Saban hari aku menipu diri sendiri, tidak seperti dirimu yang tak pernah sanggup menipu diri sendiri. Jauh di dasar hatiku, kecemasan mengendap bagaikan kerumunawan mendung yang tak bisa kuenyahkan. Bagaimana nasibku kemudian dengan menjalani hidup yang begini?
NOVEL ini mengambil bentuk surat yang ditulis oleh lelaki berusia 20 tahun kepada kawan dekat yang sedang menjalani pemulihan di sanatorium bernama Dojo Kesehatan. Sebelumnya, beberapa bagian novel sudah diserialkan surat kabar. Karenanya empat atau lima bagian pertama mungkin agak membingungkan pembaca, namun novel epistola ini mengandung pemahaman realitas yang mendalam. Untuk waktu lama, banyak penulis Jepang maupun luar negeri menggunakan bentuk penulisan demikian.
Osamu DAZAI (native name: 太宰治, real name Shūji Tsushima) was a Japanese author who is considered one of the foremost fiction writers of 20th-century Japan. A number of his most popular works, such as Shayō (The Setting Sun) and Ningen Shikkaku (No Longer Human), are considered modern-day classics in Japan. With a semi-autobiographical style and transparency into his personal life, Dazai’s stories have intrigued the minds of many readers. His books also bring about awareness to a number of important topics such as human nature, mental illness, social relationships, and postwar Japan.