf membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.
Ustadz Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.
Karier Ustadz Yusuf makin mengkilap setelah bertemu dengan Yusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record dengan meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga.
Konsep sedekah pula yang membawanya masuk dunia seni peran. Melalui acara Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata.
Ustadz Yusuf juga menggarap sebuah film berjudul KUN FA YAKUUN yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari. Film ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.
Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Ia juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi laboratorium sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisatahati. Donasi dari PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisatahati.
Meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustadz Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.
kumpulan cerita-cerita yang mengisahkan tentang kisah-kisah nyata yang dialami oleh penulis. dengan cara tutur lisan yang sederhana khas ust yusuf mansur.
membacanya, seperti seolah sang penulis sedang berada di depan mimbar / layar televisi untuk bercerita tentang kehidupannya.
dari sini, banyak kisah sederhana yang bisa kita petik pelajarannya. selain itu, di setiap akhir cerita selalu ada muhasabah / doa yang dipanjatkan, sehingga kita tidak lupa dengan sang pencipta.
Buku pertama ustad Yusuf Mansur yang saya baca. Duh, rasanya lebih enak nonton di TV ketimbang tulisan beliau. Suaranya yang khas mengandung kata singkat penuh makna seolah kurang didapat dari buku ini.
Tuhan itu sangat dekat dengan kita, tapi kita saja yang menjauh dengan melupakannya, jarang berdzikir, melanggar aturannya.... kembali kepada Alloh.maka hati akan tentram..
Sedekahlah jika ingin kemudahan...dengan iklhas dan...jangan lupa untuk mendahulukan Allah dalam segala tindakan sebelum melakukannya. karena dengan mendahulukan Allah maka jalan yang kita tempuh akan diiringi oleh Nya. Berdoa dulu kemudian Ikhtiar dan berdoa lagi.
Cangkir yang terisi penuh tak bisa diisi air lagi.....Hati dan pikiran yang penuh materi duniawi tak bisa diisi kalam illahi. Kosongkan dulu..kawan , dan terima kesejukan kata illahi.. buku ini membantu mengosongkan hati dan pikiran yang redup..
Bapak itu hampir nggak pernah beli buku lagi saat ini. Tapi tiba2 suatu ketika pulang ke rumah bawa buku ini. Iseng saya baca, tapi keterusan bacanya sampai tamat.. Renungannya bagus, karena memang dari kisah nyata Ust Yusuf Mansur...
buku ini adalah buku yang diberikan oleh sahabatku Niken CD. Ia ingin aku membacanya agar lebih bisa mengenal Tuhanku, dan merubah diriku menjadi lebih baik. Saat ini baru kubaca sampai halaman 31, dan ternyata memang smestinyalah berserah diri, meminta padaNYA terlebih dahulu adalah jalan pertama yang harus ditempuh agar ridhoNYA menaungi jalanku... thanx Ken, sudah menjadi sahabatku
hari ini, 01092015, kucatat di Goodreads kalau aku sudah selesaikan buku ini. Sesungguhnya sudah 10 hari lalu kuselesaikan. Banyak yang kuserap. Sekali lagi ... Thankx Ken, sudah menjadi sahabatku
buku ini sangat bernyawa, ditulis dengan bahasa yg ringan dan berdasarkan pengalaman pribadi, seolah penulis (ustd. YM) bercerita secara langsung dihadapan pembaca, mengajak pembaca untuk segera me-muhasabah-kan diri..