Awalnya saya mengira bahwa mitos tiga setengah abad kekuasaan Belanda di Nusantara adalah ciptaan kelompok nasionalis belaka. Namun ternyata saya salah, lebih lagi Resink mencoba menghancurkan mitos yang dibesar-besarkan tersebut dan mendasarkan ingatan kolektif bangsa kita terhadap sebuah fakta sejarah dari hukum antar-bangsa. Selain itu, satu hal lain Resink mencoba menelursi pengalaman nasional kita yang seringkali Jawa-sentris, katanya ini hanya soal banyaknya kuantitas sumber dan penelurusan sejarah dari Jawa ketimbang di daerah-daerah lain. Lebih dari itu, semestnya ingatan mengenai Nusantara kita yang terbentang luas mesti ditelusuri lebih hati-hati dan mendalam.
Edisi yang saya baca menggunakan tata bahasa yang cukup lama, sehingga dalam beberapa hal menyulitkan saya mencerna keseluruhan isi buku. Kendati demikian, apa yang coba dijabarkan Resink saya kira tetap menjadikannya sebuah literatur yang wajib dibaca selama republik ini terus berlangsung.
Buat yang nggak sempat baca/ beli "Bukan 350 Tahun Dijajah", buku ini sama-sama informatif dan tetep bikin mata nahan ngantuk (meskipun penulisan ordunya bikin males)